HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Pendidikan Pendekatan Pemberian Tugas

1.Keefektifan Metode Penemuan Terbimbing dan Metode Pemberian Tugas terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas 8 Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009

 

Abstrak

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui :

  • Perbedaan keefektifan antara metode penemuan terbimbing dan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar matematika,
  • Perbedaan pengaruh motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap prestasi belajar matematika,
  • Interaksi pengaruh antara metode pembelajaran penemuan terbimbing, pemberian tugas dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika.

 

Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2008 sampai dengan bulan April 2009. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP Negeri se Kecamatan Ngawi kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2 x 2. Teknik sampling yang digunakan Cluster random sampling. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes prestasi belajar berbentuk obyektif dengan pilihan ganda dan angket motivasi belajar. Untuk mengetahuivaliditas dan reliabilitas tes prestasi dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Validitas yang digunakan adalah validitas isi dan butir soal. Untuk menguji validitas butir tes digunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson dan reliabilitasnya digunakan rumus belah dua dari Spear Brown. Adapun untuk menguji validitas angket motivasi belajar digunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson dan reliabilitasnya dengan rumus Alpha. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah Analisa Varian (ANAVA) yang dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf signifikan ? = 0,005.

 

Dari analisis data tes prestasi belajar menunjukkan bahwa :

  • Terdapat Pengaruh keefektifan antara metode penemuan terbimbing dengan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar matematika (Fo =29,461 > F0,05 = 3,97),
  • Terdapat pengaruh motivasi belajar matematika (Fo = 48,692 > F0,05 = 3,97),
  • Terdapat interaksi pengaruh antara metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika (Fo=6,096 > F0,05=3,97).

 

Berdasarkan hasil dari analisa tersebut maka prestasi belajar matematika dapat ditingkatkan melalui penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan prosedur penggunaan dan memperhatikan motivasi belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keefektifan penggunaan metode pembelajaran adalah melalui perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan pembelajaran matematika dengasn metode penemuan terbimbing yang meliputi merancang pembelajaran, menentukan tujuan pembelajaran , memilih metode, menggunakan metode yang variatif dan evaluasi. Pengadaan vasilitas dan kondisi kelas yang kondusif dapat mendorong motivasi belajar siswa dalam mengembangkan sikap dan kemampunan penguasaan pengetahuan serta ketrampilan yang diperlukan dalam masyarakat. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, guru perlu merancang dan mengelola pembelajaran matematika sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa dalam hal cara penyampaian, jenis kegiatan belajar, maupun penyediaan sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran

 

2. Pembelajaran Fisika Berbasis Masalah Melalui Metode Proyek dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Gaya Berpikir dan Kreativitas Siswa (Studi Kasus Materi Pokok Energi dan Usaha Kelas VIII di SMP Negeri 1 Prembun Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2009 / 2010

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • pengaruh penggunaan metode proyek dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar IPA,
  • pengaruh tingkat gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA,
  • pengaruh tingkat Kreativitas Siswa terhadap prestasi belajar IPA,
  • interaksi antara metode pembelajaran dengan gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA,
  • interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA,
  • interaksi antara gaya berpikir dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, dan
  • interaksi antara metode pembelajaran, gaya berpikir, dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA.

 

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2009 / 2010. Sampel yang digunakan adalah 4 kelas, yaitu kelas VIII A, B menggunakan metode proyek dan kelas VIII C, D menggunakan metode pemberian tugas. Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui dokumen dan tes. Analisis menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan ANOM.

 

Hasil analisis data (taraf signifikansi 0,050) adalah:

  • tidak ada pengaruh penggunaan metode proyek dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,192);
  • tidak ada pengaruh gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,687);
  • ada perbedaan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,000). Jadi kreativitas siswa memberikan efek berbeda terhadap pencapaian prestasi belajar IPA, siswa yang memiliki kreativitas tinggi mendapatkan rerata prestasi yang tinggi, sedangkan siswa yang memiliki kreativitas rendah mendapatkan prestasi yang rendah.
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,083);
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,607);
  • tidak ada interaksi antara gaya berpikir dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,692);
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, gaya berpikir, dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,868).

 

Jadi tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, gaya berpikir dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar. Semua siswa memberikan respon positif bagi yang memiliki gaya berpikir dan kreativitas siswa tinggi maupun rendah terhadap penggunaan metode proyek dan pemberian tugas.

 

 

3. Pembelajaran IPA Terstruktur Melalui Metode Diskusi dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Kemampuan Menalar Siswa (Studi Kasus SMP Negeri 2 Adimulyo, Kebumen, Kelas VII, Konsep Besaran Dan Satuan Semester Gasal)

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • Perbedaan prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi dan pemberian tugas,
  • Perbedaan prestasi belajar pada tingkat kemampuan awal siswa tinggi dan rendah,
  • Perbedaan prestasi belajar pada tingkat kemampuan menalar siswa tinggi dan rendah,
  • Interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar,
  • Interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar,
  • Interaksi antara kemampuan awal dan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar,
  • Interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan awal, dan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar .

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan pada bulan Juli–Desember 2009. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling, sampel terdiri dari 2 kelas. VII A menggunakan metode diskusi dan VII B menggunakan metode pemberian tugas. Data diambil dari tes untuk prestasi belajar siswa dan kemampuan menalar, sedangkan dokumen untuk kemampuan awal. Analisis data menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan Analysis of Means (ANOM).

 

Dari data analisis bisa disimpulkan bahwa :

  • Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi dan pemberian tugas,, (p-value = 0,645 > 0,050);
  • Ada perbedaan prestasi belajar pada tingkat kemampuan awal siswa tinggi dan rendah, ( p-value = 0,000 < 0,050);
  • Ada perbedaan prestasi belajar pada tingkat kemampuan menalar siswa tinggi dan rendah, (p-value = 0,049 < 0,050).
  • Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar, (p-value = 0,803 > 0,050);
  • Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar, (p-value = 0,636 > 0.050);
  • Tidak ada interaksi antara kemampuan awal dan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar, (p-value = 0,700 > 0,050,
  • Ada interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan awal, dan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,028 < 0,050).

 

Semua siswa memberikan respon positif bagi yang memiliki kemampuan awal dan kemampuan menalar tinggi maupun rendah terhadap penggunaan metode diskusi dan pemberian tugas.

 

4. Pembelajaran Kimia dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) Menggunakan Metode Eksperimen dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Minat Belajar Siswa (Studi Kasus Pembelajaran Kimia Pokok Bahasan Koloid pada Siswa Kelas XI Semester Genap SMA Muhammadiyah 1 Klaten Tahun Pelajaran 2010/2011)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kimia dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) menggunakan metode eksperimen dan pemberian tugas ditinjau dari sikap ilmiah dan minat belajar siswa, dan interaksi masing-masing variabel terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Klaten tahun pelajaran 2010/2011, sebanyak 6 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, sejumlah 4 kelas, kelas XI IPA3 dan XI IPA4 menggunakan metode pemberian tugas, kelas XI IPA5 dan XI IPA6 menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif menggunakan metode tes, sedangkan data prestasi belajar afektif, sikap ilmiah dan minat belajar siswa menggunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil pengolahan data, disimpulkan:

  • terdapat pengaruh penggunaan pembelajaran CTL menggunakan metode eksperimen dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar kognitif, dengan metode eksperimen lebih baik daripada metode pemberian tugas,
  • terdapat pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif, dengan siswa yang mempunyai sikap ilmiah tinggi prestasi kognitifnya lebih baik daripada siswa yang sikap ilmiahnya rendah,
  • terdapat pengaruh minat belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif, siswa yang mempunyai minat belajar tinggi prestasi belajarnya lebih baik daripada siswa yang minat belajarnya rendah,
  • tidak terdapat interaksi antara pembelajaran CTL menggunakan metode eksperimen dan pemberian tugas dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif,
  • terdapat interaksi antara pembelajaran CTL menggunakan metode eksperimen dan pemberian tugas dengan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif, interaksi terjadi pada minat belajar tinggi,
  • tidak terdapat interaksi antara sikap ilmiah dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif,
  • tidak terdapat interaksi antara pembelajaran CTL menggunakan metode eksperimen dan pemberian tugas, sikap ilmiah, dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif.

 

Kata kunci: pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), eksperimen, pemberian tugas, sikap ilmiah, minat belajar, prestasi belajar siswa, koloid.

 

5. Pembelajaran Kimia dengan Menggunakan Pendekatan CTL Melalui Metode Eksperimen Dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Kreativitas Siswa

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • pengaruh penggunaan pendekatan CTL dengan metode eksperimen dan pemberian tugas terhadapprestasi belajar siswa,
  • pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa
  • pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa
  • interaksi antara pendekatan CTL melalui metode eksperimen dan pemberian tugas dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara pendekatan CTL melalui metode eksperimen dan pemberian tugas dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa
  • interaksi antara motivasi berprestasi dan kreativitas siswa siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara metode pembelajaran (eksperimen dan pemberian tugas), motivasi berprestasi, kreativitas, terhadap prestasi belajar siswa.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasinya siswa kelas XI SMK Kristen 1 Klaten tahun pelajaran 2010/2011, sebanyak 8 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 2 kelas. Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif menggunakan metode tes, sedangkan motivasi berprestasi, kreativitas, dan prestasi belajar afektif menggunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan:

  • ada pengaruh penerapan pendekatan CTL melalui metode eksperimen dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa. Prestasi belajar kognitif materi elektrokimia dengan metode pemberian tugas lebih baik dari pada eksperimen, tetapi prestasi afektif dan psikomotor siswa dengan metode eksperimen lebih baik dari pada pemberian tugas,
  • ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa, prestasi kognitif materi elektrokimia siswa dengan kreativitas tinggi lebih baik dari pada siswa dengan kreativitas rendah rendah, tetapi tidak ada pengaruhnya terhadap prestasi psikomotor siswa.
  • ada pengaruh motivasi berprestasi belajar siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif dan psikomotor siswa, prestasi kognitif dan psikomotor materi elektrokimia siswa dengan motivasi berprestasi belajar tinggi lebih baik dari pada siswa dengan motivasi berprestasi rendah, tetapi tidak ada pengaruh terhadap prestasi belajar afektif
  • tidak ada interaksi antara pendekatan CTL melalui metode eksperimen dan pemberian tugas dengan kreativitas terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
  • ada interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi beprestasi siswa terhadap prestasi kognitif siswa, tetapi tidak ada interaksi pada prestasi afektif dan psikomotor siswa.
  • tidak ada interaksi antara kreativitas dengan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, kreativitas dan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi kognitif, afektif dan psikomotor siswa.

 

Kata kunci : Pendekatan CTL, Eksperimen, Pemberian Tugas, Kreativitas, Motivasi Berprestasi, Elektrokimia, Prestasi Kognitif, Prestasi Afektif, Prestasi Psikomotor.

6. Pembelajaran Kimia dengan Metode Problem Posing dan Pemberian Tugas ditinjau dari Kemampuan Berpikir Analisis dan Kreativitas Siswa

 

Abstrak

Masih rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran berdampak pada rendahnya aktivitas belajar siswa dan pada akhirnya hasil belajar tidak optimal.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode problem posing dan pemberian tugas, kemampuan berpikir analisis, kreativitas, dan interaksinya terhadap prestasi belajar stoikiometri.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Babadan tahun pelajaran 2011/2012. Sampel diambil menggunakan cluster random sampling sejumlah 4 kelas. Kelas X6 dan X7 diberi pembelajaran dengan metode problem posing, kelas X2 dan X3 diberi pembelajaran dengan metode pemberian tugas. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk prestasi kognitif siswa, kemampuan berpikir analisis dan kreativitas, angket untuk prestasi afektif siswa, hipotesis diuji dengan uji non parametrik Kruskal Wallis.

 

Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa :

  • tidak ada pengaruh pembelajaran dengan metode problem posing dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar kimia,
  • ada pengaruh tingkat kemampuan berpikir analisis tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kimia,
  • ada pengaruh tingkat kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kimia,
  • ada interaksi antara pembelajaran dengan metode problem posing, pemberian tugas dengan kemampuan berpikir analisis terhadap prestasi belajar kimia,
  • ada interaksi antara pembelajaran dengan metode problem posing, pemberian tugas dengan kreativitas terhadap prestasi belajar kimia,
  • ada interaksi antara kemampuan berpikir analisis dengan kreativitas terhadap prestasi belajar kimia,
  • ada interaksi antara pembelajaran dengan metode problem posing, pemberian tugas, kemampuan berpikir analisis, dan kreativitas terhadap prestasi belajar kimia.

 

Kata kunci: Problem Posing, Pemberian Tugas, Kemampuan Berpikir Analisis, Kreativitas, Prestasi Belajar, Stoikiometri.

 

7. Pembelajaran Kooperatif Melalui Model RTE dan Snowball Dilengkapi Pemberian Tugas Ditinjau dari Kreativitas dan Motivasi Belajar Siswa SMA Konsep GHS (Studi Kasus Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Rembang Tahun Pelajaran 2011/2012)

 

Abstrak

Materi Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah materi dalam fisika yang berkaitan dengan materi-materi fisika yang lain. Maka pembelajaran GHS harus dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif untuk membangun konsepnya. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan model RTE dan Snowball, kreativitas, motivasi belajar dan interaksinya terhadap prestasi belajar pada konsep GHS. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 dilaksanakan juli sampai desember 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rembang Tahun Ajaran 2011/2012 yang terdiri dari 6 kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas, yaitu kelas XI A4 menggunakan RTE dan kelas XI A5 menggunakan Snowball. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji non parametrik Kruskal Wallis.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan:

  • ada pengaruh penggunaan pembelajaran kooperatif melalui model RTE dan Snowball terhadap prestasi siswa,
  • ada pengaruh antara kreativitas kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif dan psikomotorik siswa,
  • tidak ada pengaruh antara motivasi belajar kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi siswa,
  • ada interaksi penggunaan pembelajaran kooperatif melalui model pembelajaran dan kreativitas siswa terhadap prestasi siswa,
  • ada interaksi penggunaan pembelajaran kooperatif melalui model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa,
  • ada interaksi kreativitas dan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan kognitif dan psikomotorik siswa,
  • ada interaksi penggunaan pembelajaran kooperatif melalui model pembelajaran, kreativitas siswa dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa.

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model RTE, model Snowball, kreativitas, motivasi belajar, prestasi belajar kognitif psikomotorik dan afektif, gerak harmonik sederhana.

 

8. Pembelajaran Sejarah Melalui Metode Pemberian Tugas Pendokumentasian Cerita Rakyat (Studi Kasus Di SMA Pangudi Luhur Giriwoyo)

 

Abstrak

Penelitian ini mengacu pada proses pembelajaran tentang cerita rakyat yang sudah mulai terkikis oleh perkembangan jaman. Cerita rakyat ini menjadi salah satu Kompetensi Dasar (KD) dalam KTSP untuk memberikan pemahaman jejak sejarah dalam sejarah lisan (folklore, mitologi, dongeng dan legenda).

 

Rumusan penelitian ini adalah

  • Bagaimana kesesuaian pembelajaran tentang cerita rakyat dengan di KTSP;
  • Bagaimana relevansi cerita rakyat untuk pembelajaran sejarah; dan
  • Mengapa metode pemberian tugas pendokumentasian cerita rakyat dipilih guru dalam pembelajaran sejarah.

Adapun tujuan penelitian ini adalah

  • Mengetahui pembelajaran tentang cerita rakyat yang sesuai dengan KTSP;
  • Mengetahui bagaimana guru memanfaatkan cerita rakyat yang relevan sebagai sumber pembelajaran sejarah; dan
  • Mengetahui mengapa metode pemberian tugas dipilih untuk mengenalkan jejak sejarah dalam tradisi sejarah lisan (folklore, mitologi, dongeng dan legenda).

 

Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pangudi Luhur Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif bersifat naturalistic mengarah pada studi kasus tunggal terpancang (embedded case study research.

 

Sumber data meliputi

  • Informan atau nara sumber yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, guru mata pelajaran sejarah dan peserta didik kelas X SMA Pangudi Luhur Giriwoyo;
  • Proses pembelajaran dan aktivitas belajar mengajar; dan
  • Dokumen dan arsip seperti VCD, buku paket sejarah dan buku-buku penunjang lainnya.

 

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi langsung dan content analysis. Validitas data penelitian menggunakan teknik trianggulasi sumber (data) dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif dengan 3 komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menjelaskan bahwa cerita rakyat menjadi bagian dari pembelajaran dalam kurikulum KTSP khususnya pada mata pelajaran sejarah. Ada 4 materi pembelajaran tentang cerita rakyat yang dijabarkan dalam 6 kali pertemuan di kelas (6 x 45 menit). Relevansi pembelajaran cerita rakyat dengan pembelajaran sejarah terlihat pada pendokumentasian jejak-jejak sejarah yang masih menjadi tradisi lisan di Giriwoyo. Langkah-langkah metode pemberian tugas menjadi pilihan guru berhasil mendokumentasikan cerita rakyat yang tersebar luas sebagai tradisi sejarah lisan dalam bentuk laporan tertulis.

 

Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa ada kesesuaian pembelajaran cerita rakyat dengan KTSP. Terdapat relevansi materi cerita rakyat dengan pembelajaran sejarah. Guru menerapkan metode pemberian tugas untuk mendokumentasikan pembelajaran sejarah tentang cerita rakyat tersebut.

 

9. Pengaruh Metode Diskusi dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Kreativitas Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa (Penelitian pada Siswa SMP Negeri 1 Karanganyar Kebumen, Kelas VII, Materi Besaran dan Satuan, Semester Gasal)

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  • Perbedaan prestasi belajar Fisika terhadap penggunaan metode Diskusi dan Pemberian Tugas,
  • Perbedaan prestasi belajar Fisika pada tingkat Motivasi Berprestasi siswa tinggi dan rendah,
  • Perbedaan prestasi belajar Fisika pada tingkat Kreativitas siswa tinggi dan rendah,
  • Interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Fisika,
  • Interaksi antara metode pembelajaran dengan krativitas siswa terhadap prestasi belajar Fisika,
  • Interaksi antara motivasi berprestasi dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika,
  • Interaksi antara metode pembelajaran, motivasi berprestasi, dan krativitas siswa terhadap prestasi belajar Fisika.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan telah dilaksanakan pada bulan Juli 2009 – Januari 2010 di SMP Negeri 1 Karanganyar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling, terdiri dari 2 kelas. Kelas VII B menggunakan metode diskusi dan kelas VII C menggunakan metode pemberian tugas. Data diambil dari tes untuk prestasi belajar siswa, sedangkan angket untuk motivasi berprestasi dan kreativitas siswa. Untuk uji hipotesis menggunakan ANOVA dengan desain faktorial 2 x 2 x 2.

Dari data analisis bisa disimpulkan bahwa:

  • Tidak ada perbedaan prestasi belajar Fisika terhadap penggunaan metode Diskusi dan Pemberian Tugas, (p-value = 0,658 > 0,050);
  • Ada perbedaan prestasi belajar Fisika pada tingkat Motivasi Berprestasi siswa tinggi dan rendah, (p-value = 0,041 < 0,050);
  • Ada perbedaan prestasi belajar Fisika pada tingkat Kreativitas siswa tinggi dan rendah, (p-value = 0,001 < 0,050).
  • Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Fisika, (p-value = 0,155 > 0,050);
  • Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan krativitas siswa terhadap prestasi belajar Fisika, (p-value = 0,783 > 0,050);
  • Ada interaksi motivasi berprestasi dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika, (p-value = 0,017 < 0,050)
  • Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, motivasi berprestasi, dan krativitas siswa terhadap prestasi belajar Fisika, ((p-value = 0,719 > 0,050).

Semua siswa memberikan respon positif bagi yang memiliki motivasi berprestasi dan kreativitas siswa tinggi maupun rendah terhadap penggunaan metode diskusi dan pemberian tugas.

 

10. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Melalui Metode Problem Solving dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Kreativitas Siswa (Studi Kasus Pembelajaran Fisika pada Pokok Bahasan Gravitasi Bumi untuk Siswa Kelas XI Semester 1 Tahun Pelajaran 2008/2009

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan uuntuk mengetahui :

  • apakah ada pengaruh pembelajaran fisika dengan pembelajaran kooperatif melalui metode problem solving dan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar Fisika siswa pada kompetensi dasar gravitasi bumi.
  • Pengaruh siswa yang mempunyai kreativitas tinggi, sedang, dan siswa yang mempunyai kreativitasnya rendah terhadap prestasi belajar fisika siswa pada kompetensi dasar gravitasi bumi.
  • Interaksi antara metode problem solving dan metode pemberian tugas dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika pada kompetensi dasar gravitasi bumi.

 

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2008 sampai dengan bulan Januari 2009. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA SMA Taruna Nusantara tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah siswa 245 siswa. Sampel berjumlah 122 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik uji matcing kelas mulai dari kelas XI-IA-1 sampai dengan XI-IA-8. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran (pembelajaran kooperatif melalui metode problem solving dan pemberian tugas). Untuk variabel atribut adalah kreativitas siswa. Variabel terikatnya adalah prestasi belajar fisika pada ranah kognitif dan afektif. Data penelitian untuk prestasi belajar kognitif diperoleh dengan menggunakan metode tes setelah siswa mengikuti pembelajaran dalammkompetensi dasar Gravitasi Bumi. Ranah afektif diperoleh dengan mengobservasi sikap siswa dalam mengikuti pelaaran di kelas serta kreativitas diperoleh dengan memberikan angket. Analisis data menggunakan teknik Analysis of Varian (Anova).

Dari hasil analisis data didapat :

  • Terdapat perbedaan pengaruh pembelajaran kooperatif yang menggunakan metode problem solving dan pembelajaran kooperatif dengan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar fisika pada pengajaran gravitasi bumi yang memiliki taraf signifikansi 0,05 (p = 0,085).
  • Tidak terdapat perbedaan pengaruh tingkat kreativitas siswa tinggi, sedang dan kreativitas rendah terhadap prestasi belajar fisika. Hal ini dapat diamati melalui tes normalitas Anderson-Darling didapat masing-masing p-value diatas dari taraf signifikansi (p > 0,05) baik metode problem solving maupun metode pemberian tugas untuk masing-masing tingkat kreativitasnya.
  • Tidak terdapat interaksi antara metode problem solving dan metode pemberian tugas dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika pada kompetensi dasar gravitasi bumi pada taraf signifikansi 0,05.

 

11. Perbandingan Keefektifan Metode Penemuan Terbimbing dan Metode Pemberian Tugas terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa (Eksperimen di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jatipuro, Karanganyar)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  • Perbedaan pengaruh yang signifikan penggunaan metode penemuan terbimbing dan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jatipuro, Kabupaten karanganyar tahun pelajaran 2008/2009,
  • Perbedaan pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam tinggi dan rendah terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jatipuro, Kabupaten karanganyar tahun pelajaran 2008/2009, dan
  • Interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran penemuan terbimbing dengan pemberian tugas dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jatipuro, Kabupaten karanganyar tahun pelajaran 2008/2009.

 

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak 28 Sekolah Dasar Negeri. Teknik sampling menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel penelitian berjumlah 60 orang siswa, terdiri dari 30 siswa untuk kelompok eksperimen dengan metode penemuan terbimbing dan 30 siswa untuk kelompok kontrol dengan penerapan metode pemberian tugas. Instrumen untuk mengambil data berupa tes prestasi belajar mata pelajaran IPA dan angket untuk instrumen Motivasi Belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas variansi, dengan taraf signifikansi penelitian sebesar 5%.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • terdapat Perbedaan pengaruh yang signifikan penggunaan metode penemuan terbimbing dan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (F hitung > F tabel atau 13,57 > 4,02) sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya,
  • Terdapat Perbedaan pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam tinggi dan rendah terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (F hitung > F tabel atau 17,17 > 4,02) sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya,
  • Terdapat Interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran penemuan terbimbing dengan pembenan tugas dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (F hitung > F tabel atau 5,89 > 4,02) sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply