HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Penambahan Dexamethasone terhadap Mula Kerja dan Lama Kerja Lidokain

Judul Skripsi : Pengaruh Penambahan Dexamethasone terhadap Mula Kerja dan Lama Kerja Lidokain pada Blok Pleksus Brakhialis dengan Pendekatan Supraklavikular, Infraklavikular dan Aksiler

A. Latar Belakang

Operasi pada ekstremitas atas dengan sedasi dan blok plexus brakhialis telah menjadi anestesi yang rutin dilakukan pada pasien rawat jalan terutama bedah ortopedi. Blok saraf perifer digunakan, karena memiliki beberapa keuntungan pada pasien yaitu dapat digunakan pada pasien rawat jalan (terutama operasi ekstremitas atas), preemptive analgesia, menghindari general anestesi dengan segala resikonya, pada operasi emergensi dengan lambung penuh, resiko rendah terjadinya mual dan muntah, mobilisasi yang lebih cepat, mengurangi nyeri post operatif (sampai beberapa hari dengan blok saraf tepi kontinyu), perfusi yang lebih baik pada ekstremitas yang terkena trauma karena terjadinya vasodilatasi oleh blok simpatik dan pemulangan lebih awal (Jankovic 2004, Chelly 2007).

Lokal anestesi di definisikan sebagai hilangnya sensasi pada suatu area di tubuh yang di sebabkan oleh depresi dari exsitasi akhir saraf atau inhibisi dari proses konduksi pada nervus perifer, kegunaan penting yang di hasilkan oleh lokal anestesi ini berupa hilangnya sensasi tanpa hilangnya kesadaran, hal ini merupakan perbedaan besar yang dramatis dari lokal anestesi di bandingkan dengan general anesthesia (Stanley 1997).

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Apakah kombinasi lidokain 1,6 % + epinefrin 2,5 ?g per ml + dexamethason 8 mg lebih bermanfaat dibandingkan dengan lidokain 1,6 % + epinefrin 2,5 ?g per ml dalam hal mula kerja dan lama kerja blok sensoris dan motorik pada single injection blok pleksus brakhialis dengan pendekatan supraklavikular, infraklavikular dan aksiller?

 

C. Tinjauan Pustaka

Blok pleksus brakhialis

Pleksus brakhialis berawal dari serabut saraf (C5 – C8) dan serabut saraf (T1) yang kemudian turun dan berjalan di bawah klavikula melalui aksila serta turun ke lengan bawah. Teknik blok ini dapat di lakukan melalui beberapa pendekatan yaitu pendekatan interskalenus, supraklavikular, infraklavikular dan aksiller. Keberhasilan dalam melakukan blok pleksus brakhialis membutuhkan pengetahuan yang cukup mengenai anatomi. Hal ini diperlukan untuk menentukan pendekatan mana yang terbaik dan mengetahui lokasi saraf yang dituju. Letak pleksus pada umumnya diketahui atau ditandai dengan titik anatomis dengan menggunakan tulang atau pembuluh darah sebagai penanda (Wedell 2010).

Blok infraklavikular

Posisi pasien telentang dengan tangan yang akan diblok diposisikan dengan relaks pada perut, dan kepala agak ditolehkan kearah kontralateral. Indikasi untuk anestesi operatif dan analgesia post operatif pada daerah lengan bawah dan tangan, pasien dapat mentolerir penggunaan torniket di daerah lengan atas. Penanda anatomi pertengahan antara ventral apofisis dari akromion dengan incisura jugularis. Ukuran jarum 22 G, panjang 5 cm. Volume anestesi lokal yang diinjeksikan 30 – 50 ml, setelah mendapatkan kontraksi dari jari (fleksi atau ekstensi) pada stimulasi dengan arus ? 0,5 mili ampere (Franco 2009).

Blok aksiller

Posisi pasien telentang dengan lengan abduksi 900 sampai dengan 1100 pada bahu dan fleksi 900 pada siku. Indikasi untuk anestesi operatif dan analgesia post operatif untuk operasi di bawah siku, torniket pada lengan atas kurang dapat ditolerir oleh kebanyakan penderita oleh karena nervus muskulokutaneus tidak terblokade dengan blok ini. Penanda anatomi adalah pulsasi a. aksillaris pada fossa aksillaris, sulkus bicipitalis medial, m. pektoralis mayor dan m. korakobrakhialis. Ukuran jarum 22 G, panjang 5 cm. Volume anestesi lokal yang diinjeksikan 30 – 50 ml, setelah mendapatkan kontraksi dari jari (fleksi atau ekstensi) pada stimulasi dengan arus ? 0,5 mili ampere (Gebhard 2009, Merhkens 2005).

 

Lidokain

Lidokain adalah obat anestesi lokal golongan amida pertama yang dipakai dalam praktek klinik. Pertama kali dibuat oleh ahli kimia bangsa Swedia Nils Lofgren pada tahun 1942 dengan nama Xylocaine, injeksi eksperimental dilakukan oleh teman sejawatnya Bengt Lundqvist pada dirinya sendiri (Wildsmith 2010).

Dexamethasone

Dexamethasone merupakan suatu kortikosteroid sintetik yang merupakan derivat fluorinat dari prednisolon dan isomer dari betamethasone, efek antiinflamasi dengan dosis 0,75 mg setara 20 mg hydrokortison, potensi retensi natrium dibandingkan dengan hydrokortisone 0. Mempunyai waktu paruh 3,5 – 5 jam dan durasi kerja 36 – 54 jam (Stoelting 2006).

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian buta ganda terrandomisasi dilakukan pada 22 pasien dewasa ASA I dan II yang akan menjalani bedah lengan bawah dengan blok pleksus brakhialis dengan pendekatan supraklavikular atau infraklavikular ataupun aksiller di RSUD Muwardi dan RSUP Orthopedi Suharso.

Pasien dirandomisasi kedalam dua grup. Pasien Grup LED (n = 11) diberikan 30 mL lidokain 1,6 %, epinefrin 2,5 ?g/ml dan dexamethasone 8 mg. Grup LE (n = 11) diberikan 30 mL lidokain 1,6 % dan epinefrin 2,5 ?g/ml. Mula kerja serta lama kerja blok motorik dan sensorik dicatat.

Data dianalisis dengan uji t dua sampel tidak berhubungan untuk data parametrik dan uji Mann-Whitney untuk data non parametrik.

 

E. Kesimpulan

Penambahan dexamethasone 8 mg pada kombinasi lidokain 1,6% + epinefrin 2,5 ?g/mL, bermanfaat untuk menambah lama kerja kerja blok sensorik dan motorik pada anestesi blok pleksus brakhialis, namun tidak mempercepat mula kerja blok sensorik maupun motorik dibandingkan dengan lidokain + epinefrin saja .

Incoming search terms:

Leave a Reply