Teori Lawrence Green menjelaskan bahwa perilaku kesehatan dipengaruhi oleh tiga kelompok faktor: faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Teori ini adalah bagian dari model perencanaan program kesehatan yang dikenal dengan nama PRECEDE-PROCEED. Di Indonesia, teori Lawrence Green termasuk landasan teori yang paling sering dipakai pada skripsi dan tesis kesehatan masyarakat, kebidanan, dan keperawatan komunitas, terutama untuk meneliti faktor yang berhubungan dengan perilaku seperti imunisasi, pemberian ASI, kepatuhan minum obat, atau kunjungan ke posyandu. Artikel ini membahas isi teorinya, delapan fase PRECEDE-PROCEED, cara memakainya sebagai kerangka teori, temuan penelitian, dan kesalahan yang perlu dihindari.
Inti Teori Lawrence Green
Model PRECEDE dikembangkan Lawrence W. Green dan rekan-rekannya untuk membantu perencana program kesehatan. Bagian PROCEED ditambahkan kemudian untuk pelaksanaan dan evaluasi program. Versi yang paling banyak dirujuk dalam pendidikan kesehatan adalah buku Green dan Kreuter (2005), sedangkan versi terbaru diterbitkan Green dkk. (2022) dengan penekanan pada perubahan perilaku, lingkungan, dan kebijakan.
Gagasan utamanya sederhana: perencanaan dimulai dari hasil akhir. Perencana tidak langsung bertanya “edukasi apa yang perlu diberikan”, tetapi lebih dulu bertanya “kualitas hidup dan masalah kesehatan apa yang ingin diperbaiki”, lalu mundur ke perilaku dan lingkungan yang menyebabkannya, lalu mundur lagi ke faktor yang membentuk perilaku itu.
Bagi peneliti, bagian yang paling sering dipakai adalah fase ketiga, yaitu penilaian faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat. Dalam banyak buku teks di Indonesia, bagian ini diringkas sebagai rumus perilaku sebagai fungsi dari ketiga faktor tersebut.
Tiga Faktor Perilaku menurut Lawrence Green
| Faktor | Artinya | Contoh variabel penelitian | Contoh alat ukur |
|---|---|---|---|
| Predisposisi (predisposing) | Faktor dari dalam diri yang memberi alasan atau motivasi berperilaku | Tingkat pengetahuan, sikap, keyakinan, persepsi, nilai; sering juga umur, pendidikan, paritas |
Kuesioner pengetahuan dan sikap |
| Pemungkin (enabling) | Sumber daya dan keterampilan yang memungkinkan perilaku terjadi | Ketersediaan sarana, jarak ke fasilitas, biaya, jaminan kesehatan, keterampilan |
Kuesioner atau lembar observasi sarana |
| Penguat (reinforcing) | Umpan balik dan dorongan dari orang lain setelah atau selama perilaku dilakukan | Dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dukungan kader, teman sebaya |
Kuesioner dukungan |
Pembagian ini membantu menyusun kerangka konsep yang rapi. Satu hal yang perlu diperhatikan: tempatkan setiap variabel pada kategori yang tepat. Sikap adalah faktor predisposisi, bukan faktor pemungkin. Dukungan petugas adalah faktor penguat, sedangkan ketersediaan petugas di fasilitas adalah faktor pemungkin.
Delapan Fase Model PRECEDE-PROCEED

Green dan Kreuter (2005) menyusun model ini dalam delapan fase. Empat fase pertama adalah perencanaan (PRECEDE), dan empat fase berikutnya adalah pelaksanaan dan evaluasi (PROCEED).
| Fase | Nama | Pertanyaan utama |
|---|---|---|
| 1 | Penilaian sosial | Masalah kualitas hidup apa yang dirasakan masyarakat? |
| 2 | Penilaian epidemiologi, perilaku, dan lingkungan . | Masalah kesehatan apa yang paling penting, dan perilaku serta lingkungan apa yang menyebabkannya? |
| 3 | Penilaian edukasi dan ekologi | Faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat apa yang membentuk perilaku itu? |
| 4 | Penilaian administrasi dan kebijakan | Sumber daya, kebijakan, dan organisasi apa yang dibutuhkan program? |
| 5 | Pelaksanaan | Program dijalankan |
| 6 | Evaluasi proses | Apakah program berjalan sesuai rencana? |
| 7 | Evaluasi dampak | Apakah faktor perilaku, perilaku, dan lingkungan berubah? |
| 8 | Evaluasi hasil | Apakah masalah kesehatan dan kualitas hidup membaik? |
Tesis yang meneliti faktor yang berhubungan dengan perilaku biasanya hanya memakai fase 2 dan 3. Tesis evaluasi program bisa memakai fase 6 sampai 8. Tuliskan di Bab 2 bagian mana yang Anda pakai, supaya penguji tidak menilai penelitian Anda dengan ukuran seluruh model.
Cara Memakai Teori Lawrence Green sebagai Kerangka Teori
- Tetapkan satu perilaku sasaran. Misalnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, bukan “perilaku kesehatan remaja” secara umum.
- Daftar calon faktor dari penelitian terdahulu. Kelompokkan ke predisposisi, pemungkin, dan penguat.
- Pilih variabel yang bisa diukur dengan baik. Tidak semua faktor harus diteliti. Lebih baik lima variabel yang diukur dengan instrumen teruji daripada sepuluh variabel yang diukur seadanya.
- Gambarkan kerangka teori lengkap dan kerangka konsep yang diteliti. Kerangka teori memuat ketiga kelompok faktor; kerangka konsep hanya memuat variabel yang benar-benar Anda ukur. Panduan menyusunnya ada di artikel kerangka konsep dan hipotesis.
- Pilih analisis yang sesuai. Untuk banyak faktor sekaligus dengan perilaku berskala dua kategori, regresi logistik biner memungkinkan Anda melihat faktor mana yang paling kuat setelah faktor lain dikendalikan.
Teori ini juga sering digabung dengan teori lain. Persepsi kerentanan dan manfaat dari Health Belief Model, misalnya, bisa ditempatkan sebagai faktor predisposisi. Penggabungan seperti ini sah, asalkan alasannya dijelaskan di Bab 2.
Apa Kata Penelitian tentang Model PRECEDE-PROCEED
- Program skrining. Saulle dkk. (2020) meninjau 27 penelitian yang memakai model ini dalam program pendidikan dan skrining. Sebagian besar terkait skrining kanker, seperti mamografi dan skrining kanker serviks. Penulis menilai model ini kerangka yang sangat baik untuk program skrining, tetapi kualitas metodologi penelitiannya bervariasi.
- Efek program. Kim dkk. (2022) meninjau 26 penelitian dan memasukkan 11 ke meta-analisis. Program berbasis PRECEDE-PROCEED terbukti meningkatkan pengetahuan; hasil lain belum cukup seragam untuk digabungkan.
- Penerapan di Indonesia. Andriyani dkk. (2025) memberi edukasi pencegahan stunting berbasis model ini kepada 52 ibu balita di Cimahi. Skor pengetahuan naik dari rata-rata 18,67 menjadi 19,69 dari skor maksimal 20. Penelitian ini memakai satu kelompok tanpa kontrol dan tidak mengukur perilaku, sehingga kesimpulannya terbatas pada perubahan pengetahuan.
Pelajaran untuk tesis Anda: model ini kuat sebagai kerangka perencanaan dan penjelasan, tetapi bukti bahwa program berbasis model ini mengubah perilaku dan hasil kesehatan masih lebih terbatas dibandingkan bukti perubahan pengetahuan. Bila Anda meneliti faktor yang berhubungan dengan perilaku dengan desain potong lintang, tulis “berhubungan dengan”, bukan “menyebabkan”.
Contoh Model Penelitian dan Hipotesis
| Kelompok faktor | Variabel | Skala data | Uji bivariat |
|---|---|---|---|
| Predisposisi | Pengetahuan, sikap | Ordinal (kategori) | Chi-square |
| Pemungkin | Jarak ke posyandu, ketersediaan tablet | Nominal | Chi-square |
| Penguat | Dukungan keluarga, dukungan guru | Ordinal (kategori) | Chi-square |
| Perilaku | Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah | Nominal (patuh/tidak) | Variabel terikat |
Contoh hipotesis:
- H1: Ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah.
- H2: Ada hubungan antara ketersediaan tablet di sekolah dan kepatuhan.
- H3: Ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan.
- H4: Dukungan keluarga adalah faktor yang paling kuat berhubungan dengan kepatuhan setelah faktor lain dikendalikan.
H4 diuji dengan regresi logistik multivariabel. Banyak penelitian menyaring variabel kandidat dari hasil uji bivariat sebelum analisis multivariabel. Jelaskan kriteria penyaringan yang Anda pakai di Bab 3.
Definisi Operasional Variabel dalam Teori Lawrence Green
Setiap faktor dalam kerangka konsep perlu definisi operasional sendiri. Contoh berikut memakai penelitian kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.
| Variabel | Kelompok faktor | Definisi operasional | Alat ukur | Hasil ukur |
|---|---|---|---|---|
| Pengetahuan | Predisposisi | Jumlah jawaban benar tentang anemia dan tablet tambah darah | Kuesioner pilihan ganda yang sudah diuji | Skor atau kategori baik/kurang |
| Ketersediaan tablet | Pemungkin | Pernah atau tidaknya responden menerima tablet di sekolah dalam tiga bulan terakhir | Kuesioner | Tersedia/tidak tersedia |
| Dukungan keluarga | Penguat | Persepsi responden tentang dorongan dan pengingat dari orang tua | Kuesioner skala Likert | Skor atau kategori |
| Kepatuhan | Perilaku | Jumlah tablet yang diminum dibanding jumlah yang seharusnya dalam periode tertentu | Kuesioner atau kartu kontrol | Patuh/tidak patuh |
Batas kategori setiap variabel harus dijelaskan dasarnya. Untuk variabel yang diukur dengan kuesioner susunan sendiri, uji validitas dan reliabilitas sebelum pengambilan data utama.
Contoh Judul Penelitian dengan Teori Lawrence Green
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis edukasi, pengetahuan, dan promosi kesehatan, judul tesis kepatuhan dan perilaku kesehatan, judul tesis keperawatan gizi anak dan stunting, dan judul tesis keperawatan maternitas: nifas, laktasi, dan kontrasepsi. Teori promosi kesehatan yang lebih luas dibahas di artikel teori program promosi kesehatan, dan contoh penelitiannya ada di contoh tesis promosi kesehatan.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif berdasarkan teori Lawrence Green.
- Analisis faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat kunjungan lansia ke posbindu.
- Evaluasi program pencegahan stunting dengan pendekatan PRECEDE-PROCEED.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Memakai Teori Lawrence Green
- Salah menempatkan variabel. Sikap dimasukkan ke faktor pemungkin, atau ketersediaan sarana dimasukkan ke faktor penguat.
- Hanya mengukur satu kelompok faktor. Bila judul menyebut teori Lawrence Green tetapi yang diukur hanya pengetahuan, jelaskan mengapa faktor lain tidak diteliti.
- Mengutip dari sumber kedua tanpa menyebutnya. Bila Anda membaca teori ini dari buku teks dalam negeri, tulis kutipan sebagai kutipan tidak langsung, atau baca buku Green langsung.
- Mengabaikan evaluasi pada tesis intervensi. Program yang dirancang dengan PRECEDE sebaiknya dievaluasi dengan fase PROCEED yang sesuai.
- Menyebut hubungan sebagai pengaruh sebab-akibat. Desain potong lintang hanya menunjukkan hubungan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah teori Lawrence Green sama dengan PRECEDE-PROCEED? Tiga faktor perilaku adalah bagian dari fase ketiga model PRECEDE-PROCEED. Model lengkapnya mencakup delapan fase, dari penilaian sosial sampai evaluasi hasil.
Apakah umur dan pendidikan termasuk faktor predisposisi? Dalam banyak penelitian, karakteristik demografis ditempatkan pada faktor predisposisi. Jelaskan alasan Anda di Bab 2, karena karakteristik ini tidak bisa diubah oleh program.
Teori apa yang cocok digabungkan dengan teori Lawrence Green? Health Belief Model dan Theory of Planned Behavior sering dipakai untuk memperdalam faktor predisposisi. Lihat artikel Theory of Planned Behavior.
Berapa jumlah sampel penelitian faktor perilaku? Tergantung desain dan analisis, terutama jumlah variabel dalam regresi logistik. Lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Bolehkah memakai teori ini untuk penelitian kualitatif? Boleh. Ketiga kelompok faktor bisa menjadi kerangka pedoman wawancara dan tema awal analisis.
Sedang menyusun kerangka teori dengan teori Lawrence Green? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih dan mengelompokkan variabel melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan Bab 3 melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis bivariat dan regresi logistik melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Andriyani, S., Sulastri, A., Fitriana, L. A., Darmawan, D., Perdani, A. L., Safariah, T. D., Malisa, N., Putri, T. H., & Mediani, H. S. (2025). Effectiveness of a Precede–Proceed model-based health promotion intervention on evaluating changes in mothers’ knowledge of stunting prevention in Indonesian communities. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 18, 8249–8256. https://doi.org/10.2147/JMDH.S541443
Green, L. W., Gielen, A. C., Ottoson, J. M., Peterson, D. V., & Kreuter, M. W. (2022). Health program planning, implementation, and evaluation: Creating behavioral, environmental, and policy change. Johns Hopkins University Press.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (Edisi ke-4). McGraw-Hill.
Kim, J., Jang, J., Kim, B., & Lee, K. H. (2022). Effect of the PRECEDE-PROCEED model on health programs: A systematic review and meta-analysis. Systematic Reviews, 11, 213. https://doi.org/10.1186/s13643-022-02092-2
Saulle, R., Sinopoli, A., De Paula Baer, A., Mannocci, A., Marino, M., De Belvis, A., Federici, A., & La Torre, G. (2020). The PRECEDE-PROCEED model as a tool in public health screening: A systematic review. La Clinica Terapeutica, 171(2), e167–e177. https://doi.org/10.7417/CT.2020.2208








