Mengapa dua usaha di industri yang sama bisa punya kinerja yang sangat berbeda? Resource-based view (RBV) menjawab pertanyaan ini dari dalam perusahaan: perbedaan kinerja berasal dari sumber daya dan kemampuan yang dimiliki masing-masing usaha. Teori ini banyak dipakai sebagai grand teori dalam skripsi, tesis, dan disertasi manajemen strategi, terutama yang meneliti keunggulan bersaing, kinerja perusahaan, dan kinerja UMKM. Artikel ini membahas pengertian RBV, syarat sumber daya yang memberi keunggulan, perbedaannya dengan pandangan berbasis pasar, dan cara memakainya dalam penelitian.
Pengertian Resource-Based View
Resource-based view adalah pendekatan manajemen strategi yang menyatakan bahwa keunggulan bersaing berkelanjutan berasal dari sumber daya internal perusahaan yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan sulit diganti. Rumusan yang paling banyak dirujuk berasal dari Barney (1991). Dalam perkembangannya, banyak penulis menyebutnya resource-based theory karena sudah teruji dalam banyak penelitian. Barney dkk. (2021) membahas perkembangan ini dan menempatkan teori tersebut dalam kerangka penciptaan nilai, yaitu bagaimana sumber daya membantu perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan menangkap sebagian nilai itu sebagai keuntungan.
RBV bertumpu pada dua asumsi:
- Sumber daya tersebar tidak merata (heterogen). Setiap perusahaan memiliki kombinasi sumber daya yang berbeda.
- Sumber daya tidak mudah berpindah (immobile). Sumber daya tertentu sulit dibeli, dipindahkan, atau disalin oleh perusahaan lain, sehingga perbedaan itu bisa bertahan lama.
Bila kedua asumsi ini terpenuhi, perusahaan yang memiliki sumber daya unggul bisa mempertahankan keunggulannya lebih lama daripada pesaing.
Jenis Sumber Daya dalam RBV
| Jenis | Contoh | Catatan untuk penelitian |
|---|---|---|
| Sumber daya berwujud | Modal, mesin, lokasi, bahan baku | Mudah diukur, tetapi umumnya lebih mudah ditiru |
| Sumber daya tidak berwujud | Reputasi, merek, pengetahuan, budaya organisasi, hubungan dengan pemasok | Lebih sulit ditiru, sering menjadi sumber keunggulan |
| Sumber daya manusia | Keahlian, pengalaman, kepemimpinan pemilik | Penting pada UMKM yang bergantung pada pemilik |
| Kapabilitas | Kemampuan inovasi, pemasaran digital, mengelola pelanggan | Cara perusahaan menggabungkan dan memakai sumber daya |
Pada UMKM, sumber daya tidak berwujud dan kemampuan pemilik sering lebih menentukan daripada modal fisik. Ma’arif dkk. (2026), misalnya, menemukan bahwa keunggulan bersaing berkelanjutan sebuah UMKM kuliner di Lampung bertumpu pada keterampilan pemasaran digital dan citra pribadi pemiliknya, sedangkan kelemahan utamanya ada pada disiplin dan produktivitas karyawan.
Syarat Sumber Daya: VRIN dan VRIO
Barney (1991) menyebut empat syarat agar sumber daya bisa menjadi sumber keunggulan bersaing berkelanjutan.

| Syarat | Pertanyaan kunci | Bila tidak terpenuhi |
|---|---|---|
| Bernilai (valuable) | Apakah sumber daya ini membantu memanfaatkan peluang atau menangkal ancaman? | Menjadi kelemahan bersaing |
| Langka (rare) | Apakah hanya sedikit pesaing yang memilikinya? | Hanya menghasilkan kesetaraan bersaing |
| Sulit ditiru (inimitable) | Apakah pesaing kesulitan atau perlu biaya besar untuk menyalinnya? | Keunggulan hanya sementara |
| Sulit diganti (non-substitutable) | Apakah tidak ada sumber daya lain yang bisa menggantikan fungsinya? | Pesaing bisa mencapai hasil sama dengan cara lain |
Dalam tulisan-tulisan Barney berikutnya, syarat keempat sering diganti dengan organisasi (organization): apakah perusahaan punya sistem, struktur, dan proses untuk benar-benar memanfaatkan sumber daya tersebut. Kerangka inilah yang dikenal sebagai VRIO. VRIO lebih praktis untuk analisis kualitatif karena hasilnya bisa dipetakan menjadi empat tingkat: kelemahan bersaing, kesetaraan bersaing, keunggulan sementara, dan keunggulan berkelanjutan. Pemetaan seperti ini dipakai Ma’arif dkk. (2026) pada studi kasus UMKM.
RBV dan Pandangan Berbasis Pasar
Sebelum RBV populer, analisis strategi banyak berangkat dari struktur industri: seberapa ketat persaingan, kekuatan pemasok, dan ancaman pendatang baru. Pendekatan ini sering disebut pandangan berbasis pasar. Keduanya tidak saling meniadakan; banyak penelitian memakai keduanya untuk melihat sisi internal dan eksternal.
| Aspek | Resource-based view | Pandangan berbasis pasar |
|---|---|---|
| Sumber keunggulan | Sumber daya dan kapabilitas internal | Posisi perusahaan dalam industri |
| Arah analisis | Dari dalam ke luar | Dari luar ke dalam |
| Pertanyaan utama | Apa yang kita miliki dan sulit ditiru? | Industri apa yang menarik dan di mana kita berposisi? |
| Alat analisis yang sering menyertai | VRIO, analisis kapabilitas | Analisis PESTEL, analisis industri |
Bila penelitian Anda memakai analisis SWOT atau analisis SOAR, RBV bisa menjadi dasar teori untuk menilai faktor kekuatan internal secara lebih tajam: bukan sekadar “apa kekuatan kita”, tetapi “kekuatan mana yang benar-benar langka dan sulit ditiru”.
RBV sebagai Grand Teori dalam Penelitian Kuantitatif
Dalam penelitian kuantitatif, RBV biasanya dipakai untuk menjelaskan mengapa suatu sumber daya atau kapabilitas berpengaruh terhadap keunggulan bersaing atau kinerja. RBV jarang diukur langsung sebagai variabel; yang diukur adalah sumber daya atau kapabilitas tertentu.
| Posisi dalam model | Contoh variabel | Penjelasan menurut RBV |
|---|---|---|
| Variabel bebas | Orientasi kewirausahaan, kapabilitas pemasaran, modal intelektual | Sumber daya atau kapabilitas yang bernilai dan sulit ditiru |
| Variabel intervening | Inovasi, keunggulan bersaing | Cara sumber daya diubah menjadi hasil |
| Variabel terikat | Kinerja perusahaan, kinerja UMKM | Hasil akhir dari keunggulan bersaing |
Rigan dan Parahiyanti (2022) memberi contoh pola ini: strategi berbasis sumber daya dan orientasi kewirausahaan memengaruhi keunggulan bersaing UMKM kerajinan di Malang, dengan inovasi sebagai mediator. Contoh lain di IDTesis adalah penelitian pengaruh strategi bisnis terhadap kinerja UMKM dengan kapabilitas inovasi dan kapabilitas TI sebagai mediasi.
Contoh Model Penelitian Berbasis RBV
Model berikut mengikuti pola Rigan dan Parahiyanti (2022):
- H1: Strategi berbasis sumber daya berpengaruh positif terhadap inovasi.
- H2: Inovasi berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing.
- H3: Strategi berbasis sumber daya berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing.
- H4: Inovasi memediasi pengaruh strategi berbasis sumber daya terhadap keunggulan bersaing.
Model seperti ini umumnya dianalisis dengan SEM-PLS. Untuk menguji H4, lihat artikel variabel intervening di SmartPLS. Bila Anda ingin menambah orientasi kewirausahaan sebagai variabel bebas kedua, baca juga pengertian kewirausahaan agar definisinya tidak tumpang tindih.
Contoh Penelitian yang Memakai RBV
| Penelitian | Konteks | Metode | Temuan utama |
|---|---|---|---|
| Rigan & Parahiyanti (2022) | 100 UMKM kerajinan di Malang | Survei, SEM-PLS | Inovasi memediasi pengaruh strategi berbasis sumber daya dan orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan bersaing |
| Mastarida dkk. (2025) | 194 pemilik atau manajer UKM kecantikan, makanan-minuman, dan tekstil | Survei, PLS-SEM | Orientasi layanan, orientasi pemasaran responsif, dan ambideksteritas operasional berpengaruh positif terhadap kinerja; ekosistem pemasaran tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja |
| Ma’arif dkk. (2026) | Satu UMKM kuliner di Lampung | Kualitatif, analisis VRIO | Keunggulan berkelanjutan berasal dari aset tidak berwujud seperti keterampilan pemasaran digital pemilik; kelemahan pada sumber daya manusia |
Penelitian Mastarida dkk. (2025) memakai teori keunggulan sumber daya (resource-advantage theory), yang berkerabat dekat dengan RBV. Bila Anda mengutipnya, sebutkan teorinya dengan tepat.
Langkah Analisis VRIO dalam Studi Kasus
Bila Anda memakai RBV dalam penelitian kualitatif, langkah berikut bisa dijadikan alur Bab 3 dan Bab 4:
- Inventarisasi sumber daya. Daftarkan sumber daya berwujud, tidak berwujud, manusia, dan kapabilitas dari wawancara, observasi, dan dokumen usaha.
- Uji setiap sumber daya dengan empat pertanyaan VRIO. Catat jawaban “ya” atau “tidak” beserta bukti dari data lapangan, bukan dari pendapat peneliti saja.
- Petakan implikasi bersaing. Sumber daya yang hanya bernilai menghasilkan kesetaraan bersaing; yang bernilai dan langka menghasilkan keunggulan sementara; yang memenuhi semua syarat menghasilkan keunggulan berkelanjutan.
- Periksa keabsahan data. Gunakan triangulasi sumber atau metode, misalnya membandingkan jawaban pemilik, karyawan, dan pelanggan.
- Susun rekomendasi. Tentukan sumber daya yang perlu dipertahankan, dikembangkan, atau dilindungi dari peniruan.
Tabel VRIO yang berisi bukti untuk setiap penilaian akan membuat analisis Anda lebih mudah diperiksa penguji.
Cara Membahas Hasil Penelitian Berbasis RBV
- Kaitkan hasil dengan syarat VRIN atau VRIO. Bila kapabilitas inovasi berpengaruh kuat, jelaskan mengapa kapabilitas itu sulit ditiru pesaing di konteks penelitian Anda.
- Jelaskan hasil yang tidak signifikan. Sumber daya yang tidak berpengaruh mungkin bernilai tetapi tidak langka, atau tidak didukung organisasi yang memadai.
- Bedakan keunggulan sementara dan berkelanjutan. Data survei satu waktu belum bisa membuktikan keunggulan yang bertahan lama; sebutkan ini di keterbatasan.
- Berikan implikasi yang spesifik. Sarankan sumber daya mana yang perlu dijaga, dikembangkan, atau dilindungi dari peniruan.
Kesalahan Umum dalam Penelitian RBV
- Menyebut RBV tanpa menghubungkannya dengan variabel. RBV harus menjelaskan mengapa variabel bebas Anda bisa menghasilkan keunggulan.
- Mengukur “RBV” sebagai satu variabel tanpa definisi jelas. Lebih tepat mengukur sumber daya atau kapabilitas tertentu dengan indikator yang jelas.
- Mengabaikan konteks pesaing. Sumber daya yang langka di satu daerah bisa umum di daerah lain.
- Klaim sebab-akibat dari survei. Survei sekali ambil menunjukkan hubungan statistik, bukan bukti sebab-akibat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda RBV dan resource-based theory? Isinya sama. Istilah view dipakai sejak awal, sedangkan theory makin sering dipakai karena gagasan ini sudah banyak diuji dan dikembangkan (Barney dkk., 2021).
Apa beda VRIN dan VRIO? VRIN menekankan sifat sumber daya: bernilai, langka, sulit ditiru, dan sulit diganti. VRIO mengganti syarat terakhir dengan organisasi, yaitu kesiapan perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya itu. VRIO lebih praktis untuk studi kasus.
Apakah RBV cocok untuk penelitian UMKM? Cocok. Banyak penelitian UMKM memakai RBV untuk menjelaskan peran kemampuan pemilik, inovasi, dan orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan bersaing.
Bisakah RBV dipakai dalam penelitian kualitatif? Bisa. Analisis VRIO berbasis wawancara, observasi, dan dokumen cocok untuk studi kasus satu atau beberapa usaha, seperti Ma’arif dkk. (2026).
Apakah RBV bisa digabung dengan teori lain? Bisa, asalkan perannya jelas. Misalnya, RBV menjelaskan sisi internal, sedangkan analisis industri atau PESTEL menjelaskan sisi eksternal. Daftar teori lain ada di artikel 20 grand teori penelitian.
Sedang menyusun penelitian manajemen strategi atau UMKM? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih grand teori dan merumuskan model melalui konsultasi judul dan metode penelitian, mendampingi penyusunan Bab 2 dan instrumen melalui layanan pendampingan skripsi dan tesis, serta membantu analisis SEM-PLS melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120. https://doi.org/10.1177/014920639101700108
Barney, J. B., Ketchen, D. J., Jr., & Wright, M. (2021). Resource-based theory and the value creation framework. Journal of Management, 47(7), 1936–1955. https://doi.org/10.1177/01492063211021655
Ma’arif, S., Salsabila, U., Salsabilla, R., & Sanjaya, V. F. (2026). Analisis resource based view strategy (studi pada UMKM Boombo Lezato Lampung). AL-MULTAZIM: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 6(1), 939–952. https://doi.org/10.30596/almultazim.v6i1.27565
Mastarida, F., Ichsan, M., & Rini, G. P. (2025). Exploring the effect of SME internal capabilities on firm performance: A perspective of resource advantage theory of competition. Problems and Perspectives in Management, 23(2), 546–560. https://doi.org/10.21511/ppm.23(2).2025.39
Rigan, S. E. D. A., & Parahiyanti, C. R. (2022). Achieving competitive advantage of SMEs in Malang City through resource based view, entrepreneurship orientation, and innovation. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 10(2), 101–110. https://doi.org/10.26905/jmdk.v10i2.7691








