HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Relasi Interpersonal, Dukungan Sosial, dan Kelekatan (UGM)

Skripsi dan tesis mengajak mahasiswa untuk memahami manusia sebagai makhluk sosial. Hampir semua aspek kesehatan mental berkaitan dengan hubungan kita dengan orang lain: siapa yang bisa diandalkan saat susah, seberapa dekat kita dengan keluarga dan sahabat, dan seberapa kuat rasa memiliki terhadap kelompok. Topik relasi interpersonal, dukungan sosial, dan kelekatan menjadi salah satu yang paling banyak diteliti karena manfaatnya terasa di mana-mana, dari kampus, sekolah, tempat kerja, sampai komunitas daring. Di era media sosial dan AI, bentuk hubungan juga berubah, misalnya pertemanan daring dan keterikatan emosional dengan chatbot. Artikel ini menyajikan 401 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang relasi interpersonal, dukungan sosial, dan kelekatan.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Karena judulnya sangat banyak, penelitian di topik ini perlu sudut yang lebih spesifik agar tidak terasa mengulang. Beberapa peluang yang bisa dipertimbangkan:

  1. Hubungan dengan AI dan karakter virtual. Keterhubungan emosional dengan chatbot berkarakter atau teman virtual adalah fenomena baru yang belum banyak diteliti, termasuk dampaknya pada hubungan nyata.
  2. Pertemanan di usia dewasa. Penelitian pertemanan banyak berfokus pada remaja dan mahasiswa. Cara orang dewasa bekerja, orang tua, dan lansia menjaga persahabatan masih jarang diteliti.
  3. Sisi negatif hubungan. Pertemanan yang tidak sehat, ghosting, persaingan, dan konflik dalam kelompok perlu diteliti sebanyak sisi positifnya.
  4. Dukungan sosial yang tepat sasaran. Tidak semua bantuan terasa membantu. Penelitian tentang jenis dukungan yang paling dibutuhkan pada situasi tertentu akan lebih bermanfaat daripada sekadar mengukur banyaknya dukungan.
  5. Analisis jaringan dan data berpasangan. Metode seperti analisis jaringan sosial atau data dari dua pihak sekaligus (diadik) bisa memberi gambaran hubungan yang lebih utuh dibanding kuesioner satu pihak.
  6. Komunitas dan rasa memiliki. Komunitas hobi, keagamaan, suporter, dan relawan membentuk rasa memiliki yang kuat. Dinamika ini masih bisa digali lebih dalam.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam enam kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Dukungan Sosial. Kelompok terbesar. Meneliti peran dukungan dari keluarga, teman, pasangan, atasan, dan dukungan daring terhadap resiliensi, stres akademik, kesejahteraan, kesehatan mental, dan kinerja pada mahasiswa, siswa, pekerja, tenaga kesehatan, dan kelompok rentan.
  2. Pertemanan dan Persahabatan. Membahas kualitas pertemanan, keintiman pertemanan laki-laki, pertemanan dengan lawan jenis, pertemanan daring, pertemanan lintas agama dan lintas negara, pertemanan yang tidak sehat, bahasa kasih (love language) antarsahabat, dan cara mengelola konflik dalam kelompok.
  3. Kelekatan (Attachment). Meneliti gaya kelekatan pada orang tua, teman sebaya, dan pasangan, serta dampaknya terhadap kesepian, hubungan romantis, kesehatan mental, dan perilaku. Ada juga kelekatan pada hewan peliharaan dan pengalaman menjadi korban ghosting.
  4. Kesepian dan Rasa Memiliki. Mencakup kesepian pada mahasiswa rantau dan remaja, rasa memiliki terhadap kampus dan sekolah, rindu rumah (homesickness), pengalaman kembali dari luar negeri, serta penggunaan Character AI untuk mencari keterhubungan emosional.
  5. Pengaruh Sosial dan Perbandingan Sosial. Membahas tekanan dan konformitas teman sebaya, perbandingan sosial di Instagram dan TikTok, norma sosial, serta pengaruhnya terhadap harga diri, citra tubuh, perilaku membeli, dan perilaku berisiko.
  6. Keterampilan Sosial dan Dinamika Kelompok. Meneliti kompetensi interpersonal dan sosial-emosional, keterampilan sosial anak, komunikasi interpersonal, kohesivitas kelompok di tempat kerja dan komunitas, serta identitas bersama dalam komunitas seperti paduan suara, komunitas jazz, dan komunitas Maiyah.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Relasi Interpersonal, Dukungan Sosial, dan Kelekatan

  1. “Apakah Norma Sosial Cukup Disampaikan melalui Pesan Tertulis?”: Eksperimen Menggunakan Pendekatan Norma Sosial terhadap Sampah Makanan pada Mahasiswa
  2. Ambiguitas dalam Eksklusivitas: Makna Hubungan tanpa Status dalam Relasi Pertemanan dengan Lawan Jenis
  3. Analisis Perbedaan Workplace Friendship dan Work Engagement Berdasarkan Tipe Pangkalan Udara pada Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU)
  4. Apakah Identifikasi Kelompok dengan Fandom K-Pop Menurunkan Stres melalui Berkurangnya Kesepian?
  5. Bentuk Relasi dan Karakteristik Pertemanan Antarbudaya Buddies dan Mahasiswa Eropa
  6. Di antara Rasa Asing dan Harapan: Pengalaman Kesepian Mahasiswa dengan Disabilitas melalui AI-Generated Photovoice
  7. Di Mana-Mana Namun Tak di Mana pun: Eksplorasi Rasa Memiliki dalam Pengalaman Repatriasi Ekspatriat Dewasa Muda Indonesia di Qatar
  8. Dinamika Pembentukan Relasi Pertemanan Dekat Lintas Agama pada Remaja Muslim di Mataram
  9. Dinamika Psikologis Kecenderungan Hikikomori pada Mahasiswa Otaku di Yogyakarta
  10. Dinamika Psychological Well-Being pada Waria dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI)
  11. Dukungan Sosial Keluarga sebagai Moderator Peran Efikasi Diri Akademik terhadap Student Engagement Siswa SMA/Sederajat pada Pembelajaran Jarak Jauh
  12. Dukungan Sosial sebagai Moderator Peran Efikasi Diri terhadap Resiliensi pada Siswa SMA Penghafal Al-Quran
  13. Dukungan Sosial yang Dipersepsikan sebagai Prediktor Stres Akulturatif pada Mahasiswa Indonesia Peserta Program Pertukaran Pelajar di Eropa
  14. Efektivitas Intervensi Hypnotic Guided Imagery terhadap Perceived Social Support Siswa Underachiever
  15. Efektivitas Program “AKRAB” Berbasis CBT dalam Kelompok untuk Menurunkan Kesepian pada Remaja
  16. Eksplorasi Dampak Implementasi Circle Time pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang Tergabung dalam Komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan
  17. Eksplorasi Dinamika Pertemanan antara Anak dengan Disabilitas dan Teman Sebaya Tipikal: Pendekatan Mosaik
  18. Eksplorasi Eksistensi JakLingko: Studi Kasus Dinamika Interaksi Sosial Antar Kelas Masyarakat di Dukuh atas
  19. Eksplorasi Hubungan antara Penggunaan LinkedIn dan Kecemasan pada Dewasa Muda: Perbandingan Sosial sebagai Mediator Potensial
  20. Eksplorasi Identitas Sosial pada Anggota Komunitas Jazz Mben Senen di Yogyakarta
  21. Eksplorasi Kelekatan dalam Persahabatan pada Mahasiswa
  22. Eksplorasi Komunitas Virtual dalam Pemaknaan Non-Suicidal Self-Injury di TikTok
  23. Eksplorasi Penerapan Metode Stay-Play-Talk (SPT) dalam Mendukung Keterampilan Sosial Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) Usia Prasekolah di Sekolah Inklusif
  24. Eksplorasi Penerapan Project-based Learning pada Sekolah Dasar di Komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan
  25. Eksplorasi Peran Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial yang Dipersepsikan terhadap Resiliensi Akademik Mahasiswa di Indonesia
  26. Eksplorasi Perkembangan dan Bentuk Kelekatan Penggemar Idola Korean Pop dalam Hubungan Parasosial: Studi pada Remaja dan Dewasa Muda
  27. Eksplorasi School Belonging pada Siswa SMPIT melalui Youth Participatory Action Research
  28. Emotional Connectedness dalam Paduan Suara: Sebuah Studi Kualitatif
  29. Executive Function sebagai Moderator Hubungan antara Kepribadian Extraversi, Interaksi Teman Sebaya, dan Penggunaan Internet Bermasalah dengan Kecenderungan Perundungan Siber
  30. Faktor Psikososial yang Memengaruhi University Belongingness Mahasiswa
  31. Framing dan Aktivasi Norma Sosial dalam Promosi Upaya Prolingkungan dengan Strategi Informasional: Sebuah Studi Eksperimen
  32. Gambaran Trust Suami pada Istri selama Menjalani Pernikahan Jarak Jauh (Long DIstance Maariage)
  33. Hardiness, Dukungan Sosial, dan Penyesuaian Diri Guru Tingkat Sekolah Dasar di Masa Pandemi
  34. Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Stres Akademik pada Mahasiswa selama Pandemi COVID-19
  35. Hubungan antara Frekuensi Self-talk dengan Kemampuan Interpersonal Mahasiswa
  36. Hubungan antara Harga Diri dan Loneliness Remaja dari Keluarga Bercerai di Era Digital
  37. Hubungan antara Kelekatan dengan Hewan Peliharan (Pet Attachment) dan Eudaimonic Well-being pada Dewasa Awal
  38. Hubungan antara Kompetensi Sosial dan Kualitas Persahabatan pada Remaja Sekolah Menengah atas
  39. Hubungan antara Loneliness dengan Kecenderungan Internet Addiction pada Siswa SMK
  40. Hubungan antara Orientasi Perbandingan Sosial dan Harga Diri: Peran Moderasi Intensitas Penggunaan LinkedIn
  41. Hubungan Dukungan Keluarga dan Dukungan Sosial Online dari Sosial Media Twitter (X) terhadap Tujuan Penghindaran Penguasaan pada Siswa yang Menjalani Gap Year
  42. Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kecemasan dan Kecenderungan Depresi pada Lulusan Sarjana yang Menganggur
  43. Hubungan Kelekatan Teman Sebaya dan Persepsi Kesamaan dengan Perilaku Prososial
  44. Hubungan Kepercayaan Diri, Perilaku Asertif dan Kemampuan Membangun Relasi Sosial pada Mahasiswa Baru S1 dari Papua di Yogyakarta
  45. Hubungan Keterbukaan Diri di Media Sosial dan Kesejahteraan Subjektif yang di Mediasi oleh Dukungan Sosial dalam Jejaring Sosial pada Kelompok Remaja Akhir
  46. Hubungan Perceived Social Support dan Mindfulness terhadap Online Fear of Missing Out (ON-FOMO) pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial
  47. Hubungan Relasi Interpersonal Atasan dan Bawahan terhadap Well-Being Karyawan
  48. Hubungan Social Trust dan Gender dengan Kecenderungan Depresi Generasi Y: Analisis Data Survei Nasional IFLS-5
  49. Hustle Culture pada Mahasiswa dalam Kelompok Pertemanan di Universitas Gadjah Mada
  50. Ideasi Bunuh Diri pada Mahasiswa: Peran Protektif Kebersyukuran dan Dukungan Sosial
  51. Identifikasi Kompetensi Interpersonal Psikolog: Metode Delphi
  52. Iklim Sekolah: Konsep Barokah sebagai Dasar pada Aturan dan Relasi Sosial Santri-Ustadz
  53. Implementasi Layanan Kesehatan Mental Berorientasi Recovery Berbasis Komunitas: Sebuah Sintesis Kualitatif
  54. Inclusive Buddy System: Pelibatan Anak Tipikal untuk Mendukung Keterampilan Sosial Anak dengan Autism Spectrum Disorder
  55. Intensi Penggunaan E-wallet Ditinjau dari Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Trust
  56. Intervensi Persiapan Masuk Sekolah Berbasis Rumah untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial-Emosional pada Anak Usia Dini di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah ke Bawah: Systematic Literature Review
  57. Intoleransi dalam Toleransi: Konsep Toleransi Intergroup Kaum Muda Urban dalam Relasi Pertemanan Cross-Group di Jabodetabek
  58. Karakteristik Kelekatan dan Perasaan Berhak dalam Hubungan pada Partisipasi Perselingkuhan Masyarakat Indonesia
  59. Kecemasan Sebelum Bertanding pada Atlet Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kepemimpinan Transformasional Pelatih
  60. Kelekatan sebagai Mediator antara Konflik Peran yang Dialami oleh Ibu Bekerja dan Regulasi Emosi Anak Usia Prasekolah di Makassar
  61. Keluarga Baru serta Figur Ibu di Kota Ternate: Kelekatan dan Makna Mama Piara bagi Mahasiswa (Studi Fenomenologi Terkait Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019)
  62. Kepribadian Neuroticism sebagai Moderator Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dan Cyberbullying
  63. Kepuasan Perkawinan Ditinjau dari Komitmen dan Komunikasi Interpersonal pada Suami atau Istri Generasi Milenial
  64. Kesepian sebagai Mediator pada Peran Spiritualitas di Tempat Kerja terhadap Kesejahteraan Mental ASN dengan Flexible Working Arrangement: Harga Diri sebagai Moderator
  65. Ketertarikan Interpersonal dalam Hubungan Pertemanan Akrab dengan Lawan Jenis
  66. Ketidakamanan Kelekatan pada Dewasa Muda dan Dampaknya terhadap Perselingkuhan dalam Hubungan Romantis
  67. Kompetensi Sosial dan Kesiapan Transisi Pembelajaran pada Anak Pra-Sekolah di Masa Pandemi COVID-19
  68. Kompetensi Sosial Emosional Guru sebagai Moderator pada Hubungan Viktimisasi Perundungan dengan Permasalahan Emosi Perilaku Siswa Sekolah Dasar
  69. Kontribusi Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Subjektif: Studi pada Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19
  70. Kreativitas Sosial sebagai Perlawanan Sehari-hari: Pembentukan Subgrup dan Penggunaan Gosip dalam Relasi Ketetanggaan di Komunitas Semi-rural Jawa
  71. Kuasa dalam Pertemanan Antarsantri di Pondok Pesantren
  72. Makna Pertemanan dalam Ruang Siber: Studi Fenomenologi pada Penyintas COVID-19 yang Mengalami Isolasi di Yogyakarta
  73. Malu karena Perbuatan Orang Lain: Efek Paparan Publik dan Relasi Pertemanan
  74. Melampaui Batas Negara: Pengaruh Berbagai Sumber Dukungan Sosial terhadap Stres Akulturatif pada Mahasiswa Indonesia di Belanda
  75. Memahami “Daddy Issues”: Rendahnya Keterlibatan Ayah dan Dampaknya terhadap Gaya Kelekatan dalam Hubungan Romantis di Masa Depan
  76. Memahami Ekspresi Kasih Sayang pada Sahabat melalui Teori Five Love Languages pada Kaum Muda Indonesia
  77. Memahami Keintiman dalam Pertemanan Laki-laki: Pendekatan Fenomenologi dalam Konteks Budaya Indonesia
  78. Memahami Konsep Pertemanan Tidak Sehat pada Remaja
  79. Menggali Pengalaman Relawan dalam Menanggapi Kelekatan dan Transferens dari Anak-Anak Penyintas Bencana Pascapendampingan
  80. Menjadi Lebih Baik atau Lebih Buruk? Eksplorasi Pengalaman Dewasa Awal dalam Menghadapi Putusnya Persahabatan
  81. Model dan Faktor Pendorong Relawan Bertahan dalam Periode yang Lama di Komunitas Kerelawanan Mengajar Daerah Istimewa Yogyakarta
  82. Model Determinan Kualitas Pertemanan Online pada Remaja
  83. Model Kualitas Pertemanan Mahasiswa Baru Berbasis Kepercayaan dengan Pengungkapan Diri dan Komunikasi Online sebagai Mediator
  84. Model Portofolio Relasi Sosial untuk Memprediksi Keterpercayaan Pertemanan: Analisis Profil Laten pada Pertemanan Mahasiswa
  85. Moderasi Dukungan Sosial Guru pada Peran Empati terhadap Perilaku Bullying pada Remaja SMPN Z Yogyakarta
  86. Parental Attachment pada Anak Adopsi yang Mengalami Pre-Adoption Adversity
  87. Pemaknaan Pengalaman Dukungan Sosial Orang Tua dengan Anak Cerebral Palsy
  88. Penerapan Model Persamaan Struktural Relasi Sosial (SR-SEM) pada Pengukuran Ekualitas Relasi Pertemanan
  89. Pengalaman Kelekatan Ayah-Anak pada Remaja Perempuan dengan Kecenderungan Internalizing Problems
  90. Pengalaman Penerimaan Sosial pada Mantan Pelacur di Daerah Penghasil Pelacur
  91. Pengaruh antara Literasi Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial terhadap Perilaku Mencari Bantuan pada Tenaga Kerja
  92. Pengaruh Attachment terhadap Hewan Peliharaan terhadap Psychological Wellbeing Pemiliknya
  93. Pengaruh Customer Education terhadap Brand Trust Konsumen Produk Kesehatan Berprotein Tinggi “X”
  94. Pengaruh Dukungan Emosional dan Kelekatan dengan Ayah terhadap Harga Diri Perempuan Dewasa Awal dalam Hubungan Romantis
  95. Pengaruh Identitas Sosial dan Perbandingan Sosial terhadap Intensi Melakukan Perilaku Berkelanjutan dengan Mengontrol Sikap, Norma Subjektif, dan Persepsi Kendali Perilaku
  96. Pengaruh Intervensi Dukungan Sosial dalam Bentuk Pesan Teks terhadap Tingkat Kecemasan Caregiver Stroke
  97. Pengaruh Isolasi Sosial dan Hubungan Parasosial selama COVID-19 terhadap Kesepian pada Dewasa Awal di Indonesia
  98. Pengaruh Kepribadian dan Nilai-Nilai Pribadi terhadap Pet Attachment
  99. Pengaruh Love Language terhadap Kepuasan Hubungan Asmara Wanita Dewasa Awal sebagai Bentuk Komunikasi Diadik
  100. Pengaruh Pet Attachment terhadap Psychological Well-Being Pemilik Anjing Dan/atau Kucing pada Emerging Adults
  101. Pengaruh Platform Daring terhadap Kecenderungan Memercayai Saran Kesehatan Daring
  102. Pengaruh Regulasi Diri dalam Belajar dan Perbandingan Sosial terhadap Motivasi Mengerjakan Skripsi
  103. Pengaruh Sosialisasi Etnisitas dalam Keluarga terhadap Harga Diri melalui Mediasi Identitas Etnis pada Remaja Jawa Banyumasan
  104. Pengembangan Model Kedekatan Pertemanan Berdasarkan Resiprositas, Kesetaraan, dan Dukungan
  105. Penggunaan Character AI untuk Keterhubungan Emosional pada Dewasa Awal
  106. Penggunaan Internet Bermasalah sebagai Mediator antara Kesepian dan Kecenderungan Adiksi Internet pada Mahasiswa
  107. Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru yang Merantau Ditinjau dari Kelekatan dengan Orang Tua
  108. Peran Aktivitas Penggunaan Media Sosial Instagram dan Perbandingan Sosial terhadap Citra Tubuh Remaja Perempuan
  109. Peran Anonimitas dan Kesepian terhadap Pengungkapan Diri
  110. Peran Anxious Attachment Style terhadap Kualitas Pertemanan pada Mahasiswa Rantau
  111. Peran Attachment Styles terhadap Kesepian pada Mahasiswa Rantau
  112. Peran Attachment Styles terhadap Perilaku Posesif dalam Berpacaran pada Remaja Sekolah Menengah atas
  113. Peran Authentic Leadership terhadap Organizational Belonging melalui Mediasi Psychological Empowerment
  114. Peran Avoidant Attachment melalui Anonimitas terhadap Self-Disclosure pada Generasi Z Pengguna Twitter (X) Anonim
  115. Peran Beban Kerja dan Dukungan Sosial pada Masa Pandemi COVID-19 dalam Memprediksi Stres Kerja Guru saat Work from Home (WFH)
  116. Peran Beban Pengasuhan terhadap Kualitas Hidup dengan Dukungan Sosial sebagai Moderator pada Pengasuh Orang dengan Skizofrenia
  117. Peran Celebrity Worship terhadap Ketidakpuasan Tubuh yang Dimediasi oleh Perbandingan Sosial pada Penggemar K-Pop Dewasa Awal di Indonesia
  118. Peran Citra Tubuh terhadap Depresi pada Mahasiswa dengan Moderator Perceived Social Support
  119. Peran Coparenting terhadap Kompetensi Sosial Anak Usia Dini
  120. Peran Determinasi Diri dan Dukungan Sosial Pasangan terhadap Kepuasan dalam Hubungan Pacaran
  121. Peran Dimensi – Dimensi Attachment terhadap Parasocial Relationship Pemilih Pemula pada Calon Presiden dalam Pemilu 2024
  122. Peran Dimensi Kelekatan Dewasa dalam Menentukan Intensitas Hubungan Parasosial pada Mahasiswa Indonesia
  123. Peran Dimensi Kelekatan Dewasa terhadap Motif Penggunaan Aplikasi Kencan pada Dewasa Muda Indonesia
  124. Peran Dukungan Keluarga dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Pengambilan Keputusan Karier pada Remaja
  125. Peran Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan dan Rasa Memiliki terhadap Organisasi terhadap Burnout pada Individu dengan Sakit Kepala Berulang
  126. Peran Dukungan Sosial dan Hardiness terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir selama Pandemi COVID-19
  127. Peran Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosional terhadap Work Life Balance pada Mahasiswa Kuliah Kerja Paruh Waktu
  128. Peran Dukungan Sosial dan Keterikatan Kerja terhadap Intensi Turnover pada Karyawan Swasta di Indonesia
  129. Peran Dukungan Sosial dan Konsep Diri terhadap Pembentukan Self-Esteem pada Mahasiswa di Universitas Gadjah Mada
  130. Peran Dukungan Sosial dan Koping Religius terhadap Stres Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Autistik
  131. Peran Dukungan Sosial dan Optimisme terhadap Stress-Related Growth pada Anak dari Keluarga Bercerai
  132. Peran Dukungan Sosial dan Otonomi Kerja terhadap Keterikatan Kerja di Setting Gig Economy: Studi pada Driver Platform Daring Berbasis Ride-Sharing di Indonesia
  133. Peran Dukungan Sosial dan Strategi Koping Adaptif terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19
  134. Peran Dukungan Sosial dari Teman Sebaya terhadap Komitmen Berorganisasi dengan Self-Esteem sebagai Mediator pada Mahasiswa UGM
  135. Peran Dukungan Sosial di Tempat Kerja terhadap Work Life Balance pada Pekerja Komuter
  136. Peran Dukungan Sosial Keluarga dan Resiliensi terhadap Subjective Well-Being Siswa SMA selama Masa Pandemi COVID-19
  137. Peran Dukungan Sosial Keluarga terhadap Resiliensi Perempuan yang Mengalami Kondisi Wajah Berjerawat
  138. Peran Dukungan Sosial Keluarga terhadap Successful Aging Lansia Pensiunan di Yogyakarta
  139. Peran Dukungan Sosial Online pada Work Engagement Ilustrator di Media Sosial
  140. Peran Dukungan Sosial Online terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja yang Menggunakan Instagram
  141. Peran Dukungan Sosial Orang Tua dan Efikasi Diri terhadap Kesulitan Pengambilan Keputusan Karier pada Siswa SMA
  142. Peran Dukungan Sosial Orang Tua dan Resiliensi terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tahun Pertama selama Perkuliahan Daring
  143. Peran Dukungan Sosial Orang Tua dan Self-Regulated Learning terhadap Prestasi Akademik Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Kediri
  144. Peran Dukungan Sosial pada Harga Diri Remaja yang Menjalani Gap Year
  145. Peran Dukungan Sosial sebagai Moderator dalam Hubungan antara Kecemasan terhadap Kematian dan Depresi pada Tenaga Medis Menghadapi COVID-19
  146. Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Regulasi Diri dalam Belajar terhadap Resiliensi Akademik pada Remaja
  147. Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Kebahagiaan Mahasiswa Perantau-Tidak Perantau
  148. Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Kebosanan Akademik dengan Regulasi Diri dalam Belajar sebagai Mediator
  149. Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Resiliensi Akademik Mahasiswa Rantau yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Indonesia
  150. Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Resiliensi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir yang Sedang Mengerjakan Skripsi Dimediasi oleh Self-Compassion
  151. Peran Dukungan Sosial terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa Rantau: Kepuasan Hidup sebagai Mediator
  152. Peran Dukungan Sosial terhadap Academic Engagement Mahasiswa Santri Dimediasi oleh Academic Buoyancy
  153. Peran Dukungan Sosial terhadap Adiksi Internet pada Siswa SMA/Sederajat
  154. Peran Dukungan Sosial terhadap Beban pada Family Caregiver yang Merawat Pasien COVID-19 dengan Resiliensi sebagai Mediator
  155. Peran Dukungan Sosial terhadap Burnout pada Tenaga Medis COVID-19
  156. Peran Dukungan Sosial terhadap Distres Psikologis Dimediasi oleh Resiliensi pada Tenaga Kesehatan pada Masa Pandemi COVID-19
  157. Peran Dukungan Sosial terhadap Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir dengan Inisiatif Pertumbuhan Pribadi sebagai Mediator
  158. Peran Dukungan Sosial terhadap Gejala Depresi pada Individu Usia Dewasa Awal: Regulasi Emosi sebagai Mediator
  159. Peran Dukungan Sosial terhadap Gejala Gangguan Mental Umum pada Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi dengan Harga Diri sebagai Mediator
  160. Peran Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa dalam Masa Pandemi COVID-19
  161. Peran Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa
  162. Peran Dukungan Sosial terhadap Motivasi Akademik Mahasiswa dalam Melakukan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19
  163. Peran Dukungan Sosial terhadap Partisipasi Komunikatif pada Orang Dewasa Pengidap Gagap
  164. Peran Dukungan Sosial terhadap Perilaku Pencarian Kerja pada Generasi Z dengan Efikasi Diri sebagai Mediator
  165. Peran Dukungan Sosial terhadap Pertumbuhan Pasca Trauma pada Perempuan dengan Pengalaman Intimate Partner Violence dengan Strategi Koping Adaptif sebagai Mediator
  166. Peran Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Dimediasi oleh Efikasi Diri pada Penyintas COVID-19
  167. Peran Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Individu yang Mengalami Kehilangan karena Meninggal Dunia
  168. Peran Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Penyintas Perceraian Orang Tua
  169. Peran Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Siswa Gap Year
  170. Peran Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup
  171. Peran Dukungan Sosial, Efikasi Diri dan Resiliensi terhadap Risiko Gangguan Penyesuaian pada Individu Usia Dewasa Awal
  172. Peran Dukungan Teman Sebaya terhadap Kemampuan Adaptasi Karier dengan Efikasi Diri sebagai Variabel Mediator pada Mahasiswa di Yogyakarta
  173. Peran Dukungan Teman Sebaya terhadap Regulasi Diri dalam Belajar Dimediasi oleh Motivasi Belajar pada Siswa SMA Penghafal Al-Qur’an
  174. Peran Efikasi Diri Akademik dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Grit Siswa SMA Reguler dan Asrama
  175. Peran Efikasi Diri Akademik dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Student Engagement Siswa Bintara POLRI yang Mengikuti Pendidikan di Masa Pandemi
  176. Peran Efikasi Diri Akademik dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Akademik Masa Pembelajaran Jarak Jauh pada Mahasiswa Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) Kabupaten Simeulue, Aceh
  177. Peran Efikasi Diri Akademik dan Dukungan Sosial yang Dipersepsikan terhadap Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Indonesia Peserta Program Pertukaran Internasional
  178. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Online terhadap Kepatuhan Pembelajar pada Kursus Online Public Speaking
  179. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Teman terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa
  180. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Grit pada Mahasiswa Magister Psikologi Profesi
  181. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Kecemasan Menghadapi Pertandingan pada Atlet Judo Indonesia
  182. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Ketidakpatuhan Pengobatan ARV pada Orang dengan HIV (ODHIV)
  183. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa yang Mengikuti Program Kampus Mengajar
  184. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Personel Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta
  185. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Santri yang Berstatus Mahasiswa di Pondok Pesantren X Yogyakarta
  186. Peran Efikasi Diri dan School Belongingness terhadap Masalah Emosi dan Perilaku Remaja Usia Sekolah Dasar
  187. Peran Efikasi Diri dan School Belongingness terhadap Permasalahan Emosi dan Perilaku pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
  188. Peran Efikasi Diri sebagai Mediator Hubungan antara Kompetensi Sosial-Emosional dan Burnout pada Guru di Sekolah Inklusi
  189. Peran Efikasi Diri Wirausaha dan Dukungan Sosial terhadap Komitmen Wirausaha pada Peserta Program Mahasiswa Wirausaha UGM (PMW UGM)
  190. Peran Emotional Intelligence terhadap Employability pada Generasi Z dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator
  191. Peran Extraversion, Emotional Stability, dan Persepsi Dukungan Sosial terhadap Kecemasan Sosial pada Mahasiswa
  192. Peran Fear of Missing Out (Fomo) dan Perbandingan Sosial terhadap Kelelahan dalam Bermedia Sosial
  193. Peran Fear of Missing Out dan Social Media Usage terhadap Konformitas pada Mahasiswa
  194. Peran Gaya Kelekatan (Attachment Style) terhadap Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well-Being) Wanita Dewasa Awal dalam Relasi Romantis
  195. Peran Gaya Kelekatan Cemas terhadap Hubungan Parasosial dengan Karakter Fiksi dalam Tayangan TV pada Dewasa Muda
  196. Peran Gaya Kelekatan Cemas terhadap Komitmen Hubungan Romantis pada Remaja Akhir yang Berpacaran: Rasa Aman sebagai Mediator
  197. Peran Gaya Kelekatan terhadap Kepuasan dalam Menjalani Hubungan Jarak Jauh pada Dewasa Awal
  198. Peran Gaya Kelekatan terhadap Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal
  199. Peran Gaya Kelekatan Tidak Aman dalam Hubungan Romantis dan Kesepian terhadap Hubungan Parasosial Fans Taylor Swift
  200. Peran Gaya Kelekatan Tidak Aman dan Self-Compassion terhadap Gejala Depresi pada Emerging Adulthood
  201. Peran Gaya Pengasuhan Otoritatif dan Self-Perceived Identity terhadap Kompetensi Sosial Remaja Akhir
  202. Peran Gratitude dan Social Support terhadap Body Dissatisfaction pada Mahasiswi
  203. Peran Harga Diri dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja
  204. Peran Harga Diri dan Kelekatan Teman Sebaya terhadap Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Tahun Pertama
  205. Peran Harga Diri terhadap Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) dan Kepemilikan Teman yang Melukai Diri pada Dewasa Muda
  206. Peran Iklim Sekolah dan Kebersyukuran terhadap Sense of School Belonging pada Siswa SMA di Yogyakarta
  207. Peran Intensitas Penggunaan Instagram terhadap Kualitas Pertemanan Online dengan Pengungkapan Diri Online sebagai Mediator dan Dimoderasi oleh Jenis Kelamin pada Remaja Akhir
  208. Peran Intensitas Penggunaan Instagram, Presentasi Diri Daring dan Perbandingan Sosial terhadap Harga Diri
  209. Peran Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Konformitas terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Merchandise pada Penggemar K-pop
  210. Peran Intensitas Penggunaan Tiktok terhadap Self-Esteem Emerging Adult dengan Upward Social Comparison sebagai Variabel Mediator
  211. Peran Keberfungsian Keluarga dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Quarter-life Crisis pada Emerging Adults
  212. Peran Keberfungsian Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya terhadap Kecenderungan Adiksi Game Online pada Anak-Anak Usia Akhir (9-12 Tahun)
  213. Peran Keberfungsian Keluarga terhadap Kualitas Pertemanan pada Remaja Akhir dengan Regulasi Emosi sebagai Mediator
  214. Peran Kebersyukuran dan Dukungan Sosial terhadap Citra Tubuh pada Perempuan Pascamelahirkan
  215. Peran Kecerdasan Emosi dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Resiliensi Akademik Siswa SMA yang Mengalami Pembelajaran Jarak Jauh
  216. Peran Kecerdasan Emosi dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Guru Taman Kanak – Kanak
  217. Peran Kecerdasan Emosi terhadap Kesejahteraan Psikologis Siswa SMP yang Melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Dukungan Sosial Orang Tua sebagai Moderator
  218. Peran Kecerdasan Emosional dan Dukungan Interpersonal sebagai Prediktor Kinerja Pengajar Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia)
  219. Peran Keharmonisan Keluarga dan Kelekatan dengan Orang Tua terhadap Kepercayaan Diri pada Usia Dewasa Awal
  220. Peran Kelekatan Aman Kepada Ibu terhadap Kecenderungan Depresi Anak Tunggal Usia Dewasa Awal
  221. Peran Kelekatan Anak dengan Orang Tua terhadap Perilaku Pengambilan Risiko Negatif
  222. Peran Kelekatan antara Orang Tua dan Anak terhadap Empati pada Remaja
  223. Peran Kelekatan Cemas Orang Tua, Growth Orientation, dan Deficit-Reduction Orientation sebagai Prediktor dari Interaksi Parasosial
  224. Peran Kelekatan Cemas pada Teman Sebaya, Kesepian Sosial, dan Intensitas Penggunaan Media Sosial X terhadap Penggunaan Internet Bermasalah pada Emerging Adulthood
  225. Peran Kelekatan Cemas terhadap Keterlibatan Akademik pada Dewasa Awal: Mediasi Serial oleh Fenomena Impostor dan Penghambatan Diri
  226. Peran Kelekatan dan Pengalaman Menjadi Ghostee terhadap Ketakutan akan Intimasi pada Dewasa Awal
  227. Peran Kelekatan dengan Orang Tua dan Pencarian Sensasi terhadap Ketidakjujuran Akademik pada Pelajar SMA/SMK
  228. Peran Kelekatan dengan Orang Tua terhadap Ketidakjujuran Akademik yang Dimediatori oleh Tanggung Jawab pada Remaja
  229. Peran Kelekatan Ibu dan Ayah terhadap Resiliensi Mahasiswa Generasi Z yang Sedang Magang
  230. Peran Kelekatan Kepada Ibu terhadap Fungsi Eksekutif Remaja Awal Dimediasi Kesejahteraan Emosi
  231. Peran Kelekatan pada Figur Ayah terhadap Intensitas Perilaku Pengambilan Risiko pada Remaja dengan Kontrol Diri sebagai Mediator
  232. Peran Kelekatan pada Hewan Peliharaan terhadap Kesejahteraan Subjektif Perempuan Dewasa Awal
  233. Peran Kelekatan pada Orang Tua dan Teman Sebaya terhadap Keterampilan Sosial Online Mahasiswa
  234. Peran Kelekatan Teman Sebaya terhadap Kecanduan Smartphone pada Remaja dengan Harga Diri sebagai Mediator dan Need to Belong sebagai Moderator
  235. Peran Kelekatan Teman Sebaya terhadap Kepuasan Hidup pada Mahasiswa
  236. Peran Kelekatan Teman Sebaya terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Prestasi
  237. Peran Kematangan Emosi dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Homesickness pada Mahasiswa Rantau Tahun Pertama
  238. Peran Kepemimpinan Autentik terhadap Kesejahteraan di Tempat Kerja dengan Organizational Belonging sebagai Mediator pada Karyawan Generasi Z
  239. Peran Kepemimpinan Diri terhadap Kesepian pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
  240. Peran Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial terhadap Kecemasan Menghadapi Pertandingan pada Atlet Karate
  241. Peran Kepribadian Dark Tetrad dan Pengaruh Teman Sebaya terhadap Ketidakjujuran Akademik Mahasiswa
  242. Peran Kepribadian Kesungguhan terhadap Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator
  243. Peran Kepribadian, Syukur dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Akhir Memiliki Orang Tua Bercerai
  244. Peran Kerentanan Konsumen terhadap Pengaruh Interpersonal dan Ulasan Daring dalam Membentuk Niat Membeli di Shopee pada Mahasiswa
  245. Peran Kesabaran dan Dukungan Sosial terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa
  246. Peran Kesamaan Mengirim Pesan Teks dan Gaya Kelekatan Tidak Aman terhadap Kepuasan Hubungan Dewasa Muda yang Sedang Menjalin Hubungan Romantis
  247. Peran Kesejahteraan Spiritual dalam Memoderasi Hubungan antara Kesepian dan Non-Suicidal Self-injury pada Emerging Adulthood
  248. Peran Kesepian dalam Menentukan Motivasi Akademik Mahasiswa di Era COVID-19
  249. Peran Kesepian dan Harga Diri terhadap Pengungkapan Diri Pengguna Aplikasi Kencan Daring Tinder selama Pandemi COVID-19
  250. Peran Kesepian dan Kehadiran Dukungan Sosial pada Hasil Akademik Mahasiswa Rantau di UGM
  251. Peran Kesepian dan Kesejahteraan Psikologis terhadap Pemujaan Selebritas pada K-Popers Usia Dewasa Awal
  252. Peran Kesepian terhadap Binge-Watching pada Dewasa Muda
  253. Peran Kesepian terhadap Depresi pada Masa Dewasa Awal dengan Welas Diri sebagai Moderator
  254. Peran Kesepian terhadap Kecenderungan Depresi Warga Panti Wreda di Yogyakarta
  255. Peran Kesepian terhadap Kecenderungan Perilaku Perundungan Siber pada Masa Dewasa Awal
  256. Peran Kesepian terhadap Perilaku Melukai Diri pada Mahasiswa Indonesia yang Tinggal Jauh dari Rumah
  257. Peran Kesepian terhadap Subjective Well-Being (SWB) dengan Mediator Adiksi Internet pada Mahasiswa yang Berdomisili di Wilayah Zona Merah COVID-19 di Pulau Jawa
  258. Peran Keterampilan Sosial terhadap Jumlah Teman Dekat pada Mahasiswa
  259. Peran Keterbukaan Diri dan Gender terhadap Intimasi Pertemanan pada Usia Dewasa Awal
  260. Peran Keterhubungan Sosial dan Welas Diri terhadap Kecenderungan Depresi pada Mahasiswa
  261. Peran Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan terhadap Kelekatan Tidak Aman dalam Hubungan Romantis pada Dewasa Awal
  262. Peran Kohesivitas Kelompok terhadap Absenteeism Karyawan Toko Ritel
  263. Peran Kohesivitas Kelompok terhadap Komitmen Organisasi pada Barista Kedai Kopi di Yogyakarta
  264. Peran Kompetensi Interpersonal dan Disregulasi Emosi terhadap Kesepian pada Emerging Adults
  265. Peran Kompetensi Interpersonal terhadap Sensitivitas Interkultural pada Peserta Program IISMA
  266. Peran Kompetensi Sosial Emosi Guru terhadap Kesejahteraan Subjektif Siswa SMP Dimediasi oleh Hubungan Guru dan Siswa
  267. Peran Kompetensi Sosial-Emosional terhadap Burnout pada Guru Sekolah Inklusi: Studi Mixed Method
  268. Peran Komunikasi Interpersonal Orang Tua-remaja terhadap Celebrity Worship pada Remaja dengan Mediator Need to Belong
  269. Peran Komunikasi Seksual Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Bentuk Aktivitas Seksual Remaja SMP di Kabupaten Ponorogo: Usia dan Domisili sebagai Kovariat
  270. Peran Konflik dalam Pertemanan terhadap Distress Psikologis pada Emerging Adults: Positive Reappraisal sebagai Moderator
  271. Peran Konformitas Teman Sebaya dan Komunikasi Orang Tua-Remaja terhadap Perilaku Seksual Pranikah
  272. Peran Konformitas terhadap Perilaku Pro Lingkungan
  273. Peran Konsep Diri dan Dukungan Sosial terhadap Ketangguhan Mental Siswa Sekolah Menengah atas
  274. Peran Koping Religius dan Dukungan Sosial terhadap Stress-Related Growth pada Mahasantri
  275. Peran Kualitas Hubungan Orang Tua-Anak terhadap Kompetensi Sosial Anak Prasekolah dengan Dimediasi oleh Penggunaan Gawai Anak
  276. Peran Kualitas Persahabatan dan Self Esteem terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Rantau
  277. Peran Kualitas Persahabatan dan Self-Compassion terhadap Perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada Emerging Adults
  278. Peran Kualitas Persahabatan terhadap Kebahagiaan pada Mahasiswa Rantau Universitas Gadjah Mada
  279. Peran Kualitas Pertemanan terhadap Kecenderungan Depresi pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
  280. Peran Literasi Kesehatan Mental terhadap Kesejahteraan Subjektif Siswa SMP Dimediasi oleh Dukungan Sosial
  281. Peran Loneliness dan Celebrity Worship terhadap Tendensi Adiksi Media Sosial
  282. Peran Nilai Moral dan Kepercayaan Interpersonal terhadap Perilaku Prososial Daring pada Remaja
  283. Peran Norma Sosial dan Identifikasi Sosial dengan Kelompok Acuan dalam Hubungan antara Perceived Phubbing dan Risiko Adiksi Smartphone pada Remaja
  284. Peran Optimisme dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Motivasi Berprestasi pada Remaja yang Mengalami Perceraian Orang Tua
  285. Peran Optimisme dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Kesejahteraan Siswa di Pesantren Modern
  286. Peran Organizational Trust terhadap Groupthnk pada Karyawan Perusahaan Startup
  287. Peran Orientasi Perbandingan Sosial terhadap Kesiapan Memperbaiki Diri
  288. Peran Parasocial Relationship dan Interpersonal Attractiveness terhadap Purchase Intention pada Generasi Milenial
  289. Peran Parenting Stress Ibu terhadap Kecenderungan Melakukan Kekerasan terhadap Anak selama Pandemi COVID-19 dengan Dukungan Sosial sebagai Moderator
  290. Peran Peer Attachment terhadap Kematangan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir Perantau-Bukan Perantau
  291. Peran Peer Victimization terhadap Subjective Well-Being Remaja di Lingkungan SMA
  292. Peran Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial Significant Others terhadap Kepuasan Hidup Emerging Adults
  293. Peran Pengaruh Sosial dalam Pembelian Kompulsif pada Live Commerce: Kontrol Diri sebagai Moderator
  294. Peran Pengaruh Sosial terhadap Pembelian Impulsif pada Produk Fashion di E-Marketplace dengan Self-Regulation sebagai Moderator
  295. Peran Pengaruh Teman Sebaya dan Harga Diri terhadap Conspicuous Consumption pada Mahasiswa
  296. Peran Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Kecemasan Sosial: Mediasi Serial oleh Perbandingan Sosial dan Harga Diri
  297. Peran Pengungkapan Diri dan Persepsi Dukungan Sosial terhadap Keseimbangan Afektif Pengguna Twitter Usia Dewasa Awal
  298. Peran Pengungkapan Diri Daring dan Dukungan Sosial Daring terhadap Kesejahteraan Subjektif Daring Pengguna Akun Kedua Instagram
  299. Peran Perasaan Kesendirian (Loneliness) terhadap Perilaku Parasosial yang Dimoderatori oleh Social Presence
  300. Peran Perbandingan Sosial dalam Platform Instagram dan Twitter terhadap Subjective Well-Being pada Mahasiswa
  301. Peran Perbandingan Sosial terhadap Conspicuous Consumption dengan Nilai Materialistik sebagai Variabel Mediator pada Milenial
  302. Peran Perbandingan Sosial terhadap Depresi pada Remaja Pengguna Instagram: Harga Diri sebagai Moderator
  303. Peran Perbandingan Sosial terhadap Kecemasan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir dengan Intensitas Penggunaan LinkedIn sebagai Moderator
  304. Peran Perbandingan Sosial terhadap Kecenderungan Adiksi Media Sosial pada Generasi Z Pengguna TikTok
  305. Peran Perbandingan Sosial terhadap Kesejahteraan Subjektif dengan Mediator Harga Diri pada Individu Dewasa Muda Pengguna Instagram
  306. Peran Perbandingan Sosial Terkait Penampilan terhadap Harga Diri dengan Citra Tubuh dan Intensitas Penggunaan Instagram sebagai Mediator
  307. Peran Percakapan Penampilan dan Ejekan Teman Sebaya terhadap Ketidakpuasan Tubuh pada Mahasiswi di Yogyakarta
  308. Peran Perceived Similarity dan Celebrity Worship terhadap Online Friendship Quality pada Penggemar Taylor Swift
  309. Peran Perceived Social Support terhadap Help-Seeking Attitudes pada Mahasiswa dengan Self-Concealment sebagai Mediator
  310. Peran Perceived Social Support terhadap Kecenderungan Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada Mahasiswa
  311. Peran Perceived Social Support terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa selama Masa Pandemi COVID-19
  312. Peran Perceived Stress dan Dukungan Sosial terhadap Problematic Internet Use pada Mahasiswa
  313. Peran Perfeksionisme dan Dukungan Sosial terhadap Kecemasan Performa Musik
  314. Peran Perilaku Social Comparison terhadap Ketidakpuasan Tubuh pada Karyawan yang Melakukan Aktivitas Binaraga
  315. Peran Persepsi Dukungan Sosial dan Budaya Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
  316. Peran Persepsi Dukungan Sosial terhadap Kecemasan akan Masa Depan pada Mahasiswa
  317. Peran Persepsi Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Mahasiswa dengan Fleksibilitas Psikologis sebagai Mediator
  318. Peran Persepsi Norma Sosial terhadap Intensi Menggunakan E-cigarette pada Usia Dewasa Awal
  319. Peran Pertemanan dan Kohesivitas Kelompok terhadap Team Flow pada Pemain Game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) di Indonesia
  320. Peran Perundungan terhadap Stres Akademik dengan Dukungan Sosial sebagai Variabel Moderator
  321. Peran Pola Asuh Authoritative dan Dukungan Sosial terhadap Kepercayaan Diri Atlet Pencak Silat
  322. Peran Pola Asuh Otoritatif terhadap Kecerdasan Emosional Mahasiswa Dimediasi oleh Kelekatan Aman dengan Orang Tua
  323. Peran Pola Asuh Otoriter terhadap Kelekatan Cemas dalam Hubungan Romantis Individu Dewasa Awal
  324. Peran Rasa Komunitas dan Norma Sosial terhadap Perilaku Peduli Lingkungan
  325. Peran Rasa Memiliki terhadap Retensi Milenial di Tengah Fenomena Job Hopping
  326. Peran Rasa Syukur terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator
  327. Peran Regulasi Diri dalam Belajar sebagai Mediator dalam Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis Siswa SMA
  328. Peran Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Mahasiswa UGM
  329. Peran Regulasi Emosi terhadap Hubungan Interpersonal pada Mahasiswa
  330. Peran Regulasi Emosi terhadap Perasaan Kesepian pada Mahasiswa
  331. Peran Religiusitas dalam Memediasi Pengaruh Teman Sebaya terhadap Ketidakjujuran Akademik
  332. Peran Resiliensi dan Dukungan Sosial terhadap Keterikatan Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Masa Pandemi
  333. Peran Resiliensi dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Prokrastinasi Aktif Mahasiswa
  334. Peran Resiliensi sebagai Mediator Hubungan antara Dukungan Sosial Orang Tua dan Stres Akademik Siswa SMA pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID-19
  335. Peran School Well-Being dan Dukungan Sosial terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA selama Pembelajaran Daring
  336. Peran Self Strip Regulated Learning dan Dukungan Sosial Orang Tua terhadap Stres Akademik Siswa SMA Garis Miring Sederajat pada saat Menjalani Proses Belajar Daring di Masa Pandemi COVID-19 Strip 19
  337. Peran Self-Compassion dan Perceived Social Support terhadap Gejala Prolonged Grief Pascakematian Significant Others
  338. Peran Self-Compassion dan Social Support terhadap Psychological Well-Being Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo dan Klas II Yogyakarta
  339. Peran Self-Determined Motivation dan Dukungan Sosial Pelatih terhadap Kepercayaan Diri Atlet Bridge
  340. Peran Self-efficacy dan Peer Support terhadap Compassion Fatigue pada Psikolog Klinis
  341. Peran Self-Esteem dan Loneliness terhadap Fear of Missing Out (Fomo) pada Mahasiswa Yogyakarta Pengguna Instagram
  342. Peran Self-Regulated Learning dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Penyesuaian Akademik selama Perkuliahan Daring
  343. Peran Self-Talk dan Persepsi Dukungan Sosial terhadap Konsep Diri pada Mahasiswa di Indonesia
  344. Peran Sikap Berbagi Berita dan Norma Sosial terhadap Intensi Berbagi Berita di Media Sosial
  345. Peran Sikap Welas Asih Diri terhadap Tingkat Kesepian
  346. Peran Sikap, Norma Subjektif, dan Efikasi Politik terhadap Intensi Partisipasi Memilih Mahasiswa sebagai Pemilih Pemula
  347. Peran Sikap, Norma Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku dalam Membentuk Niat Berwirausaha pada Mahasiswa
  348. Peran Social Comparison dan Self-Esteem terhadap Body Dissatisfaction pada Remaja Putri
  349. Peran Social Support dan Conscientiousness sebagai Prediktor Work Engagement pada Pegawai PT P
  350. Peran Social Support dan Hardiness terhadap Career Adaptability pada Karyawan Milenial
  351. Peran Social Support terhadap Work Life Balance pada Anggota Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta
  352. Peran Strategi Regulasi Emosi terhadap Parental Burnout pada Orang Tua Anak ASD, ADHD, dan IDD dengan Dukungan Sosial sebagai Moderator
  353. Peran Stres Akademik dan Dukungan Sosial terhadap School Well-being Siswa SMP
  354. Peran Stres Kerja terhadap Kinerja dengan Social Support sebagai Variabel Moderator: Studi pada Anggota Polisi Lalu Lintas Ditlantas Polda DIY
  355. Peran Tekanan Teman Sebaya terhadap Agresi pada Anak Berkonflik dengan Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
  356. Peran Tekanan Teman Sebaya terhadap Ketidakjujuran Akademik dalam Pembelajaran Daring selama Masa Pandemi COVID-19 pada Siswa Sekolah Menengah atas (SMA)
  357. Peran Tingkat Kecemasan dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi
  358. Peran Tingkat Loneliness terhadap Interaksi Parasosial Mahasiswi Penggemar K-pop
  359. Peran Voluntary-Involuntary Singlehood dan Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Psikologis Dewasa Muda
  360. Peran Welas Asih Diri dan Keterampilan Sosial-emosional Guru terhadap Permasalahan Emosi dan Perilaku Siswa SMP
  361. Peran Welas Diri dan Keterampilan Sosial-Emosional Guru terhadap Masalah Emosi dan Perilaku Remaja Usia Sekolah Dasar
  362. Peran Welas Diri dan University Belongingness terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Semester Akhir saat Menghadapi Skripsi
  363. Peran Work Family Conflict terhadap Burnout yang Dimoderasi Dukungan Sosial pada Personel Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri di Kapal Polisi yang Melaksanakan Pengamanan Wilayah Perairan Indonesia
  364. Peranan Dukungan Sosial Online dan Efikasi Diri dengan Pengungkapan Diri di Media Sosial Twitter pada Remaja Akhir
  365. Peranan Kontrol Diri dan Tekanan Teman Sebaya terhadap Perilaku Pengambilan Risiko pada Remaja Laki-Laki
  366. Peranan Penerimaan Dukungan Sosial terhadap Tingkat Academic Burnout Mahasiswa Aktif yang Mengikuti Magang
  367. Peranan Perasaan Kesendirian (Loneliness) dan Fleksibilitas Kognitif pada Pemujaan Selebritas Remaja Penggemar Kpop
  368. Perbandingan Pola Kelekatan Orang Tua-Remaja Generasi Z pada Sistem Kekerabatan Matrilineal dan Patrilineal
  369. Perbandingan Sosial dan Citra Tubuh sebagai Mediator antara Intensitas Penggunaan Instagram dengan Intensi Membeli Produk Fashion pada Mahasiswa
  370. Perbandingan Sosial dan Pencarian Umpan Balik di Instagram terhadap Gejala Depresi: Efek Moderasi Harga Diri
  371. Perbandingan Sosial sebagai Mediator Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram dan Citra Tubuh pada Perempuan Emerging Adulthood
  372. Perbedaan Sikap terhadap Pernikahan Berdasarkan Gaya Kelekatan pada Dewasa Awal yang Belum Menikah
  373. Perkembangan Relasi dan Afek dalam Pertemanan Hierarkis Santri
  374. Perlakuan Berbeda Orang Tua dan Dampak Prediktifnya terhadap Gaya Kelekatan Romantis pada Mahasiswa Indonesia
  375. Persepsi Dukungan Sosial sebagai Moderator Peran Burnout Akademik terhadap Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa
  376. Persepsi Sosial Teman Sebaya Usia Remaja terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi
  377. Perspektif Guru tentang Rasa Memiliki Sekolah pada Siswa dengan Disabilitas di Kelas Pengembangan Sekolah Reguler
  378. Pertemanan dan Pengalaman Belajar Anak Marginal Laki-Laki di Kelas Multi-Usia: Studi Participatory and Appreciative Action and Reflection (PAAR)
  379. Properti Psikometri Skala Online Friendship pada Siswa SMP
  380. Psychological Immunity sebagai Mediator Hubungan antara Loneliness dan Subjective Well-Being pada Mahasiswa
  381. Psychological Safety dan Intensi Turnover pada Karyawan Generasi Milenial: Dukungan Sosial sebagai Moderator
  382. Relasi Pertemanan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dalam Rumah Tangga pada Masa Pandemi COVID-19 di Kota Kupang
  383. Relasi Pertemanan Lintas Negara: Ruang Akulturasi Psikologis
  384. Relasi Pertemanan pada Anak dengan Kanker di Rumah Singgah Pasien Anak “Buah Hati” Yogyakarta: Sebuah Penelitian Kualitatif
  385. Relasi Sosial Mahasiswa Tuli dalam Pembelajaran Daring dan Bauran selama Masa Pandemi COVID-19
  386. Relasi Sosial pada Aktivitas Rewang Perhelatan Pernikahan di Masyarakat Desa Delanggu, Klaten
  387. Rumah untuk Kembali: Cara Komunitas Maiyah Merawat Common In-group Identity
  388. School Belongingness dan Motivasi Belajar Siswa di SMA dengan Grade Inflation
  389. Self Disclosure dalam Hubungan Cross-Sex Friendship pada Masa Remaja
  390. Self-Regulated Learning dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Penyesuaian Akademik Mahasiswa Baru selama Pembelajaran Daring Akibat COVID-19
  391. Sikap Teman Sebaya terhadap Siswa dengan Disabilitas: Studi Kasus di Sekolah Vokasi Inklusif
  392. Stabilitas Kepribadian Anchor dan Persepsi Dukungan Sosial sebagai Prediktor Kesiapan Menikah Calon Pengantin Indonesia
  393. Studi Fenomenologi Perilaku Agresif Komunitas Suporter Kota Yogyakarta
  394. Studi Kasus Eksploratif tentang Dinamika Rasa Memiliki pada Fangirl
  395. Studi Kasus Kesepian pada Remaja: Suatu Pendekatan Kualitatif
  396. Ties That Unbind: Peran Attachment Style dan Pengalaman Nomaden dalam Memprediksi Loneliness
  397. Uji Model Teoretis Peran Komitmen Perkawinan dan Komunikasi Interpersonal sebagai Mediator Hubungan antara Religiositas dan Kepuasan Perkawinan pada Individu yang Ta’aruf
  398. Uji Model Teoretis Peran Komitmen Perkawinan dan Komunikasi Interpersonal sebagai Mediator Hubungan antara Religiositas dan Penyesuaian Perkawinan pada Individu yang Ta’aruf
  399. Validasi Isi: Buku Panduan Orang Tua Mengajarkan Keterampilan Sosial pada Anak dengan ADHD
  400. Validasi Modul Pelatihan Komunikasi Interpersonal untuk Meningkatkan Efikasi Diri Orang Tua dalam Berkomunikasi dengan Remaja di Lingkungan Berisiko
  401. We Get Along Unless We Don’t: Manajemen Konflik pada Pertemanan dalam Kelompok

 

Penutup

Relasi interpersonal, dukungan sosial, dan kelekatan adalah dasar dari banyak hal dalam hidup, sehingga topik ini akan selalu relevan untuk diteliti. Namun, karena variabelnya sangat sering dipakai, kunci penelitian yang menarik ada pada pemilihan konteks dan bentuk hubungan yang lebih spesifik. Daftar judul di atas bisa membantu Anda melihat pola penelitian yang sudah ada, lalu menemukan sudut baru, misalnya hubungan dengan AI, pertemanan orang dewasa, atau dinamika komunitas. Pertimbangkan juga metode yang lebih kaya, seperti wawancara mendalam atau data dari kedua pihak dalam suatu hubungan.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat