HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Dukungan Suami Terhadap Lama Persalinan Kala I dan II Pada Primigravida di RSUD Kota Surakarta

ABSTRAK

Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan diantaranya passage, passanger, power, psikis ibu dan penolong. Salah satu yang dapat mempengaruhi psikis ibu adalah dukungan dari suami atau keluarga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RSUD Kota Surakarta hanya 50% ibu bersalin primigravida yang mendapat dukungan suami secara maksimal. Penelitian ini mempunyai rumusan masalah bagaimana dukungan suami terhadap lama persalinan kala I dan II pada primigravida di RSUD Kota Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dukungan suami terhadap lama persalinan kala I dan II. Dukungan minimal berupa sentuhan dan kata-kata pujian yang membuat nyaman serta memberi penguatan pada saat proses persalinan berlangsung hasilnya akan mengurangi durasi kelahiran. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif. Populasi penelitiannya adalah primigravida yang menjalani proses persalinan di RSUD Kota Surakarta pada tanggal 29 Mei-30 Juni 2009. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa menggunakan analisa univariat dengan menghitung distribusi frekuensi dan proporsi.

Hasil penelitian menunjukkan dari 20 responden yang mendapatkan dukungan baik dari suami mengalami persalinan normal sebanyak 16 responden dan 4 responden persalinan lama. Sedangkan dari 7 responden yang mendapatkan dukungan suami sedang, sebanyak 6 responden mengalami persalinan normal dan 1 responden persalinan lama. Adapun 3 responden yang mendapat dukungan kurang dari suami, semuanya mengalami persalinan yang lama. Kehadiran suami untuk memberikan dukungan kepada istri pada saat persalinan sangatlah penting.

Kata kunci : Dukungan suami, lama persalinan kala I dan II, primigravida.

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi kesehatan lengkap / tesis kesehatan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kelahiran merupakan titik kulminasi dari sebuah kehamilan. Kelahiran merupakan titik tertinggi dari seluruh persiapan yang telah dipersiapkan. Setiap ibu tentunya mengharapkan kelahirannya lancar (Stoppard, 2006). Menunggu hari persalinan bisa menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus melelahkan. Dengan usia kandungan yang semakin tua, apapun bisa terjadi pada ibu hamil. Cemas, gelisah, takut, stress, marah-marah, mulas, keluhan sakit perut, sampai kontraksi yang frekuensinya makin sering, jamak dialami oleh ibu menjelang persalinannya. Di saat-saat seperti ini suami bisa berperan untuk meringankan beban istrinya (Ariani, 2008).

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 angka kematian ibu 244 per 100.000 kelahiran hidup (Andra, 2007). Sebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi, eklampsi, partus lama dan komplikasi abortus (Saifuddin, 2002). Partus lama rata-rata di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar 8 % dan di Indonesia sebesar 9 % (Saifuddin, 2006). Pada masa lampau seorang suami tidak diperbolehkan menemani istrinya pada saat kelahiran dengan alasan untuk menghindari infeksi dalam ruangan bersalin. Suami dianggap sebagai salah satu penyebab adanya kontaminasi, karena itu seorang suami hanya boleh duduk di ruang tunggu, berjalan-jalan, main kartu atau tidur menunggu istrinya melahirkan, ia tidak diperkenankan mendampingi istrinya saat-saat kelahiran. Meskipun istri menghadapi adegan yang penuh ketegangan, gelisah, namun suami hanya bersabar dengan perasaan cemas-cemas harap (Dagun, 2002).

Selama tahun 1970-an, berbagai organisasi wanita mulai mengampanyekan agar pria diperbolehkan menemani pasangannya selama persalinan. Kebutuhan akan adanya dukungan bagi calon ibu selama persalinan terjadi bersamaan dengan kebutuhan para pria untuk mengambil bagian lebih besar di dalam kehidupan keluarga. Berkembangnya peran baru pria sebagai anggota aktif di dalam kehidupan keluarga, dan bukan sekedar pencari nafkah, telah diperluas dengan perannya di dalam membantu kelahiran anak-anaknya (Nolan, 2003). Penafsiran kembali peranan ayah dalam seluruh kehidupan keluarga merupakan pembaharuan yang revolusioner yang antara lain bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan suami dalam proses kelahiran. Meskipun hasil berbagai penelitian bermaksud mempertajam pentingnya kehadiran ayah dalam peristiwa kelahiran namun tidak mudah memberi kesimpulan akhir. Kebanyakan ayah yang mau melakukan ini masih bersifat sukarela dan mungkin hanya sebagian kecil ayah yang bersedia untuk itu (Dagun, 2002).

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Surakarta diperoleh data jumlah persalinan di RSUD Kota Surakarta rata-rata 75-100 per bulan. Pada bulan Maret 2009 terdapat 109 persalinan dengan 30 (27,5 %) ibu primigravida dan 79 (72,5 %) ibu multigravida. Kejadian partus lama di RSUD Kota Surakarta rata-rata 8 kasus per bulan. Selama proses persalinan di RSUD tersebut dari 8 ibu primigravida yang sedang menjalani proses persalinan, 4 orang (50 %) ibu mendapat dukungan suami maksimal sehingga belum semuanya ibu yang menjalani proses persalinan di RSUD Surakarta mendapatkan dukungan yang maksimal yang akhirnya dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya partus lama. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui sejauh mana peranan ayah, dalam hal ini dukungan dari suami dapat mempengaruhi lamanya proses persalinan kala I dan II pada primigravida di RSUD Kota Surakarta.

Leave a Reply