HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembahasan Lengkap Teori Analytical Hierarchy Process (AHP) menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Analytical Hierarchy Process (AHP)

Gambaran dari Analytical Hierarchy Process (AHP)

Pengertian Analytical Hierarchy Process (AHP)

Analitycal Hierarchy Process (AHP) Adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.

Pembahasan Lengkap Teori Analytical Hierarchy Process (AHP)   menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Analytical Hierarchy Process (AHP)

Proses pengambilan keputusan pada dasarnya adalah memilih suatu alternatif yang terbaik. Seperti melakukan penstrukturan persoalan, penentuan alternatif-alternatif, penenetapan nilai kemungkinan untuk variabel aleatori, penetap nilai, persyaratan preferensi terhadap waktu, dan spesifikasi atas resiko. Betapapun melebarnya alternatif yang dapat ditetapkan maupun terperincinya penjajagan nilai kemungkinan, keterbatasan yang tetap melingkupi adalah dasar pembandingan berbentuk suatu kriteria yang tunggal.

 

Peralatan utama Analitycal Hierarchy Process (AHP) adalah memiliki sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelomok-kelompoknya dan diatur menjadi suatu bentuk hirarki.

Kelebihan Analitycal Hierarchy Process (AHP)

Kelebihan AHP dibandingkan dengan lainnya adalah :

  • Struktur yang berhirarki, sebagai konsekwensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam
  • Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkosistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan
  • Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.

Selain itu, AHP mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multi obyektif dan multi-kriteria yang berdasarkan pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hirarki. Jadi, model ini merupakan suatu model pengambilan keputusan yang komprehensif

Kekurangan AHP

  • Metode AHP memiliki ketergantungan pada input utamanya

Input utama yang dimaksud adalah berupa persepsi atau penafsiran seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang salah.

  • Metode AHP ini hanya metode matematis

Tanpa ada pengujian secara statistik berdasarkan data historis permasalahan yang telah terjadi sebelumnya, sehingga tidak ada batas kepercayaan dan informasi pendukung yang kuat dari kebenaran model yang terbentuk.

Teori-teori dari gambar Analytical Hierarchy Process (AHP)

Prinsip AHP

  1. Decomposition yaitu membuat hirarki. Jadi sistem yang kompleks dipecah menjadi sederhana.
  2. Comparative judgment yaitu penilaian kriteria dan alternatif.

Kriteria dan alternatif sering ditunjukkan dengan matrik berpasangan. Menurut Saaty (1988) digunakan skala perbandingan sebagai ukuran seperti pada skala di bawah ini yang menyatakan intensitas kepentingan.

1 : sama penting (equal)

3 : lebih penting sedikit (slightly)

5 : lebih penting secara kuat (strongly)

7 : lebih penting secara sangat kuat (very strong)

9 : lebih penting secara ekstrim (extreme)

  1. Synthesis of priority, menentukan priorotas dari elemen kriteria. Hal ini sering kali dipadang sebagai bobot atau kontribusi terhadap tujuan pengambilan kuputusan.
  2. Logical Consistency

Langkah-langkah AHP

Langkah – langkah  dan proses Analisis Hierarki Proses (AHP) adalah sebagai berikut:

 

Pembahasan Lengkap Teori Analytical Hierarchy Process (AHP)   menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Analytical Hierarchy Process (AHP)

 

 

  1. Memdefinisikan permasalahan dan penentuan tujuan. Jika AHP digunakan untuk memilih alternatif atau menyusun prioriras alternatif, pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif.
  2. Menyusun masalah kedalam hierarki sehingga permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan terukur.
  3. Penyusunan prioritas untuk tiap elemen masalah pada hierarki. Proses ini menghasilkan bobot atau kontribusi elemen terhadap pencapaian tujuan sehingga elemen dengan bobot tertinggi memiliki prioritas penanganan. Prioritas dihasilkan dari suatu matriks perbandinagan berpasangan antara seluruh elemen pada tingkat hierarki yang sama.
  4. Melakukan pengujian konsitensi terhadap perbandingan antar elemen yang didapatan pada tiap tingkat hierarki.

Contoh Tesis yang membahas tentang Analytical Hierarchy Process (AHP)

Contoh Tesis 1 : Implementasi Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Pemilihan Calon Presiden Ra pada Pemilihan Umum Secara Langsung Tahun 2009

Salah satu sumber kerumitan masalah pengambilan keputusan adalah adanya beragam kriteria pemilihan. Oleh karena itu maka Analythical Hierarchy Process (AHP) merupakan teknik untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Dalam perkembangan AHP tidak saja digunakan untuk menentukan prioritas pilihan-pilihan dengan banyak kriteria, tetapi penerapannya telah meluas sebagai metode alternatif untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah. Seperti halnya dalam penelitian ini yaitu dalam penentuan calon presiden (capres) RI pada pemilihan umum secara langsung tahun 2009. Pada akhirnya hasil dari metode ini diharapkan dapat membantu semua pihak, khususnya masyarakat dalam rangka memilih secara langsung capres RI sesuai dengan aspirasi dan kriteria yang berlaku secara umum.

 

Contoh Tesis 2 : Penerapan Metode Analytic Hierarchy Process dalam Sistem Penunjang Keputusan Untuk Pemilihan Asuransi

Memilih produk asuransi membutuhkan proses pengambilan keputusan yang cukup rumit karena melibatkan banyak kriteria seperti  brand image  perusahaan, besar  premi yang harus dibayarkan, kemudahan prosedur klaim,  dan lain sebagainya, sebagai  bahan pertimbangan dalam prosesnya. Salah satu metode yang sesuai untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ini adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah metode AHP dapat digunakan dalam suatu  sistem penunjang  keputusan. Untuk  mendukung penelitian,  dibuat suatu sistem  penunjang  keputusan  yang  berisi  modul  simulasi  untuk  memilih  produk  asuransi. Berdasarkan  skenario pengujian  yang dibuat, diperoleh  hasil bahwa  solusi yang  diberikan oleh sistem cukup akurat dan mendekati kemampuan manusia dalam mengambil keputusan.

 

Contoh Tesis 3 : Metode Analisis Hierarchy Process dalam Pengambilan Keputusan Pemilihan Kapal untuk Pembangunan Kapal Tanker Baru di Pulau Batam

Analitycal Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini menguraikan masalah multi kriteria atau multi faktor yang kompleks menjadi suatu hirarki. Hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternative. AHP memberikan nilai bobot relatif dari suatu kriteria majemuk atau alternatif majemuk secara intuitif, yaitu dengan melakukan perbandingan berpasangan dengan menggunakan skala perbandingan berpasangan yang ditentukan oleh Saaty. AHP juga menguji konsistensi penilaian. Konsistensi yang diharapkan adalah yang mendekati sempurna agar menghasilkan keputusan yang valid. Ratio konsistensi yang diharapkan adalah kurang dari atau sama dengan 10%.

Dalam Penelitian ini, metode AHP akan digunakan dalam pengambilan keputusan pemilihan galangan untuk membangun kapal tanker di pulau batam. Melihat perkembangan dunia maritim yang semakin pesat dan masalah pembuatan kapal yang semakin rumit mengharuskan pemilik kapal untuk memberikan perhatian khusus terutama dalam masalah pemilihan galangan kapal. Metode AHP dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menentukan prioritas (bobot) dari masing-masing galangan,dipenelitian ini terdapat tujuh kriteria untuk pertimbangan pemilihan galangan kapal yaitu harga, payment terms, garansi, waktu, pengalaman, fasilitas galangan dan standart galangan, kemudian terdapat empat calon galangan yaitu galangan A,B,C dan D, tahap awal penelitian yaitu dengan melalukan pencarian tinjauan pustaka, mengumpulkan data kuisioner kepada pihak pemilik kapal untuk memperoleh nilai perbandingan yang akan di hitung, memecahkan masalah dengan menggunakan AHP,kemudian melakukan tahap analisa dan penyelesaian dengan melakukan perhitungan bobot criteria,alternative menggunakan microsoft excel dan program Criterium Decision Plus Versi 3 sehingga diketahui bahwa kriteria yang paling berpengaruh adalah Harga dan galangan yang memiliki bobot tertinggi yaitu galangan C sehingga pihak pemilik kapal bisa mengambil keputusan dengan efektif dan tepat dalam menetukan prioritas dari tiap galangan.

 

Contoh Tesis 4 : Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Menentukan Ras Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis unggas hias baru yang berukuran sangat kecil dan ringan dan merupakan hasil persilangan ayam katai, ayam serama ini merupakan jenis unggas hias yang sedang popular saat ini di Indonesia. Sehingga menjadi pertimbangan bagi para pecinta ayam serama untuk mendapatkan informasi tentang ras ayam serama, informasi yang dapatkan nantinya dapat menjadi pedoman bagi para pecinta ayam serama dalam menentukan ras ayam serama dengan akurat, dimana saat ini masih perlu dilakukan pembahasan untuk penilaian ras ayam serama. Dalam hal ini diperlukan analisa yang tepat untuk mempercepat proses identifikasi dalam menentukan rasa ayam serama. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah model yang dapat menggambarkan seluruh sistem komputerisasi yang mendukung dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pendukung keputusan dengan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process ini melakukan penilaian pada setiap ayam dengan ragam kriteria, dan perubahan nilai bobot. Hal ini berguna untuk memudahkan pengambilan keputusan yang terkait dengan identifikasi ras ayam serama, sehingga akan didapatkan ayam yang paling layak dinyatakan sebagai ras ayam serama.

 

Contoh Tesis 5 : Penerapan Metode AHP (ANALYTHIC HIERARCHY  PROCESS) Untuk Menentukan Kualitas Gula Tumbu

Telah dikembangkan sistem baru yang diimplementasikan dalam sebuah sistem penunjang keputusan. Sistem ini digunakan untuk membantu mempermudah pengolahan data dalam Menentukan Kualitas Gula Tumbu. Seluruh pendataan yang berhubungan dalam Menentukan Kualitas Gula Tumbu meliputi data warna, data rasa, data kekerasan. Metode yang digunakan untuk proses pengolahan data menggunakan AHP (Analytic Hierarchi Process).

Tahapan dalam metode AHP diawali proses pendefinisian masalah, pembuatan struktur hierarki yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria-kriteria dan alternatif- alternatif pilihan, Membuat matrik perbandingan berpasangan, Menormalkan data, Menghitung nilai eigen vector dan menguji konsistensinya, Menghitung eigen vector dari setiap matriks perbandingan berpasangan, Menguji konsistensi hirarki. Jika tidak memenuhi dengan CR<0,100 maka penilaian harus diulangi kembali.

Hasil penelitian menunjukkan aplikasi sistem penunjang keputusan yang digunakan untuk menentukan kualitas gula tumbu ini, sudah dapat melakukan perhitungan dengan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) lebih cepat dibandingkan perhitungan secara manual sehingga bisa lebih efisien dan tingkat keakuratan data sudah mendekati sempurna.

 

Contoh Tesis 6 : Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Kontraktor Proyek Pada Lelang PDAM Kota Surabaya Menggunakan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process) Dan MAUT (Multi Attribute Utility Theory)

Pemilihan kontraktor proyek pada lelang merupakan permasalahan yang sangat penting bagi PDAM Kota Surabaya karena menyangkut kelanjutan dari perkembangan perusahaan tersebut. Untuk pemilihan kontraktor, penilai harus mempertimbangkan banyak faktor, dan pemilihannya harus dilakukan secara objektif, bukan subjektif.  Untuk dapat memberikan hasil penilaian yang objektif pada setiap kontraktor dengan tetap mempertimbangkan semua kriteria penilaian, salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT).

Dari hasil pengujian dengan menggunakan metode AHP dan MAUT untuk sample data nilai yang dimasukkan dengan menggunakan sistem pendukung keputusan pemilihan kontraktor, ternyata dapat memberikan rekomendasi kontraktor terbaik. Sehingga dengan adanya sistem pendukung keputusan pemilihan kontraktor dengan metode AHP dan MAUT ini dapat membantu dan memudahkan pimpinan dalam memilih kontraktor terbaik.

 

Contoh Tesis 7 : Aplikasi Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dan Metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) Untuk Penentuan Supplier Kayu Sengon

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa metode AHP dan metode TOPSIS merupakan metode pengambilan keputusan dengan banyak kriteria yang keduanya dapat dimanfaatkan untuk penentuan supplier kayu sengon. Pada akhir perhitungan berdasarkan data yang telah didapat, supplier A memiliki peluang terpilih sebagai supplier kayu sengon terbaik dengan nilai prioritas global tertinggi yang didapat dari perhitungan metode AHP sebesar 0,413 sedangkan supplier A pada metode TOPSIS memiliki nilai preferensi tertinggi sebesar 0,747, dimana nilai perferensi yang didapat memiliki kedekatan dengan solusi ideal positif dan memiliki jarak yang jauh dengan solusi ideal negatif, sehingga tingkat kesalahan pada alternatif supplier A sangat kecil dibandingkan dengan supplier B dan supplier C.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, metode AHP dan metode TOPSIS memiliki penyelesaian yang berbeda, dimana alternatif terpilih pada metode AHP dipilih melalui perbandingan berpasangan, sedangkan alternatif terpilih pada metode TOPSIS dilihat berdasarkan alternatif dengan solusi ideal, namun dari segi tahapan yang telah dilakukan, metode TOPSIS memiliki penyelesaian yang lebih sederhana dibandingkan dengan metode AHP sehingga dapat disimpulkan bahwa metode TOPSIS merupakan metode yang lebih praktis pada permasalahan pemilihan supplier kayu sengon di PT. Papan Jaya, Lumajang.

 

Contoh Tesis 8 : Pengaruh Metode Evaluasi Penawaran Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Terhadap Hasil Pekerjaan dengan Pendekatan Analytical Hierarchy Process

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem gugur dan sistem nilai (daftar simak dan passing grade/ambang lulus) berbeda karakteristiknya dalam hal waktu evaluasi; biaya evaluasi; hasil evaluasi; keterperincian persyaratan; ketepatan memilih penyedia jasa; hasil pekerjaan; seleksi peserta; penentuan pemenang; jumlah temuan pemeriksa; dasar pedoman pelaksanaan di lapangan; pendapat penyedia jasa, pengguna anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Panitia Pengadaan Barang/Jasa tentang sistem gugur dan sistem nilai; dan batasan evaluasi. Rata-rata nilai skala likert dengan angka terkecil (2) terdapat pada data faktor keterperincian persyaratan, ketepatan dalam memilih penyedia jasa, jumlah temuan pemeriksa, pendapat penyedia barang/ jasa, pendapat pengguna anggaran, PPK, panitia pengadaan barang/jasa, dan batasan evaluasi. Sedangkan yang terbesar (4) terdapat pada faktor biaya evaluasi. Hasil validasi data menunjukkan bahwa sistem nilai masih mengedepankan faktor kemampuan finansial, pengalaman perusahaan, personil tenaga ahli minimal dan peralatan kerja minimal yang harus dimiliki pelaksana pekerjaan atau penyedia barang/jasa. Kesimpulan penelitian ini adalah 1) perbedaan karakteristik sistem nilai dengan sistem gugur adalah sistem nilai (daftar simak dan passing grade/ambang lulus) mempunyai dampak yang lebih baik daripada sistem gugur dalam pelaksanaan pelelangan sampai dengan berakhirnya pelaksanaan pekerjaan; 2) faktor dominan yang mempengaruhi passing grade/ambang lulus dan daftar simak adalah faktor keuangan (55,1%), teknis (18,4%), administrasi (6,7%), pernyataan minat (6,7%), pakta integritas (6,5%), dan kualifikasi (6,7%); 3) validasi data menunjukkan bahwa masih adanya penyimpangan pada pelaksanaan pekerjaan. Saran penelitian adalah 1) penerapan sistem nilai (daftar simak dan passing grade/ambang lulus) perlu pemeriksaan kecocokan antara yang tertulis di dokumen administrasi dengan pelaksanaan di lapangan, 2) telaah faktor penentu pemenang lelang juga harus mempertimbangkan pengalaman pelaksana pekerjaan, tidak hanya administrasi belaka, 3) penelitian tesis yang akan datang agar lebih fokus dalam hal penerapan metode evaluasi penawaran dengan sistem Usaha Mitra Kerjasama Bangun Guna Serah (BGS)/ Built Operator Transfer (BOT).

 

Contoh Tesis 9 : Pembuatan Aplikasi Penentuan Pemberian Pembiayaan Kpr Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia Cabang Pembantu Koja Jakarta

Bank Muamalat merupakan salah satu lembaga keuangan di Indonesia yang memberikan jasa keuangan dengan prinsip-prinsip perbankan syari?ah. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang digunakan untuk membeli rumah atau untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan/agunan berupa rumah. Di dalam penentuan pemberian pembiayaan KPR, Bank Muamalat memerlukan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk menilai layak atau tidaknya calon nasabah untuk mendapatkan pembiayaan KPR. Aplikasi ini dibangun dengan metode AHP berbasis desktop. Kriteria yang dipakai untuk menilai calon nasabah adalah 5C (character, capacity, capital, collateral, condition of economic). Hasil dari aplikasi ini adalah menentukan kelayakan pemberian pembiayaan KPR kepada calon nasabah.

 

Contoh Tesis 10 : Evaluasi Kinerja Supplier Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Pada PT XYZ

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang mengutamakan bahan baku sebagai prioritas utama perusahaan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pemasok terbaik bagi perusahaan, karena supplier harus memasok bahanbahan terbaik untuk proses produksi PT XYZ. Adapun kriteria supplier yang diterapkan oleh PT XYZ terdiri atas Price, Delivery, Quality, Service, dengan alternatif supplier yaitu PT.B, PT.I, PT.E dan PT.G. Penelitian ini dikhususkan hanya bagi supplier bahan baku untuk Wooden Plank, dengan spesifikasi jenis barang consumable. Metode penelitian yang digunakan adalah AHP (Analiytic Hierarchy Process), dengan hasil penelitian bahwa supplier PT.I merupakan supplier terbaik bagi PT XYZ.

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?