HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Konseling Terhadap Kecerdasan Emosi dan Depresi Lansia di Posyandu

Judul Skripsi : Pengaruh Konseling Terhadap Kecerdasan Emosi dan Depresi Lansia di Posyandu Lansia Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar

 

A. Latar Belakang Masalah

Orang dengan ketrampilan emosi yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan bahagia dan berhasil dalam kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka. Orang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosinya akan mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk berkonsentrasi pada karir/pekerjaan ataupun untuk memiliki pikiran yang jernih (Davis, 2008).

Sistem emosi mempercepat sistem kognitif untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin akan terjadi. Stimuli yang relevan dengan rasa takut menimbulkan reaksi bahwa hal buruk akan terjadi. Terlihat bahwa rasa takut mempersiapkan individu untuk antisipasi datangnya hal tidak menyenangkan yang mungkin akan terjadi. Secara otomatis individu akan bersiap menghadapi hal-hal buruk yang mungkin terjadi bila muncul rasa takut (Davis, 2008).

 

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: Adakah pengaruh konseling terhadap kecerdasan emosi dan depresi pada lansia?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Konseling

Konseling adalah salah satu jenis terapi psikologik. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pasien tentang dirinya sendiri secara lebih lengkap, sehingga ia menjadi lebih mampu mengadakan hubungan interpersonal yang baik dan dapat beradaptasi dan mempersepsi lingkungannya dengan lebih baik.

 

Siapa saja yang membutuhkan konseling

Orang yang membutuhkan konseling adalah orang yang (Yuwana, 2005):  Sedang menghadapi suatu krisis yang mendesak, Apabila ada faktor kerahasiaan harus dijaga. Artinya kalau ia bicara dengan tetangga, bisa jadi gosip. Tetapi kalau dengan konselor ada kode etiknya, Menjelaskan suatu hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan konsep diri, misalnya: menjelaskan kepada anak perempuan yang positif hamil setelah dites air seninya, Orang yang akan menjelaskan kepada orang yang terkena positif HIV/AIDS, Takut bicara dengan orang banyak. Ada orang yang mau privasinya dijaga, hanya mau bicara dengan satu orang saja, Merasa tidak diterima oleh kelompok sebayanya. Ia merasa terkucil, lalu kemana dia harus berbagi.

 

Pedoman Konseling

Persiapkan ruangan senyaman mungkin untuk dua orang (konselor dan konseli). Gunakan bahasa yang dimengerti oleh pasien sesuai dengan kapasitas dan tingkat pendidikannya. Sikap yang bersahabat, dengan sapaan, lalu menuju ke pembicaraan yang lebih spesifik. Jelaskan bahwa kerahasiaan terjamin. Terangkan lamanya pertemuan. Berikan perhatian penuh terhadap apa yang disampaikan pasien. Jangan langsung membuat kesimpulan atas masalah yang disampaikan pasien. Jangan menyerang pasien ( Gunarsa, 2007).

 

Kecerdasan emosi

Kecerdasan emosi mencakup pengendalian diri, semangat, ketekunan serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati, tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, kemampuan membaca perasaan terdalam orang lain ( empati ) dan berdoa, kemampuan memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta kemampuan untuk memimpin ( Goleman, 2008 ).

 

Pengertian depresi

Depresi adalah suatu gangguan alam perasaan (mood) yang ditandai  dengan kemurungan dan kesedihan yang mendalam dan berkelanjutan sehingga hilangnya kegairahan hidup, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas ( Reality Testing Ability/RTA masih baik), kepribadian tetap utuh ( tidak mengalami keretakan kepribadian/splitting of personality) perilaku dapat terganggu tetapi dalam batas batas normal. ( Hawari, 2008 )

 

Pengertian usia lanjut

Usia lanjut adalah seseorang yang sudah berusia di atas 60 tahun. Pada umumnya memiliki tanda tanda terjadinya penurunan fungsi-funsi biologis, psikologis dan ekonomi ( BKKBN, 2005 ).

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Lokasi penelitian adalah di Posyandu lansia kemuning, desa kemuning kecamatan Ngargoyoso Karanganyar Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental .

Popolasi penelitian yaitu Anggota Posyandu Lansia Desa Kemuning , Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar berjumlah 176 lansia (N), dan 38 anggota posyandu lansia desa Kemuning sebagai subjek penelitian dan anggota posyandu lansia segorogunung berjumlah 36 orang sebagai subjek try out.

Memberi nomor undian pada masing masing populasi dan mengambil secara acak sampai sejumlah 38 subjek penelitian.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling terhadap kecerdasan emosi dimana konseling akan meningkatkan kecerdasan emosi lansia .tetapi konseling tidak menurnkan depresi lansia.

Leave a Reply