HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Adiksi dan Perilaku Bermasalah

Skripsi dan tesis adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk meneliti fenomena yang benar-benar terjadi di sekitarnya dan menjelaskannya dengan data. Adiksi dan perilaku bermasalah adalah salah satu fenomena yang paling cepat berubah. Dulu pembahasannya didominasi rokok, alkohol, dan narkoba. Kini muncul bentuk-bentuk baru seperti kecanduan media sosial, game online, judi online, belanja impulsif lewat live commerce, sampai ketergantungan pada kecerdasan buatan. Kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan mental, prestasi belajar, relasi keluarga, dan keuangan. Penelitian psikologi membantu menjelaskan mengapa seseorang sulit berhenti dan bagaimana cara mencegah serta memulihkannya. Artikel ini menyajikan 103 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang adiksi dan perilaku bermasalah.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Banyak judul di topik ini masih meneliti mahasiswa dengan variabel yang mirip, misalnya FoMO dan intensitas media sosial. Beberapa arah berikut bisa menjadi pembeda:

  1. Judi online dan pinjaman online. Masalah ini sedang marak di Indonesia, tetapi penelitian psikologisnya masih sangat sedikit, baik soal faktor pemicu, dampak pada keluarga, maupun upaya pemulihan.
  2. Ketergantungan pada AI dan teknologi baru. Kebiasaan menyerahkan tugas belajar sepenuhnya pada AI, atau ketergantungan pada fitur seperti streaks dan autoplay, layak diteliti sebagai bentuk perilaku bermasalah baru.
  3. Rokok elektrik dan zat baru. Penggunaan vape di kalangan remaja terus meningkat, sementara penelitian tentang norma sosial, iklan, dan upaya berhentinya masih terbatas.
  4. Proses pemulihan jangka panjang. Penelitian tentang mantan pengguna narkoba atau pecandu game yang berhasil pulih, termasuk peran keluarga, komunitas, dan agama, masih sedikit dibanding penelitian faktor risiko.
  5. Uji program pencegahan untuk anak dan remaja. Modul kontrol diri, edukasi berbasis permainan, dan pelibatan orang tua perlu diuji efektivitasnya di sekolah.
  6. Pengukuran yang lebih tepat. Banyak alat ukur adiksi perilaku masih diadaptasi dari luar negeri. Pengembangan alat ukur yang sesuai konteks Indonesia akan sangat berguna.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam enam kelompok kecil berdasarkan jenis perilakunya. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Fear of Missing Out (FoMO). Kelompok terbesar. Meneliti rasa takut tertinggal informasi atau tren dan kaitannya dengan penggunaan media sosial, kepuasan hidup, kelelahan bermedia sosial, kesiapan kerja, sampai pembelian impulsif.
  2. Kecanduan Internet, Media Sosial, dan Ponsel. Membahas adiksi internet dan media sosial, penggunaan ponsel bermasalah, phubbing (sibuk dengan ponsel saat bersama orang lain), binge-watching, dan ketergantungan pada AI. Faktor yang sering diteliti antara lain kesepian, regulasi diri, harga diri, dan keberfungsian keluarga.
  3. Kecanduan Game Online. Meneliti hubungan kecanduan game dengan depresi, stres, prokrastinasi, prestasi belajar, kontrol diri, dan pemantauan orang tua.
  4. Rokok, NAPZA, dan Zat Lain. Mencakup perilaku merokok dan rokok elektrik, peringatan bergambar pada bungkus rokok, ketergantungan kafein, penyalahgunaan narkoba pada remaja, serta pengalaman pemulihan di pusat rehabilitasi dan pondok berbasis keagamaan.
  5. Belanja Impulsif dan Kompulsif. Meneliti dorongan belanja yang sulit dikendalikan, misalnya pembelian merchandise idola K-pop, tiket konser, produk kecantikan, blind box, belanja lewat live commerce, dan penggunaan PayLater.
  6. Perilaku Bermasalah Lainnya. Berisi topik seperti konsumsi pornografi daring, sexting, pengembangan alat ukur adiksi judi online, dan cyberslacking (memakai internet untuk urusan pribadi saat jam belajar atau kerja).

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Adiksi dan Perilaku Bermasalah

  1. Analisis Differential Item Functioning Skala Cyberslacking dengan Pendekatan Model Rasch
  2. Co-Design Modul Psikoedukasi Kontrol Diri untuk Anak 8-11 Tahun dengan Kecenderungan Adiksi Smartphone
  3. Dampak Mengonsumsi Substansi Psikoaktif di Indonesia Berdasarkan Hasil Scoping Study
  4. Depresi sebagai Mediator antara Perilaku Merokok dan Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa Indonesia
  5. Desain dan Pengembangan Edutainment dalam Mencegah Penggunaan NAPZA pada Remaja: Sebuah Tinjauan Pelingkupan
  6. Dinamika Adiksi pada Perempuan Berusia Emerging Adult yang Terlibat Sexting dalam Hubungan Berpacaran Jarak Dekat dan Jauh
  7. Efikasi Akademik sebagai Mediator Peran Adiksi Penggunaan Gawai terhadap Penilaian Performa Akademik Siswa SMA di Yogyakarta
  8. Emotion-focused Coping sebagai Mediator Hubungan antara Gejala Depresi dengan Problematic Internet Use
  9. Executive Function sebagai Moderator Hubungan antara Kepribadian Extraversi, Interaksi Teman Sebaya, dan Penggunaan Internet Bermasalah dengan Kecenderungan Perundungan Siber
  10. Fenomena Compulsive Buying sebagai Strategi Coping terhadap Distress Kerja: Dinamika Psikologis dan Pemaknaan Subjektif Pekerja
  11. Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) di Kalangan Pengguna Media Sosial: Studi Mixed Methods
  12. Fenomena Fear of Missing Out pada Remaja
  13. Hubungan antara Emosi dengan Ketergantungan Kafein
  14. Hubungan antara Fear of Missing Out (Fomo) dengan Regulasi Diri pada Peminat Seni Nft
  15. Hubungan antara Kecenderungan Adiksi Media Sosial, Ketidakpuasan Citra Tubuh, dan Harga Diri pada Mahasiswa
  16. Hubungan antara Loneliness dengan Kecenderungan Internet Addiction pada Siswa SMK
  17. Hubungan Disregulasi Emosi dengan Perilaku Merokok pada Dewasa Awal
  18. Hubungan Frekuensi Merokok dan Depresi terhadap Kualitas Tidur: Analisis Data Survei Nasional IFLS-5
  19. Hubungan Intensitas Akses Pornografi Online terhadap Self-esteem Mahasiswa
  20. Hubungan Kecanduan Game Online dan Depresi
  21. Hubungan Perceived Social Support dan Mindfulness terhadap Online Fear of Missing Out (ON-FOMO) pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial
  22. Hubungan Perceived Stress dan Adiksi Bermain Game Online
  23. Hubungan Sensation Seeking dan Adiksi Game Online dengan Kontrol Diri sebagai Moderator
  24. Intensi Menggunakan PayLater sebagai Mediator Peran Fear of Missing Out terhadap Perilaku Pembelian Impulsif pada Generasi Z
  25. Intensitas Penggunaan Media Sosial sebagai Mediator Parsial antara Fear of Missing Out dan Adiksi Media Sosial pada Dewasa Awal di Indonesia
  26. Judi Online Berawal Serakah Menjadi Masalah: Pengembangan Alat Ukur Adiksi Judi Online dengan Objective Standard Setting Rasch Model Berdasarkan DSM-V
  27. Keberfungsian Keluarga sebagai Faktor Protektif pada Remaja Berisiko Penyalahgunaan Narkoba
  28. Kecenderungan Kecanduan Internet Remaja Ditinjau dari Regulasi Emosi pada Masa Pandemi COVID-19
  29. Memahami Pengalaman Kaum Muda yang Menjalani Pemulihan pada Pusat Rehabilitasi Narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta
  30. Pemantauan Orang Tua, Kecanduan Game Online, dan Prestasi Akademik pada Siswa SMP
  31. Pemulihan Mantan Pecandu Narkoba Dewasa Awal: Studi Naratif
  32. Pengaruh Adiksi Ponsel Pintar terhadap Hubungan Orang Tua dan Remaja di Indonesia
  33. Pengaruh Keyakinan terhadap Keterampilan Akademik Utama pada Ketergantungan terhadap Kecerdasan Buatan yang Dimediasi oleh Stres Akademik
  34. Pengaruh Regulasi Diri terhadap Hubungan antara Gejala Depresi dan Perilaku Binge-Watching pada Mahasiswa di Indonesia
  35. Penggunaan Internet Bermasalah sebagai Mediator antara Kesepian dan Kecenderungan Adiksi Internet pada Mahasiswa
  36. Penggunaan Internet Bermasalah terhadap Kepuasan Hidup dan Kecemasan Mahasiswa selama Pandemi COVID-19
  37. Peran Adiksi Media Sosial terhadap Agresi Siber dengan Moderasi Jenis Kelamin
  38. Peran Adiksi Media Sosial terhadap Materialisme pada Pengguna Tiktok
  39. Peran Anonimitas dan Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Intensi Menyebarkan Berita Palsu di Media Sosial
  40. Peran antara Need for Achievement terhadap Fear of Missing Out pada Generasi Milenial dengan Self Esteem sebagai Moderator
  41. Peran Bentuk Keluarga terhadap Adiksi Internet pada Remaja melalui Keberfungsian Keluarga sebagai Mediator
  42. Peran Celebrity Worship dan Fear of Missing Out terhadap Pembelian Impulsif pada Fandom NCTZen di Indonesia
  43. Peran Celebrity Worship dan Fear of Missing Out terhadap Pembelian Impulsif pada Penggemar K-Pop
  44. Peran Celebrity Worship terhadap Pembelian Kompulsif Merchandise Idola pada Emerging Adulthood Penggemar K-pop
  45. Peran Depresi dan Kecemasan terhadap Adiksi Ponsel Cerdas pada Mahasiswa
  46. Peran Distres Psikologi terhadap Kecanduan Media Sosial dengan Kesulitan Regulasi Emosi sebagai Mediator pada Emerging Adults
  47. Peran Dukungan Sosial terhadap Adiksi Internet pada Siswa SMA/Sederajat
  48. Peran Efikasi Diri Akademik dan Kecanduan Permainan Daring terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa
  49. Peran Eksplorasi Seksual terhadap Kepuasan Seksual pada Perempuan Dewasa Muda Pengguna Pornografi Internet
  50. Peran Fear of Missing Out (Fomo) dan Perbandingan Sosial terhadap Kelelahan dalam Bermedia Sosial
  51. Peran Fear of Missing Out (FOMO) dan School Burnout terhadap Academic Performance Mahasiswa
  52. Peran Fear of Missing Out (FoMO) dan Social Intelligence terhadap Kepuasan Hidup pada Mahasiswa
  53. Peran Fear of Missing Out (Fomo) terhadap Kesiapan Kerja pada Fresh Graduate Generasi Z
  54. Peran Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Post-Purchase Guilt dengan Impulsive Buying sebagai Variabel Mediasi pada Pembelian Produk Fashion Gen Z di E-Commerce
  55. Peran Fear of Missing Out dan Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Kecenderungan Adiksi Media Sosial Instagram pada Dewasa Awal
  56. Peran Fear of Missing Out dan Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Tiket Konser pada Penggemar K-Pop Usia Emerging Adulthood
  57. Peran Fear of Missing Out dan Intensitas Penggunaan TikTok Streaks terhadap Problematic Smartphone Use
  58. Peran Fear of Missing Out dan Kontrol Diri dengan Perilaku Pembelian Impulsif Merchandise pada Suporter Pss Sleman
  59. Peran Fear of Missing Out dan Neuroticism terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Produk Fashion di E-Marketplace
  60. Peran Fear of Missing Out dan Social Media Usage terhadap Konformitas pada Mahasiswa
  61. Peran Fear of Missing Out terhadap Pembelian Impulsif Produk Kecantikan Lokal di E-Commerce pada Generasi Z
  62. Peran Fear of Missing Out terhadap Perilaku Phubbing pada Remaja dengan Kontrol Diri sebagai Moderator
  63. Peran FoMO terhadap Penyesalan Pasca Pembelian dengan Pembelian Impulsif sebagai Mediator pada Konsumen Produk Kecantikan di Platform E-Commerce
  64. Peran FOMO terhadap Postpurchase Cognitive Dissonance Produk Blind Box dengan Mediator Impulsive Buying
  65. Peran Harga Diri dan Kontrol Diri terhadap Adiksi Internet di Kalangan Mahasiswa
  66. Peran Keberfungsian Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya terhadap Kecenderungan Adiksi Game Online pada Anak-Anak Usia Akhir (9-12 Tahun)
  67. Peran Kecanduan Media Sosial terhadap Gejala Depresi dengan Resiliensi sebagai Moderator
  68. Peran Kecenderungan Adiksi Internet terhadap Cyberbullying yang Dimediasi oleh Moral Disengagement pada Remaja Awal
  69. Peran Kecenderungan Depresi terhadap Intensitas Merokok Berdasarkan Data IFLS-5
  70. Peran Kelekatan Cemas pada Teman Sebaya, Kesepian Sosial, dan Intensitas Penggunaan Media Sosial X terhadap Penggunaan Internet Bermasalah pada Emerging Adulthood
  71. Peran Kelekatan Teman Sebaya terhadap Kecanduan Smartphone pada Remaja dengan Harga Diri sebagai Mediator dan Need to Belong sebagai Moderator
  72. Peran Kepribadian terhadap Perilaku Phubbing pada Mahasiswa
  73. Peran Kepuasan Hidup dan Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Fear of Missing Out pada Mahasiswa yang Merantau
  74. Peran Kesepian terhadap Binge-Watching pada Dewasa Muda
  75. Peran Kesepian terhadap Subjective Well-Being (SWB) dengan Mediator Adiksi Internet pada Mahasiswa yang Berdomisili di Wilayah Zona Merah COVID-19 di Pulau Jawa
  76. Peran Ketakutan akan Ketertinggalan terhadap Pengabaian Sosial dengan Mediasi Adiksi Ponsel
  77. Peran Kontrol Diri dan Kualitas Relasi dengan Orang Tua terhadap Kecenderungan Kecanduan Gim Daring pada Remaja
  78. Peran Loneliness dan Celebrity Worship terhadap Tendensi Adiksi Media Sosial
  79. Peran Metakognisi Disfungsional terhadap Tingkat Kecanduan Game Online
  80. Peran Norma Sosial dan Identifikasi Sosial dengan Kelompok Acuan dalam Hubungan antara Perceived Phubbing dan Risiko Adiksi Smartphone pada Remaja
  81. Peran Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) terhadap Kebahagiaan yang Dimediasi oleh Reputasi Sosial Media Influencer (SMI) pada Generasi Z
  82. Peran Pengaruh Sosial dalam Pembelian Kompulsif pada Live Commerce: Kontrol Diri sebagai Moderator
  83. Peran Perbandingan Sosial terhadap Kecenderungan Adiksi Media Sosial pada Generasi Z Pengguna TikTok
  84. Peran Perceived Stress dan Dukungan Sosial terhadap Problematic Internet Use pada Mahasiswa
  85. Peran Persepsi Norma Sosial terhadap Intensi Menggunakan E-cigarette pada Usia Dewasa Awal
  86. Peran Perubahan Perilaku Merokok Suami terhadap Gejala Depresi pada Istri: Studi Longitudinal di Indonesia
  87. Peran Problem Focused Coping terhadap Fear of Missing Out
  88. Peran Psychological Immunity sebagai Mediator Hubungan Kecanduan Media Sosial dan Depresi pada Emerging Adulthood (Dewasa Muda)
  89. Peran Regulasi Diri dan Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Fear of Missing Out pada Dewasa Awal
  90. Peran Regulasi Diri dan Strategi Coping terhadap Online Compulsive Buying pada S-Commerce
  91. Peran Regulasi Diri terhadap Kecanduan Penggunaan Media Sosial pada Mahasiswa Tingkat Sarjana
  92. Peran Self-Esteem dan Loneliness terhadap Fear of Missing Out (Fomo) pada Mahasiswa Yogyakarta Pengguna Instagram
  93. Peran Self-Esteem dan Sikap Kompetitif terhadap Perilaku Fear of Missing Out (FOMO) pada Mahasiswa Pengguna LinkedIn dalam Mencari Pekerjaan Magang
  94. Peran Stres Pengasuhan Ibu terhadap Intensitas Penggunaan Media Berbasis Layar pada Anak Prasekolah dengan Perilaku Phubbing Ibu sebagai Mediator
  95. Peran Stres Psikologis dan Adiksi Internet terhadap Intensitas Sindrom Pemujaan Selebriti pada Emerging Adults Anggota Fandom K-pop
  96. Peran Tingkat Literasi AI dan Ketergantungan Penggunaan AI terhadap Kecemasan Akademik Mahasiswa
  97. Performa Memori Kerja Mahasiswa dengan Adiksi Media Sosial ketika Dihadapkan pada Stimulus Wajah Emosional
  98. Perilaku Merokok Remaja dalam Perspektif Psikologi dan Ekologi: Penelitian Etnografi di ‘Kota Kretek’ Kudus Indonesia
  99. Perjalanan Hijrah Mantan Narapidana Pecandu Narkoba
  100. Problematic Internet Use Ditinjau dari Kepribadian Anchor dan Kepribadian Big-five
  101. Resiliensi pada Pelajar Mantan Pengguna NAPZA Fase Penggunaan Berisiko
  102. Studi Eksperimen Pengaruh Tingkat Keseraman dan Familiaritas Pictorial Health Warnings terhadap Intensi Pembelian Rokok
  103. Studi Fenomenologi Terkait Pengalaman Transendental pada Pecandu Narkoba di Pondok Rehabilitasi Berbasis Ritual Keagamaan Islam

 

Penutup

Adiksi dan perilaku bermasalah terus berganti wajah mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup, sehingga topik ini selalu menyediakan ruang untuk penelitian baru. Daftar judul di atas bisa membantu Anda melihat pola yang sudah banyak diteliti, misalnya FoMO dan kecanduan media sosial, sekaligus menemukan celah yang masih jarang disentuh seperti judi online, rokok elektrik, atau proses pemulihan. Pilih perilaku yang paling relevan dengan lingkungan Anda dan pastikan subjeknya mudah dijangkau. Dengan begitu, penelitian tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga bermanfaat untuk upaya pencegahan.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat