HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Pendidikan Pendekatan metode ceramah

1. Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Ceramah terhadap Hasil Belajar tentang Inflamasi dan Penyembuhan Luka (Mata Kuliah Patologi) Ditinjau dari Kemampuan Metakognitif

Abstrak

Patologi merupakan salah satu mata kuliah yang dianggap sulit oleh mahasiswa keperawatan. Dosen hanya menggunakan metode ceramah sehingga mahasiswa cenderung pasif.

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode jigsaw dan ceramah serta kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar. Subyek dan Metode : Jenis penelitian quasi experimental dengan Factorial Designs.

Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampel yaitu jumlah responden 58 mahasiswa Program Studi D III Keperawatan tahun 2013, 29 responden metode jigsaw dan 29 responden metode ceramah. Cara pengumpulan data dengan tes hasil belajar dan kuesioner kemampuan metakognitif. Teknik analisis data menggunakan Two ways ANOVA. Hasil :

  • Tidak ada perbedaan signifikan metode jigsaw dan ceramah terhadap hasil belajar mahasiswa (CI : 95%, p = 0,133) dengan F hitung sebesar 2,325
  • Ada perbedaan signifikan antara kemampuan metakognitif rendah dan tinggi terhadap hasil belajar dengan F hitung sebesar 66,228 dan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p < 0,005).
  • Ada pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan metakognitif dengan harga F hitung sebesar 11,168 dan nilai signifikasi sebesar 0,002 (p < 0,005).

Simpulan : Metode jigsaw dan ceramah sama baiknya jika digunakan pada pembelajaran inflamasi dan penyembuhan luka. Mahasiswa dengan kemampuan metakognitif tinggi memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan kemampuan metakognitif rendah.

 

2. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah dan Demonstrasi dengan Paritas terhadap Perawatan Tali Pusat pada Ibu Nifas

Abstrak

Latar Belakang: Salah satu upaya menekan angka infeksi bayi baru lahir akibat infeksi tali pusat adalah memberikan pendidikan kesehatan pada ibu nifas tentang proses perawatan tali pusat yang benar. Kendala yang sering ditemui pada proses pendidikan kesehatan adalah kurang tepatnya pemilihan metode yang dipergunakan sehingga tidak memberikan efek signifikan terhadap perubahan perilaku.

Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, dengan paritas terhadap perawatan tali pusat pada ibu nifas di RSUD Gambiran Metode Penelitian: Desain yang digunakan adalah Randomized experiment with Control Design dengan pendekatan post test only. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu nifas di RSUD Gambiran Kediri, dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel berjumlah 62 responden. Variabel Independent dalam penelitian ini adalah metode pendidikan dan paritas, sedangkan variabel dependent dalam penelitian ini adalah tali pusat.

Hasil: Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan nilai probabilitas (p-value) (X1*X2) = 0,037 < ? = 0,05 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, dengan paritas terhadap perawatan tali pusat pada ibu nifas di RSUD Gambiran. Hasil uji hipoteisi kedua menunjukkan nilai p-value (0,003) < ? (0,05) yang berarti ada perbedaan pengaruh antara pemberian pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi terhadap perawatan tali pusat pada ibu nifas di RSUD Gambiran. Serta uji hipotesis ketiga menunjukkan p-value (0,003) < ? (0,05) yang ada perbedaan pengaruh antara ibu bersalin pertama dan persalinan lebih dari sekali terhadap perawatan tali pusat pada ibu nifas di RSUD Gambiran.

Saran: Bagi tempat penelitian dalam hal ini rumah sakit diharapkan dapat mengembangkan upaya pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu post partum khususnya dengan menggunakan metode demonastrasi guna meningkatkan pemahaman ibu.

Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Ceramah, Demonstrasi, Paritas, Perawatan tali Pusat

 

3. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Inisiasi Menyusu Dini melalui Kombinasi Metode Ceramah – Tanya Jawab – Leafleat terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil di RB An-Nissa Surakarta

Abstrak

Latar belakang : Inisiasi Menyusu Dini merupakan suatu cara yakni memberikan kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu pada ibunya dalam satu jam pertama kehidupannya,karena sentuhan bayi melalui refleks hisapnya yang timbul mulai 30-40 menit setelah lahir akan menimbulkan rangsangan sensorik pada otak ibu untuk memproduksi hormon prolaktin dan memberikan rasa aman pada bayi. Namun, cakupan pelaksanaan IMD di Indonesia masih rendah.

Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Inisiasi Menyusu Dini terhadap tingkat pengetahuan dan sikap Ibu hamil. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah pre experimental design. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskripsi dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan di RB An-Nissa Surakarta pada bulan Januari 2012. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III yang memeriksakan kehamilannya di RB An-Nissa Surakarta. Jumlah populasi seluruhnya adalah 52 orang,jumlah sampel pada penelitian ini adalah 24 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan non probability sample dengan purposive sampling. Uji validitas menggunakan teknik Korelasi product moment dengan taraf signifikan a=0,05. Reliabilitas instrument dihitung dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan program Statistical Program for Social Science (SPSS) for window versi 17.00 dengan uji Wilcoxon Match Pairs Test.

Hasil penelitian :Dari analisis data dapat dibuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengaruh pendidikan kesehatan tentang inisiasi menyusu dini melalui metode ceramah, tanya jawab dengan Leafleat terhadap pengetahuan pada ibu hamil karena diperoleh p = 0,126, ada hubungan yang signifikan antara pendidikan kesehatan tentang inisiasi menyusu dini melalui metode ceramah, tanya jawab dengan leafleat terhadap sikap ibu hamil p = 0,042.

Dari hasil ini dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan pada taraf signifikasi 5% dimana hasil perhitungan menunjukkan p > 0,05.

Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang inisiasi menyusu dini melalui metode ceramah, tanya jawab,dan dengan leafleat terhadap pengetahuan ibu hamil. Dan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang inisiasi menyusu dini melalui metode ceramah, tanya jawab,dan dengan leafleat terhadap sikap ibu hamil.

 

4. Perbandingan Pengaruh Metode Pendidikan Sebaya dan Metode Ceramah terhadap Pengetahuan dan Sikap Pengendalian Hiv/Aids pada Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak

Angka kejadian HIV/AIDS terus meningkat. Golongan umur terbanyak pengidap HIV/AIDS ini adalah dari golongan umur 20-29 tahun dimana pada golongan umur ini adalah masa mereka menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode pendidikan sebaya dan metode ceramah terhadap pengetahuan dan sikap pengendalian HIV/AIDS pada mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain randomized controlled trial (RCT). Pengambilan sampel sebesar 60 mahasiswa dari populasi sumber yang terdiri atas 126 mahasiswa dilaksanakan dengan teknik pemilihan sampel random sederhana.Variabel pengetahuan dan sikap mahasiswa diukur dengan menggunakan tes dan angket. Perbedaan pengaruh metode pendidikan sebaya dan metode ceramah terhadap pengetahuan dan sikap pengendalian HIV/AIDS diuji secara statistik dengan uji t.

Hasil penelitian menunjukkan metode pendidikan sebaya meningkatkan pengetahuan pengendalian HIV/AIDS mahasiswa secara signifikan dibandingkan dengan metode ceramah (p = 0.013). Metode pendidikan sebaya juga meningkatkan sikap pengendalian HIV/AIDS mahasiswa secara signifikan dibandingkan metode ceramah (p = 0.019).

Dapat disimpulkan bahwa:

  • Terdapat perbedaan yang bermakna antara metode pendidikan sebaya dan metode ceramah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pengendalian HIV/AIDS pada mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha;
  • Pendidikan sebaya meningkatkan pengetahuan dan sikap pengendalian HIV/AIDS secara signifikan dibandingkan dengan metode ceramah.

 

5. Perbedaan Efektifitas Metode Ceramah dan Metode Peer Counsellor terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seks Pranikah Ditinjau dari Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah

Abstrak

Latar belakang : Banyak permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda di indonesia saat ini, salah satunya adalah hubungan seks pra nikah. Pesatnya arus informasi akibat kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang disampaikan pada remaja dan mempengaruhi sikap remaja dalam menyikapi seks pra nikah.karena kurangnya informasi yang tepat dan memadai, sehingga remaja dapat jatuh dalam perilaku yang beresiko yang dapat mengakibatkan terjadinya kehamilan yang tak diinginkan.infeksi menular seksual (ims) atau penyakit menular seksual (pms). Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan peduli remaja (pkpr) adalah melatih kader remaja atau sebaya, sekaligus sebagai konselor sebaya (peer counsellor) untuk penyebaran pendidikan kesehatan khususnya seks pranikah pada siswa sma

Metode : Dengan metode quasi eksperimen dengan pendekatan penelitian post test group desain. Penelitian dilakukan di smkn 1 demak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah test dan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisis varian 2 arah.

Tujuan :

Secara umum

Untuk mengetahui perbedaaan efektivitas metode ceramah dan metode peer counselor terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah ditinjau dari sikap remaja tentag seks pranikah di smkn 1 demak.

Secara khusus

  • untuk mengetahui efektivitas metode ceramah dan metode peer counselor terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah
  • untuk mengetahui perbedaan pengetahuan antara sikap tinggi dan sikap rendah tentang seks pranikah(3)untuk mengetahui interaksi antara metode mengajar dan sikap terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah

Hasil :

  • terdapat perbedaan pengetahuan antara metode ceramah dan metode peer counselor terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah yaitu f hitung sebesar 23,532> f tabel sebesar 3,697 sehingga hipotesis teruji kebenarannya.
  • ada perbedaan pengetahuan antara sikap tinggi dan sikap rendah remaja tentang seks pranikah dengan nilai signifikasi 0,000 yang lebih kecil dari nilai ? (0,05) karena f hitung = 28,573> f tabel 3,967.
  • tidak terdapat interaksi yang singnifikan antara metode mengajar dengan sikap terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah terlihat f hitung 0,001 < f tabel 3,967.

Kesimpulan :

  • ada perbedaan pengetahuan antara metode ceramah dan metode peer counselor terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah
  • ada perbedaan pengetahuan antara sikap tinggi dan sikap rendah
  • tidak terdapat interaksi yang signifikan antara metode mengajar dan sikap terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah.

 

6. Perbedaan Pembelajaran Metode Ceramah dan Metode Demonstrasi terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa SI-Keperawatan STIKES Muhammadiyah Lamongan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar mahasiswa dengan menggunakan metode ceramah dan metode demonstrasi Prodi S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Lamongan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan post test only. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Lamongan semester IV. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah semua mahasiswa semester IV Prodi S1 Keperawatan yang jumlah 98 mahasiswa. Teknik sampling pada penelitian ini adalah teknik exhausted sampling yang mengambil semua anggota populasi digunakan sebagai sampel kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing kelompok berjumlah 49 mahasiswa. Kelompok yang pertama diberikan perlakuan dengan metode ceramah dan kelompok yang kedua diberikan perlakuan metode demonstrasi. Variabel bebas adalah metode ceramah, dan metode demonstrasi sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar.

Teknik pengumpulan data menggunakan tes soal pada ujian akhir semester untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan uji pra syarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dengan taraf signifikansi penelitian 5% atau ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan, nilai rerata untuk prestasi belajar pada metode ceramah 23,85 dan nilai rerata untuk prestasi belajar pada metode demonstrasi 23,36, dan pada uji statistik dengan menggunakan uji t nilai ? = 0,154.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan penggunaan metode pembelajaran ceramah dan metode pembelajaran demonstrasi terhadap prestasi belajar mahasiswa di Prodi S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Lamongan.

Kata Kunci : Metode Ceramah, Metode Demonstrasi, Prestasi Belajar

 

7. Perbedaan Pengaruh Antara Metode Diskusi Simulasi dan Metode Ceramah terhadap Pengetahuan

Abstrak

Latar Belakang : Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan dukungan tehnis dari petugas kesehatan di Puskesmas. Kader Posyandu sebagai ujung tombak atau garda terdepan dalam pelaksanaan Posyandu. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu perlu diadakan pelatihan kader Posyandu. Pemilihan metode Pelatihan perlu dikembangkan agar kader Posyandu memiliki kompetensi dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak . Pelatihan kader Posyandu secara praktis mampu memahami pedoman kader terutama terampil dalam pelayanan sistem 5 langkah. Metode diskusi , simulasi merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan Pengetahuan dan keterampilan.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode diskusi , simulasi dengan metode ceramah pada pelatihan kader posyandu terhadap pengetahuan dan keterampilan. Metode : Penelitian ini termasuk jenis quasy eksperimen dengan rancangan penelitian pre- post test control design. Penelitian ini dilakukan terhadap 35 kader posyandu yang mendapatkan pelatihan dengan metode diskusi, simulasi sebagai kelompok perlakuan dan 35 kader posyandu mendapatkan pelatihan dengan metode ceramah sebagai kelompok pembanding. Rerata skor diukur sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Skor pengetahuan dengan skala rasio diukur dengan paired t-test, skor untuk keterampilan dengan skala ordinal di ukur dengan wilcoxon dilanjutkan dengan dengan mengetahui pengaruh perbedaan antara metode diskusi, simulasi dengan metode ceramah dengan uji independent t- test yang sebelumnya dilakukan uji normalitas data. Data uji normalitas menunjukkan data yang tidak normal sehingga dilakukan uji mann whiteney.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara metode diskusi simulasi dan metode ceramah terhadap pengetahuan kader dan terdapat perbedaan antara diskusi simulasi dan metode ceramah terhadap keterampilan kader.

Kesimpulan : Pelatihan dengan metode diskusi simulasi lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dibandingkan metode ceramah.

 

8. Perbedaan Pengaruh Metode Ceramah dan Diskusi Dibandingkan Metode Problem Solving terhadap Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Seks Pranikah

Abstrak

Peningkatan aktifitas seksual dikalangan kaum remaja sangat merugikan mereka. Sebagian besar remaja kurang memahami tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja tetapi tidak diiringi dengan peningkatan pengetahuan mengenai hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan perbedaan pengaruh metode ceramah dan diskusi dengan metode problem solving terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku seks pranikah. Desain penelitian quasi experiment dengan two group pre test-post test design. Populasi, siswa yang bersekolah di SMPN 1 Bringin. Teknik sampling adalah cluster sampling. Jumlah sampel 30 siswa untuk masing-masing metode. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku. Data pengetahuan diuji dengan t-test sedangkan sikap dan perilaku dengan uji mann whitney.

Berdasarkan hasil analisis data penelitian didapatkan hasil:

  • tidak ada perbedaan pengaruh yang bermakna secara statistik antara metode ceramah dan diskusi dibandingkan metode problem solving pada pengetahuan remaja tentang seks pranikah (p=0,499) > (?=0,05).
  • tidak ada perbedaan pengaruh yang bermakna secara statistik antara metode ceramah dan diskusi dibandingkan metode problem solving pada sikap remaja tentang seks pranikah (p=0,052) > (?=0,05).
  • ada perbedaan pengaruh yang bermakna secara statistik antara metode ceramah dan diskusi dibandingkan metode problem solving pada perilaku seks pranikah remaja (p=0,046) < (?=0,05).

Tidak ada perbedaan bermakna secara statistik pengaruh pendidikan kesehatan dengan kedua metode pada pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah, tetapi ada perbedaan bermakna secara statistik pada perilaku seks pranikah remaja. Implikasinya yaitu lembaga pendidikan maupun kesehatan dapat memilih penggunaan metode pendidikan ceramah dan diskusi atau problem solving sesuai dengan kebutuhan siswa dan ketersediaan fasilitas yang ada untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan mengubah perilaku tentang seks pranikah

9. Perbedaan Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Metode Ceramah dan Diskusi terhadap Sikap tentang Sadari Ditinjau dari Pengetahuan

Abstrak

Latar Belakang : Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak dijumpai pada wanita di Indonesia dan seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri merupakan suatu skrining yang bisa dilakukan oleh para wanita untuk deteksi dini kanker payudara.

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa perbedaan pengaruh penyuluhan kesehatan metode ceramah dan diskusi terhadap sikap tentang SADARI ditinjau dari pengetahuan. Subyek dan Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental menggunakan desain Randomized Controlled Trial Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan cluster random sampling yaitu jumlah subyek 30 untuk masing-masing kelompok intervensi maupun kontrol mahasiswi semester II tahun ajaran 2012/2013. Reliabilitas instrumen variabel diuji dengan menggunakan Item-Total Correlation; Split-Half Reliability. Alpha (?) Cronbach. Data dianalisis dengan uji T, ANAVA two way dan regresi linear ganda.

Hasil : Terdapat perbedaan positif dan secara statistik signifikan penyuluhan kesehatan antara metode ceramah dan diskusi terhadap sikap mahasiswi tentang SADARI (CI=95%; p < 0,001). Terdapat pengaruh positif dan secara statistik signifikan antara metode penyuluhan kesehatan dengan sikap mahasiswi tentang SADARI (b1=9,15; CI=95%; 6,82 hingga 11,48; p < 0,001). Pengetahuan (b2=0,37; CI=95%; 0,32 hingga 0,71; p = 0,033). Terdapat pengaruh interaksi dan secara statistik signifikan metode penyuluhan kesehatan, pengetahuan terhadap sikap mahasiswi tentang SADARI (CI=95%; p = 0,030)

Kata Kunci : Penyuluhan kesehatan, ceramah, diskusi, SADARI.

 

10. Perbedaan Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Wanita tentang Menopause, antara Cara Belajar Aktif Diskusi Kelompok dengan Leaflet, dibanding Metode Ceramah dengan Leaflet di Kompleks Solobar

Abstrak

Pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi termasuk bidang kesehatan, berdampak pada tingginya usia harapan hidup. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah wanita usia diatas 40 tahun, dimana diusia tersebut sering muncul gejala menopause yang mengganggu kualitas hidup wanita. Informasi yang benar tentang menopause terbukti mengurangi derajat gejala menopause.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah perbedaan antara cara belajar aktif diskusi kelompok dengan leaflet dan metode ceramah dengan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita tentang menopause. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen, dengan pemberian pretest dan postest pada ketiga kelompok penelitian. Penelitian dilakukan di Kompleks Solobaru dengan sampel semua wanita anggota arisan Ikatan Warga solobaru (IWSB) berusia 25-40 tahun (49 orang), dibagi dalam tiga kelompok secara acak. Data diambil dengan kuesioner, diuji dengan Analysis Of Varians (ANOVA), dilanjutkan Post Hoc Test untuk melihat perbedaan antara kelompok eksperimen, pembanding maupun kontrol. Hasil penelitian, CBA diskusi kelompok dengan leaflet lebih baik dibanding metode ceramah dengan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan wanita tentang menopause. Hal ini dapat dilihat dari mean pada CBA diskusi kelompok (23,0000) yang lebih tinggi dibanding metode ceramah (20,8235) dengan P = 0,000 (P<0,05). Ini juga terjadi pada variabel sikap, dimana mean kelompok eksperimen = 57,0588 dan kelompok pembanding = 54,2941. ( F = 50,329 dan Sig = 0,000 (P<0,05).

Jadi kesimpulannya adalah Cara Belajar Aktif (CBA) diskusi kelompok dengan leaflet lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita tentang menopause dibanding metode ceramah dengan leaflet. Karena itu disarankan untuk menggunakan (CBA) diakusi kelompok dalam memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan maupun sikap

Incoming search terms:

Leave a Reply