HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pengaruh Kualitas: Tindakan Penagihan Aktif trhdp Pencairan Tunggakan Pajak

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Kualitas Penetapan dan Tindakan Penagihan Aktif terhadap Pencairan Tunggakan Pajak (Studi Kasus pada KPP Madya Jakarta Pusat)

 

A. Latar Belakang

Sebagaimana Misi Direktorat Jenderal Pajak yaitu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah dalam pembangunan nasional maka peran serta masyarakat harus terus ditumbuhkan, karena pada dasarnya pembangunan nasional diselenggarakan oleh pemerintah bersama masyarakat. Untuk menunjang kemandirian tersebut, maka penerimaan negara harus terus diupayakan peningkatannya dengan menggali dan mengembangkan semua sumber-sumber penerimaan dalam negeri terutama yang bersumber dari pajak.

Keberhasilan pemungutan pajak dengan tingkat efektifitas dan efisiensi tinggi ditentukan oleh banyak faktor. Prawiro (1998:47) menguraikan bahwa keberhasilan perpajakan nasional ditentukan oleh empat faktor. Keempat faktor ini harus ditangani secara sungguh-sungguh dan baik agar tidak justru menjadi faktor yang menyebabkan kegagalan, faktor-faktor tersebut adalah :

  1. Sistem perpajakan khususnya menyangkut perangkat Undang-undang dan peraturan maupun aparat pelaksananya.
  2. Sistem penunjang, misalnya sistem pembukuan, akuntansi dan profesionalisme.
  3. Faktor-faktor eksternal, berupa faktor ekonomi, social, budaya dan politik.
  4. Masyarakat khususnya wajib pajak, termasuk didalamnya adalah sistem informasi dalam arti seluas-luasnya, tingkat kesadaran dan kepatuhan.

B. Perumusan Masalah

Apakah kualitas penetapan dan tindakan penagihan aktif berdampak pada pencairan tunggakan pajak ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Pajak

Beberapa pakar di bidang perpajakan memberikan definisi tentang pajak. Brotodihardjo (2003:3) mengemukakan beberapa pendapat pakar tentang definisi pajak, yang beberapa diantaranya dalam kutipan sebagai berikut :

  1. Smeets dalam bukunya De Economische Betekenis der Belastingen, 1951.

“Pajak adalah prestasi kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum, dan yang dapat dipaksakan, tanpa adakalanya kontraprestasi yang ditunjukkan dalam hal individual; maksudnya adalah untuk membiayai pengeluaran pemerintah”.

Feldman dalam bukunya De overheidsmiddelen van Indonesia, Leiden, 1949.

“Pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak oleh dan terutang kepada penguasa (menurut norma-norma yang ditetapkannya secara umum), tanpa adanya kontraprestasi, dan semata-mata digunakan untuk menutup pengeluaran-pengeluaran umum”.

 

Sistem Pemungutan Pajak

Pada dasarnya kebijakan pemungutan pajak merupakan wujud pengabdian, kewajiban dan peran serta Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan yang diperlukan untuk pembiayaan negara melaksanakan pembangunan nasional. Menurut Gunadi (1998:6) suatu bukti efektifitas dari tiap sistem perpajakan adalah kemampuannya untuk menghasilkan penerimaan negara. Semakin memadai penerimaan negara yang dapat dihimpun oleh suatu sistem perpajakan, semakin efektif sistem tersebut.

Kepatuhan Wajib Pajak

Sebagaimana diuraikan sebelumnya bahwa sistem perpajakan di Indonesia yang menganut sistem self assessment, telah memberi kepercayaan dan tanggung jawab kepada Wajib Pajak untuk menghitung, memperhitungkan, membayar sendiri pajak yang terutang, dan melaporkan kewajiban perpajakannya. Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan serta penegakan hukum melalui pemeriksaan pajak, penyidikan, dan penagihan pajak.

 

D. Metode Penelitian

Pendekatan penelitian pada hakekatnya merupakan panduan bagi penulis dalam melaksanakan penelitiannya untuk memperoleh kebenaran ilmiah.

Penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu gejala/suatu masyarakat tertentu.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripsi yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data penelitian, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai variabel-variabel yang diteliti.

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan dokumen yang bersumber pada buku, majalah, karya ilmiah, internet, studi terdahulu, dan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berhubungan dengan pokok permasalahan, serta catatan-catatan adsministrasi yang dilakukan oleh Juru Sita dan Penata Usaha Piutang Pajak.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab permasalahan penelitian adalah Regresi Ganda.

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas penetapan terhadap pencairan tunggakan pajak. Hal ini memberikan makna bahwa semakin baik kualitas penetapan semakin besar pencairan tunggakan pajak; sebaliknya semakin buruk kualitas penetapan maka semakin kecil pula pencairan tunggakan pajak.
  2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan tindakan penagihan aktif terhadap pencairan tunggakan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin intensif tindakan penagihan aktif semakin besar pencairan tunggakan pajak; sebaliknya semakin tidak intensif tindakan penagihan aktif maka semakin rendah pula pencairan tunggakan pajak. Hal ini berarti upaya-upaya tindakan penagihan pajak merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan pencairan tunggakan pajak.
  3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas penetapan dan tindakan penagihan aktif secara bersama-sama terhadap pencairan tunggakan pajak. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas penetapan dan semakin itensif tindakan penagihan aktif maka semakin besar pencairan tunggakan pajak; sebaliknya semakin buruk kualitas penetapan dan semakin tidak intensif tindakan penagihan aktif maka semakin kecil pula pencairan tunggakan pajak.

 

Contoh Tesis Pengaruh Kualitas

  1. Analisis Pengaruh Kualitas Penetapan dan Tindakan Penagihan Aktif Terhadap Pencairan Tunggakan Pajak- Studi Kasus pada KPP Madya Jakarta Pusat
  2. Analisis Pengaruh Asosiasi Merek, Nilai Produk, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan, Serta Hubungannya dengan Retensi Konsumen (Studi Mengenai Motor Merek Honda di Jakarta)
  3. Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja (Quality Of Work Life) terhadap Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)
  4. Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja (Quality Of Work Life) Terhadap Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)
  5. Analisa Pengaruh Kualitas Penerapan Manajemen Material Subkontraktor Baja terhadap Kinerja Waktu Pelaksanaan Proyek dengan Simulasi Monte Carlo

 

Incoming search terms:

Leave a Reply