HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Model PBM Menggunakan Lembar Kerja Terbimbing dan Bebas Termodifikasi

Judul Tesis : Pembelajaran Biologi Model PBM Menggunakan Lembar Kerja Terbimbing dan Lembar Kerja Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Analitis

A. Latar Belakang Masalah

Karakteristik model PBM adalah mengangkat masalah–masalah realitas di masyarakat, hal tersebut sangat sesuai dengan materi pembelajaran yang tercantum dalam kompetensi dasar 5.3 tentang zat aditif makanan. Zat aditif adalah suatu zat yang ditambahkan dalam pembuatan makanan untuk meningkatkan kualitas makanan, namun kehadirannya di masyarakat cukup menjadi kontroversi karena ada indikasi berdampak kurang baik terhadap kesehatan. Masalah yang sangat kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta  didik ini memotivasi peserta didik untuk menyingkap fenomenanya.

Penemuan dan pembahasan tentang penambahan zat aditif melibatkan multi disiplin ilmu, diharapkan membiasakan peserta didik belajar secara integratif, bernalar secara holistik dan analitik. Pembelajaran tentang zat aditif makanan yang biasanya disampaikan dengan hanya mengungkapkan konsep-konsep secara langsung, jika disajikan melalui model PBM diharapkan lebih kontekstual dan bermakna karena peserta didik langsung terlibat secara aktif melakukan investigasi, mengamati dan mendiskusikannya. Model PBM dilengkapi dengan media LK dapat berhasil dengan baik jika pendidik memperhatikan keberagaman penguasaan keterampilan proses sains yang dimiliki oleh perserta didik, karena keterampilan ini sangat diperlukan dalam proses pemecahan masalah.

Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam penerapan model PBM adalah keberagaman kemampuan berpikir analitis peserta didik, kemampuan ini menjadi dasar pemaknaan dari berbagai kegiatan penemuan ilmu sains di dunia. Berpikir analitis adalah berpikir tingkat tinggi, dengan menggunakan pendekatan logis menghubung-hubungkan berbagai fakta dan konsep sehingga mengarah pada suatu kesimpulan yang merupakan produk sains. Kemampuan inilah yang sangat diperlukan peserta didik selama melakukan proses penemuan masalah dari fenomena yang ada, mencoba mengkaji mencari cara pemecahan masalah sampai ditemukan solusinya, sesuai sintak dalam pembelajaran berbasis masalah.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh model pembelajaran berbasis masalah menggunakan LK terbimbing dan LK bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar peserta didik?
  2. Adakah pengaruh keterampilan proses tinggi dan rendah pada peserta didik terhadap prestasi belajar?
  3. Adakah pengaruh kemampuan berpikir analitis tingkat tinggi dan rendah yang dimiliki peserta didik terhadap prestasi belajar?

C. Landasan Teori

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

Upaya untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah, pendidik harus lebih dulu mengenali dan mengoptimalkan bekal potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya. Untuk mencapai tujuan tersebut pendidik harus mampu merancang strategi pembelajaran sesuai dengan keterampilan pemecahan masalah yang harus dimiliki oleh peserta didik.

Media Pembelajaran

Menurut Azhar (2002), media berasal dari bahasa latin medius yang berarti „tengah?, „perantara? atau „pengantar?. Sedangkan menurut AECT (Association of Education and Communication Technology 1997), media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Menurut NEA (National Education Association), media sebagai bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual dan peralatannya, sehingga dapat dimanipulasi, dilihat dan dibaca.

Lembar Kerja

Lembar kerja peserta didik (student worksheet) menurut kementerian pendidikan dan kebudayaan adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kerja biasanya berupa petunjuk langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kerja harus jelas Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapainya. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis.

Keterampilan Proses Sains

Keterampilan Proses Sains Chain and Evans (dalam Haryono 2006), menjelaskan bahwa keterampilan proses sains (KPS) pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri.

Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan, kemudian diukur dan dinilai, kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan (Aunurrahman,2009).

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian dilakukan menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi adalah semua kelas VIII SMP Negeri 1 Kapas tahun pelajaran 2011/2012. Terdiri dari 6 kelas.

Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terdiri 2 kelas. Kelas VIII A diberi perlakuan lembar kerja bebas termodifikasi, kelas VIII C diberi perlakuan lembar kerja terbimbing.

Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif, psikomotor, kemampuan berpikir analitis dan keterampilan proses sains menggunakan metode tes. Prestasi belajar afektif menggunakan angket dan lembar observasi.

Data dianalisis dengan Anava tiga jalan dengan sel tak sama.

E. Simpulan

 

1. Terdapat pengaruh penggunaan LK terbimbing dengan LK bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar baik kognitif, afektif maupun psikomotor mata pelajaran biologi materi zat aditif makanan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kapas Bojonegoro tahun pelajaran 2011/2012. Penggunaan LK terbimbing memberikan pengaruh lebih baik terhadap prestasi belajar dibanding dengan LK bebas termodifikasi.

2. Terdapat pengaruh kemampuan keterampilan proses sains (KPS) peserta didik terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor mata pelajaran biologi materi zat aditif makanan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kapas Bojonegoro tahun pelajaran 2011/2012. Peserta didik yang memiliki KPS tinggi memperoleh prestasi belajar lebih tinggi dibanding dengan yang memiliki KPS rendah.

3. Terdapat pengaruh antara kemampuan berpikir analitis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor mata pelajaran biologi materi zat aditif makanan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kapas Bojonegoro tahun pelajaran 2011/2012. Peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir analitis tinggi memperoleh prestasi lebih baik dibanding dengan yang kemampuan berpikir analitisnya rendah.

 

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply