Dukungan sosial adalah bantuan yang diterima atau dirasakan seseorang dari orang-orang di sekitarnya, baik berupa perhatian, bantuan nyata, informasi, maupun penilaian yang menguatkan. Dalam penelitian kesehatan, dukungan sosial sering dipakai untuk menjelaskan mengapa pasien dengan penyakit yang sama bisa berbeda tingkat kecemasan, kepatuhan berobat, dan kualitas hidupnya. Variabel ini muncul di puluhan judul tesis keperawatan, mulai dari pasien HIV, ibu hamil, lansia, sampai pasien kanker. Artikel ini membahas pengertian dukungan sosial, jenis-jenisnya, dua teori tentang cara kerjanya, alat ukur yang sudah diuji di Indonesia, bukti penelitian terbaru, dan cara memasukkannya ke model penelitian.
Pengertian Dukungan Sosial
Ada dua cara memandang dukungan sosial, dan keduanya perlu dibedakan sejak Bab 2.
- Dukungan struktural melihat ada atau tidaknya hubungan sosial, misalnya status menikah, jumlah teman dekat, atau keikutsertaan dalam kelompok. Ini sering disebut jaringan sosial.
- Dukungan fungsional melihat apa yang benar-benar diberikan oleh hubungan itu, misalnya perhatian, bantuan, atau informasi.
Dukungan fungsional masih dibedakan lagi menjadi dukungan yang diterima (bantuan yang benar-benar diberikan) dan dukungan yang dirasakan (perceived social support), yaitu keyakinan bahwa bantuan akan tersedia bila dibutuhkan. Sebagian besar kuesioner di tesis kesehatan, termasuk MSPSS, mengukur dukungan yang dirasakan. Karena itu, istilah yang lebih tepat di definisi operasional adalah “persepsi responden tentang dukungan sosial”, bukan “jumlah bantuan yang diterima”.
Empat Jenis Dukungan Sosial menurut House
House (1981) membagi dukungan sosial menjadi empat jenis. Pembagian ini sering dipakai sebagai indikator kuesioner buatan peneliti.
| Jenis | Bentuk | Contoh pada pasien |
|---|---|---|
| Emosional | Empati, kepedulian, kasih sayang, kesediaan mendengar | Pasangan yang menemani pasien saat menerima diagnosis kanker |
| Instrumental | Bantuan nyata berupa tenaga, uang, atau barang | Anak yang mengantar orang tuanya ke tempat hemodialisis |
| Informasional | Nasihat, saran, dan informasi | Kader yang menjelaskan cara minum obat tuberkulosis |
| Penilaian (appraisal) | Umpan balik dan penegasan yang membantu menilai diri | Sesama pasien yang mengatakan kemajuan latihan sudah baik |
Bila Anda menyusun kuesioner sendiri dari keempat jenis ini, uji validitas dan reliabilitasnya dulu. Pastikan pula butir setiap jenis tidak tumpang tindih, terutama antara dukungan emosional dan penilaian.
Dua Model Cara Kerja Dukungan Sosial
Cohen dan Wills (1985) merangkum dua model tentang bagaimana dukungan sosial berkaitan dengan kesehatan. Kedua model ini menentukan bentuk hipotesis Anda.

Model efek langsung menyatakan bahwa dukungan sosial bermanfaat bagi kesehatan dalam keadaan apa pun, baik orang sedang tertekan maupun tidak. Hipotesisnya sederhana: dukungan sosial berpengaruh terhadap kesehatan.
Model penyangga (buffering) menyatakan bahwa dukungan sosial terutama bermanfaat ketika seseorang menghadapi stres. Dukungan melindungi orang dari dampak buruk stres, misalnya dengan membuat situasi terasa lebih mudah dihadapi. Dalam statistik, model ini berarti dukungan sosial adalah variabel pemoderasi: pengaruh stres terhadap depresi lebih lemah pada orang dengan dukungan tinggi.
Cohen dan Wills juga mencatat bahwa efek penyangga lebih mudah terlihat bila yang diukur adalah dukungan yang dirasakan dan jenis dukungannya sesuai dengan kebutuhan yang muncul dari stres itu. Bila model Anda menguji efek penyangga, pilih instrumen yang mengukur dukungan fungsional, bukan sekadar jumlah teman.
Alat Ukur Dukungan Sosial
Instrumen yang paling sering dipakai adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dari Zimet dkk. (1988). MSPSS terdiri atas 12 butir yang menanyakan dukungan yang dirasakan dari tiga sumber: keluarga, teman, dan orang penting lain. Setiap sumber diwakili empat butir dan umumnya dijawab dengan skala tujuh pilihan.
| Studi di Indonesia | Responden | Hasil |
|---|---|---|
| Laksmita dkk. (2020) | 299 remaja usia 12–18 tahun penyintas erupsi gunung api di Yogyakarta | Struktur tiga faktor (keluarga, teman, orang penting) terbukti; reliabilitas komposit semua faktor di atas 0,7; struktur sama antara laki-laki dan perempuan |
| Sulistiani dkk. (2022) | 495 taruna pelayaran di Semarang dan Surabaya | Analisis Rasch: semua butir sesuai model; Cronbach’s alpha 0,85; tidak ada butir yang bias gender |
Dua studi ini juga menunjukkan hal yang perlu Anda perhatikan. Laksmita dkk. menemukan tiga faktor, sedangkan Sulistiani dkk. dengan pendekatan Rasch menyimpulkan skala dapat diperlakukan sebagai satu dimensi. Keduanya meneliti remaja dan taruna, bukan pasien. Karena itu, bila responden Anda pasien atau lansia, uji ulang validitas pada sampel Anda dan laporkan apakah Anda memakai skor total atau skor per sumber.
Apa Kata Penelitian tentang Dukungan Sosial dan Kesehatan
Bukti terbaru menunjukkan bahwa dukungan sosial bermanfaat, tetapi besar manfaatnya tidak selalu sebesar yang sering ditulis di latar belakang tesis.
- Pencegahan depresi. Campos-Paino dkk. (2023) meninjau 9 uji acak terkendali dengan 927 peserta yang belum mengalami depresi klinis. Intervensi berbasis dukungan sosial menurunkan gejala depresi dengan efek kecil (SMD ?0,43). Kepastian buktinya rendah karena hasil antarpenelitian sangat beragam.
- Kelangsungan hidup pasien. Illinykh-Bair dan Smith (2026) menggabungkan 14 uji klinis nonacak dengan 39.493 pasien penyakit kronis. Efek gabungan intervensi dukungan sosial terhadap kelangsungan hidup belum bermakna secara statistik. Penelitian dengan masa pengamatan lebih panjang cenderung menunjukkan manfaat yang lebih besar.
Pelajaran untuk tesis Anda: tulis klaim manfaat dukungan sosial secara hati-hati. Kalimat seperti “dukungan sosial terbukti menyembuhkan” tidak didukung bukti. Kalimat yang lebih tepat adalah “dukungan sosial berhubungan dengan” atau “intervensi dukungan sosial menurunkan gejala dengan efek kecil”. Bila desain Anda potong lintang, hasilnya juga hanya menunjukkan hubungan.
Dukungan Sosial dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel bebas (efek langsung) | Hubungan dukungan sosial dengan kepatuhan berobat pasien HIV | Korelasi, regresi, atau chi-square bila dikategorikan |
| Variabel pemoderasi (efek penyangga) | Dukungan sosial memperlemah pengaruh stres terhadap depresi ibu nifas | Regresi dengan interaksi atau moderasi di SmartPLS |
| Variabel bebas dengan perantara | Dukungan sosial memengaruhi kualitas hidup melalui efikasi diri | SEM-PLS dan uji variabel intervening |
| Variabel terikat | Pengaruh kelompok pendukung sebaya terhadap persepsi dukungan sosial pasien kanker | Uji t atau Wilcoxon untuk pretest-posttest |
Contoh hipotesis untuk model penyangga:
- H1: Stres berpengaruh positif terhadap gejala depresi.
- H2: Dukungan sosial berpengaruh negatif terhadap gejala depresi.
- H3: Dukungan sosial memoderasi pengaruh stres terhadap gejala depresi; pengaruhnya lebih lemah pada responden dengan dukungan tinggi.
H3 diuji lewat suku interaksi stres × dukungan sosial. Kalau bagian moderasi ini terasa rumit, pastikan bentuk hipotesisnya disepakati dengan pembimbing sebelum data dikumpulkan.
Konsep yang sering dipasangkan dengan dukungan sosial dibahas di artikel kualitas hidup, efikasi diri, dan mekanisme koping. Untuk dukungan yang khusus berasal dari keluarga, lihat artikel dukungan keluarga.
Definisi Operasional Dukungan Sosial
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Dukungan sosial yang dirasakan |
| Definisi konseptual | Persepsi pasien tentang ketersediaan dukungan dari keluarga, teman, dan orang penting lain (Zimet dkk., 1988) |
| Definisi operasional | Skor jawaban pasien pada 12 butir MSPSS versi Indonesia |
| Alat ukur | Kuesioner MSPSS |
| Hasil ukur | Skor total dan skor per sumber; makin tinggi makin besar dukungan yang dirasakan |
| Skala data | Interval |
Bila skor dikategorikan menjadi tinggi, sedang, dan rendah, tuliskan cara pembagiannya, misalnya rata-rata dan simpangan baku sampel.
Contoh Judul Penelitian Dukungan Sosial
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis dukungan keluarga dan peran caregiver, judul tesis kecemasan, stres, dan depresi, dan judul tesis keperawatan penyakit infeksi, HIV, dan COVID. Untuk sudut pandang psikologi, lihat judul skripsi dan tesis psikologi tentang relasi interpersonal, dukungan sosial, dan kelekatan.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan dukungan sosial dengan kepatuhan terapi antiretroviral pada orang dengan HIV.
- Peran dukungan sosial sebagai pemoderasi pengaruh stres terhadap depresi pada ibu pascapersalinan.
- Pengaruh kelompok pendukung sebaya terhadap dukungan sosial dan kualitas hidup pasien kanker payudara.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Cara Membahas Hasil Penelitian Dukungan Sosial
- Laporkan skor per sumber atau per jenis. Sumber dengan skor terendah menunjukkan sasaran intervensi yang paling jelas, misalnya dukungan teman pada remaja dengan HIV.
- Bandingkan dengan teori yang Anda pilih. Bila hipotesis penyangga tidak terbukti, bahas kemungkinan bahwa jenis dukungan yang tersedia tidak sesuai dengan sumber stres responden.
- Hubungkan dengan saran praktis. Misalnya, libatkan kader atau kelompok sebaya bila dukungan informasional rendah.
- Akui keterbatasan pengukuran. Dukungan yang dirasakan bisa dipengaruhi suasana hati saat mengisi kuesioner, terutama pada responden yang sedang depresi.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Dukungan Sosial
- Mencampur jaringan sosial dengan dukungan yang dirasakan. Jumlah anggota keluarga tidak sama dengan dukungan yang dirasakan.
- Menyebut model penyangga, tetapi mengujinya sebagai pengaruh langsung. Efek penyangga harus diuji dengan interaksi.
- Memakai skor total MSPSS tanpa alasan. Jelaskan apakah Anda memakai skor total atau skor per sumber, dan mengapa.
- Klaim sebab-akibat dari survei sekali ambil. Pasien yang lebih sehat bisa saja lebih mudah mempertahankan hubungan sosialnya, bukan sebaliknya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda dukungan sosial dan dukungan keluarga? Dukungan keluarga adalah salah satu sumber dukungan sosial. Dukungan sosial mencakup keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, kelompok pendukung, dan tenaga kesehatan.
Apakah MSPSS boleh dipakai untuk pasien lansia? Boleh, tetapi studi validasi Indonesia yang ada dilakukan pada remaja dan taruna. Uji ulang validitas dan reliabilitas pada sampel lansia Anda.
Dukungan sosial sebaiknya menjadi variabel bebas atau moderator? Tergantung teori yang Anda pakai. Model efek langsung menempatkannya sebagai variabel bebas, sedangkan model penyangga menempatkannya sebagai pemoderasi.
Berapa jumlah butir minimal untuk setiap jenis dukungan? Tidak ada aturan baku. Banyak kuesioner memakai tiga sampai empat butir per indikator agar reliabilitas tiap indikator bisa dihitung.
Bolehkah memakai jenis dukungan menurut House sebagai indikator, tetapi instrumennya MSPSS? Kurang tepat, karena MSPSS membagi dukungan berdasarkan sumber, bukan jenis. Indikator di definisi operasional harus sesuai dengan instrumen yang dipakai.
Sedang meneliti dukungan sosial? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih model efek langsung atau penyangga melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis moderasi atau SEM-PLS melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Campos-Paino, H., Moreno-Peral, P., Gómez Gómez, I., Conejo-Cerón, S., Galán, S., Reyes-Martín, S., & Bellón, J. Á. (2023). Effectiveness of social support-based interventions in preventing depression in people without clinical depression: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. International Journal of Social Psychiatry. https://doi.org/10.1177/00207640221134232
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310
House, J. S. (1981). Work stress and social support. Addison-Wesley.
Illinykh-Bair, K., & Smith, T. B. (2026). Effects of social support interventions on medical patient survival: A meta-analysis of non-randomized clinical trials. Healthcare, 14(2), 277. https://doi.org/10.3390/healthcare14020277
Laksmita, O. D., Chung, M.-H., Liao, Y.-M., & Chang, P.-C. (2020). Multidimensional Scale of Perceived Social Support in Indonesian adolescent disaster survivors: A psychometric evaluation. PLOS ONE, 15(3), e0229958. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0229958
Sulistiani, W., Fajrianthi, & Kristiana, I. F. (2022). Validation of the Indonesian version of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS): A Rasch model approach. Jurnal Psikologi, 21(1), 89–103.
Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G., & Farley, G. K. (1988). The Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Journal of Personality Assessment, 52(1), 30–41. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa5201_2








