Catatan: artikel ini disusun untuk keperluan akademik, yaitu membantu mahasiswa merancang penelitian. Skor kuesioner kesepian bukan diagnosis. Lansia yang merasa sangat kesepian atau sedih berkepanjangan sebaiknya didampingi keluarga dan tenaga kesehatan.
Kesepian adalah perasaan tidak menyenangkan yang muncul ketika hubungan sosial yang dimiliki seseorang tidak sesuai dengan yang ia inginkan, baik jumlahnya maupun kedekatannya. Pada lansia, kesepian sering dikaitkan dengan depresi, gangguan tidur, penurunan fungsi, dan kualitas hidup yang rendah. Topik ini makin sering diteliti di tesis keperawatan gerontik dan kesehatan masyarakat, tetapi sering tertukar dengan isolasi sosial atau diukur dengan satu pertanyaan yang tidak cukup kuat. Artikel ini membahas pengertian kesepian, perbedaannya dengan isolasi sosial, data terbaru, alat ukur, temuan penelitian di Indonesia, intervensi, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian Kesepian dan Isolasi Sosial
Peplau dan Perlman (1982) mendefinisikan kesepian sebagai pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika jaringan hubungan sosial seseorang dirasakan kurang dalam hal penting, baik secara jumlah maupun mutu. Kata kuncinya adalah dirasakan. Kesepian bersifat subjektif: seseorang bisa tinggal bersama keluarga besar tetapi tetap merasa kesepian, dan sebaliknya.
World Health Organization (2025) membedakan dua istilah yang sering tertukar.
| Istilah | Arti | Contoh ukuran |
|---|---|---|
| Kesepian | Perasaan menyakitkan ketika hubungan sosial yang diinginkan tidak sesuai dengan yang dimiliki | Skor UCLA Loneliness Scale |
| Isolasi sosial | Keadaan objektif kurangnya hubungan sosial | Tinggal sendiri, frekuensi bertemu keluarga, jumlah teman dekat |
Perbedaan ini menentukan instrumen yang Anda pakai. Bila yang ingin diukur perasaan, gunakan skala kesepian. Bila yang ingin diukur jumlah dan frekuensi hubungan, gunakan ukuran isolasi sosial atau jaringan sosial. Bila keduanya diteliti, perlakukan sebagai dua variabel yang berbeda.
Seberapa Besar Masalah Kesepian
Laporan Komisi WHO tentang Hubungan Sosial yang diumumkan pada 30 Juni 2025 menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 6 orang di dunia mengalami kesepian, dan kesepian berkaitan dengan lebih dari 871.000 kematian setiap tahun (World Health Organization, 2025). Isolasi sosial dialami hingga 1 dari 3 lansia. Angka kesepian tertinggi justru ditemukan pada remaja dan dewasa muda, tetapi lansia tetap menjadi kelompok yang rentan karena kehilangan pasangan, pensiun, dan penurunan kemampuan fisik.
Alat Ukur Kesepian

| Instrumen | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| UCLA Loneliness Scale versi 3 (Russell, 1996) | 20 butir, skala 1–4, skor 20–80; butir positif dan negatif | Paling banyak dipakai; diuji pada mahasiswa, perawat, guru, dan lansia |
| Skala pendek tiga butir (Hughes dkk., 2004) | Tiga butir dari UCLA untuk survei besar | Praktis untuk lansia dan survei rumah tangga |
| Skala de Jong Gierveld | Membedakan kesepian emosional dan kesepian sosial | Dipakai di banyak penelitian lansia di Eropa |
| Pertanyaan tunggal | Misalnya “Seberapa sering Anda merasa kesepian dalam seminggu terakhir?” | Mudah, tetapi tidak menangkap seluruh konsep; hasil sangat dipengaruhi bunyi pertanyaan dan cara pengelompokan jawaban |
Russell (1996) menyusun versi 3 dengan bahasa yang lebih sederhana agar bisa dipahami responden berpendidikan rendah dan lansia. Bila memakai terjemahan Indonesia, sebutkan sumbernya dan lakukan uji validitas serta uji reliabilitas pada uji coba. Perhatikan juga arah skor butir positif dan negatif sebelum menjumlahkan.
Kesepian Lansia di Indonesia
- Data nasional. Asri dkk. (2025) menganalisis 2.381 lansia dalam Indonesia Family Life Survey gelombang ke-5. Kesepian diukur dengan satu butir dari kuesioner depresi CES-D-10. Sebanyak 11,2% melaporkan kesepian tinggi. Pendidikan rendah, ketidakpuasan hidup, dan kualitas tidur buruk berhubungan dengan kesepian tinggi.
- Lansia di Kendari. Susanty dkk. (2022) meneliti 1.360 lansia di wilayah 15 puskesmas di Kendari dengan pertanyaan tunggal tentang kesepian. Prevalensinya 64,0%. Kesepian berhubungan dengan jenis kelamin perempuan, jumlah anak yang lebih sedikit, status kesehatan dan kesehatan mulut yang lebih buruk, lebih banyak penyakit kronis, fungsi kognitif buruk, dan depresi. Menariknya, tinggal bersama keluarga juga berhubungan dengan peluang kesepian yang lebih tinggi.
Perbedaan angka 11,2% dan 64,0% sangat besar. Penyebab utamanya kemungkinan adalah perbedaan bunyi pertanyaan, pilihan jawaban, dan cara mengelompokkan “kesepian”. Pelajaran untuk tesis Anda: pilih instrumen multibutir yang sudah diuji, dan saat membandingkan dengan penelitian lain, bandingkan juga cara pengukurannya. Temuan bahwa lansia yang tinggal bersama keluarga tetap bisa kesepian juga menguatkan bahwa kesepian adalah soal mutu hubungan, bukan hanya keberadaan orang lain.
Faktor yang Berhubungan dengan Kesepian Lansia
Dari dua penelitian Indonesia di atas, faktor yang berhubungan dengan kesepian dapat dikelompokkan seperti berikut. Pengelompokan ini membantu Anda menyusun kerangka teori dan memilih variabel kontrol.
| Kelompok faktor | Contoh variabel | Temuan |
|---|---|---|
| Sosiodemografi | Jenis kelamin, pendidikan, jumlah anak | Perempuan, pendidikan rendah, dan anak lebih sedikit berhubungan dengan kesepian (Asri dkk., 2025; Susanty dkk., 2022) |
| Kesehatan fisik | Penyakit kronis, status kesehatan, kesehatan mulut, kualitas tidur | Kondisi yang lebih buruk berhubungan dengan kesepian |
| Kesehatan mental dan kognitif | Depresi, fungsi kognitif, kepuasan hidup | Depresi, kognitif buruk, dan ketidakpuasan hidup berhubungan dengan kesepian |
| Lingkungan sosial | Tinggal bersama siapa, wilayah tempat tinggal | Pengaruhnya tidak selalu searah; tinggal bersama keluarga tidak menjamin bebas kesepian |
Semua temuan ini berasal dari desain potong lintang, sehingga hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat. Kesepian bisa memperburuk tidur, tetapi tidur yang buruk juga bisa membuat lansia lebih mudah merasa kesepian. Tuliskan keterbatasan arah hubungan ini di bagian pembahasan.
Cara Mengolah Skor UCLA Loneliness Scale
Langkah pengolahan yang umum dipakai:
- Balik skor butir yang bernada positif (misalnya “merasa dekat dengan orang lain”) sebelum menjumlahkan.
- Jumlahkan seluruh butir untuk memperoleh skor total 20–80.
- Laporkan rerata dan simpangan baku, atau median bila data tidak normal.
- Bila ingin membuat kategori, tetapkan titik potong sejak proposal dan sebutkan sumbernya. Jangan memilih titik potong setelah melihat data.
Untuk analisis hubungan, skor total sebaiknya dipakai sebagai data numerik karena informasi lebih utuh dibanding kategori.
Apa Kata Penelitian tentang Intervensi Kesepian
Tinjauan sistematis Shekelle dkk. (2024) atas 60 penelitian pada lansia yang tinggal di masyarakat menemukan dua jenis intervensi dengan bukti sedang: terapi kelompok (SMD ?0,27) dan pelatihan penggunaan internet (SMD ?0,22). Latihan fisik berkelompok mungkin memberi manfaat kecil, sedangkan kegiatan kelompok umum, kunjungan individual, dan intervensi lewat telepon belum didukung bukti yang cukup. Besar pengaruhnya tergolong kecil.
Bagi peneliti, temuan ini berarti dua hal. Pertama, intervensi kesepian perlu dirancang dengan jelas, misalnya berapa kali pertemuan kelompok dan apa isinya. Kedua, perubahan skor kesepian cenderung kecil, sehingga perhitungan sampel perlu memperhitungkan efek kecil.
Posisi Kesepian dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel bebas | Hubungan kesepian dengan depresi lansia | Korelasi atau regresi |
| Variabel terikat | Faktor yang berhubungan dengan kesepian lansia | Regresi logistik bila dikategorikan |
| Variabel terikat pada eksperimen | Pengaruh terapi kelompok terhadap kesepian lansia di panti | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon |
| Variabel perantara | Dukungan sosial memengaruhi kualitas hidup melalui kesepian | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
Contoh hipotesis untuk model perantara:
- H1: Dukungan sosial berpengaruh negatif terhadap kesepian lansia.
- H2: Kesepian berpengaruh negatif terhadap kualitas hidup lansia.
- H3: Kesepian memediasi pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup.
Kesepian juga sering dikaitkan dengan kualitas tidur dan kemandirian ADL. Karena kesepian dan depresi saling berkaitan, jelaskan di Bab 2 mengapa keduanya diperlakukan sebagai variabel yang berbeda.
Definisi Operasional Kesepian
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Kesepian lansia di panti werdha |
| Definisi konseptual | Pengalaman tidak menyenangkan ketika hubungan sosial dirasakan kurang secara jumlah atau mutu (Peplau & Perlman, 1982) |
| Definisi operasional | Skor jawaban lansia tentang seberapa sering merasa kurang teman, tersisih, dan sendiri |
| Alat ukur | UCLA Loneliness Scale versi 3, versi Indonesia yang sudah diuji, diisi melalui wawancara |
| Hasil ukur | Skor 20–80; makin tinggi, makin kesepian |
| Skala data | Interval |
Contoh Judul Penelitian Kesepian
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis keperawatan gerontik dan lansia, judul tesis psikologi tentang depresi, kecemasan, stres, dan kesepian, dan judul skripsi dan tesis psikologi tentang lanjut usia dan penuaan.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan dukungan keluarga dengan kesepian lansia yang tinggal di rumah.
- Pengaruh terapi kelompok reminiscence terhadap kesepian lansia di panti werdha.
- Kesepian sebagai variabel perantara pengaruh dukungan sosial terhadap depresi lansia.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Kesepian
- Menyamakan kesepian dengan tinggal sendiri. Tinggal sendiri adalah ukuran isolasi, bukan perasaan kesepian.
- Hanya memakai satu pertanyaan. Hasilnya sangat bergantung pada bunyi pertanyaan dan sulit dibandingkan.
- Lupa membalik skor butir positif. UCLA versi 3 memuat butir yang arahnya berbeda.
- Mencampur kesepian dan depresi. Keduanya berkaitan, tetapi konsep dan instrumennya berbeda.
- Mengharapkan efek besar dari intervensi singkat. Bukti yang ada menunjukkan efek kecil.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah lansia yang tinggal bersama keluarga tidak mungkin kesepian? Mungkin. Kesepian ditentukan oleh mutu hubungan yang dirasakan, bukan hanya oleh keberadaan orang lain di rumah.
UCLA 20 butir atau versi pendek? Versi 20 butir lebih lengkap untuk penelitian yang berfokus pada kesepian. Versi pendek cocok bila kesepian hanya salah satu dari banyak variabel atau bila responden mudah lelah.
Apakah kuesioner kesepian sebaiknya dibacakan? Untuk lansia dengan gangguan penglihatan atau tingkat pendidikan rendah, wawancara lebih tepat. Gunakan kalimat yang sama untuk semua responden.
Bagaimana bila responden tampak sangat sedih saat wawancara? Siapkan prosedur rujukan ke petugas kesehatan atau keluarga, dan hentikan wawancara bila responden tidak nyaman.
Berapa jumlah sampel penelitian kesepian? Tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Sedang meneliti kesepian lansia? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda membedakan konsep dan memilih instrumen melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan intervensi kelompok melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis data melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Asri, Y., Hartono, A., Murwani, A., Kristiarini, J. J., & Manga, Y. B. (2025). Prevalence and associated factors of loneliness among older adults in Indonesia: Insights from the Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Jurnal Ners, 20(1), 9–16. https://doi.org/10.20473/jn.v20i1.59927
Hughes, M. E., Waite, L. J., Hawkley, L. C., & Cacioppo, J. T. (2004). A short scale for measuring loneliness in large surveys: Results from two population-based studies. Research on Aging, 26(6), 655–672. https://doi.org/10.1177/0164027504268574
Peplau, L. A., & Perlman, D. (1982). Perspectives on loneliness. Dalam L. A. Peplau & D. Perlman (Ed.), Loneliness: A sourcebook of current theory, research and therapy. Wiley.
Russell, D. W. (1996). UCLA Loneliness Scale (Version 3): Reliability, validity, and factor structure. Journal of Personality Assessment, 66(1), 20–40. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa6601_2
Shekelle, P. G., Miake-Lye, I. M., Begashaw, M. M., Booth, M. S., Myers, B., Lowery, N., & Shrank, W. H. (2024). Interventions to reduce loneliness in community-living older adults: A systematic review and meta-analysis. Journal of General Internal Medicine, 39(6), 1015–1028. https://doi.org/10.1007/s11606-023-08517-5
Susanty, S., Chung, M.-H., Chiu, H.-Y., Chi, M.-J., Hu, S. H., Kuo, C.-L., & Chuang, Y.-H. (2022). Prevalence of loneliness and associated factors among community-dwelling older adults in Indonesia: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(8), 4911. https://doi.org/10.3390/ijerph19084911
World Health Organization. (2025, 30 Juni). Social connection linked to improved health and reduced risk of early death. https://www.who.int/news/item/30-06-2025-social-connection-linked-to-improved-heath-and-reduced-risk-of-early-death
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









