Catatan: artikel ini disusun untuk keperluan akademik, yaitu membantu mahasiswa merancang penelitian. Isinya tidak menilai ajaran agama mana pun dan bukan pengganti asuhan spiritual oleh tenaga kesehatan atau pemuka agama.
Spiritualitas adalah cara seseorang mencari dan mengungkapkan makna serta tujuan hidup, dan cara ia merasakan keterhubungan dengan diri sendiri, orang lain, alam, serta hal yang dianggap suci. Dalam keperawatan, spiritualitas dipandang sebagai bagian dari asuhan holistik, terutama bagi pasien kanker, pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis, pasien paliatif, dan lansia. Banyak tesis menguji hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup, kecemasan, atau koping. Namun, variabel ini sering diukur tanpa membedakan spiritualitas, religiusitas, dan kesejahteraan spiritual. Artikel ini membahas pengertian ketiganya, dimensi kesejahteraan spiritual, alat ukur yang sering dipakai, temuan penelitian, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian Spiritualitas
Konferensi konsensus tentang asuhan spiritual dalam perawatan paliatif yang dilaporkan Puchalski dkk. (2009) mendefinisikan spiritualitas sebagai aspek kemanusiaan yang berkaitan dengan cara seseorang mencari dan mengungkapkan makna dan tujuan, serta cara ia mengalami keterhubungan dengan saat ini, dengan diri sendiri, dengan orang lain, dengan alam, dan dengan hal yang bermakna atau suci.
Definisi ini luas karena dirumuskan agar berlaku bagi orang beragama maupun tidak. Bagi peneliti, ada tiga istilah yang perlu dibedakan.
| Istilah | Arti | Contoh yang diukur |
|---|---|---|
| Spiritualitas | Pencarian makna, tujuan, dan keterhubungan; bisa melalui agama atau tidak | Rasa bahwa hidup bermakna, rasa terhubung dengan orang lain |
| Religiusitas | Keterikatan pada ajaran, praktik, dan komunitas agama tertentu | Frekuensi ibadah, keyakinan pada ajaran agama |
| Kesejahteraan spiritual | Keadaan spiritual saat ini: seberapa damai, bermakna, dan yakin seseorang | Skor pada kuesioner kesejahteraan spiritual |
Kebanyakan penelitian kesehatan sebenarnya mengukur kesejahteraan spiritual, karena variabel inilah yang bisa berubah karena sakit dan bisa dipengaruhi intervensi. Tuliskan istilah yang Anda pakai secara konsisten di judul, Bab 2, dan definisi operasional.
Dimensi Kesejahteraan Spiritual

Dua kerangka dimensi paling sering dipakai di penelitian keperawatan.
Kerangka FACIT-Sp. Peterman dkk. (2002) mengembangkan skala kesejahteraan spiritual untuk pasien kanker yang kemudian dikenal sebagai FACIT-Sp-12. Skala ini memuat dimensi makna (meaning), kedamaian (peace), dan keyakinan (faith). Pada pengembangan awalnya, butir makna dan kedamaian membentuk satu faktor dan butir keyakinan membentuk faktor kedua; penelitian berikutnya sering memisahkan makna dan kedamaian menjadi dua dimensi. Pembagian ini berguna karena pasien yang tidak religius tetap bisa memperoleh skor makna dan kedamaian yang tinggi.
Kerangka SWBS. Paloutzian dan Ellison (1982) membagi kesejahteraan spiritual menjadi dua ranah: kesejahteraan religius, yaitu hubungan dengan Tuhan, dan kesejahteraan eksistensial, yaitu rasa bermakna dan puas terhadap hidup. Spiritual Well-Being Scale (SWBS) memuat 20 butir, 10 untuk setiap ranah.
| Kerangka | Dimensi | Kapan cocok dipakai |
|---|---|---|
| FACIT-Sp-12 | Makna, kedamaian, keyakinan | Pasien penyakit kronis atau kanker; responden dengan latar keyakinan beragam |
| SWBS | Kesejahteraan religius, kesejahteraan eksistensial | Responden yang religius; penelitian yang ingin memisahkan aspek religius dan eksistensial |
Alat Ukur Spiritualitas dan Kesejahteraan Spiritual
| Instrumen | Isi | Bukti dan catatan |
|---|---|---|
| FACIT-Sp-12 | 12 butir, skala 0–4, skor total 0–48 | Tinjauan sistematis 10 penelitian pada pasien kanker: Cronbach’s alpha 0,70–0,91, tetapi validitas struktur dan reliabilitas subskala dinilai belum memuaskan (Fauji dkk., 2025). Pemakaian dan terjemahan memerlukan izin dari pengembang |
| Spiritual Well-Being Scale (SWBS) | 20 butir, skor total 20–120 | Dipakai pada 62 pasien hemodialisis di Bantul; versi Indonesia yang dirujuk peneliti memiliki alpha 0,865 (Syafi & Sari, 2022) |
| Kuesioner buatan sendiri | Disusun dari teori yang dipilih | Wajib uji validitas dan uji reliabilitas |
Temuan Fauji dkk. (2025) penting untuk Bab 3. Alpha total yang tinggi belum cukup untuk menyatakan sebuah instrumen valid. Bila Anda memakai FACIT-Sp-12 dan ingin melaporkan skor per dimensi, periksa dulu struktur faktornya pada sampel Anda, misalnya dengan confirmatory factor analysis.
Apa Kata Penelitian tentang Spiritualitas
- Kesejahteraan spiritual pasien hemodialisis. Syafi dan Sari (2022) meneliti 62 pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Bantul. Rata-rata skor SWBS 91,58 dan dikategorikan sedang oleh peneliti. Skor ranah religius lebih tinggi daripada ranah eksistensial. Kesejahteraan spiritual tidak berbeda bermakna menurut usia, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, pendidikan, atau lama hemodialisis.
- Spiritualitas dan kualitas hidup. Fradelos dkk. (2022) meneliti 367 pasien hemodialisis dengan FACIT-Sp-12. Spiritualitas, terutama dimensi makna dan kedamaian, berhubungan positif dengan kualitas hidup global dan beberapa ranahnya.
- Intervensi spiritual pada pasien kanker. Meta-analisis ?zgü dkk. (2024) atas uji acak terkendali menemukan intervensi spiritual meningkatkan kesejahteraan spiritual (g = 0,268) serta menurunkan kecemasan (g = 0,301) dan depresi (g = 0,175). Besar pengaruhnya kecil sampai sedang.
Pelajaran untuk tesis Anda: dua penelitian pertama memakai desain potong lintang, sehingga hanya menunjukkan hubungan. Bila ingin menguji pengaruh intervensi, misalnya bimbingan doa atau konseling spiritual, gunakan desain eksperimen dengan kelompok pembanding dan jelaskan isi intervensinya secara rinci.
Posisi Spiritualitas dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel bebas | Hubungan kesejahteraan spiritual dengan kualitas hidup pasien hemodialisis | Korelasi atau regresi |
| Variabel terikat | Pengaruh bimbingan spiritual terhadap kesejahteraan spiritual pasien kanker | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon; uji Mann-Whitney untuk dua kelompok |
| Variabel perantara | Dukungan keluarga memengaruhi kualitas hidup melalui kesejahteraan spiritual | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
| Variabel pemoderasi | Spiritualitas memperlemah pengaruh stres terhadap depresi | Regresi dengan interaksi atau moderasi di SmartPLS |
Spiritualitas juga sering dikaitkan dengan mekanisme koping dan resiliensi. Bila Anda memasukkan ketiganya dalam satu model, jelaskan perbedaan konsepnya di Bab 2 agar penguji tidak menilai variabelnya tumpang tindih.
Contoh hipotesis:
- H1: Kesejahteraan spiritual berpengaruh positif terhadap kualitas hidup pasien hemodialisis.
- H2: Dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap kesejahteraan spiritual.
- H3: Kesejahteraan spiritual memediasi pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup.
Merancang Intervensi Spiritual untuk Penelitian Eksperimen
Banyak tesis keperawatan menguji intervensi spiritual, misalnya bimbingan doa, dzikir, murottal, atau konseling spiritual. Agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan, rancang intervensi dengan rinci.
| Unsur | Yang perlu dituliskan di Bab 3 |
|---|---|
| Isi intervensi | Bentuk kegiatan, materi, dan dasar teorinya |
| Pelaksana | Siapa yang memberikan dan apa kualifikasinya |
| Dosis | Lama setiap sesi, jumlah sesi, dan jarak antarsesi |
| Kelompok pembanding | Perawatan biasa atau kegiatan lain dengan waktu kontak yang sama |
| Waktu pengukuran | Kapan kesejahteraan spiritual dan variabel hasil lain diukur |
Kelompok pembanding dengan waktu kontak yang sama membantu memisahkan pengaruh isi spiritual dari pengaruh perhatian tambahan yang diterima pasien.
Etika dalam Penelitian Spiritualitas
Pertanyaan tentang keyakinan dan makna hidup bersifat pribadi. Beberapa hal perlu dirancang sejak proposal.
- Hormati keragaman keyakinan. Pastikan butir kuesioner tidak mengandaikan satu agama tertentu bila respondennya beragam.
- Jaga kerahasiaan. Jawaban tentang keyakinan bisa sensitif; simpan data tanpa identitas.
- Intervensi sesuai keyakinan pasien. Intervensi spiritual sebaiknya disesuaikan dengan keyakinan pasien dan tidak dipaksakan.
- Siapkan rujukan. Bila responden menunjukkan tekanan berat, misalnya putus asa, siapkan prosedur rujukan kepada tenaga kesehatan atau pendamping rohani.
Definisi Operasional Kesejahteraan Spiritual
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Kesejahteraan spiritual pasien hemodialisis |
| Definisi konseptual | Keadaan spiritual pasien yang tercermin dari rasa makna, kedamaian, dan keyakinan (Peterman dkk., 2002) |
| Definisi operasional | Skor jawaban pasien pada FACIT-Sp-12 tentang makna, kedamaian, dan keyakinan dalam 7 hari terakhir |
| Alat ukur | FACIT-Sp-12 versi Indonesia yang memperoleh izin |
| Hasil ukur | Skor 0–48; makin tinggi, makin baik kesejahteraan spiritual |
| Skala data | Interval |
Contoh Judul Penelitian Spiritualitas
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis koping, resiliensi, spiritualitas, dan efikasi diri, judul tesis keperawatan onkologi dan paliatif, dan judul tesis keperawatan ginjal dan hemodialisis. Contoh penelitian lama yang memakai spiritualitas pada perawat bisa dilihat pada pengaruh sosio demografi dan spiritualitas terhadap kelelahan kerja perawat.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan kesejahteraan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
- Pengaruh bimbingan spiritual terhadap kecemasan pasien pra operasi.
- Kesejahteraan spiritual sebagai variabel perantara pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup lansia.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Spiritualitas
- Menyamakan spiritualitas dengan religiusitas. Frekuensi ibadah mengukur praktik religius, bukan kesejahteraan spiritual.
- Memakai instrumen tanpa izin. Beberapa instrumen, termasuk FACIT-Sp-12, memerlukan lisensi dan terjemahan resmi.
- Melaporkan skor per dimensi tanpa memeriksa struktur faktor. Alpha total yang tinggi belum membuktikan dimensinya terpisah dengan jelas.
- Butir yang mengandaikan satu agama. Responden dengan keyakinan berbeda bisa kesulitan menjawab.
- Klaim sebab-akibat dari survei sekali ambil. Hubungan spiritualitas dan kualitas hidup pada desain potong lintang belum membuktikan arah pengaruh.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah spiritualitas sama dengan agama? Tidak. Agama adalah salah satu jalan mengungkapkan spiritualitas. Spiritualitas mencakup pencarian makna dan keterhubungan yang juga bisa dialami orang yang tidak menjalankan agama tertentu.
FACIT-Sp-12 atau SWBS? FACIT-Sp-12 lebih netral terhadap latar keyakinan dan banyak dipakai pada pasien penyakit kronis. SWBS cocok bila Anda ingin memisahkan kesejahteraan religius dan eksistensial. Pilih yang sesuai dengan teori di Bab 2.
Bolehkah menerjemahkan sendiri kuesioner spiritualitas? Untuk instrumen berlisensi, terjemahan harus mengikuti prosedur pengembangnya. Untuk instrumen lain, lakukan terjemahan dan terjemahan balik, telaah ahli, dan uji coba.
Apakah skor spiritualitas boleh dikategorikan? Boleh untuk penyajian, asalkan dasar kategorinya dijelaskan. Untuk uji statistik, skor total lebih informatif.
Berapa jumlah sampel penelitian spiritualitas? Tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Sedang meneliti spiritualitas pasien? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda membedakan konsep dan memilih instrumen melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan intervensi melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu uji instrumen dan analisis data melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Fauji, A., Wijoyo, E. B., Yunitri, N., Rachmawati, I. N., & Afiyanti, Y. (2025). Evaluating the FACIT-Sp-12: A systematic review of measurement properties of spiritual well-being in cancer patients. Jurnal Ners, 20(4), 425–433. https://doi.org/10.20473/jn.v20i4.68460
Fradelos, E. C., Alikari, V., Tsaras, K., Papathanasiou, I. V., Tzavella, F., Papagiannis, D., & Zyga, S. (2022). The effect of spirituality in quality of life of hemodialysis patients. Journal of Religion and Health, 61(3). https://doi.org/10.1007/s10943-020-01153-x
?zgü, N., Gök Metin, Z., Ero?lu, H., Semerci, R., & Pars, H. (2024). Impact of spiritual interventions in individuals with cancer: A systematic review and meta-analysis. European Journal of Oncology Nursing, 71, 102646. https://doi.org/10.1016/j.ejon.2024.102646
Paloutzian, R. F., & Ellison, C. W. (1982). Loneliness, spiritual well-being and the quality of life. Dalam L. A. Peplau & D. Perlman (Ed.), Loneliness: A sourcebook of current theory, research and therapy. Wiley.
Peterman, A. H., Fitchett, G., Brady, M. J., Hernandez, L., & Cella, D. (2002). Measuring spiritual well-being in people with cancer: The Functional Assessment of Chronic Illness Therapy–Spiritual Well-being Scale (FACIT-Sp). Annals of Behavioral Medicine, 24(1), 49–58. https://doi.org/10.1207/S15324796ABM2401_06
Puchalski, C., Ferrell, B., Virani, R., Otis-Green, S., Baird, P., Bull, J., dkk. (2009). Improving the quality of spiritual care as a dimension of palliative care: The report of the Consensus Conference. Journal of Palliative Medicine, 12(10), 885–904. https://doi.org/10.1089/jpm.2009.0142
Syafi, F. J. H., & Sari, I. W. W. (2022). Gambaran kesejahteraan spiritual pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.22146/jkkk.49490
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









