HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Daftar Judul Tesis Agribisnis Teknologi, Kewirausahaan, dan Kelembagaan Petani (UGM)

Teknologi baru, petani muda, dan kelembagaan yang kuat menentukan apakah pertanian Indonesia bisa naik kelas. Tantangannya nyata: minat generasi muda di bawah 25 tahun terhadap pertanian berada di bawah 10% (Sitanggang dkk., 2025). Di sisi lain, aplikasi digital, sistem pembayaran nontunai, dan koperasi model baru membuka cara kerja yang berbeda bagi petani. Rumpun ini dalam daftar judul tesis agribisnis UGM membahas sisi manusia dan organisasi dalam agribisnis.

Peluang Penelitian Teknologi, Kewirausahaan, dan Kelembagaan Petani ke Depan

Peluangnya terletak pada cara teknologi dan lembaga mengubah keputusan petani, bukan sekadar mengukur niat mengadopsi.

  1. Peran pendamping dalam digitalisasi. Pada petani durian di Jombang, persepsi petani menjelaskan 68,8% variasi digitalisasi, sedangkan peran pendamping bekerja melalui pembentukan persepsi (Setiawan dkk., 2024). Tesis dapat membandingkan pendampingan oleh penyuluh, perusahaan rintisan, dan kelompok tani.
  2. Regenerasi petani yang berbasis data. Tinjauan 34 artikel menemukan pendapatan, pendidikan, dan umur sebagai faktor paling dominan dalam minat generasi muda bertani (Sitanggang dkk., 2025). Peran akses lahan, teknologi digital, dan dukungan orang tua masih perlu diuji dengan data primer.
  3. Kelembagaan sebagai jalan menuju pasar bersertifikat. Keanggotaan kelompok tani mendorong petani sawit swadaya mengikuti ISPO, sedangkan penyuluhan tidak berpengaruh nyata (Muchlis dkk., 2025). Riset tentang desain kelompok tani yang efektif untuk sertifikasi dan pemasaran bersama masih terbuka.
  4. Koperasi Desa Merah Putih. Program koperasi desa yang mulai dibentuk pada 2025 sudah muncul dalam judul tesis UGM 2026. Motivasi anggota, tata kelola, dan dampaknya pada harga jual petani menjadi topik baru yang belum banyak diteliti.
  5. Dampak kemitraan dengan desain kausal. Propensity Score Matching menunjukkan kemitraan menaikkan omzet usaha mikro pangan dan jumlah tenaga kerjanya (Salsabila dkk., 2025). Pendekatan ini dapat diterapkan pada kemitraan tebu, tembakau, dan ayam pedaging.

Pengelompokan Judul Tesis Teknologi, Kewirausahaan, dan Kelembagaan Petani

Rumpun ini terdiri atas 6 sub-kelompok. Perilaku, persepsi, dan pengambilan keputusan petani menjadi sub-kelompok terbesar dengan 41 judul.

1. Adopsi Teknologi, Inovasi, dan Transformasi Digital (22 judul)

Adopsi e-commerce, QRIS, AI generatif, teknologi pertanian pintar, mekanisasi, dan inovasi budidaya dengan model TAM, UTAUT, dan TOE.

  1. Adopsi E-Commerce “SiBakul Jogja” oleh UMKM dengan Pendekatan UTAUT di Daerah Istimewa Yogyakarta
  2. Adopsi Good Agricultural Practices dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas serta Pendapatan Usahatani Tebu di Wilayah Pabrik Gula Jatiroto, PT Perkebunan Nusantara XI
  3. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas dan Efisiensi E-Procurement (Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik) di PT Perkebunan Nusantara XII
  4. Dampak Mekanisasi pada Program UPJA terhadap Pendapatan dan Efisiensi Teknis Usahatani Padi di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman
  5. Dampak Penggunaan E-Commerce “SiBakul Jogja” terhadap Peningkatan Kinerja Pelaku UMKM di Yogyakarta melalui Pendekatan D&M Information System Success Model-TAM
  6. Faktor Pendorong Petani dalam Adopsi Program Corporate Farming di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul
  7. Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Sosial Media pada Pemasaran Produk Kuliner UMKM di DIY
  8. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Mengadopsi Usahatani Sayuran Organik di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
  9. Kesediaan Petani untuk Melanjutkan Adopsi Pertanian Padi Organik di Kabupaten Morowali
  10. Niat untuk Mengadopsi Alat Pembayaran QRIS pada UMKM Pedagang Sayur di Daerah Istimewa Yogyakarta
  11. Pengaruh Adopsi QRIS terhadap Niat Melanjutkan Penggunaan dengan Pendekatan Teori Technology Organization Environment pada Kedai Kopi di kabupaten Sleman
  12. Pengaruh Adopsi Sistem Pembayaran Digital terhadap Kinerja Bisnis UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta
  13. Pengaruh Adopsi Teknologi Digital terhadap Manajemen dan Kinerja Agribisnis pada Petani Bawang Merah di Kabupaten Bantul
  14. Pengaruh Adopsi Teknologi Digital terhadap Penghidupan Petani Bawang Merah di Kabupaten Bantul
  15. Pengaruh Adopsi Teknologi Fermentasi Biji terhadap Kinerja Agribisnis Pascapanen Kakao di Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul
  16. Pengaruh Kinerja Organisasi Kelompok Tani Kota terhadap Penerapan Manajemen Usaha Pertanian Perkotaan Berbasis Teknologi di DKI Jakarta
  17. Pengaruh Pemasaran Digital terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias di Kota Yogyakarta
  18. Pengaruh Pendapatan dan Literasi Digital Petani terhadap Niat Mengadopsi Teknologi Pertanian Pintar di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  19. Pengaruh Pengelolaan Teknologi terhadap Produksi dan Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Padi di Kabupaten Kulon Progo
  20. Pengaruh Transformasi Digital dan Modal Struktural terhadap Kinerja Keuangan UMKM Berbasis Pertanian di Kabupaten Sleman
  21. Perilaku Penggunaan Generative AI oleh Penyuluh Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta
  22. Respons Petani terhadap Penggunaan Mesin Combine Harvester pada Usaha Tani Padi di Kabupaten Sleman

2. Kewirausahaan dan Petani Milenial (15 judul)

Karakteristik, kompetensi, orientasi, dan intensi kewirausahaan petani, termasuk petani milenial dan pelaku pertanian perkotaan.

  1. Entrepreneurship Orientation and Behavior of Urban Agriculture Actors in Yogyakarta City
  2. Influence of Entrepreneurship Behavior on Business Performance of Organic Farming in Yogyakarta Province
  3. Intensi Agripreneurship Petani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  4. Intensi Kewirausahaan Petani Milenial pada Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  5. Minat Generasi Muda Berwirausaha Bidang Pertanian di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman
  6. Pengaruh Entrepreneurial dan Internet Marketing terhadap Kinerja Usaha Tanaman Hias di Banyumas
  7. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan dan Kompetensi terhadap Kinerja Petani Milenial dan Keberlanjutan Usaha Tani Cabai di Kabupaten Sleman
  8. Pengaruh Karakteristik, Intensi, dan Kompetensi Kewirausahaan Petani terhadap Kinerja Usaha Tani Kopi Robusta di Kota Pagar Alam
  9. Pengaruh Karakteristik, Kompetensi dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Kewirausahaan Pembenih Ikan Nila di Kawasan Minapolitan Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman
  10. Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan Petani Milenial terhadap Kinerja Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  11. Pengaruh Lingkungan Usaha, Karakteristik dan Kompetensi Kewirausahaan Petani terhadap Kinerja Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Sleman
  12. Pengaruh Motivasi, Kompetensi, dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Usaha Tani Bawang Putih di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur
  13. Pengaruh Niat, Orientasi, dan Perilaku Berwirausaha terhadap Kinerja Kewirausahaan Petani Bawang Merah Semi Organik Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul
  14. Pengaruh Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Intrapreneurial dan Soft Skill terhadap Kinerja Karyawan PTPN XI
  15. Tingkat Kompetensi dan Kinerja Kewirausahaan Petani Padi Organik di Kabupaten Boyolali

3. Regenerasi Petani dan Kesediaan Melanjutkan Usaha (14 judul)

Faktor penentu regenerasi petani, pewarisan lahan, dan kesediaan melanjutkan usahatani, industri rumah tangga, atau program pertanian.

  1. Analisis Willingness to Participate, Continue, dan Recontinue Petani pada Sistem Kontrak Usaha Tani Cabai Besar di Kabupaten Jember
  2. Faktor Penentu Regenerasi Petani Padi di Kabupaten Sleman
  3. Kesediaan Masyarakat untuk Melanjutkan Usaha Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
  4. Kesediaan Petani untuk Melanjutkan Adopsi Pertanian Padi Organik di Kabupaten Morowali
  5. Kesediaan Petani untuk Melanjutkan Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Bantul
  6. Kesediaan untuk Melanjutkan Industri Rumah Tangga Gula Kelapa di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
  7. Keuntungan usahatani padi, kepuasan dan keinginan untuk melanjutkan keanggotaan Gapoktan di Kabupaten Sukoharjo
  8. Minat Anggota Aliansi Petani Padi Organik Boyolali terhadap Pewarisan Lahan Pertanian
  9. Minat Generasi Muda Berwirausaha Bidang Pertanian di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman
  10. Minat Petani untuk Melanjutkan Usaha Tani Kentang di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang
  11. Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik terhadap Willingness To Continue Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
  12. Potensi Regenerasi Petani dari Perspektif Orang Tua di Desa Kuwaru Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen
  13. Studi Komparatif Kelayakan Usaha Tani Bawang Merah Berdasarkan Generasi Petani di Kabupaten Nganjuk
  14. Willingness to Pay (WTP) dan Willingness to Continue (WTC) Petani pada Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) di Kabupaten Wajo

4. Perilaku, Persepsi, dan Pengambilan Keputusan Petani (41 judul)

Sikap, persepsi, motivasi, dan keputusan petani dalam memilih benih, mitra, teknologi, praktik organik, kredit, dan respons terhadap kebijakan.

  1. Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo: Tren, Persepsi dan Faktor Penentunya
  2. Analisis Kinerja Produk, Kepuasan, dan Preferensi Petani terhadap Benih Padi “Prima” di Kabupaten Malang
  3. Analisis Willingness to Participate, Continue, dan Recontinue Petani pada Sistem Kontrak Usaha Tani Cabai Besar di Kabupaten Jember
  4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Menggunakan Pinjaman pada Usahatani Minapadi di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, Yogyakarta
  5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Mengadopsi Usahatani Sayuran Organik di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
  6. Kepuasan Petani terhadap Kualitas Layanan Pasar Lelang “Sido Dadi” di Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo
  7. Kepuasan Petani terhadap Program Asuransi Usahatani Padi di Kabupaten Kulon Progo
  8. Kesadaran Lingkungan, Orientasi Ekonomi, dan Sikap terhadap Risiko dalam Penerapan Good Agricultural Practices Usahatani Tebu pada Petani Mitra PG Wonolangan, PTPN XI
  9. Kesediaan Masyarakat untuk Melanjutkan Usaha Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
  10. Kesediaan Petani Kopi Membayar Pupuk NPK Nonsubsidi di Kota Pagar Alam
  11. Kesediaan Petani untuk Melakukan Konsolidasi Lahan di Kabupaten Sleman
  12. Kesediaan Petani untuk Melanjutkan Adopsi Pertanian Padi Organik di Kabupaten Morowali
  13. Kesediaan Petani untuk Melanjutkan Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Bantul
  14. Minat Anggota Aliansi Petani Padi Organik Boyolali terhadap Pewarisan Lahan Pertanian
  15. Minat Petani untuk Melanjutkan Usaha Tani Kentang di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang
  16. Modal Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Usaha Tani Padi Pulu Mandoti Emas di Kabupaten Enrekang
  17. Motivasi, Persepsi dan Respon Petani Tebu terhadap Rencana Konsolidasi Pengelolaan Tebu Rakyat di PTPN XI
  18. Pengambilan Keputusan Manajerial Anggota Kelompok Tani Padi Organik di Kapanewon Pandak Kabupaten Bantul
  19. Pengambilan Keputusan Petani dalam Memilih Benih Bawang Merah Varietas Crok Kuning dan Thailand di Kabupaten Bantul
  20. Pengambilan Keputusan Petani dalam Memilih Mitra Peremajaan Kelapa Sawit di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak
  21. Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik terhadap Willingness To Continue Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
  22. Pengaruh Motivasi terhadap Niat Bergabung ke Koperasi Desa Merah Putih pada Anggota Gabungan Kelompok Tani Sidomulyo Kapanewon Godean Sleman
  23. Pengaruh Orientasi Ekonomi dan Kesadaran Lingkungan terhadap Produktivitas dan Rendemen Tebu Petani Mitra PG Wonolangan
  24. Pengaruh Pendapatan dan Literasi Digital Petani terhadap Niat Mengadopsi Teknologi Pertanian Pintar di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  25. Perilaku Penggunaan Generative AI oleh Penyuluh Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta
  26. Perilaku Petani dalam Menerapkan Pertanian Semi Organik di Kabupaten Bantul
  27. Persepsi dan Adaptasi Petani terhadap Perubahan Iklim di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul
  28. Persepsi dan Kelayakan Usaha Tani Sistem Surjan sebagai Praktik Climate Smart Agriculture di Kabupaten Kulon Progo
  29. Persepsi dan Kesediaan Membayar Asuransi Usaha Ternak Sapi di Kabupaten Gunungkidul
  30. Persepsi dan Kesediaan Petani Membayar Pupuk Custom Tebu di Daerah Istimewa Yogyakarta
  31. Persepsi dan Kesediaan Petani untuk Membayar (Willingness to Pay) Pupuk Bio-slurry di Jawa Tengah
  32. Persepsi dan Pengajuan Kredit Petani Tebu di Wilayah PG Wonolangan PTPN XI
  33. Persepsi Petani Cabai terhadap Lembaga Keuangan Formal dan Nonformal di Kabupaten Magelang
  34. Persepsi Petani Cabai terhadap Perubahan Iklim di Dataran Tinggi dan Rendah Kabupaten Magelang
  35. Persepsi Petani terhadap Sistem Pemasaran Hasil Pertanian secara Daring di Kabupaten Magelang
  36. Referensi dan Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Petani Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Kemitraan Usaha Tani Penangkar Benih Jagung
  37. Respons Petani terhadap Penggunaan Mesin Combine Harvester pada Usaha Tani Padi di Kabupaten Sleman
  38. Sikap dan Preferensi Petani Padi terhadap Penggunaan Pestisida Nabati di Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba
  39. Sikap Petani terhadap Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
  40. Sikap Petani terhadap Pemilihan Varietas Benih Padi Unggul di Kapanewon Kalasan Kabupaten Sleman
  41. Sikap Petani terhadap Risiko dan Manajemen Risiko Usaha Tani Bawang Merah di Kabupaten Gunungkidul

5. Kelembagaan Petani: Koperasi, Gapoktan, Kelompok Tani, dan BUMDes (33 judul)

Kinerja koperasi unit desa, gapoktan, kelompok tani, asosiasi petani, BUMDes, lembaga keuangan mikro, serta modal sosial petani.

  1. Analisis Pendapatan, Kinerja, dan Strategi Pengembangan Kelompok Tani Padi Rawa Lebak di Desa Hambuku Raya, Kalimantan Selatan
  2. Analisis Produksi, Pendapatan dan Efisiensi Pemasaran Ikan Gurami Konsumsi melalui Kelompok Pembudidaya Ikan di Kawasan Minapolitan Kabupaten Banyumas
  3. Efektivitas Implementasi Sistem Resi Gudang Komoditi Gabah (Studi pada Koperasi Niaga Mukti) di Kabupaten Cianjur
  4. Financial Feasibility and Optimal Management of Intensive Cow-Calf Cooperatives as an Option to Resolve Grazing Conflict in Baluran National Park
  5. Hubungan Jaringan Sosial Petani dengan Kinerja Usahatani Cabai Rawit di Dusun Dadapan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang
  6. Integrasi Rantai Pasok: Studi Kasus Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mino Ngremboko
  7. Keberlanjutan Multidimensi Koperasi Unit Desa Bidang Agribisnis di Kabupaten Bantul
  8. Keuntungan usahatani padi, kepuasan dan keinginan untuk melanjutkan keanggotaan Gapoktan di Kabupaten Sukoharjo
  9. Kinerja Asosiasi Petani Salak Sleman “Prima Sembada”
  10. Kinerja Badan Usaha Milik Desa dengan Pendekatan Balanced Scorecard di Daerah Istimewa Yogyakarta
  11. Kinerja BUMDES “Bintang 18 Sardonoharjo” Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman
  12. Kinerja dan Efisiensi Usaha Koperasi Unit Desa di Kabupaten Madiun
  13. Kinerja dan Strategi Pengembangan Koperasi Agro Mirasa Boga Yogyakarta di Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul
  14. Kinerja dan Strategi Pengembangan Koperasi Simpan Pinjam “Sapta Usaha Mulya” di Kabupaten Sukoharjo
  15. Kinerja dan Strategi Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Kabupaten Gunungkidul
  16. Kinerja dan Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Koperasi Unit Desa di Kabupaten Sleman
  17. Kinerja Kelembagaan dan Transparansi Harga pada Pasar Lelang Cabai Merah di Kabupaten Kulon Progo
  18. Kinerja Koperasi Unit Desa Barata dan Koperasi Tani Sido Makmur di Kabupaten Sleman
  19. Kinerja Koperasi Unit Desa Sumber Makmur Desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
  20. Kinerja Manajemen dan Strategi Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Sedyo Makmur Kabupaten Bantul
  21. Kualitas Layanan dan Kepuasan Anggota Koperasi Susu “Warga Mulya” Kabupaten Sleman
  22. Kualitas Layanan KSU Tani Makmur di Kabupaten Temanggung
  23. Minat Anggota Aliansi Petani Padi Organik Boyolali terhadap Pewarisan Lahan Pertanian
  24. Modal Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Usaha Tani Padi Pulu Mandoti Emas di Kabupaten Enrekang
  25. Pengambilan Keputusan Manajerial Anggota Kelompok Tani Padi Organik di Kapanewon Pandak Kabupaten Bantul
  26. Pengaruh Kinerja Organisasi Kelompok Tani Kota terhadap Penerapan Manajemen Usaha Pertanian Perkotaan Berbasis Teknologi di DKI Jakarta
  27. Pengaruh Modal Sosial dan Manajemen Kelompok Tani terhadap Kinerja Petani dan Usaha Tani Padi di Kabupaten Sleman
  28. Pengaruh Motivasi terhadap Niat Bergabung ke Koperasi Desa Merah Putih pada Anggota Gabungan Kelompok Tani Sidomulyo Kapanewon Godean Sleman
  29. Pengukuran Kinerja Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) dengan Pendekatan Balance Scorecard
  30. Peran Koperasi Mandiri Jaya terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Bawang Merah di Desa Sukasari Kidul Kabupaten Majalengka
  31. Rantai Pasok Beras Organik Gapoktan Beji Makmur di Kabupaten Wonogiri
  32. Strategi Pengembangan Unit Usaha Agribisnis pada KUD di Kabupaten Sleman
  33. Usahatani Salak Nglumut di Gapoktan Ngudi Luhur Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang

6. Kemitraan dan Contract Farming (22 judul)

Pola kemitraan tembakau, tebu, kedelai, sawit, dan ayam pedaging, petani plasma, serta contract farming dengan perusahaan.

  1. Analisis Willingness to Participate, Continue, dan Recontinue Petani pada Sistem Kontrak Usaha Tani Cabai Besar di Kabupaten Jember
  2. Dampak Kemitraan PT 1001 Alami dan Manajemen terhadap Kinerja Usaha Tani Tembakau di Desa Kertagena Tengah Kabupaten Pamekasan
  3. Dampak Regrouping Lahan terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Tebu Binaan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep Kabupaten Mojokerto
  4. Daya Saing Usaha Tani Teh Petani Plasma PT Pagilaran
  5. Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Kedelai Petani Mitra CV Java Agro Prima di Kabupaten Bantul
  6. Efisiensi Produksi Tebu Petani Mitra PT Perkebunan Nusantara X
  7. Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pola Kemitraan pada Masa dan Pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Banyumas
  8. Kemitraan antara PT Cau Chocolate dengan Petani Kakao di Kabupaten Tabanan
  9. Kepuasan dan Keberlanjutan Pola Kemitraan Peternakan Ayam Pedaging di Provinsi Jawa Tengah
  10. Kesadaran Lingkungan, Orientasi Ekonomi, dan Sikap terhadap Risiko dalam Penerapan Good Agricultural Practices Usahatani Tebu pada Petani Mitra PG Wonolangan, PTPN XI
  11. Manfaat Pola Kemitraan Petani Tebu dengan PTPN XI dalam Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Tebu di Unit Usaha Semboro
  12. Pengambilan Keputusan Petani dalam Memilih Mitra Peremajaan Kelapa Sawit di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak
  13. Pengaruh Orientasi Ekonomi dan Kesadaran Lingkungan terhadap Produktivitas dan Rendemen Tebu Petani Mitra PG Wonolangan
  14. Pengaruh Penerapan Pola Kemitraan terhadap Keberhasilan Usaha Peternakan Ayam Pedaging di Provinsi Jawa Tengah
  15. Pengaruh Tingkat Kepuasan pada Kemitraan antara Pabrik Gula dan Petani Tebu Rakyat terhadap Loyalitas Petani di PTPN XI Jawa Timur
  16. Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan oleh Petani Mitra PT Hari Sawit Jaya di Kabupaten Labuhanbatu Sumatra Utara
  17. Pengelolaan Usaha Tani Tembakau Virginia Pola Mitra dan Non Mitra di Kabupaten Lombok Tengah
  18. Pengembangan Usahatani Padi Beras Merah melalui Contract Farming oleh PT Lentera Panen Mandiri di Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman
  19. Referensi dan Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Petani Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Kemitraan Usaha Tani Penangkar Benih Jagung
  20. Risiko Pendapatan Petani Plasma di PT Pagilaran
  21. Strategi Pengembangan Pemasaran Padi Rawa Pasang Surut Binaan Delta Kayan Food Estate di Desa Tanjung Buka SP 1 Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan
  22. Tingkat Kesejahteraan Petani Kedelai Mitra dan Non Mitra CV Java Agro Prima di Kabupaten Bantul (Welfare Level of CV Java Agro Prima Soybean Outgrowers and Non-Outgrowers in Bantul Regency)

Penutup

Rumpun teknologi, kewirausahaan, dan kelembagaan petani sangat cocok untuk tesis yang ingin menggabungkan teori perilaku dengan isu kebijakan terbaru. Judul akan lebih kuat bila tidak berhenti pada niat mengadopsi, tetapi juga mengukur perubahan pendapatan, harga jual, atau keberlanjutan usaha setelah teknologi dan lembaga itu dipakai. Untuk praktik budidaya yang diadopsi, lihat judul tesis pertanian berkelanjutan, dan untuk kaitannya dengan program pemerintah lihat judul tesis kebijakan dan kesejahteraan petani. Rumpun lain tersedia di daftar judul tesis agribisnis UGM.

Sedang meneliti adopsi teknologi, petani milenial, atau koperasi? Kami bisa mendampingi dari pemilihan model teori, penyusunan instrumen, sampai analisis SEM atau regresi logistik melalui Paket Pendampingan Tesis. Jika Anda masih menimbang variabel dan lokasi penelitian, mulai dari Paket Konsultasi Judul.

error: