Bab metode sering menjadi bab yang paling banyak dicoret pembimbing. Penyebabnya biasanya bukan teknik statistik yang keliru, melainkan ketidaksesuaian antara pertanyaan penelitian, pendekatan, dan desain yang dipilih. Artikel ini menjelaskan pengertian metodologi penelitian, lapisan-lapisan keputusan di dalamnya, dan jenis-jenis penelitian yang paling sering dipakai dalam skripsi, tesis, dan disertasi.
Pengertian Metodologi Penelitian
Kothari (2004) membedakan metode penelitian dari metodologi penelitian. Metode adalah teknik dan prosedur yang dipakai untuk meneliti, misalnya kuesioner atau uji regresi. Metodologi lebih luas: kajian sistematis tentang cara meneliti, termasuk alasan memilih metode tertentu dan logika di baliknya. Jadi, ketika pembimbing bertanya “mengapa memakai metode ini?”, jawabannya adalah metodologi.
Sugiyono (2019) mendefinisikan metode penelitian sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Kata “cara ilmiah” mengandung tiga syarat: rasional (masuk akal), empiris (dapat diamati), dan sistematis (mengikuti langkah yang logis). Dasar berpikir ilmiah ini dijelaskan di artikel metode ilmiah.
Empat Lapisan Keputusan dalam Metodologi
Crotty (1998) dan Saunders dan rekan (2019) sama-sama menggambarkan metodologi sebagai lapisan-lapisan keputusan. Keputusan di lapisan luar membatasi pilihan di lapisan dalam.

Peneliti yang memandang kenyataan sebagai sesuatu yang objektif dan terukur cenderung memilih pendekatan kuantitatif dan desain survei atau eksperimen. Sebaliknya, peneliti yang memandang makna sebagai hasil konstruksi sosial cenderung memilih pendekatan kualitatif seperti fenomenologi atau studi kasus.
Paradigma Penelitian
| Paradigma | Pandangan tentang kenyataan | Tujuan penelitian | Pendekatan yang lazim |
|---|---|---|---|
| Positivisme dan post-positivisme |
Kenyataan ada secara objektif dan dapat diukur |
Menguji teori, menjelaskan sebab-akibat |
Kuantitatif |
| Konstruktivisme atau interpretif |
Kenyataan dibangun lewat makna yang diberikan manusia |
Memahami makna dan pengalaman |
Kualitatif |
| Kritis atau transformatif |
Kenyataan dibentuk oleh relasi kuasa |
Mengungkap ketimpangan dan mendorong perubahan |
Kualitatif atau campuran |
| Pragmatisme |
Yang penting adalah apa yang berhasil menjawab masalah |
Memecahkan masalah praktis |
Campuran |
Pembagian ini dirangkum dari Guba dan Lincoln (1994) serta Creswell dan Creswell (2018).
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Campuran
| Aspek | Kuantitatif | Kualitatif | Campuran |
|---|---|---|---|
| Pertanyaan khas |
Seberapa besar pengaruh X terhadap Y? |
Bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi? |
Seberapa besar, lalu mengapa? |
| Data |
Angka |
Kata, gambar, dokumen |
Keduanya |
| Sampel |
Besar, dipilih agar mewakili populasi |
Kecil, dipilih karena kaya informasi |
Gabungan |
| Peran teori |
Diuji |
Dibangun atau dipakai sebagai lensa |
Diuji dan diperdalam |
| Analisis |
Statistik |
Tematik, naratif, isi |
Keduanya, lalu dipadukan |
| Hasil |
Generalisasi ke populasi |
Pemahaman mendalam tentang konteks |
Penjelasan yang lebih lengkap |
Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan
- Eksploratif: menjajaki fenomena yang belum banyak diteliti untuk merumuskan masalah atau hipotesis.
- Deskriptif: menggambarkan keadaan atau variabel apa adanya.
- Eksplanatif atau verifikatif: menjelaskan hubungan sebab-akibat dan menguji teori.
- Pengembangan (research and development): menghasilkan dan menguji produk, misalnya modul atau aplikasi. Borg dan Gall (1983) menjadi rujukan klasiknya.
- Evaluatif: menilai efektivitas program atau kebijakan.
Jenis Penelitian Berdasarkan Tingkat Eksplanasi
Penggolongan ini populer di Indonesia lewat Sugiyono (2019):
| Jenis | Tujuan | Contoh rumusan masalah |
|---|---|---|
| Deskriptif | Mengetahui nilai variabel mandiri tanpa membandingkan atau menghubungkan |
Bagaimana tingkat kepuasan pasien rawat jalan? |
| Komparatif | Membandingkan satu variabel pada dua sampel atau lebih |
Adakah perbedaan kinerja guru bersertifikat dan belum bersertifikat? |
| Asosiatif | Mengetahui hubungan dua variabel atau lebih: simetris, kausal, atau timbal balik |
Apakah beban kerja berpengaruh terhadap kelelahan perawat? |
Desain Penelitian Kuantitatif
- Survei: mengumpulkan data dari sampel dengan kuesioner untuk menggambarkan atau menguji hubungan. Bila data diambil sekali, desainnya potong lintang; panduannya ada di artikel desain penelitian cross sectional.
- Korelasional: menguji kekuatan hubungan antarvariabel tanpa memanipulasi apa pun.
- Eksperimen: memberi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol. Campbell dan Stanley (1963) membedakan pra-eksperimen, eksperimen semu, dan eksperimen murni.
- Ex post facto: menelusuri sebab dari peristiwa yang sudah terjadi, tanpa perlakuan dari peneliti.
Desain Penelitian Kualitatif
| Desain | Fokus | Rujukan klasik |
|---|---|---|
| Fenomenologi | Esensi pengalaman hidup sejumlah orang tentang satu fenomena |
Creswell dan Poth |
| Studi kasus | Kajian mendalam satu atau beberapa kasus dalam konteks nyata, cocok untuk pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” |
Yin (2018) |
| Etnografi | Pola budaya suatu kelompok melalui keterlibatan lama di lapangan |
Creswell dan Poth |
| Grounded theory | Membangun teori dari data lapangan |
Glaser dan Strauss (1967) |
| Naratif | Kisah hidup individu dan maknanya |
Creswell dan Poth |
Desain Campuran
Creswell dan Plano Clark (2018) membedakan tiga desain inti:
- Konvergen: data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan bersamaan, lalu hasilnya dibandingkan.
- Sekuensial eksplanatori: kuantitatif dulu, lalu kualitatif untuk menjelaskan temuan angka.
- Sekuensial eksploratori: kualitatif dulu untuk menggali konsep, lalu kuantitatif untuk mengujinya, misalnya saat menyusun instrumen baru.
Jenis Penelitian Lain yang Sering Dipakai
- Penelitian tindakan kelas (PTK): siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi untuk memperbaiki praktik pembelajaran (Kemmis dan McTaggart, 1988).
- Penelitian historis: merekonstruksi peristiwa masa lalu dari sumber primer dan sekunder.
- Penelitian kebijakan: menganalisis masalah publik dan merumuskan rekomendasi kebijakan.
- Penelitian hukum: dibedakan menjadi normatif dan empiris. Penjelasannya ada di artikel penelitian hukum normatif dan proposal penelitian hukum.
Cara Memilih Jenis Penelitian
| Bila pertanyaan Anda berbunyi… | Pendekatan dan desain yang cocok |
|---|---|
| “Seberapa besar pengaruh…” |
Kuantitatif: survei atau eksperimen |
| “Adakah perbedaan…” |
Kuantitatif komparatif |
| “Bagaimana pengalaman…” |
Kualitatif: fenomenologi |
| “Bagaimana dan mengapa program ini berjalan…” |
Kualitatif: studi kasus |
| “Bagaimana memperbaiki pembelajaran di kelas saya…” |
PTK |
| “Produk apa yang efektif untuk…” |
Penelitian pengembangan (R&D) |
| “Seberapa besar, lalu mengapa…” |
Campuran sekuensial eksplanatori |
Setelah pendekatan dipilih, langkah berikutnya adalah menyusun kerangka konsep dan menentukan uji statistik. Lihat artikel kerangka konsep dan hipotesis dan uji chi square untuk penelitian kesehatan. Bacaan dasar tentang karya ilmiah ada di artikel pengertian karya ilmiah. Butuh bantuan menentukan desain atau mengolah data? Lihat layanan konsultasi judul dan metode penelitian.
Referensi
- Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational research: An introduction (Edisi ke-4). Longman.
- Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (1963). Experimental and quasi-experimental designs for research. Rand McNally.
- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (Edisi ke-5). SAGE.
- Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (Edisi ke-3). SAGE.
- Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (Edisi ke-4). SAGE.
- Crotty, M. (1998). The foundations of social research: Meaning and perspective in the research process. SAGE.
- Glaser, B. G., & Strauss, A. L. (1967). The discovery of grounded theory. Aldine.
- Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing paradigms in qualitative research. Dalam N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Ed.), Handbook of qualitative research (hlm. 105–117). SAGE.
- Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (Edisi ke-3). Deakin University Press.
- Kothari, C. R. (2004). Research methodology: Methods and techniques (Edisi ke-2). New Age International.
- Saunders, M., Lewis, P., & Thornhill, A. (2019). Research methods for business students (Edisi ke-8). Pearson.
- Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
- Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (Edisi ke-6). SAGE.








Leave a Reply