HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Daftar Judul Tesis Agribisnis Perkebunan: Kopi, Kakao, Tebu, dan Sawit (UGM)

Komoditas perkebunan menjadi andalan ekspor sekaligus sumber nafkah jutaan petani kecil, sehingga perubahan harga dunia atau aturan dagang langsung terasa sampai ke desa. Tekanan terbaru datang dari standar keberlanjutan, misalnya regulasi bebas deforestasi Uni Eropa yang menyasar kopi, kakao, dan sawit. Uni Eropa menyerap 36% ekspor kopi Indonesia, sehingga aturan ini penting bagi petani kopi (Asyifa dkk., 2025). Rumpun ini dalam daftar judul tesis agribisnis UGM memuat penelitian tentang kebun rakyat, perusahaan perkebunan negara, sampai industri gula kelapa skala rumah tangga.

Peluang Penelitian Agribisnis Perkebunan ke Depan

Peluang di rumpun ini ada pada pertemuan antara standar pasar global, kelembagaan petani, dan hilirisasi.

  1. Agroforestri sebagai jalan memenuhi EUDR. Petani kopi agroforestri di Tanggamus bersedia membayar program penyerbuk Rp21,1 juta/ha/tahun, jauh di atas petani non-agroforestri (Rp9,0 juta), dan 60% bersedia ikut program dibanding 23% (Asyifa dkk., 2025). Tesis dapat menguji model serupa pada kakao dan sawit rakyat.
  2. Adopsi ISPO oleh petani swadaya. Luas lahan, keanggotaan kelompok tani, pengetahuan ISPO, dan selisih harga TBS bersertifikat mendorong petani swadaya di Jambi mengikuti ISPO, sementara pendidikan dan penyuluhan tidak berpengaruh (Muchlis dkk., 2025). Celahnya adalah merancang skema harga premium dan pendampingan yang efektif.
  3. Daya saing ekspor yang menurun. Rata-rata RCA kopi Indonesia di Jepang 2,29 dan turun 2,94% per tahun, terendah di antara empat eksportir utama, sedangkan perjanjian IJEPA berpengaruh positif (Putro dkk., 2024). Riset tentang kopi spesialti, ketertelusuran, dan perjanjian dagang lain masih terbuka.
  4. Hilirisasi produk kebun rakyat. Data judul UGM menunjukkan banyak penelitian gula kelapa dan gula semut di Kokap, Kulon Progo, tetapi masih sedikit yang meneliti sertifikasi organik, ekspor, atau digitalisasi pemasarannya.

Pengelompokan Judul Tesis Agribisnis Perkebunan

Rumpun ini terdiri atas 9 sub-kelompok berdasarkan komoditas. Tebu dan industri gula (36 judul) serta kopi (33 judul) menjadi sub-kelompok terbesar.

1. Kopi (33 judul)

Usahatani kopi robusta dan arabika, efisiensi pemasaran, daya saing ekspor, preferensi konsumen kopi, serta UMKM dan kedai kopi.

  1. Analisis Efisiensi Unit Pengolahan Hasil Kopi di Kabupaten Ngada dengan Metode Data Envelopment Analysis
  2. Analisis Kelayakan dan Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Arabika di Kabupaten Simalungun
  3. Consumer Preference of Indonesian Aceh Gayo Arabica and Java Robusta Single Origin Coffee in Sleman Regency
  4. Daya Saing Kopi Arabika Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto
  5. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Kopi Arabika di Desa Ratamba Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara
  6. Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta di Kabupaten Lombok Utara
  7. Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta Kabupaten Tanggamus
  8. Faktor yang Memengaruhi keberlanjutan Kedai Kopi pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Madiun
  9. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran Kopi di Indonesia
  10. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja UMKM Kopi Robusta di Kabupaten Temanggung
  11. Keberlanjutan Bisnis Coffee Shop Lokal pada Era Industri 4.0 di Daerah Istimewa Yogyakarta
  12. Kepuasan Konsumen Kafe Janji Jiwa Jilid 733
  13. Keputusan Konsumen dalam Pembelian Minuman Kopi Robusta Indonesia di Kafe Kota Kediri
  14. Kesediaan Petani Kopi Membayar Pupuk NPK Nonsubsidi di Kota Pagar Alam
  15. Kinerja dan Keberlanjutan Kopi Rakyat di Desa Watutau Kecamatan Lore Peore Kabupaten Poso
  16. Kinerja Manajemen Rantai Pasok dan Strategi Pengembangan Kopi di Kabupaten Ciamis
  17. Manajemen Rantai Pasok Kopi Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal
  18. Manajemen Risiko Usaha Tani Kopi Robusta di Desa Benowo Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo
  19. Optimasi Produksi Kopi Bubuk Blending di Unit Produk Hilir PT Perkebunan Nusantara IX, Kabupaten Semarang
  20. Pemasaran Kopi Arabika Kecamatan Candiroto di Kabupaten Temanggung
  21. Pemasaran Kopi Kecamatan Kare di Kabupaten Madiun
  22. Pendapatan dan Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Robusta di Kabupaten Tanggamus
  23. Pengaruh Adopsi QRIS terhadap Niat Melanjutkan Penggunaan dengan Pendekatan Teori Technology Organization Environment pada Kedai Kopi di kabupaten Sleman
  24. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Loyalitas Konsumen pada Pembelian Kopi secara Online di Kedai Kopi Kabupaten Sleman
  25. Pengaruh Karakteristik, Intensi, dan Kompetensi Kewirausahaan Petani terhadap Kinerja Usaha Tani Kopi Robusta di Kota Pagar Alam
  26. Pengaruh Nilai Utilitarian dan Nilai Hedonis terhadap Loyalitas Konsumen di Kedai Kopi Kota Mataram
  27. Perilaku Konsumen Ethikopia Coffee Bay di Kabupaten Sleman
  28. Persaingan Ekspor Kopi Indonesia di Pasar ASEAN Economic Community (Pengukuran Daya Saing dan Perilaku Harga)
  29. Pola Saluran dan Efisiensi Pemasaran Kopi Arabika di Kabupaten Ngada
  30. Preferensi Konsumen dalam Mengkonsumsi Produk Kopi Arabika Lokal Indonesia di Kabupaten Sleman
  31. Preferensi Konsumen terhadap Kopi Instan di Kabupaten Sleman
  32. Strategi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Ekspor Kopi di PTPN IX
  33. Strategi pengembangan usahatani kopi lokal di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua

2. Kakao dan Cokelat (16 judul)

Risiko produksi dan harga kakao, fermentasi biji, kemitraan dengan industri cokelat, ekspor kakao olahan, dan agrowisata cokelat.

  1. Dampak COVID-19 terhadap Ekspor Komoditas Kakao dan Olahan Kakao Indonesia ke Negara Tujuan Utama
  2. Daya Saing Ekspor Biji Kakao Indonesia
  3. Dinamika Penawaran Produk Kakao Olahan Indonesia di Pasar Dunia
  4. Efisiensi Alokatif Usahatani Kakao di Kabupaten Madiun
  5. Kemitraan antara PT Cau Chocolate dengan Petani Kakao di Kabupaten Tabanan
  6. Manajemen Risiko Produksi dan Risiko Harga pada Usaha Tani Kakao di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur
  7. Manajemen Risiko Produksi Usaha Tani Kakao di Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul
  8. Pengaruh Adopsi Teknologi Fermentasi Biji terhadap Kinerja Agribisnis Pascapanen Kakao di Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul
  9. Pengaruh Atribut Agrowisata terhadap Loyalitas Pengunjung di Kampung Coklat Blitar
  10. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Niat Berkunjung Ulang Wisatawan Kampung Coklat Blitar
  11. Pengaruh Flywheel Marketing terhadap Advokasi Merek di Kampung Cokelat Blitar Kabupaten Blitar
  12. Pengaruh Kualitas Layanan dan Kepercayaan terhadap Loyalitas Wisatawan Kampung Coklat Blitar
  13. Pengaruh Kualitas Layanan dan Pemasaran dari Mulut ke Mulut terhadap Kunjungan Kembali di Kampung Coklat Blitar
  14. Persepsi Konsumen terhadap Produk Cokelat Lokal Gun-Kid, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul
  15. Respons Penawaran Kakao di Indonesia
  16. Strategi Pengembangan Agribisnis Kakao dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) di Propinsi Sulawesi Barat

3. Tebu dan Industri Gula (36 judul)

Efisiensi produksi tebu rakyat dan pabrik gula, kemitraan petani tebu dengan PTPN, kredit petani tebu, harga gula, dan pengendalian mutu gula.

  1. Adopsi Good Agricultural Practices dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas serta Pendapatan Usahatani Tebu di Wilayah Pabrik Gula Jatiroto, PT Perkebunan Nusantara XI
  2. Analisis Efisiensi Teknis Produksi Tebu Pertama dan Keprasan Milik Sendiri PT Perkebunan Nusantara XI Jawa Timur
  3. Analisis Kinerja Bisnis Unit Gula PT Perkebunan Nusantara VII
  4. Analisis Pengembalian Kredit Petani Tebu di Wilayah PT Perkebunan Nusantara XI (Persero)
  5. Dampak Regrouping Lahan terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Tebu Binaan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep Kabupaten Mojokerto
  6. Daya Saing Usahatani Tebu di Kabupaten Magetan
  7. Daya Saing Usahatani Tebu untuk Gula Mangkok di Kabupaten Madiun
  8. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Tebu di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora
  9. Efisiensi Alokatif Usahatani Tebu di Kabupaten Magetan
  10. Efisiensi Produksi Pabrik Gula PT Perkebunan Nusantara XI
  11. Efisiensi Produksi Tebu Petani Mitra PT Perkebunan Nusantara X
  12. Faktor-Faktor Penentu Impor Gula Indonesia
  13. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Tebu di Kabupaten Ngawi
  14. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Tebu di Kabupaten Magetan
  15. Implementasi Balance Scorecard dalam Pengukuran Kinerja PG. Jatiroto – PT Perkebunan Nusantara XI
  16. Kajian Ketimpangan Distribusi Pendapatan Petani Tebu di Wilayah PT Perkebunan Nusantara XI Jawa Timur
  17. Kajian Produksi dan Produktivitas Tebu Sendiri (TS) dan Tebu Rakyat (TR) di PT Perkebunan Nusantara XI
  18. Kelayakan Usahatani Tebu di Kabupaten Ngawi dan Magetan
  19. Kesadaran Lingkungan, Orientasi Ekonomi, dan Sikap terhadap Risiko dalam Penerapan Good Agricultural Practices Usahatani Tebu pada Petani Mitra PG Wonolangan, PTPN XI
  20. Kinerja Agribisnis Tebu Rakyat di Kabupaten Purbalingga
  21. Kinerja PT Madubaru PG Madukismo dengan Pendekatan Balanced Scorecard
  22. Manfaat Pola Kemitraan Petani Tebu dengan PTPN XI dalam Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Tebu di Unit Usaha Semboro
  23. Motivasi, Persepsi dan Respon Petani Tebu terhadap Rencana Konsolidasi Pengelolaan Tebu Rakyat di PTPN XI
  24. Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Madubaru PG-PS Madukismo
  25. Pengaruh Kualitas Layanan Pabrik Gula PT Perkebunan Nusantara X terhadap Loyalitas Petani Tebu
  26. Pengaruh Orientasi Ekonomi dan Kesadaran Lingkungan terhadap Produktivitas dan Rendemen Tebu Petani Mitra PG Wonolangan
  27. Pengaruh Produksi, Kapasitas Giling, dan Impor Raw Sugar terhadap HPP Gula di PT Perkebunan Nusantara X
  28. Pengaruh Tingkat Kepuasan pada Kemitraan antara Pabrik Gula dan Petani Tebu Rakyat terhadap Loyalitas Petani di PTPN XI Jawa Timur
  29. Pengendalian Kualitas Gula di PT Gendhis Multi Manis Kabupaten Blora
  30. Pengendalian Mutu Gula di PG Madukismo PT.Madubaru dengan Menggunakan Statistical Quality Control
  31. Pengukuran Kinerja Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) dengan Pendekatan Balance Scorecard
  32. Perilaku Harga Gula di Indonesia
  33. Persepsi dan Kesediaan Petani Membayar Pupuk Custom Tebu di Daerah Istimewa Yogyakarta
  34. Persepsi dan Pengajuan Kredit Petani Tebu di Wilayah PG Wonolangan PTPN XI
  35. Preferensi Industri Makanan dan Minuman terhadap Atribut Gula Pasir (Studi Kasus di Pulau Jawa)
  36. Trend dan Volatilitas Harga Gula dan Tetes di PT Perkebunan Nusantara XI

4. Kelapa Sawit dan CPO (21 judul)

Sertifikasi ISPO dan RSPO, peremajaan sawit rakyat, produksi CPO, daya saing ekspor, dan sawit di lahan gambut.

  1. Analisis Daya Saing Crude Palm Oil (CPO) Indonesia di Pasar Uni Eropa
  2. Analisis Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia ke India dan Tiongkok
  3. Analisis Risiko Produksi Kelapa Sawit pada PT Surya Agrolika Reksa, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau
  4. Dampak Pelatihan dan Motivasi SDM terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Pengolahan Minyak Kelapa Sawit PT Intibenua Perkasatama Riau
  5. Daya Saing Ekspor CPO Indonesia dan Malaysia di Pasar India
  6. Faktor-Faktor Penentu Kinerja Tenaga Panen Kelapa Sawit di PT Task 1 Kalimantan Tengah
  7. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi CPO di Pabrik Kelapa Sawit Sei Galuh PTPN V Riau
  8. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit di Kebun Pulau Mandi PT Perkebunan Nusantara III
  9. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit PT SOCFINDO Kebun Bangun Bandar di Kabupaten Serdang Bedagai
  10. Kajian Sumber Pendapatan Rumah Tangga Tani selama Masa Peremajaan Kelapa Sawit di Kecamatan Dayun Kabupaten Siak
  11. Kesediaan dan Kemampuan Membayar Petani Kelapa Sawit terhadap Sertifikasi ISPO dan RSPO di Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau
  12. Keterkaitan antara Penerapan Indikator ISPO dengan Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit di Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji
  13. Penerapan Prinsip RSPO dalam Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun
  14. Pengambilan Keputusan Petani dalam Memilih Mitra Peremajaan Kelapa Sawit di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak
  15. Pengaruh El Nino Southern Oscillation terhadap Produktivitas, Daya Saing dan Volatilitas Harga CPO Indonesia
  16. Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan oleh Petani Mitra PT Hari Sawit Jaya di Kabupaten Labuhanbatu Sumatra Utara
  17. Price Discovery dan Tingkat Konvergensi Kontrak Berjangka CPO di Indonesia
  18. Tingkat Penerapan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pada Kebun Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat
  19. Trend Produksi dan Eksport Minyak Sawit (CPO) Indonesia
  20. Usahatani Kelapa Sawit di Desa Sekaro Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir
  21. Usahatani Kelapa Sawit Lahan Gambut di Desa Dayun, Kabupaten Siak

5. Teh (9 judul)

Produktivitas pemetik teh, efisiensi produksi kebun teh, petani plasma, ekspor teh, dan perilaku konsumen teh.

  1. Daya Saing Usaha Tani Teh Petani Plasma PT Pagilaran
  2. Efisiensi Alokatif Produksi Pucuk Daun Teh di PT Pagilaran
  3. Efisiensi dan Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Produksi Teh di PT Perkebunan Nusantara XII
  4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produktivitas Pemetik Teh di PT Pagilaran
  5. Kinerja Ekspor Teh Hitam Indonesia di Pasar Internasional
  6. Kinerja Karyawan Pengolahan Teh Unit Produksi Pagilaran PT Pagilaran
  7. Perilaku Konsumen Teh di Kabupaten Banyumas
  8. Permintaan Ekspor Teh Indonesia pada Beberapa Negara Utama Tujuan Ekspor
  9. Risiko Pendapatan Petani Plasma di PT Pagilaran

6. Tembakau (8 judul)

Pola kemitraan tembakau Virginia, manajemen risiko tembakau Temanggung, efisiensi alokatif, dan nilai tambah tembakau rajangan.

  1. Dampak Kemitraan PT 1001 Alami dan Manajemen terhadap Kinerja Usaha Tani Tembakau di Desa Kertagena Tengah Kabupaten Pamekasan
  2. Efisiensi Alokatif pada Usaha Tani Tembakau di Kabupaten Temanggung
  3. Efisiensi Pemasaran Tembakau Rajangan Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali
  4. Manajemen Risiko Usaha Tani Tembakau Kemloko di Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung
  5. Manajemen Usaha Tani Tembakau Rakyat di Kabupaten Klaten
  6. Nilai Tambah Tembakau Rajangan di Kabupaten Temanggung
  7. Pengelolaan Usaha Tani Tembakau Virginia Pola Mitra dan Non Mitra di Kabupaten Lombok Tengah
  8. Perbandingan Kelayakan Usahatani Tembakau Virginia Berbahan Bakar Briket Batubara, Cangkang Sawit, dan Cangkang Kemiri di Kabupaten Lombok Timur

7. Kelapa, Gula Kelapa, dan Gula Semut (20 judul)

Usaha kopra, industri rumah tangga gula kelapa dan gula semut, efisiensi teknis, nilai tambah, dan preferensi konsumen gula semut.

  1. Analisis Nilai Tambah, Pendapatan, dan Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Gula Kelapa di Desa Banyusoco Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul
  2. Analisis Usahatani Kelapa di Desa Semedo Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas
  3. Daya Saing Gula Semut di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo
  4. Efisiensi Agroindustri Gula Semut di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta
  5. Efisiensi Pemasaran Produk Gula Kelapa di Kabupaten Cilacap
  6. Evaluasi Kelayakan Industri Rumah Tangga Gula Semut di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
  7. Fluktuasi dan Volatilitas Harga Gula Kelapa Sulfit dan Nonsulfit di PTPN XII
  8. Kelayakan Usaha Gula Kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
  9. Kesediaan untuk Melanjutkan Industri Rumah Tangga Gula Kelapa di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
  10. Ketahanan Pangan Pelaku Industri Gula Semut di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo
  11. Manajemen Produksi dan Kinerja Usaha Gula Kelapa di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
  12. Manajemen Risiko Usaha Kopra di Kabupaten Buru
  13. Nilai Tambah dan Profitabilitas Komoditas Kelapa di Kabupaten Natuna
  14. Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Rumah Tangga Gula Kelapa di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
  15. Nilai Tambah Industri Rumah Tangga Gula Semut di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo
  16. Pemasaran Gula Kelapa Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi
  17. Pengaruh Aspek Manajerial terhadap Efisiensi Teknis Usaha Gula Kelapa di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
  18. Rantai Pasok Gula Semut di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo
  19. Sikap dan Preferensi Konsumen Produk Gula Semut di Daerah Istimewa Yogyakarta
  20. Strategi Pengembangan Industri Rumah Tangga Gula Semut di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo

8. Rempah, Jahe, dan Tanaman Obat (13 judul)

Jahe, kunyit, pala, kapulaga, cengkeh, minyak atsiri, jamu, serta hasil hutan bukan kayu seperti gaharu dan jernang.

  1. Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Gaharu dari Kabupaten Asmat
  2. Analisis Pemasaran Pala Papua (Myristica argentea Warb.) di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat
  3. Daya Saing Kapulaga Indonesia di Pasar Internasional
  4. Daya Saing Komoditas Minyak Atsiri Indonesia di Pasar Global
  5. Daya Saing Usaha Tani Jahe Merah di Kabupaten Gunungkidul
  6. Daya Saing Usahatani Kunyit di Desa Mlokomanis Kulon Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri
  7. Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan Rumah Tangga Petani Jahe selama Pandemi Covid-19 di Kapanewon Semin Kabupaten Gunungkidul
  8. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Jahe pada Masa Pandemi COVID-19 di Kapanewon Semin Kabupaten Gunungkidul
  9. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Cengkeh di Indonesia
  10. Kinerja Usaha Tani Jahe Tumpangsari di Kapanewon Girimulyo Kabupaten Kulonprogo
  11. Konsumsi dan Tingkat Kepuasan Konsumen Jamu Tradisional di D.I Yogyakarta
  12. Manfaat Penggunaan Internet sebagai Tool Bisnis pada Usaha Ekstrak Jernang (Daemonorops Sp) dengan Pendekatan Kanvas Model Bisnis (Studi Kasus pada CV ABC & UD. XYZ)
  13. Pengaruh Media Sosial terhadap Bisnis Olahan Jahe saat Pandemi COVID-19 di Kapanewon Semin Kabupaten Gunungkidul

9. Karet, Kayu, dan Komoditas Perkebunan Lain (9 judul)

Ekspor dan harga karet alam, rantai nilai kayu jati rakyat, risiko produksi komoditas PTPN, dan saham perusahaan perkebunan.

  1. Analisis Trend dan Risiko Produksi Beberapa Komoditas Perkebunan PT Perkebunan Nusantara XII
  2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Profitabilitas Perusahaan Perkebunan dan Tanaman Pangan Tercatat pada Bursa Efek Indonesia
  3. Kepuasan Wisatawan dan Pengembangan Wisata Agro PT Perkebunan Tambi Kabupaten Wonosobo
  4. Pengendalian Kualitas Getah Karet dan RSS di Kebun Ngobo PT Perkebunan Nusantara IX Kabupaten Semarang
  5. Perilaku Harga dan Risiko Saham Perusahaan Perkebunan di Bursa Efek Indonesia
  6. Perilaku Harga Karet Alam pada Pasar Fisik Indonesia dan Pasar Berjangka Singapura
  7. Respon Penawaran Karet Indonesia
  8. Struktur Pasar, Daya Saing, dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Karet Alam Indonesia ke Amerika Serikat
  9. Supply and Value Chains of Smallholder Teak Timber in Yogyakarta Province

Penutup

Rumpun perkebunan cocok untuk tesis yang ingin menghubungkan kebun rakyat dengan pasar global. Pilih satu komoditas, satu kelompok pelaku, dan satu tekanan pasar yang nyata, misalnya sertifikasi, harga ekspor, atau kemitraan dengan perusahaan. Untuk topik harga dan ekspor, lihat judul tesis tata niaga dan perdagangan, sedangkan topik pengolahan ada di judul tesis agroindustri dan agrowisata. Rumpun lain tersedia di daftar judul tesis agribisnis UGM.

Sedang meneliti kopi, sawit, atau tebu? Kami bisa mendampingi dari perumusan masalah, pengumpulan data, sampai analisis daya saing atau efisiensi melalui Paket Pendampingan Tesis. Jika Anda masih menimbang komoditas dan sudut pandang yang tepat, mulai dari Paket Konsultasi Judul.

error: