HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Stres dalam Penelitian Kesehatan: Pengertian, Pendekatan Teori, Alat Ukur, dan Model Penelitian

Stres adalah keadaan ketika seseorang menilai tuntutan yang dihadapinya membebani atau melebihi kemampuannya, sehingga muncul reaksi pada pikiran, emosi, perilaku, dan tubuh. Dalam penelitian kesehatan, stres termasuk variabel yang paling sering diteliti: stres kerja perawat, stres akademik mahasiswa, stres ibu hamil, stres keluarga pasien, dan stres pasien penyakit kronis. Masalahnya, istilah “tingkat stres” sering dipakai tanpa kejelasan apakah yang diukur adalah tekanannya, reaksinya, atau penilaian orang terhadap tekanan itu. Artikel ini membahas pengertian stres menurut tiga pendekatan, teori Lazarus dan Folkman, jalur stres memengaruhi kesehatan, alat ukur yang sudah diuji di Indonesia, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.

Pengertian Stres menurut Tiga Pendekatan

Literatur memakai kata stres dengan tiga makna. Pilihan makna menentukan alat ukur, sehingga perlu ditulis jelas di Bab 2.

 

 

Pendekatan Stres dipahami sebagai Contoh pengukuran
Stimulus Tekanan dari luar, misalnya peristiwa hidup berat, beban kerja, atau penyakit Daftar peristiwa hidup, kuesioner beban kerja
Respons Reaksi tubuh dan emosi terhadap tekanan Gejala tegang dan mudah marah, kadar kortisol, tekanan darah
Transaksi Hasil penilaian bahwa tuntutan melebihi sumber daya Skala stres yang dirasakan, seperti PSS-10

Bila judul Anda berbunyi “pengaruh beban kerja terhadap stres kerja perawat”, beban kerja sebenarnya adalah stres dalam makna stimulus, sedangkan variabel terikatnya adalah stres dalam makna respons atau transaksi. Kejelasan ini mencegah variabel bebas dan terikat mengukur hal yang sama.

Teori Stres Lazarus dan Folkman

Pendekatan transaksional dari Lazarus dan Folkman (1984) paling sering dipakai dalam penelitian keperawatan dan psikologi kesehatan. Menurut teori ini, stres bukan sekadar kejadian dan bukan sekadar reaksi, tetapi hubungan antara keduanya. Seseorang merasa stres bila ia menilai suatu kejadian mengancam atau merugikan (penilaian primer) dan menilai sumber dayanya tidak cukup untuk menghadapinya (penilaian sekunder).

Konsekuensinya penting. Dua perawat dengan beban kerja yang sama bisa mengalami tingkat stres yang berbeda, karena penilaian dan sumber daya mereka berbeda. Karena itu, penelitian stres yang baik biasanya juga mengukur sumber daya atau cara menghadapinya, misalnya mekanisme koping, dukungan sosial, atau resiliensi.

Bagaimana Stres Memengaruhi Kesehatan

O’Connor dkk. (2021) meninjau bukti tentang cara stres memengaruhi kesehatan dan merangkumnya dalam dua jalur.

  1. Jalur langsung (biologis). Stres mengaktifkan sistem saraf otonom dan sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal yang mengatur hormon kortisol. Bila berlangsung lama, beban pada sistem tubuh menumpuk dan berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerentanan terhadap penyakit infeksi.
  2. Jalur tidak langsung (perilaku). Stres mengubah perilaku kesehatan, misalnya pola makan, tidur, aktivitas fisik, merokok, dan kepatuhan berobat.

Kedua jalur ini memberi dasar teori bagi banyak judul tesis. Hubungan stres dengan kualitas tidur, misalnya, bisa dijelaskan melalui jalur biologis maupun perilaku.

Sumber Stres pada Kelompok yang Sering Diteliti

Sumber stres berbeda menurut kelompok responden. Mengenali sumbernya membantu Anda memilih variabel bebas dan menulis latar belakang yang tajam.

 

Kelompok responden Sumber stres yang sering dibahas Variabel yang sering dipasangkan
Perawat dan tenaga kesehatan Beban kerja, jadwal jaga, konflik, kematian pasien, risiko tertular penyakit Dukungan atasan, koping, resiliensi, burnout
Mahasiswa kesehatan Tugas akademik, praktik klinik, ujian kompetensi, keuangan Dukungan teman, efikasi diri, kualitas tidur
Ibu hamil dan nifas Perubahan tubuh, kekhawatiran persalinan, peran baru sebagai ibu Dukungan suami, kecemasan, gejala depresi
Keluarga pasien Tanggung jawab merawat, biaya, perubahan peran Beban caregiver, dukungan sosial, kualitas hidup
Pasien penyakit kronis Gejala, pengobatan jangka panjang, keterbatasan aktivitas Koping, dukungan keluarga, kepatuhan

Isi tabel ini adalah ringkasan topik yang sering muncul di katalog judul, bukan daftar baku. Data awal dari tempat penelitian Anda, misalnya studi pendahuluan, tetap diperlukan untuk menunjukkan sumber stres yang nyata. Untuk keluarga yang merawat pasien, artikel beban caregiver membahas konsep yang lebih spesifik.

Alat Ukur Stres

 

Instrumen Isi Bukti di Indonesia Catatan
Perceived Stress Scale (PSS) Versi asli 14 butir mengukur seberapa tak terduga, tak terkendali, dan berat hidup dirasakan dalam sebulan terakhir (Cohen dkk., 1983); versi 10 butir (PSS-10) paling sering dipakai PSS-10 versi Indonesia diuji pada 259 karyawan dan 244 mahasiswa; model dua faktor (rasa tidak berdaya dan rasa mampu) cocok, tetapi struktur faktornya berbeda antara mahasiswa dan karyawan (Hakim dkk., 2024) Butir bernada positif dinilai terbalik sebelum dijumlahkan
Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21) 21 butir dalam tiga subskala (depresi, kecemasan, stres), masing-masing tujuh butir (Lovibond & Lovibond, 1995) Versi Indonesia diuji pada 236 perempuan menopause: Cronbach’s alpha total 0,95 dan reliabilitas tes-ulang 0,95–0,96 (Susanti dkk., 2022) Skor subskala DASS-21 dikalikan dua sebelum dibandingkan dengan batas keparahan dari manual
Kuesioner stres kerja atau stres akademik Sumber stres khusus pekerjaan atau perkuliahan Periksa studi validasi versi Indonesia Cocok bila yang ingin dilihat adalah sumber stresnya

Temuan Hakim dkk. (2024) memberi pelajaran penting: instrumen yang valid pada satu kelompok belum tentu berperilaku sama pada kelompok lain. Bila responden Anda berbeda dari kelompok uji validasi, lakukan uji validitas dan reliabilitas ulang pada uji coba, atau laporkan analisis faktor pada data Anda.

Apa Kata Penelitian tentang Stres pada Tenaga Kesehatan

Tinjauan sistematis Labrague (2021) atas 31 penelitian selama pandemi COVID-19 menemukan bahwa resiliensi, koping positif, dan dukungan sosial yang lebih tinggi berhubungan dengan stres dan gangguan psikologis yang lebih rendah pada tenaga kesehatan. Hampir semua penelitiannya berdesain potong lintang, sehingga arah hubungan belum bisa dipastikan.

Pelajaran untuk tesis Anda: stres jarang berdiri sendiri. Model yang menyertakan sumber daya, seperti dukungan sosial dan koping, lebih sesuai dengan teori transaksional dan lebih mudah dibahas. Bila desain Anda potong lintang, tulis “berhubungan dengan”, bukan “menyebabkan”.

Posisi Stres dalam Model Penelitian

 

Posisi Contoh rumusan Analisis yang cocok
Variabel terikat Hubungan beban kerja dan dukungan atasan dengan stres kerja perawat Korelasi, regresi, atau chi-square bila dikategorikan
Variabel bebas Pengaruh stres akademik terhadap kualitas tidur mahasiswa Regresi
Variabel terikat pada eksperimen Pengaruh relaksasi napas dalam terhadap stres ibu hamil Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon; uji Mann-Whitney untuk dua kelompok
Variabel perantara Beban kerja memengaruhi burnout melalui stres kerja SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung
Dimoderasi Dukungan sosial memperlemah pengaruh stres terhadap gejala depresi Moderasi di SmartPLS

Contoh hipotesis untuk model pemoderasi:

  1. H1: Stres kerja berpengaruh positif terhadap gejala depresi perawat.
  2. H2: Dukungan sosial berpengaruh negatif terhadap gejala depresi.
  3. H3: Dukungan sosial memoderasi pengaruh stres kerja terhadap gejala depresi; pengaruhnya lebih lemah pada perawat dengan dukungan sosial tinggi.

Definisi Operasional Stres

 

Unsur Contoh isi
Variabel Stres yang dirasakan mahasiswa keperawatan
Definisi konseptual Penilaian mahasiswa bahwa tuntutan hidupnya tak terduga, tak terkendali, dan berat (Cohen dkk., 1983)
Definisi operasional Skor total jawaban mahasiswa pada PSS-10 tentang perasaan selama sebulan terakhir
Alat ukur PSS-10 versi Indonesia
Hasil ukur Skor 0–40 setelah butir positif dinilai terbalik; makin tinggi, makin besar stres yang dirasakan
Skala data Interval, atau ordinal bila dikategorikan

PSS tidak memiliki batas diagnosis. Bila Anda membuat kategori ringan, sedang, dan berat, jelaskan dasar batasnya dan jangan menyebutnya sebagai ketentuan resmi instrumen.

Contoh Judul Penelitian Stres

Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis kecemasan, stres, dan depresi, judul skripsi dan tesis psikologi tentang stres kerja, burnout, dan work-life balance, judul skripsi dan tesis psikologi tentang motivasi, prestasi, dan stres akademik, dan judul tesis manajemen keperawatan dan mutu pelayanan. Bila yang ingin Anda ukur adalah kecemasan, lihat juga artikel teori kecemasan trait dan state.

Pola judul yang sering dipakai, misalnya:

  • Hubungan beban kerja dan dukungan sosial dengan stres kerja perawat instalasi gawat darurat.
  • Pengaruh terapi musik terhadap stres pasien pra-operasi.
  • Stres akademik sebagai variabel perantara pengaruh beban tugas terhadap kualitas tidur mahasiswa.

Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.

Kesalahan Umum dalam Penelitian Stres

  • Tidak menjelaskan makna stres yang dipakai. Stimulus, respons, dan transaksi membutuhkan alat ukur berbeda.
  • Variabel bebas dan terikat mengukur hal yang sama. Beban kerja dan stres kerja yang diukur dengan butir mirip akan berkorelasi tinggi tanpa makna.
  • Lupa membalik skor butir positif PSS. Akibatnya skor total tidak bisa ditafsirkan.
  • Memakai batas keparahan DASS tanpa mengalikan dua. Batas di manual disusun untuk versi 42 butir.
  • Klaim sebab-akibat dari survei sekali ambil. Stres, tidur, dan depresi bisa saling memengaruhi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda stres dan kecemasan? Stres adalah reaksi terhadap tuntutan yang dirasa berat. Kecemasan berpusat pada kekhawatiran terhadap ancaman yang belum terjadi. Keduanya sering muncul bersama, sehingga DASS-21 mengukurnya dalam subskala terpisah.

Bolehkah memakai kortisol sebagai ukuran stres? Boleh, bila Anda memakai pendekatan respons dan punya prosedur pengambilan sampel yang baku, misalnya waktu pengambilan yang sama, karena kadar kortisol berubah sepanjang hari.

PSS-10 atau DASS-21, mana yang dipilih? Pilih PSS-10 bila yang ingin diukur adalah penilaian terhadap beban hidup. Pilih DASS-21 bila Anda juga ingin melihat gejala depresi dan kecemasan.

Berapa jumlah sampel penelitian stres? Tergantung desain dan analisis. Lihat artikel teknik pengambilan sampel.

Apakah stres selalu buruk? Dalam teori Lazarus dan Folkman, kejadian bisa dinilai sebagai tantangan, bukan ancaman, dan penilaian tantangan cenderung mendorong usaha menghadapinya. Yang bermasalah adalah stres yang berat dan berkepanjangan tanpa sumber daya yang cukup.

Bolehkah stres diukur dengan satu pertanyaan saja? Pertanyaan tunggal seperti “seberapa stres Anda saat ini?” mudah dijawab, tetapi reliabilitasnya tidak bisa diuji dengan konsistensi internal dan maknanya bisa berbeda antarresponden. Untuk tesis, skala bertingkat yang sudah divalidasi lebih mudah dipertanggungjawabkan.

Sedang meneliti stres? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda menentukan makna stres, variabel, dan instrumennya melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan Bab 3 melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis moderasi, mediasi, atau eksperimen melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.

Referensi

Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385–396. https://doi.org/10.2307/2136404

Hakim, A. R., Mora, L., Leometa, C. H., & Dimala, C. P. (2024). Psychometric properties of the Perceived Stress Scale (PSS-10) in Indonesian version. JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia), 13(2), 117–129. https://doi.org/10.15408/jp3i.v13i2.35482

Labrague, L. J. (2021). Psychological resilience, coping behaviours and social support among health care workers during the COVID-19 pandemic: A systematic review of quantitative studies. Journal of Nursing Management, 29(7), 1893–1905. https://doi.org/10.1111/jonm.13336

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.

Lovibond, S. H., & Lovibond, P. F. (1995). Manual for the Depression Anxiety Stress Scales (Edisi ke-2). Psychology Foundation.

O’Connor, D. B., Thayer, J. F., & Vedhara, K. (2021). Stress and health: A review of psychobiological processes. Annual Review of Psychology, 72, 663–688. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-062520-122331

Susanti, H. D., Sonko, I., & Chung, M.-H. (2022). Translation and validation of the Depression Anxiety Stress Scales for menopausal women in Indonesia. Climacteric, 25(5), 483–489. https://doi.org/10.1080/13697137.2022.2052839

error: