HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pendekatan Pembelajaran dan Kemampuan Gerak terhadap Hasil Belajar Keterampilan

Judul Skripsi : Pengaruh Pendekatan Pembelajaran dan Kemampuan Gerak terhadap Hasil Belajar Keterampilan Menggiring Bola pada Permainan Sepakbola

 

A. Latar Belakang

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses pendidikan seseorang baik sebagai perorangan maupun sebagai anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik, melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan membentuk watak. Pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sportif, dan kecerdasan emosi (Samsudin, 2008:2).

Husdarta J.S. (2009:18) juga mendefinisikan bahwa, pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivias jasmani, permainan atau olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan. Ini pengertiannya adalah mendidik anak. Yang membedakannya dengan mata pelajaran lain adalah alat yang digunakan. Alat yang digunakan dalam pendidikan jasmani adalah gerak insani, manusia yang bergerak secara sadar. Gerak itu dirancang secara sadar oleh gurunya dan diberikan dalam situasi yang tepat, agar dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, perilaku hidup sehat, aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi (http://getskripsi.com/2009/01).

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Adakah perbedaan pengaruh pendekatan pembelajaran bermain dan latihan terhadap hasil belajar keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola?
  2. Adakah perbedaan hasil belajar keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola antara siswa yang memiliki kemampuan gerak tinggi dan rendah?
  3. Adakah pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan gerak terhadap hasil belajar keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola?

C. Landasan Teori

Permainan Sepakbola

Sepakbola merupakan olahraga permainan yang menarik dan paling populer di tingkat Internasional. Sepakbola dimainkan oleh dua regu yang saling berhadapan dalam satu lapangan. Tiap regu terdiri dari 11 orang pemain termasuk penjaga gawang, sehingga regu dalam sepakbola sering disebut kesebelasan. Sepakbola merupakan olahraga permainan yang hampir seluruh permainannya menggunakan kaki, kecuali penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan manapun. Tujuan dari masing-masing kesebelasan adalah berusaha untuk memasukkan bola ke gawang lawannya sebanyak mungkin dan berusaha menggagalkan serangan lawan untuk melindungi atau menjaga agar gawangnya tidak kemasukan bola. Permainan sepak bola dilakukan dalam dua babak, antara babak pertama dan babak kedua diberi waktu istirahat, dan setelah waktu istirahat dilakukan pertukaran tempat. Kesebelasan yang dinyatakan menang adalah kesebelasan yang sampai akhir pertandingan atau permainan lebih banyak memasukkan bola ke gawang lawannya.

Macam-Macam Cara Menggiring Bola

Teknik menggiring bola dalam permainan sepak bola, terdiri dari berbagai macam jenisnya. Macam-macam teknik menggiring bola berkembang sesuai dengan keadaan dan situasi pertandingan serta sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan yang dimiliki oleh para pemain. Macam-macam cara menggiring bola dapat diklasifikasikan,

(1) Berdasarkan pengontrolan bola

(2) Berdasarkan perkenaan bagian kaki

Menggiring Bola Dengan Cepat

Menggiring bola dengan cepat biasanya dilakukan pada saat membawa bola pada posisi yang bebas, jauh dari pemain lawan yang menghadang. Hal ini sering dilakukan oleh pemain depan setelah mendapat umpan dari teman. Jika pemain membawa bola dan jauh dari lawan maka ia harus segera menggiring bola dengan kecepatan penuh ke depan agar tidak dapat dikejar lawan. Dalam situasi demikian dalam menggiring, bola tidak perlu dikontrol dengan rapat. Bola dapat didorong dengan jarak beberapa kaki ke depan, kemudian berlari cepat ke arah bola tersebut dan kemudian mendorongnya kembali.

Kemampuan Gerak (Motor Ability)

Kemampuan gerak (Motor Ability) secara singkat didefinisikan sebagai kemampuan yang umum dari seseorang untuk bergerak (Nurhasan, 2000:6.3). Sedangkan Rusli Lutan (1988:96), menguraikan kemampuan motorik sebagai kapasitas dari seseorang yang berkaitan dengan pelaksanaan dan peragaan dari suatu keterampilan yang relatif melekat setelah masa kanak-kanak. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengaruh faktor biologis sebagai kekuatan yang utama berpengaruh terhadap kemampuan motorik dasar seseorang. Kemampuan motorik (motor ability) dasar itulah sebagai landasan bagi perkembangan keterampilan.Selain itu keterampilan banyak tergantung pada kemampuan dasar. Kemampuan dasar antara lain : keseimbangan, kecepatan reaksi, fleksibelitas, koordinasi, daya ledak, kelincahan ketepatan, daya tahan dan stamina.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 2.

Populasi penelitian adalah siswa putra kelas VI SD Negeri 1 Ampenan Kota Mataram tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 60 siswa.

Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, sampel yang diambil sebanyak 40 siswa, terdiri dari 20 siswa yang memiliki kemampuan gerak tinggi dan 20 siswa yang memiliki kemampuan gerak rendah.

Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas terdiri dari dua faktor yaitu variabel manipulatif dan variabel atributif, serta satu (1) variabel terikat. Variabel manipulatif terdiri dari pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan pembelajaran latihan. Variabel atributif terdiri dari kelompok sampel dengan kemampuan gerak tinggi dan rendah. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola.

Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran.

Pengambilan data keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola dengan tes menggiring bola zig-zag.

Pengambilan data kemampuan gerak dilakukan dengan Barrow motor ability test.

Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%.

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran bermain dan latihan terhadap hasil belajar keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola. Pengaruh pembelajaran dengan pendekatan bermain lebih baik dari pada dengan pendekatan latihan.

2. Ada perbedaan hasil belajar keterampilan menggiring bola yang signifikan antara siswa yang memiliki kemampuan gerak tinggi dan rendah. Peningkatan keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola pada siswa yang memiliki kemampuan gerak tinggi lebih baik dari pada yang memiliki kemampuan gerak rendah.

3. Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dan tingkat kemampuan gerak terhadap hasil belajar keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola.

  • Siswa yang memiliki kemampuan gerak tinggi lebih cocok jika diberikan pembelajaran dengan pendekatan bermain.
  • Siswa dengan kemampuan gerak rendah lebih cocok jika diberikan pembelajaran dengan pendekatan latihan.

Leave a Reply