HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Intra Thecal Labor Analgesia Terhadap Kadar Hsp 70, Lama Persalinan dan Fetal Outcome

Judul Skripsi : Pengaruh Intra Thecal Labor Analgesia ( ILA ) Terhadap Kadar Hsp 70, Lama Persalinan dan Fetal Outcome

 

A. Latar Belakang

Intra thecal labor analgesia (ILA) berisi kombinasi rapivacain 3,0 mg dengan clonidin 75?g, ditambah dengan fentanyl 25?g merupakan analgesia yang ideal pada persalinan (Slidesshare, 2010). ILA mempunyai kelebihan disamping mengurangi rasa nyeri dan menghilangkan kondisi stress juga masih bisa merasakan kontraksi (Nasaldi, 2010). Pemakaian ILA dengan dosis optimal (kombinasi ropivacain 3,0 mg dengan clonidin 75?g, ditambah dengan fentanyl 25?g), dapat menghilangkan rasa nyeri sehingga terjadi perubahan emosi yang positif. Sinyal perubahan emosi akan mencapai neuron di paraventricular nuclei (PVN) sistem limbic sehingga intensitas stress menurun. Stressor psikologis primigravida menyebabkan ekspresi astrosit di amigdala, hipotalamus dan neuroglia yang mengakibatkan neuroglia, terutama astrosit dan mikroglia aktif (Nasronudin, 2005; Soetrisno, 2009).

Produksi ACTH oleh sel basofil hipofise anterior menurun, yang direspon korteks adrenal dengan kortisol yang menurun. Penurunan kortisol akan mengurangi efek supresi protein miosit sehingga terjadi peningkatan produksi protein diantaranya adalah Hsp 70 (Alexy, 2005; Dror, 2008; Soetrisno, 2009).

 

B. Rumusan Masalah

Apakah ada pengaruh ILA terhadap kadar Hsp 70, lama persalinan dan fetal outcome?

 

C. Tinjuan Pustaka

Penilaian Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir dinilai dengan skor APGAR, yaitu sebuah metode yang diperkenalkan pertama kali tahun 1952 oleh Dr. Virginia Apgar untuk secara cepat menilai kondisi kesehatan bayi baru lahir sesaat setelah kelahiran (Finster, 2005). Apgar yang berprofesi sebagai ahli anestesiologi mengembangkan metode skor ini untuk mengetahui dengan pasti bagaimana pengaruh anestesi obstetrik terhadap bayi. Alat bantu hafal ini diperkenalkan pada tahun 1963 oleh seorang dokter anak, Dr. Joseph Butterfield. Akronim yang sama juga digunakan di Jerman, Spanyol, dan Perancis (Casey, 2001).

Intra Thecal Labor Analgesia (ILA)

Tehnik pengelolaan nyeri persalinan dengan melakukan blokade transmisi nyeri pada dorsal horn medulla spinalis dengan menggunakan obat yang ditambah dengan fentanyl 25 ?g, dengan satu kali injeksi. (Palmer, 2002; Minty 2007).

Heat Shock Protein-70 (Hsp-70)

Heat Shock Protein merupakan protein yang disintesis oleh gen dari lokus kromosom yang menggembung akibat adanya stres dan berfungsi sebagai chaperone yaitu protein yang melakukan pengaturan homeostasis dan menjaga kelangsungan hidup sel. Dan Heat Shock Protein-70 (Hsp-70) merupakan sekumpulan protein dalam sel makhluk hidup yang dapat ditemui dalam semua fase perkembangan. Mereka aktif apabila dirangsang oleh berbagai macam bentuk stres. Dalam kondisi normal, juga banyak ditemukan dalam sel, dan mereka berperan sebagai “Chaperone”. Molekul yang menyediakan lingkungan tempat protein yang salah mengulung (folded incorrectly) akibat stres dapat kembali menggulung dengan benar dan sintesanya meningkat melalui mekanisme umpan balik sebagai respon terhadap stres. (Edner, 2003; Soetrisno, 2009).

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Penelitian eksperimental biomedik dengan rancangan post test only control group design di Rumah Sakit dr. Moewardi Surakarta.

Pengambilan sampel secara purposive non random sampling.

Penelitian pada primigravida, umur 20-25 tahun, hamil normal, dalam persalinan kala I fase aktif (pembukaan 4 sentimeter). Dari 32 sampel, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing 16 pasien.

Kelompok perlakuan diberikan ILA. Data kendali meliputi : Umur, Tinggi Badan, Berat Badan, Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik, Gula Darah, SGOT, SGPT, Hemoglobin, Ureum, Creatinindan Protein total diambil satu kali di awal penelitian.

Data Lama Persalinan kala I, II, dan III diperoleh dari pengamatan kemajuan persalinan, data fetal outcome dengan skor APGAR didapatkan pada menit pertama dan ke lima.

Data kadar HSP 70 diperoleh dari serum darah yang diambil saat kala II dengan menggunakan metode ELISA.

Analisis data kendali menggunakan uji homogenitas, data kadar HSP 70, lama persalinan dan skor APGAR dengan F test (ANOVA).

 

E. Kesimpulan

1. Penggunaan analgesia ILA (Intra techal labour analgesia) dengan ropivacain 3,0 mg, clonidin 75 ?g dan fentanyl 25 ?g memperbaiki persepsi stres, sehingga mengubah distress menjadi kondisi eustress (menjadi positif).

2. Peningkatan respon stress yang positif menyempurnakan aktivitas aksis HPA (hipotalamus-Pituitari-Adrenal) dan menurunkan efek supresi kortisol, sehingga sintesis protein stress (Hsp-70) meningkat.

3. Peningkatan Hsp-70 direspon oleh reseptor dimembran miosit dengan peningkatan cAMP, sehingga terjadi pengaktifan enzim dependent protein kinase. Peningkatan enzim ini menyebabkan myosin light chain (MLC) aktif meningkat. MLC aktif dengan kalmodulin kalsium aktif (kalsium meningkat pada persalinan) membentuk komplek aktif yang memfosforilasi myosin, dan terjadi aktifasi ATPase oleh aktin dan membentuk aktomyosin. Perubahan ATP menjadi ADP dan Pi (posphatidil inositol), sehingga timbul tenaga untuk kontraksi miometrium dan persalinan menjadi normal.

4. ILA memperbaiki persepsi stress menjadi persepsi yang positif sehingga mempercepat proses persalinan dengan fetal outcome yang lebih baik.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply