HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Potensi Dan Promosi Desa Tumang Sebagai Desa Wisata Melalui Video Profile

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum pariwisata Kabupaten Boyolali, pengembangan Desa Wisata, proses pembuatan produk “Muda Tama”, potensi Desa Tumang untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata, dan kelebihan video profile sebagai media promosi dibandingkan media promosi lain.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, wawancara, dan studi dokumen. Setelah data terkumpul, kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif, dan disajikan dalam bentuk laporan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Tumang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata, terutama karena adanya perusahaan-perusahaan kerajinan tembaga, dengan perusahaan “Muda Tama” sebagai perusahaan besar. Video profile merupakan media promosi yang sesuai dengan tuntutan zaman, karena mampu mengkomunikasikan kepada pasar, berbagai potensi yang dimiliki oleh Desa Tumang, dan perusahaan “Muda Tama”. Kesimpulan dari penelitian ini peningkatan usaha promosi Desa Tumang melalui video profile, karena video profile memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan media promosi lain (media cetak).

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi sebagai salah satu dampak arus globalisasi, secara nyata membawa perubahan ritme dan bentuk kehidupan pasar ke arah yang lebih maju/berkembang (progress). Sebagai contoh yang riil dari hal ini adalah semakin penting dan tidak dapat dipisahkannnya segala bentuk kehidupan manusia dari teknologi, atau yang lebih dikenal dengan sistem komputerisasi. Hal ini juga berlaku dalam dunia pariwisata. Dunia pariwisata yang semula dikelola secara konvensional, kini menjadi sebuah dunia multi kompleks yang dikelola secara profesional dan modern. Selain karena tuntutan dan pola zaman yang semakin maju, hal ini terjadi karena semakin tidak dapat terlepasnya masyarakat, yang dalam hal ini dapat disebut pula sebagai pasar, dengan dunia pariwisata. Bagi pelaku bisnis pariwisata sendiri, pariwisata saat ini tidak hanya menjadi usaha kecil dan sebagai usaha sampingan, namun telah menjadi usaha besar, dan bahkan telah menjadi sumber devisa utama di beberapa negara. Kemajuan teknologi yang didukung dengan dukungan dari pihak luar(sebagai contoh adalah tersedianya dana investasi dalam jumlah yang besar), secara cepat mampu mengubah segala bentuk aksi dalam dunia pariwisata. Saat ini manajemen pelayanan, dan manajemen promosi berubah secara maju dan modern. Hal ini terjadi karena perubahan selera dan standarisasi pasar yang semakin maju.

Promosi, sebagai salah satu usaha manajemen pemasaran pun mau tidak mau harus mengikuti standarisasi pasar. Sebagai ujung tombak dari usaha menembus pasar atas penjualan produk pariwisata, promosi adalah suatu usaha yang berhubungan langsung dengan pasar. Dapat dikatakan pula bahwa kesuksesan suatu proses penjualan produk pariwisata tertumpu pada usaha promosi. Melihat perkembangan usaha promosi pariwisata di daerah kecil (dalam hal ini, bukan daerah ibukota negara atau provinsi), promosi masih dilakukan dengan cara yang konvensional, dan bahkan kadang-kadang, tidak terjadi usaha promosi sama sekali.

Usaha promosi di daerah-daerah kecil ini terbatas pada berbagai kebiasaan yang telah ada turun temurun. Apabila ada usaha promosi, hal ini pun masih terbatas pada pembuatan brosur, leafleat, ataupun teknik konvensional lain. Desa Tumang adalah salah satu daerah yang merupakan wilayah Kelurahan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Dalam sistem administratifnya, Desa Tumang sebenarnya merupakan salah satu dukuh yang terletak di Desa Cepogo. Terletak sekitar 3 kilometer dari Kecamatan Cepogo, dan sekitar 18 kilometer ke arah barat dari Kabupaten Boyolali. Sejak zaman Mataram, desa kecil ini telah menjadi salah satu desa penghasil kerajinan tembaga dan kuningan. Saat ini, Desa Tumang telah menjadi sentra kerajinan tembaga terbesar ke empat bagi Jawa Tengah (Data dari Departement Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah 1999). Produk yang dibuat di desa ini antara lain : vas bunga, kap lampu, kubah masjid, mangkok, patung, atau pun produk-produk yang dipesan secara khusus oleh pasar.

Setelah menjadi sentra industri tembaga besar di Indonesia, kini hasil dari kerajinan tembaga ini pun, telah merambah ke manca negara, khususnya Amerika Serikat, Australia, dan Belanda (http://www.Wikipedia.Tembaga.com, 4 April 2008). Pesanan yang datang dari Amerika Serikat, Australia, dan Belanda tersebut rata-rata berharga antara Rp.700.000,00- Rp. 10.000.000,00 per unitnya (http://www.ukm-bd.com, 4 April 2008).

Melihat potensi besar yang dimiliki Desa Tumang, sangat sayang apabila manajemen promosi di desa ini hanya dilakukan secara konvensional. Potensi yang sangat besar dari desa ini, tentu saja harus didukung dengan konsep promosi yang modern, sederhana (tanpa terkesan ketinggalan zaman), dan unik (tanpa mengesampingkan konsep keaslian yang tentu saja harus tetap ditonjolkan dari desa ini).

Teknologi audio visual adalah salah satu hasil dari perkembangan teknologi. Teknologi audio visual sendiri dapat diartikan sebagai cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Peralatan audio visual memungkinkan pemroyeksian gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan penayangan visual yang beukuran besar. Audio visual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang saling berkaitan, melalui penglihatan dan pendengaran secara khusus, tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol (http://www.hendryhendratman.com, 4 April 2008). Secara khusus, teknologi audio visual cenderung mempunyai karakteristik sebagai berikut: bersifat modern dan dinamis, menampilkan visual yang secara riil lebih mudah menarik perhatian pasar, digunakan melalui cara yang sebelumnya telah ditentukan oleh desainer/ pengembang (http:// www.hendryhendratman.com, 4 April 2008).

Video profile, sebagai salah satu dari produk kemajuan teknologi audio visual, menjadi salah satu media promosi yang memiliki konsep yang unik, modern, dan mampu mensugesti pasar. Desa Tumang sebagai sentra kerajinan tembaga saat ini, mencoba untuk memulai gagasan baru yang berkaitan dengan atraksi pelayanan, pemasaran dan promosi. Dalam proses pengembangannya dibutuhkan strategi pemasaran yang dapat menarik pasar untuk semakin menguatkan posisi Desa Tumang sebagai sentra tembaga besar, dan untuk semakin menguatkan produk-produk tersebut, agar semakin dapat diterima oleh pasar. Konsep promosi ini sendiri tidak hanya mengkomunikasikan bagaimana proses produksi tembaga di desa ini, tetapi konsep promosi ini juga harus mampu mengkomunikasikan kepada pasar, keunikan dan competitive advantange (sesuatu yang tidak dimiliki oleh produk dari lain tempat) dibandingkan dengan sentra industri tembaga lain. Tanpa adanya keunikan dan competitive advantange, Desa Tumang tidak akan mempunyai daya tarik bagi pasar.

Secara singkat, bahwa potensi besar yang dimiliki oleh Desa Tumang ini membutuhkan suatu media promosi yang lebih modern, efektif, dan mampu mengkomunikasikan berbagai potensi tersebut, menjadi suatu pesan yang dapat ditangkap secara baik dan menarik bagi pasar. Salah satu media yang mampu menjawab kebutuhan promosi bagi Desa Tumang ini adalah video profile. Karakteristik video profile yang modern, sederhana dan memvisualisasikan apa saja yang akan dijual oleh Desa Tumang ini ( competitive advantage ) jelas akan menjadi media promosi yang efektif bagi Desa Tumang. Keterkaitan yang sangat erat ini sangat menarik untuk dijadikan sebagai karya tugas akhir dengan judul “ Potensi Dan Promosi Desa Tumang Sebagai Desa Wisata Melalui Video Profile “

Leave a Reply