HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Teori Trait-State Anxiety Spielberger: Landasan Teori untuk Skripsi dan Tesis

Ditinjau oleh: Wikan Tyas.

Teori Trait-State Anxiety yang dikembangkan Charles D. Spielberger membedakan kecemasan menjadi dua bentuk: trait anxiety, yaitu kecenderungan menetap seseorang untuk mudah merasa cemas, dan state anxiety, yaitu kondisi cemas sementara yang muncul akibat situasi tertentu. Teori ini menjadi landasan paling banyak dipakai dalam penelitian kecemasan karena menyediakan konsep yang jelas sekaligus instrumen pengukurnya sendiri, yaitu STAI. Artikel ini membahas isi teorinya, cara menerapkannya pada penelitian, cara menuliskannya di Bab II, serta kesalahan sitasi yang paling sering terjadi.

Siapa Charles Spielberger dan Latar Belakang Teorinya

Charles D. Spielberger adalah guru besar Psikologi di University of South Florida dan mantan presiden American Psychological Association. Gagasan pembedaan trait dan state ia kembangkan sejak pertengahan 1960-an, kemudian diwujudkan dalam bentuk instrumen terukur pada 1970.

Latar belakang munculnya teori ini adalah persoalan yang dihadapi peneliti sebelumnya. Kecemasan selama itu diperlakukan sebagai satu konsep tunggal, padahal dalam kenyataannya ada dua hal berbeda yang sama-sama disebut “cemas”: orang yang memang berwatak pencemas, dan orang yang biasanya tenang tetapi menjadi cemas karena menghadapi situasi tertentu. Mengukur keduanya dengan satu alat yang sama akan menghasilkan simpulan yang kabur.

Cattell sebelumnya sudah menekankan pentingnya membedakan kecemasan sebagai kondisi emosi dari kecemasan sebagai sifat kepribadian. Spielberger melanjutkan gagasan tersebut dan menerjemahkannya menjadi konsep yang dapat diukur secara terpisah.

Konsep Inti: Trait Anxiety dan State Anxiety

Trait Anxiety (Kecemasan sebagai Sifat)

Trait anxiety merujuk pada perbedaan yang relatif menetap antarindividu dalam kecenderungan mengalami kecemasan. Orang dengan trait anxiety tinggi cenderung menafsirkan lebih banyak situasi sebagai ancaman, dan merespons situasi tersebut dengan peningkatan kecemasan yang lebih besar dibanding orang lain.

Sifat ini relatif stabil sepanjang waktu. Karena itu, dalam penelitian intervensi, trait anxiety biasanya diperlakukan sebagai variabel kontrol atau karakteristik responden — bukan sebagai variabel yang diharapkan berubah setelah perlakuan.

State Anxiety (Kecemasan sebagai Kondisi)

State anxiety adalah kondisi emosi sementara yang ditandai perasaan tegang, khawatir, dan gugup yang disertai peningkatan aktivitas saraf otonom. Intensitasnya berubah-ubah menurut waktu dan situasi.

Inilah bentuk kecemasan yang relevan ketika Anda meneliti reaksi terhadap peristiwa tertentu — menghadapi persalinan, menjelang operasi, atau saat menunggu hasil pemeriksaan. Dalam penelitian intervensi, state anxiety adalah variabel yang diukur sebelum dan sesudah perlakuan.

Perbandingan Keduanya

Hubungan keduanya bersifat memperkuat: ibu dengan trait anxiety tinggi cenderung mengalami state anxiety yang lebih berat ketika menghadapi persalinan. Pemahaman ini berguna saat Anda menjelaskan mengapa tingkat kecemasan responden bervariasi meskipun situasinya sama.

Komponen dalam Model Spielberger

Spielberger tidak berhenti pada pembedaan dua bentuk kecemasan. Ia menjelaskan pula bagaimana kecemasan itu terbentuk melalui rangkaian proses berikut.

Stressor dan Stimulus Internal

Proses bermula dari stressor, yaitu rangsangan dari luar yang berpotensi mengancam, dan stimulus internal berupa pikiran atau sensasi tubuh yang muncul dari dalam diri. Pada ibu hamil, stressor eksternal dapat berupa cerita pengalaman melahirkan yang menakutkan dari orang sekitar, sedangkan stimulus internal dapat berupa kontraksi yang mulai terasa.

Penilaian Kognitif (Cognitive Appraisal)

Komponen ini adalah kunci teorinya. Stressor tidak langsung menimbulkan kecemasan; ia harus dinilai lebih dulu oleh individu sebagai ancaman. Penilaian inilah yang menjelaskan mengapa dua ibu yang menghadapi situasi persalinan sama dapat menunjukkan tingkat kecemasan berbeda.

Bagi penelitian Anda, komponen ini sangat berguna karena membuka ruang penjelasan bagi variabel seperti pengetahuan, pengalaman sebelumnya, dan kualitas informasi dari tenaga kesehatan. Semuanya bekerja melalui jalur penilaian kognitif.

Mekanisme Pertahanan dan Perilaku Koping

Ketika kecemasan sudah muncul, individu merespons melalui mekanisme pertahanan psikologis dan perilaku koping — misalnya mencari dukungan, mencari informasi, atau justru menghindar. Efektivitas koping menentukan apakah tingkat kecemasan menurun atau justru bertahan.

Komponen ini menjadi dasar teoretis bagi penelitian intervensi. Ketika Anda menguji pengaruh kelas ibu hamil atau terapi relaksasi, yang sebenarnya Anda uji adalah upaya memperkuat koping dan mengubah penilaian kognitif responden.

Kesalahan Sitasi yang Paling Sering Terjadi

Bagian ini perlu Anda baca dengan saksama, karena tiga kesalahan berikut tersebar luas dalam skripsi dan repositori kampus di Indonesia — dan satu di antaranya dapat membuat hasil penelitian Anda sepenuhnya keliru.

Kesalahan 1: Menyebut Form X sebagai State dan Form Y sebagai Trait

Sejumlah tulisan menyatakan bahwa STAI memiliki “formulir X untuk state anxiety dan formulir Y untuk trait anxiety”. Pernyataan ini keliru.

Form X dan Form Y adalah dua versi instrumen yang berbeda, bukan dua subskala. Manual STAI pertama terbit pada 1970, sedangkan manual versi revisi yang berlaku sekarang, yaitu Form Y, terbit pada 1983. Form Y adalah penyempurnaan dari Form X.

Di dalam Form Y itu sendiri terdapat dua bagian: Y-1 untuk state anxiety dan Y-2 untuk trait anxiety. Jadi penulisan yang benar adalah “STAI Form Y-1” dan “STAI Form Y-2”, bukan “Form X” dan “Form Y”.

Kesalahan 2: Menyebut STAI Diperkenalkan Tahun 1983

Sebagian tulisan menyebut Spielberger memperkenalkan STAI pada 1983. Yang benar, instrumen ini pertama kali diterbitkan pada 1970 bersama Gorsuch dan Lushene; tahun 1983 adalah terbitnya versi revisi Form Y bersama tambahan penulis Vagg dan Jacobs.

Penulisan sitasi yang tepat bergantung pada versi yang Anda pakai:

  • Memakai versi asli: Spielberger, Gorsuch, & Lushene (1970)
  • Memakai Form Y: Spielberger, Gorsuch, Lushene, Vagg, & Jacobs (1983)

Perhatikan pula ejaan namanya. Beberapa tulisan menuliskan “Spielberg” tanpa “er” di akhir — ini nama yang berbeda.

Kesalahan 3: Mengabaikan Item Terbalik

Inilah kesalahan yang paling berbahaya, dan hampir tidak pernah dibahas dalam panduan skripsi.

STAI memuat butir-butir yang harus diskor terbalik. Skala state memiliki 10 butir dengan skor terbalik, dan skala trait memiliki 7 butir. Butir-butir ini dirumuskan dalam kalimat positif seperti “Saya merasa tenang” atau “Saya merasa aman” — sehingga jawaban “sangat sesuai” justru menandakan kecemasan yang rendah, bukan tinggi.

Jika Anda menjumlahkan seluruh butir tanpa membalik skor butir-butir tersebut, skor total Anda tidak bermakna apa pun. Analisis statistiknya tetap akan berjalan dan menghasilkan angka, tetapi angka itu salah — dan kesalahan semacam ini sangat sulit terdeteksi setelah data telanjur diolah.

Catatan Tambahan: STAI Berlisensi

Hal praktis yang jarang disebutkan: STAI adalah instrumen berhak cipta, dan penggunaannya memerlukan izin formal serta biaya lisensi untuk memperoleh manual, kunci skoring, dan materi resminya. Banyak penelitian di Indonesia memakainya tanpa menempuh prosedur ini.

Konsultasikan dengan pembimbing Anda sejak awal. Jika lisensi menjadi kendala, HARS bisa menjadi alternatif yang lebih mudah diakses — pembahasannya tersedia di artikel kuesioner HARS.

Penerapan pada Penelitian Kecemasan Ibu Hamil

Contoh Operasionalisasi Komponen

Tabel semacam ini sangat membantu ketika Anda menyusun kerangka konsep, karena memperlihatkan dengan jelas jalur dari teori menuju variabel. Panduan penyusunannya ada di artikel kerangka konsep penelitian kecemasan.

Studi yang Memakai Teori Ini

Penelitian di Indonesia sudah menerapkan kerangka Spielberger secara lengkap. Salah satu studi mengukur state anxiety dan trait anxiety secara terpisah menggunakan STAI, dengan mekanisme pertahanan dan persepsi sebagai variabel bebas, serta menganalisis hubungannya menggunakan uji chi-square. Studi tersebut juga menyertakan nomor persetujuan komisi etik — praktik yang sebaiknya Anda tiru.

Perhatikan bahwa penelitian tersebut menempatkan defence mechanism dan persepsi sebagai variabel bebas. Ini contoh baik bagaimana komponen teori diubah menjadi variabel yang benar-benar diukur, bukan sekadar disebutkan di Bab II lalu dilupakan.

Cara Menuliskannya di Bab II Skripsi

Struktur Penulisan yang Disarankan

Susun landasan teori Anda dalam urutan berikut:

  1. Pengertian kecemasan secara umum
  2. Teori Trait-State Anxiety Spielberger: latar belakang dan konsep inti
  3. Komponen dalam model Spielberger
  4. Penerapan teori pada konteks kehamilan
  5. Keterkaitan teori dengan variabel penelitian Anda

Poin kelima adalah yang paling sering terlewat, dan justru yang paling sering ditanyakan penguji. Jangan berhenti pada memaparkan teori — tutup dengan paragraf yang secara eksplisit menjelaskan bagian teori mana yang mendasari hubungan antarvariabel yang Anda teliti.

Cara Mensitasi dengan Benar

Idealnya, sitasi Anda merujuk langsung ke karya Spielberger. Jika sumber aslinya tidak dapat diakses, gunakan format sitasi tidak langsung sesuai ketentuan institusi Anda, misalnya: Spielberger (dalam Nama Penulis, tahun).

Yang sebaiknya dihindari adalah menyalin kutipan Spielberger dari skripsi lain tanpa memeriksa sumbernya. Justru dari praktik inilah ketiga kesalahan di atas menyebar dan bertahan bertahun-tahun.

Kelebihan dan Keterbatasan Teori Ini

Kelebihannya: konsepnya jelas dan mudah dioperasionalkan; tersedia instrumen resmi yang sejalan dengan teorinya; sudah teruji lintas budaya, dengan STAI diterjemahkan ke dalam 48 bahasa dan disitasi lebih dari 16.000 kali; serta dapat diterapkan pada penelitian deskriptif, korelasi, maupun intervensi.

Keterbatasannya: teori ini berfokus pada proses individual sehingga kurang menjelaskan peran faktor sosial dan budaya; instrumennya berlisensi; dan pembedaan trait serta state menuntut pengukuran terpisah yang menambah beban pengumpulan data. Untuk skripsi S1 dengan waktu terbatas, sebagian mahasiswa memilih mengukur state anxiety saja.

Teori Alternatif Jika Spielberger Kurang Cocok

Jika fokus penelitian Anda adalah dukungan suami atau keluarga, teori dukungan sosial lebih tepat karena Spielberger tidak secara khusus menjelaskan peran faktor eksternal. Jika fokusnya adalah proses penyesuaian ibu terhadap peran barunya, teori adaptasi maternal lebih sesuai. Untuk penelitian yang menyoroti kekhawatiran khas kehamilan, kerangka yang mendasari PRAQ-R2 lebih relevan.

Menggabungkan dua teori diperbolehkan selama Anda mampu menjelaskan keterkaitannya. Yang tidak dianjurkan adalah mencantumkan banyak teori tanpa satu pun yang benar-benar dipakai untuk menjelaskan hubungan antarvariabel.

Penutup

Teori Spielberger tetap menjadi pilihan paling aman untuk penelitian kecemasan karena konsepnya jelas dan instrumennya tersedia. Kuncinya terletak pada konsistensi: jika Anda memakai teori ini, gunakan pula instrumen yang sejalan, dan pastikan komponen teorinya benar-benar tercermin dalam kerangka konsep Anda.

Satu hal terakhir yang perlu diingat: periksa selalu sitasi Anda sampai ke sumber primer. Tiga kesalahan yang dibahas di artikel ini bertahan bertahun-tahun justru karena disalin berulang tanpa pernah diverifikasi.

Pemilihan instrumen yang sejalan dengan teori ini menentukan konsistensi penelitian Anda dari Bab II sampai Bab IV. Perbandingan lengkap antarinstrumen dapat Anda baca di artikel instrumen pengukuran kecemasan ibu hamil.


Daftar Rujukan

  1. Spielberger, C. D., Gorsuch, R. L., & Lushene, R. E. (1970). Manual for the State-Trait Anxiety Inventory. Palo Alto, CA: Consulting Psychologists Press.
  2. Spielberger, C. D., Gorsuch, R. L., Lushene, R. E., Vagg, P. R., & Jacobs, G. A. (1983). Manual for the State-Trait Anxiety Inventory: STAI (Form Y). Palo Alto, CA: Consulting Psychologists Press.
  3. Skapinakis, P. Spielberger State-Trait Anxiety Inventory. Dalam Encyclopedia of Quality of Life and Well-Being Research. Springer.
  4. Tingkat Kecemasan (State-Trait Anxiety) Masyarakat. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, Universitas Diponegoro.
  5. Development of the short version of the Spielberger State-Trait Anxiety Inventory. Psychiatry Research.

Jasa Pembuatan Skripsi, Tesis, Disertasi