HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Archive for the Statistik Category

Skala Pengukuran: Nominal, Ordinal, Interval, dan Rasio Beserta Contohnya

Skala pengukuran adalah aturan yang menentukan arti sebuah angka dalam data penelitian. Angka “2” bisa berarti perempuan, peringkat kedua, suhu 2°C, atau berat 2 kg. Arti angka itu menentukan perhitungan apa yang boleh dilakukan. Banyak mahasiswa baru memikirkan skala pengukuran saat dosen bertanya, “Kenapa memakai uji ini?” Padahal jawabannya sering

Read more →

Perbedaan Regresi dan Korelasi: Tujuan, Cara Membaca, dan Contohnya

Korelasi mengukur seberapa erat dan ke arah mana dua variabel bergerak bersama. Regresi memodelkan seberapa besar perubahan satu variabel ketika variabel lain berubah, sehingga bisa dipakai untuk memprediksi. Perbedaan regresi dan korelasi terletak pada pertanyaan yang dijawab, bukan pada data yang dipakai. Keduanya juga tidak membuktikan sebab-akibat. Pertanyaan ini sering

Read more →

Uji Kappa Cohen: Cara Mengukur Kesepakatan Antar-Penilai

Uji Kappa Cohen: Cara Mengukur Kesepakatan Antar-Penilai

Uji Kappa Cohen adalah ukuran kesepakatan antara dua penilai yang mengelompokkan objek yang sama ke dalam kategori. Berbeda dengan persentase kesepakatan biasa, Kappa mengoreksi kesepakatan yang bisa terjadi hanya karena kebetulan (Cohen, 1960). Kappa sering dipakai untuk menguji reliabilitas penilaian, misalnya dua guru menilai esai, dua peneliti mengode data wawancara,

Read more →

Analisis Butir Soal: Cara Menghitung Tingkat Kesukaran, Daya Beda, dan Pengecoh

Analisis Butir Soal: Cara Menghitung Tingkat Kesukaran, Daya Beda, dan Pengecoh

Analisis butir soal adalah pemeriksaan kualitas setiap soal dalam tes berdasarkan jawaban siswa. Tiga ukuran utamanya adalah tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh (distraktor). Hasilnya menunjukkan soal mana yang layak dipakai, perlu diperbaiki, atau sebaiknya dibuang. Analisis butir soal wajib dilakukan sebelum tes dipakai sebagai instrumen penelitian, misalnya untuk

Read more →

Analisis Faktor Eksploratori (EFA): KMO, Bartlett, Jumlah Faktor, dan Rotasi

Analisis Faktor Eksploratori (EFA): KMO, Bartlett, Jumlah Faktor, dan Rotasi

Analisis faktor eksploratori (exploratory factor analysis, EFA) adalah teknik untuk menemukan kelompok-kelompok butir kuesioner yang mengukur hal yang sama. Butir yang saling berkorelasi kuat dikelompokkan ke dalam satu faktor, sehingga peneliti bisa melihat struktur di balik banyak butir. EFA sering dipakai untuk menguji validitas konstruk instrumen baru atau instrumen yang

Read more →

Regresi Data Panel: Cara Memilih Common Effect, Fixed Effect, atau Random Effect

Regresi Data Panel: Cara Memilih Common Effect, Fixed Effect, atau Random Effect

Regresi data panel adalah regresi untuk data yang menggabungkan beberapa unit (misalnya perusahaan, provinsi, atau bank) yang diamati selama beberapa periode. Contohnya laporan keuangan 10 perusahaan selama 5 tahun, sehingga ada 50 observasi. Ada tiga model yang bisa dipakai: common effect, fixed effect, dan random effect. Pilihannya ditentukan lewat uji

Read more →

Regresi Logistik Biner: Cara Membaca Output SPSS dan Menafsirkan Odds Ratio

Regresi logistik biner adalah analisis regresi untuk variabel terikat yang hanya punya dua kategori, misalnya ya/tidak, lulus/tidak lulus, atau sakit/tidak sakit. Hasil utamanya adalah odds ratio, yaitu ukuran seberapa besar suatu faktor mengubah peluang terjadinya kejadian. Regresi logistik banyak dipakai di penelitian kesehatan, pendidikan, dan bisnis. Artikel ini menjelaskan kapan

Read more →

Moderated Regression Analysis (MRA): Cara Menguji Variabel Moderasi di SPSS

Moderated Regression Analysis (MRA): Cara Menguji Variabel Moderasi di SPSS

Moderated Regression Analysis (MRA) adalah regresi yang menambahkan variabel interaksi, yaitu hasil kali variabel bebas dan variabel moderasi, untuk menguji apakah variabel moderasi memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. MRA adalah cara paling umum menguji moderasi pada penelitian yang memakai analisis regresi. Artikel ini menjelaskan persamaan MRA,

Read more →

Analisis Jalur (Path Analysis) dengan SPSS: Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung

H1: Analisis Jalur (Path Analysis) dengan SPSS: Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Analisis jalur (path analysis) adalah pengembangan analisis regresi untuk menguji model hubungan antarvariabel yang disusun dari teori, termasuk pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung melalui variabel perantara (intervening). Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Wright (1934). Di SPSS,

Read more →

Uji Kruskal-Wallis: Pengertian, Cara Membaca Output, dan Uji Lanjut Dunn

Uji Kruskal-Wallis adalah uji nonparametrik untuk membandingkan tiga kelompok independen atau lebih. Uji ini adalah alternatif dari ANOVA satu arah ketika data tidak memenuhi syarat normalitas, terutama pada sampel kecil. Seperti uji Mann-Whitney, Kruskal-Wallis bekerja dengan peringkat, bukan nilai asli. Artikel ini menjelaskan kapan uji ini dipakai, cara membaca output

Read more →

Uji Wilcoxon Signed-Rank: Cara Membaca Output untuk Data Berpasangan

Uji Wilcoxon signed-rank adalah uji nonparametrik untuk membandingkan dua pengukuran pada subjek yang sama, misalnya skor sebelum dan sesudah perlakuan. Uji ini memakai peringkat dari selisih skor, sehingga tidak mensyaratkan selisih tersebut berdistribusi normal. Uji Wilcoxon adalah alternatif dari paired sample t-test. Artikel ini menjelaskan kapan uji ini dipakai, cara

Read more →

Uji Mann-Whitney: Alternatif Uji t Saat Data Tidak Normal

Uji Mann-Whitney adalah uji nonparametrik untuk membandingkan dua kelompok yang saling bebas (independen). Uji ini tidak memakai nilai asli data, melainkan peringkatnya, sehingga tidak mensyaratkan data berdistribusi normal. Uji Mann-Whitney sering menjadi pilihan ketika uji t independen tidak bisa dipakai, misalnya karena sampel kecil dan datanya miring, ada nilai ekstrem,

Read more →

Uji Post Hoc ANOVA: Cara Memilih Tukey, Bonferroni, LSD, dan Games-Howell

Uji post hoc adalah uji lanjutan setelah ANOVA untuk mencari pasangan kelompok mana yang rata-ratanya berbeda. ANOVA hanya menjawab “apakah ada perbedaan”, sedangkan uji post hoc menjawab “di mana perbedaannya”. Masalahnya, SPSS menyediakan hampir 20 pilihan uji post hoc, dan pilihan itu bisa mengubah kesimpulan. Artikel ini menjelaskan mengapa koreksi

Read more →

Goodness of Fit SEM AMOS: Cara Membaca CFI, TLI, RMSEA, dan Indeks Lainnya

Goodness of fit di SEM AMOS adalah ukuran seberapa cocok model penelitian dengan data. AMOS membandingkan matriks kovarians yang dihasilkan model dengan matriks kovarians dari data. Makin kecil selisihnya, makin cocok modelnya. Bagian Model Fit di output AMOS menampilkan belasan indeks sekaligus, sehingga mahasiswa sering bingung indeks mana yang harus

Read more →

Confirmatory Factor Analysis (CFA): Pengertian, Langkah, dan Cara Membaca Hasilnya

CFA (confirmatory factor analysis) adalah analisis untuk menguji apakah butir-butir kuesioner benar-benar mengukur faktor yang sudah ditentukan dari teori. Peneliti menetapkan lebih dulu butir mana mengukur faktor mana, lalu CFA menguji apakah data mendukung struktur tersebut. CFA banyak dipakai untuk menguji validitas konstruk instrumen dan menjadi langkah pertama dalam SEM

Read more →
error: