HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Pendidikan Pendekatan Lembar Kerja

1.Model Pembelajaran Direct Instruction (DI) terhadap Pembentukan Sikap Ilmiah Siswa dengan Memperhatikan Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium (Studi Efektivitas Lembar Kerja Praktikum dan Diagram Vee dengan Menggunakan Laboratorium)

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • Pengaruh model pembelajaran Direct Instruction dengan Lembar Kerja Praktikum dan Diagram Vee yang ditunjang sarana laboratorium terhadap pembentukan sikap ilmiah siswa,
  • Pengaruh Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium tinggi, sedang, dan rendah terhadap pembentukan Sikap Ilmiah Siswa,
  • Adanya interaksi antara model Direct Instruction menggunakan Lembar Kerja Praktikum dan Diagram Vee yang ditunjang sarana laboratorium dengan Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium terhadap pembentukan Sikap Ilmiah Siswa.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2008/2009, sejumlah 5 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 4 kelas. Teknik pengumpulan data variabel Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium digunakan observasi langsung, dan Sikap Ilmiah Siswa digunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • Terdapat pengaruh model pembelajaran Direct Instruction menggunakan Lembar Kerja Praktikum dan Diagram Vee yang ditunjang sarana laboratorium terhadap pembentukan Sikap Ilmiah Siswa. Sikap ilmiah siswa yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction dengan Diagram Vee cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan sikap ilmiah siswa yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction menggunakan Lembar Kerja Praktikum.
  • Terdapat pengaruh Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium tinggi, sedang, dan rendah terhadap pembentukan Sikap Ilmiah Siswa. Sikap Ilmiah Siswa yang memiliki Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium tinggi cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Sikap Ilmiah Siswa yang mempunyai Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium sedang maupun rendah.
  • Terdapat interaksi antara model Direct Instruction menggunakan Lembar Kerja Praktikum dan Diagram Vee yang ditunjang sarana laboratorium dengan Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium terhadap pembentukan Sikap Ilmiah Siswa. Penggunaan model pembelajaran Direct Instruction menggunakan Lembar Kerja Praktikum dan Direct Instruction dengan Diagram Vee akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kelompok-kelompok yang kemampuan menggunakan alat laboratoriumnya berbeda.

 

2. Pembelajaran Biologi Model PBM Menggunakan Lembar Kerja Terbimbing dan Lembar Kerja Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Analitis ( Dalam Kompetensi Dasar Zat Aditif Makanan Kelas VIII Semester Genap SMP

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah menggunakan lembar kerja terbimbing dan lembar kerja bebas termodifikasi, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir analitis serta interaksinya terhadap prestasi belajar peserta didik.

 

Penelitian dilakukan menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi adalah semua kelas VIII SMP Negeri 1 Kapas tahun pelajaran 2011/2012. Terdiri dari 6 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terdiri 2 kelas. Kelas VIII A diberi perlakuan lembar kerja bebas termodifikasi, kelas VIII C diberi perlakuan lembar kerja terbimbing. Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif, psikomotor, kemampuan berpikir analitis dan keterampilan proses sains menggunakan metode tes. Prestasi belajar afektif menggunakan angket dan lembar observasi. Data dianalisis dengan Anava tiga jalan dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa;

  • pembelajaran berbasis masalah menggunakan lembar kerja terbimbing dan lembar kerja bebas termodifikasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar, lembar kerja terbimbing lebih baik dari lembar kerja bebas termodifikasi;
  • keterampilan proses sains berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar
  • kemampuan berpikir analitis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar kognitif;
  • tidak ada interaksi yang signifikan antara penggunaan jenis lembar kerja dengan keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar;
  • tidak ada interaksi yang signifikan antara penggunaan jenis lembar kerja dengan kemampuan berpikir analitis terhadap prestasi belajar;
  • ada interaksi yang signifikan antara keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir analitis terhadap prestasi belajar;
  • tidak ada interaksi yang signifikan antara penggunaan jenis lembar kerja dengan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir analitis terhadap prestasi belajar.

 

Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), lembar kerja terbimbing, lembar kerja bebas termodifikasi, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir analitis.

 

3. Pengaruh Model Teams Games Tournament (dengan Media Komik dan Lembar Kerja Siswa) Terhadap Prestasi Siswa dalam Pembelajaran Biologi Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa pada Konsep Sistim Peredaran Darah (Studi Kasus pada Mts Negeri Jatinom Klaten Kelas VI

Abstrak

Tujuan dari Penelitian ini adalah :

  • untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran (TGT komik dan TGT-LKS) terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah.
  • untuk mengetahui perbedaan pengaruh tingkat kemampuan awal tinggi,sedang, rendah siswa terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah.
  • untuk mengetahui interaksi pengaruh penggunaaan model pembelajaran (TGT komik dan TGT-LKS) tingkat kemampuan awal tinggi,sedang,rendah siswa terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah.

Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2007,menggunakan metode penelitian eksperimen diberi pembelajaran model TGT komik sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan model TGT-LKS. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik ANAVA dua jalan frekwensi sel tidak sama dilanjutkan uji scheffe. Hasil analisis didapatkan : 1) terdapat perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran (TGT komik dan TGT-LKS) terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah sebab besar Fhitung = 9,9383 sedangkan Ftabel = 3,96. 2) terdapat perbedaan pengaruh tingkat kemampuan awal tinggi,sedang,rendah siswa terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah sebab besar Fhitung = 11,6039 sedangkan Ftabel = 3,96. 3) terdapat interaksi pengaruh penggunaaan model pembelajaran (TGT komik dan TGT-LKS) tingkat kemampuan awal tinggi,sedang,rendah siswa terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah sebab Fhitung = 5,9903 sedangkan Ftabel = 3,96.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa :

  • penggunaan model pembelajaran (TGT komik dan TGT-LKS) lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah. Dengan kata lain terdapat perbedaan prestasi biologi siswa yang signifikan pada konsep sistim peredaran darah antara yang mengikuti model pembelajaran TGT komik dengan TGT-LKS.
  • terdapat perbedaan pengaruh tingkat kemampuan awal tinggi,sedang,rendah siswa terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah.
  • terdapat interaksi pengaruh penggunaaan model pembelajaran (TGT komik dan TGT-LKS) dan tingkat kemampuan awal tinggi,sedang,rendah siswa terhadap prestasi belajar biologi pada konsep sistim peredaran darah.

 

4. Pengembangan Lembar Kerja Siswa dengan Media Ilustrasi Komik (Upaya meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS-Ekonomi di Kelas VII SMP Negeri 2 Gondang Bojonegoro)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa dengan media ilustrasi komik pada mata pelajaran IPS-Ekonomi di Kelas VII SMP Negeri 2 Gondang Bojonegoro. Penelitian pengembangan ini menggunakan Model pengembangan Dick, Carey, dan Carey (2009). Produk pengembangan diujicobakan melalui evaluasi formatif yang meliputi beberapa tahap yaitu: review ahli materi IPS-Ekonomi, review ahli desain dan media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Hasil uji kelayakan tim ahli yang meliputi ahli media dan ahli materi diperoleh hasil dari 86,67% ahli media dan 89,47% dari ahli materi, tetapi perlu direvisi. Setelah direvisi berdasarkan tanggapan dari tim ahli selanjutnya dilakukan uji coba perorangan yaitu 83,55%, uji coba kelompok kecil 82,27% dan uji coba lapangan 87,65%.

Hasil keseluruhan evaluasi tersebut, menempatkan Lembar Kerja Siswa dengan media ilustrasi ini dalam kategori sangat layak. Penggunaan Lembar Kerja Siswa ini sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam penguasaan materi IPS Ekonomi kelas VII semester ganjil pada materi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi. Hal ini dibuktikan pada tiap-tiap tahapan uji coba, baik itu pada uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan. Ada kenaikan rerata nilai hasil belajar dari pre-test ke post-test yaitu pada uji coba perorangan naik 42,66 poin, uji coba kelompok kecil naik 32,66 point, dan uji coba lapangan naik 33,83 poin. Dengan kriteria ketuntasan klaksikal minimal 80%, ketuntasan klaksikal pada uji coba perorangan 100%, uji coba kelompok kecil 91,67% dan uji coba lapangan 100%. Uji efektifitas Lembar Kerja Siswa dengan media ilustrasi komik ini menggunakan uji t. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean hasil post-tes (80,83) > pre-test (47) dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05.

Dengan demikian terbukti bahwa hasil pengembangan Lembar Kerja Siswa dengan media ilustrasi komiK ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Kata kunci: Pengembangan, Lembar Kerja Siswa, MEDIA ILUSTRASI KOMIK.

 

5. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Praktikum Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains pada Materi Laju Reaksi

Abstrak

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menjelaskan :

  • hasil tiap tahapan siklus R&D Borg and Gall untuk pengembangan LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi pokok Laju Reaksi
  • kualitas produk pengembangan yang berupa LKS pada materi pokok Laju reaksi
  • efektivitas LKS Kimia berbasis inkuiri untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa.

 

Penelitian dan pengembangan LKS menggunakan model prosedur Borg & Gall yang telah direduksi menjadi sembilan tahapan:

  • penelitian dan pengumpulandata,
  • perencanaan,
  • pengembangan draft awal,
  • uji coba lapangan awal,
  • revisihasil uji,
  • uji coba lapangan,
  • penyempurnaan produk hasil uji lapangan,
  • Ujipelaksanaan lapangan,
  • Penyempurnaan dan produk akhir.

 

Uji coba lapangan awal dilakukan di SMAMuhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Uji coba lapangandilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Uji coba lapanganoperasional dilakukan di 3 sekolah yaitu :

  • SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta,
  • SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta,
  • SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

 

Teknik pengumpulan data melalui angket,observasi, dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah kualitatif dan kuantitatif. Datakualitatif diperoleh dari hasil wawancara, angket dan saran saat uji lapangan. Datakuantitatif diperoleh dari penilaian validasi LKS oleh ahli, penilaian angket pada ujilapangan awal, uji lapangan utama, dan uji lapangan operasional dan tes hasil belajarpada uji lapangan utama. Efektivitas LKS diperoleh dari perbedaan rata-rata hasilpengetahuan, ketrampilan, dan sikap pada uji lapangan utama di kelas yangpembelajarannya menggunakan LKS kimia berbasis inkuiri terbimbing dan yang tidak.

 

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan:

  • hasil setiap langkah pengembangan LKS kimia berbasis inkuiri terbimbing berdasarankan saran dari para ahli dan telah diujicobakan kepada calon pengguna,
  • kelayakan LKS berbasis inkuiri terbimbing pada materi Laju Reaksi menurut para ahli berkualifikasi baik, praktisipendidikan diperoleh CV ? 0,87 yang menunjukkan LKS layak digunakan; rata-rataangket respon siswa dan guru diperoleh penilaian dengan kategori “sangat baik”
  • LKS kimia berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan keterampilan proses sains, sikap dan hasil belajar pengetahuan siswa.

 

Kata kunci: LKS kimia, Tahapan Pengengembangan, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains Siswa.

 

6. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Interaktif Berbasis Scientific sebagai Bahan Ajar Geografi Materi Pokok Atmosfer untuk Kelas X SMA (Eksperimen Pada Siswa Kelas X di SMA N 1 Cawas Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 2014/2015)

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk :

  • mengetahui karakteristik LKS interaktif berbasis scientific sebagai bahan ajar geografi materi pokok atmosfer,
  • mengetahui kelayakan LKS interaktif berbasis scientific sebagai bahan ajar geografi materi pokok atmosfer,
  • mengetahui efektivitas pembelajaran dengan menggunakan LKS interaktif berbasis scientific dalam proses belajar mengajar geografi materi pokok atmosfer di kelas X IIS SMA N 1 Cawas.

 

Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu: difine, design dan develop (3-D). Desain LKS interaktif berbasis scientific ini dirancang dengan menggunakan aplikasi program animasi macromedia flash. Untuk mengetahui efektivitasnya, dilakukan uji coba di kelas X IIS SMA N 1 Cawas dengan desain penelitian eksperimen semu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, observasi, angket dan tes. Instrumen yang digunakan antara lain lembar angket, lembar observasi dan lembar penilaian. Data penilaian kelayakan LKS interaktif berbasis scientific diolah dengan menggunakan rumus deskriptif persentatif. Sedangkan analisis data efektivitas digunakan rumus uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan, karakteristik dari LKS interaktif berbasis scientific secara teknik dibuat dengan menggunakan program animasi macromedia flash. Materi dalam LKS memiliki keunggulan dengan adanya animasi, vidio pembelajaran, geo info, latihan, geo group dan evaluasi yang lebih interaktif yang dapat mengkonstruk pemahaman siswa terhadap materi atmosfer. Setelah melewati beberapa kali revisi dari masukan dosen ahli, guru geografi dan siswa diketahui LKS interaktif berbasis scientific layak digunakan sebagai bahan ajar geografi materi atmosfer dengan rata-rata kelayakan klasikal sebesar 83,76%. Selanjutnya dari hasil uji efektivitas diketahui bahwa thitung > ttabel yang berarti LKS interaktif berbasis scientific efektif untuk meningkatkan hasil belajar belajar siswa kelas X IIS pada materi atmosfer.

 

Kata Kunci: pengembangan, LKS interaktif, scientific, atmosfer

 

7. Reduksi Miskonsepsi Bakteri Siswa-Siswa SMA Negeri 1 Sambungmacan dengan Pembelajaran Modul dan Lembar Kerja Siswa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil miskonsepsi bakteri, penyebab miskonsepsi dan reduksi miskonsepsi dengan pembelajaran modul dan lembar kerja siswa. Miskonsepsi merupakan bentuk kesulitan belajar yang dapat menghambat prestasi siswa. Dengan mengetahui profil miskonsepsi, penyebab miskonsepsi dan cara reduksinya, berarti dapat membantu memecahkan kesulitan belajar siswa dan selanjutnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini termasuk studi kasus (kualitatif) yang mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Sambungmacan.

Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode interaktif. Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa profil miskonsepsi bakteri meliputi konsep-konsep : orgnisasi sel bakteri, bentuk morfologis sel bakteri, struktur anatinis sel bakteri, cara hidup bakteri, perkembangbiakan bakteri, klasifikasi bakteri dan peranan bakteri. Kasus miskonsepsi bakteri lebih banyak terjadi pada konsep bentuk sel bakteri dan konsep peranan bakteri.

Hasil penelitian juga ditemukan penyebab miskonsepsi bakteri, yaitu : salah informasi dari iklan televisi, kerancuan konsep pada buku, kesalahan urutan penyajian konsep dan prekonsepsi masyarakat. Pembelajaran dengan menggunakan modul dan lembar kerja siswa dapat menghilangkan sebagian kasus miskonsepsi pada sebagian siswa SMA Negeri 1 Sambungmacan.

 

Leave a Reply