Catatan: artikel ini disusun untuk keperluan akademik, yaitu membantu mahasiswa merancang penelitian. Isinya bukan panduan penanganan gejala. Pasien yang mengalami kelelahan berat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau perawat yang merawatnya.
Fatigue atau kelelahan adalah rasa lelah atau kehabisan tenaga yang menetap, tidak sebanding dengan aktivitas yang baru dilakukan, dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Pada pasien kanker dan pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis, fatigue termasuk keluhan yang paling sering dan paling mengganggu. Karena itu, fatigue banyak diteliti dalam tesis keperawatan onkologi, keperawatan ginjal, dan kesehatan masyarakat, baik sebagai variabel terikat dalam penelitian intervensi maupun sebagai faktor yang memengaruhi kualitas hidup. Artikel ini membahas pengertian fatigue, dimensinya, data terbaru, faktor yang berhubungan, alat ukur, intervensi, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian Fatigue
Pedoman European Society for Medical Oncology (ESMO) menggambarkan fatigue terkait kanker sebagai rasa lelah atau letih yang mengganggu dan menetap, meliputi aspek fisik, emosional, dan/atau kognitif, berkaitan dengan kanker atau pengobatannya, tidak sebanding dengan aktivitas yang baru dilakukan, dan mengganggu fungsi sehari-hari (Fabi dkk., 2020). Ada tiga hal penting dari definisi ini. Fatigue bersifat subjektif, menetap, dan tidak hilang dengan istirahat biasa. Ciri terakhir inilah yang membedakannya dari rasa lelah setelah bekerja.
Fatigue sering tertukar dengan konsep lain:
| Konsep | Bedanya dengan fatigue |
|---|---|
| Kantuk | Kecenderungan tertidur; fatigue bisa terjadi walaupun pasien tidak mengantuk |
| Depresi | Suasana hati menurun dan hilang minat; fatigue bisa menjadi salah satu gejalanya, tetapi tidak sama |
| Kelemahan otot | Penurunan kekuatan fisik yang terukur; fatigue adalah rasa yang dilaporkan pasien |
| Kelelahan kerja | Lelah akibat beban kerja pada pekerja sehat; untuk tenaga kesehatan lihat artikel burnout perawat |
Dimensi Fatigue

| Dimensi | Contoh keluhan | Contoh butir yang sering dipakai |
|---|---|---|
| Fisik | Badan lemas, cepat lelah saat berjalan | “Saya merasa lemas” |
| Emosional | Tidak bersemangat, mudah frustrasi karena lelah | “Saya frustrasi karena terlalu lelah” |
| Kognitif | Sulit berkonsentrasi, mudah lupa | “Saya sulit memusatkan perhatian” |
Pembagian dimensi ini berguna untuk memilih instrumen. Bila Anda hanya ingin skor total, instrumen satu dimensi sudah cukup. Bila Anda ingin melihat dimensi mana yang paling terpengaruh oleh intervensi, pilih instrumen yang memiliki subskala.
Seberapa Sering Fatigue Terjadi
- Pasien kanker. Tinjauan sistematis Al Maqbali dkk. (2021) atas 129 penelitian menemukan prevalensi gabungan fatigue sebesar 49%. Angkanya 62% pada pasien yang sedang menjalani pengobatan dan 60,6% pada stadium lanjut. Jenis kelamin perempuan berhubungan dengan prevalensi yang lebih tinggi.
- Pasien hemodialisis. Tinjauan sistematis Dou dkk. (2023) atas 12 penelitian dengan 2.152 pasien menemukan bahwa 61,0% mengalami kelelahan setelah dialisis, dengan angka yang lebih tinggi pada pasien berusia 50 tahun ke atas.
Kedua tinjauan melaporkan heterogenitas yang tinggi antarpenelitian. Artinya, angka prevalensi sangat dipengaruhi instrumen, titik potong, dan karakteristik pasien. Saat membandingkan hasil penelitian Anda dengan penelitian lain, sebutkan juga instrumen yang dipakai.
Faktor yang Berhubungan dengan Fatigue
Mailani dkk. (2025) meneliti 164 pasien hemodialisis di dua unit hemodialisis di Indonesia dengan FACIT-Fatigue. Fatigue berhubungan dengan usia, pendidikan, status pekerjaan, penyakit penyerta, lama hemodialisis, tekanan darah sistolik, kadar hemoglobin, kenaikan berat badan di antara dua sesi dialisis (interdialytic weight gain), dan literasi kesehatan. Dalam regresi berganda, status pekerjaan dan kadar hemoglobin menjadi prediktor terkuat.
| Kelompok faktor | Contoh variabel |
|---|---|
| Fisiologis | Kadar hemoglobin, tekanan darah, penambahan berat badan antardialisis, stadium penyakit |
| Terapi | Jenis dan siklus kemoterapi, lama hemodialisis |
| Gejala lain | Kualitas tidur, nyeri, depresi |
| Perilaku | Aktivitas fisik, kepatuhan diet dan cairan |
| Sosiodemografi | Usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan |
Karena fatigue berhubungan dengan banyak gejala lain, penelitian fatigue sering memakai pendekatan kelompok gejala (symptom cluster), misalnya fatigue, gangguan tidur, dan nyeri yang muncul bersamaan.
Alat Ukur Fatigue
| Instrumen | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| FACIT-Fatigue (Yellen dkk., 1997) | 13 butir, skala 0–4, mengacu pada 7 hari terakhir | Skor 0–52; makin tinggi skor, makin rendah kelelahan; beberapa butir dibalik |
| Fatigue Severity Scale, FSS (Krupp dkk., 1989) | 9 butir, skala 1–7 | Disusun untuk pasien sklerosis multipel dan lupus; skor rerata atau total; makin tinggi, makin berat |
| Skala multidimensi | Beberapa subskala (fisik, emosional, kognitif) | Cocok bila ingin melihat dimensi fatigue; sebutkan sumber dan versinya |
| Skala angka 0–10 | Satu pertanyaan tentang beratnya kelelahan | Praktis untuk penapisan, tidak cukup sebagai ukuran utama tesis |
Perhatikan arah skor. Pada FACIT-Fatigue, skor tinggi berarti kurang lelah, sedangkan pada FSS skor tinggi berarti lebih lelah. Kesalahan membaca arah skor bisa membalik kesimpulan penelitian. Bila memakai versi Indonesia, sebutkan sumber terjemahannya dan lakukan uji validitas serta uji reliabilitas.
Apa Kata Pedoman tentang Intervensi Fatigue
Pedoman ESMO menganjurkan penilaian fatigue secara rutin dan penanganan penyebab yang dapat diobati, seperti anemia, nyeri, gangguan tidur, dan depresi. Pendekatan tanpa obat, seperti latihan fisik dan intervensi psikososial, mendapat tempat penting dalam pedoman tersebut (Fabi dkk., 2020).
Di Indonesia, survei Nurhesti dan Adiputra (2020) terhadap 112 tenaga kesehatan yang merawat pasien kanker menemukan bahwa kurang dari sepertiga melakukan penilaian fatigue dan hanya sekitar seperempat yang menanganinya. Responden juga melaporkan belum adanya pedoman klinis. Temuan ini membuka peluang penelitian tentang pengkajian dan intervensi fatigue di layanan.
Untuk penelitian eksperimen, tuliskan isi intervensi secara rinci: jenis latihan atau edukasi, frekuensi, lama sesi, dan durasi program. Ukur fatigue sebelum dan sesudah intervensi dengan instrumen yang sama.
Cara Mengolah dan Melaporkan Skor Fatigue
Langkah yang umum dipakai pada FACIT-Fatigue:
- Balik skor butir yang perlu dibalik sesuai panduan penilaian resmi.
- Jumlahkan 13 butir. Bila ada butir yang kosong, gunakan aturan penilaian proporsional dari panduan resmi, bukan aturan buatan sendiri.
- Laporkan rerata dan simpangan baku, atau median bila data tidak normal.
- Bila ingin membuat kategori, tetapkan titik potong dan sumbernya sejak proposal.
Pada penelitian eksperimen, laporkan juga selisih skor sebelum dan sesudah intervensi beserta besar efeknya, bukan hanya nilai p. Perubahan yang bermakna secara statistik belum tentu terasa bermakna bagi pasien. Bila ada kelompok kontrol, bandingkan selisih skor antarkelompok, bukan hanya perubahan di dalam kelompok intervensi.
Posisi Fatigue dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel terikat pada eksperimen | Pengaruh latihan intradialisis terhadap fatigue pasien hemodialisis | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon |
| Variabel terikat | Faktor yang berhubungan dengan fatigue pasien kanker | Regresi linear berganda |
| Variabel bebas | Hubungan fatigue dengan kualitas hidup | Korelasi atau regresi |
| Variabel perantara | Kualitas tidur memengaruhi kualitas hidup melalui fatigue | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
Contoh hipotesis untuk model perantara:
- H1: Kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan fatigue yang lebih berat.
- H2: Fatigue yang lebih berat berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih rendah.
- H3: Fatigue memediasi hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup.
Bila memakai FACIT-Fatigue, ingat bahwa arah koefisien akan terbalik karena skor tinggi berarti kurang lelah. Jelaskan hal ini di bagian hasil agar pembaca tidak salah tafsir.
Definisi Operasional Fatigue
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Fatigue pada pasien hemodialisis |
| Definisi konseptual | Rasa lelah yang mengganggu dan menetap, meliputi aspek fisik, emosional, dan kognitif, tidak sebanding dengan aktivitas, dan mengganggu fungsi sehari-hari (Fabi dkk., 2020) |
| Definisi operasional | Skor jawaban pasien tentang rasa lemas, lelah, dan keterbatasan aktivitas akibat lelah selama 7 hari terakhir |
| Alat ukur | FACIT-Fatigue versi Indonesia yang sudah diuji |
| Hasil ukur | Skor 0–52; makin tinggi, makin rendah fatigue |
| Skala data | Interval |
Contoh Judul Penelitian Fatigue
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis keperawatan onkologi dan paliatif dan judul tesis keperawatan ginjal dan hemodialisis.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Pengaruh latihan fisik intradialisis terhadap fatigue pasien hemodialisis.
- Hubungan kadar hemoglobin dan kualitas tidur dengan fatigue pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
- Fatigue sebagai variabel perantara hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pasien kanker payudara.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Fatigue
- Salah membaca arah skor. FACIT-Fatigue dan FSS memiliki arah skor yang berlawanan.
- Mengukur pada waktu yang tidak setara. Fatigue bisa berbeda sebelum dan sesudah dialisis atau kemoterapi. Tetapkan waktu pengukuran yang sama untuk semua responden.
- Mengabaikan anemia dan depresi. Keduanya bisa menjadi variabel perancu.
- Menyamakan fatigue dengan kelelahan kerja. Konsep, populasi, dan instrumennya berbeda.
- Hanya memakai satu pertanyaan untuk variabel utama tesis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan sebaiknya fatigue pasien hemodialisis diukur? Tetapkan satu waktu yang sama, misalnya sebelum sesi dialisis, dan tuliskan alasannya, karena kelelahan setelah dialisis bisa berbeda.
FACIT-Fatigue atau FSS? FACIT-Fatigue banyak dipakai pada pasien kanker dan penyakit kronis. FSS banyak dipakai pada penyakit neurologis. Pilih yang sudah diuji pada populasi yang mirip dengan responden Anda.
Apakah fatigue sama pada semua jenis kanker? Tidak. Al Maqbali dkk. (2021) menemukan prevalensi yang berbeda menurut jenis kanker, stadium, dan status pengobatan. Karena itu, batasi populasi dengan jelas, misalnya pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi, dan catat siklus kemoterapi saat pengukuran.
Apakah penelitian fatigue perlu mencatat data laboratorium? Sebaiknya ya bila tersedia, terutama kadar hemoglobin, karena anemia berhubungan dengan fatigue dan dapat menjadi variabel perancu.
Apakah fatigue bisa diteliti bersama self-management? Bisa, misalnya kemampuan self-management sebagai variabel bebas dan fatigue sebagai variabel terikat.
Berapa jumlah sampel penelitian fatigue? Tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Sedang meneliti fatigue pasien? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih instrumen dan waktu pengukuran melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan intervensi melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis data melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Al Maqbali, M., Al Sinani, M., Al Naamani, Z., Al Badi, K., & Tanash, M. (2021). Prevalence of fatigue in patients with cancer: A systematic review and meta-analysis. Journal of Pain and Symptom Management, 61(1), 167–189. https://doi.org/10.1016/j.jpainsymman.2020.07.037
Dou, J., Liu, H., Ma, Y., Wu, Y., & Tao, X. (2023). Prevalence of post-dialysis fatigue: A systematic review and meta-analysis. BMJ Open, 13(6), e064174. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2022-064174
Fabi, A., Bhargava, R., Fatigoni, S., Guglielmo, M., Horneber, M., Roila, F., Weis, J., Jordan, K., & Ripamonti, C. I. (2020). Cancer-related fatigue: ESMO Clinical Practice Guidelines for diagnosis and treatment. Annals of Oncology, 31(6), 713–723. https://doi.org/10.1016/j.annonc.2020.02.016
Krupp, L. B., LaRocca, N. G., Muir-Nash, J., & Steinberg, A. D. (1989). The Fatigue Severity Scale: Application to patients with multiple sclerosis and systemic lupus erythematosus. Archives of Neurology, 46(10), 1121–1123. https://doi.org/10.1001/archneur.1989.00520460115022
Mailani, F., Mansur, A. R., Rifdatunnisa, A., & Chan, C. M. (2025). Factors related to fatigue among chronic kidney disease patients on hemodialysis. Nurse Media Journal of Nursing, 15(1), 75–84. https://doi.org/10.14710/nmjn.v15i1.59980
Nurhesti, P. O. Y., & Adiputra, I. N. (2020). Assessment and management of cancer-related fatigue: Health care providers’ perceptions. Enfermería Clínica, 30(Suppl. 7), 86–89. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2020.07.018
Yellen, S. B., Cella, D. F., Webster, K., Blendowski, C., & Kaplan, E. (1997). Measuring fatigue and other anemia-related symptoms with the Functional Assessment of Cancer Therapy (FACT) measurement system. Journal of Pain and Symptom Management, 13(2), 63–74. https://doi.org/10.1016/S0885-3924(96)00274-6
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









