Nilai perusahaan adalah salah satu variabel terikat yang paling sering dipakai dalam skripsi dan tesis manajemen keuangan dan akuntansi. Variabel ini menarik karena menggambarkan bagaimana pasar menilai perusahaan, bukan sekadar angka di laporan keuangan. Untuk menjelaskan mengapa profitabilitas, dividen, atau pengungkapan tertentu memengaruhi nilai perusahaan, peneliti paling sering memakai teori sinyal. Artikel ini membahas pengertian nilai perusahaan, cara mengukurnya, teori sinyal, faktor yang memengaruhi, dan contoh model penelitian.
Pengertian Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan adalah penilaian investor atas perusahaan, yang tercermin terutama pada harga sahamnya di pasar. Bila investor yakin perusahaan akan tumbuh dan menghasilkan keuntungan di masa depan, mereka bersedia membayar harga saham yang lebih tinggi, sehingga nilai perusahaan naik. Karena itu, nilai perusahaan sering dipandang sebagai ukuran keberhasilan manajemen dalam memakmurkan pemegang saham.
Perlu dibedakan antara nilai buku dan nilai pasar. Nilai buku adalah nilai ekuitas yang tercatat di laporan keuangan, sedangkan nilai pasar adalah harga saham dikali jumlah saham beredar. Selisih keduanya menunjukkan seberapa besar pasar menghargai prospek perusahaan di luar aset yang tercatat.
Cara Mengukur Nilai Perusahaan
| Ukuran | Rumus sederhana | Cara membaca | Catatan |
|---|---|---|---|
| Price to Book Value (PBV) | Harga saham per lembar ÷ nilai buku ekuitas per lembar | PBV di atas 1 berarti pasar menilai perusahaan lebih tinggi daripada nilai bukunya | Paling sering dipakai; mudah dihitung |
| Tobin’s Q (versi sederhana) | (Nilai pasar ekuitas + total utang) ÷ total aset | Q di atas 1 berarti nilai pasar melebihi nilai aset | Memperhitungkan utang; banyak dipakai dalam penelitian tata kelola |
| Price Earning Ratio (PER) | Harga saham per lembar ÷ laba per lembar saham | Makin tinggi, makin mahal investor membayar setiap rupiah laba | Tidak bisa dipakai bila laba negatif |
Pilih satu ukuran utama dan jelaskan alasannya di Bab 3. Bila memakai Tobin’s Q, sebutkan versi rumus yang dipakai karena ada beberapa variasi. Ukuran yang berbeda bisa memberi hasil yang berbeda, sehingga perbandingan dengan penelitian lain harus memperhatikan ukuran yang dipakai.
Teori Sinyal (Signaling Theory)
Teori sinyal berawal dari Spence (1973), yang meneliti pasar kerja: pelamar memakai pendidikan sebagai sinyal kemampuan karena perusahaan tidak bisa melihat kemampuan pelamar secara langsung. Gagasan ini kemudian banyak dipakai dalam keuangan dan manajemen. Connelly dkk. (2011) merangkum unsur-unsur teori sinyal: ada pihak pemberi sinyal, sinyal itu sendiri, pihak penerima, dan umpan balik dari penerima.

| Unsur | Dalam konteks perusahaan publik | Contoh |
|---|---|---|
| Asimetri informasi | Manajemen tahu lebih banyak tentang kondisi dan prospek perusahaan daripada investor | Rencana ekspansi, kualitas laba |
| Pemberi sinyal | Manajemen atau perusahaan | Direksi, emiten |
| Sinyal | Informasi atau tindakan yang bisa diamati investor | Laba, dividen, pengungkapan keberlanjutan, pembelian kembali saham |
| Penerima | Investor dan analis | Investor ritel, institusi |
| Reaksi | Perubahan harga saham dan nilai perusahaan | Kenaikan PBV atau Tobin’s Q |
Menurut Connelly dkk. (2011), sinyal akan dipercaya bila sulit atau mahal ditiru oleh perusahaan yang kualitasnya buruk. Dividen tunai, misalnya, dianggap sinyal kuat karena perusahaan harus benar-benar punya kas untuk membayarnya. Prinsip ini penting untuk menyusun argumen hipotesis di Bab 2.
Teori Lain yang Sering Menyertai
| Teori | Inti | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| Teori sinyal | Informasi dari perusahaan memengaruhi penilaian investor | Profitabilitas, dividen, pengungkapan, dan nilai perusahaan |
| Teori keagenan | Kepentingan manajer dan pemegang saham bisa berbeda | Struktur kepemilikan, tata kelola, kebijakan utang |
| Teori trade-off struktur modal | Utang memberi manfaat pajak tetapi menambah risiko | Struktur modal dan nilai perusahaan |
Gunakan satu teori sebagai dasar utama, lalu teori lain untuk menjelaskan variabel tertentu bila perlu. Contoh penelitian dengan teori keagenan bisa dilihat pada pengaruh agency cost, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen.
Faktor yang Memengaruhi Nilai Perusahaan
| Faktor | Arah hubungan | Bukti penelitian |
|---|---|---|
| Profitabilitas | Positif | Linawati dkk. (2022); Alfath & Yuyetta (2026) |
| Kebijakan dividen | Positif | Alfath & Yuyetta (2026) |
| Likuiditas | Negatif | Alfath & Yuyetta (2026) |
| Leverage | Tidak signifikan | Alfath & Yuyetta (2026) |
| Ukuran bank | Negatif | Linawati dkk. (2022) |
| Struktur modal | Diuji sebagai mediator | Linawati dkk. (2022) |
Alfath dan Yuyetta (2026) meneliti perusahaan barang konsumen primer di Bursa Efek Indonesia tahun 2021–2023 (132 observasi) dan menemukan bahwa profitabilitas dan kebijakan dividen meningkatkan nilai perusahaan, likuiditas menurunkannya, sedangkan leverage tidak berpengaruh signifikan. Linawati dkk. (2022), pada enam bank tahun 2007–2019, menemukan bahwa profitabilitas meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan ukuran bank menurunkannya, dengan struktur modal sebagai mediator. Perbedaan sektor dan periode ini penting saat Anda membandingkan hasil.
Teori sinyal juga dipakai untuk pengungkapan nonkeuangan. Pratiwi dkk. (2026) meneliti 10 perusahaan sektor energi (50 observasi) dengan Tobin’s Q sebagai ukuran nilai perusahaan. Mereka menemukan bahwa laporan keberlanjutan berpengaruh positif terhadap harga saham, profitabilitas meningkatkan nilai perusahaan, dan nilai perusahaan memediasi pengaruh profitabilitas terhadap harga saham, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan.
Definisi Operasional Variabel
| Variabel | Posisi | Ukuran | Sumber data |
|---|---|---|---|
| Nilai perusahaan | Y | PBV atau Tobin’s Q | Laporan keuangan tahunan dan harga saham penutupan |
| Profitabilitas | X1 | Return on Assets (ROA) atau Return on Equity (ROE) | Laporan keuangan |
| Kebijakan dividen | X2 | Dividend Payout Ratio (dividen ÷ laba bersih) | Laporan keuangan |
| Ukuran perusahaan | Variabel kontrol | Logaritma natural total aset | Laporan keuangan |
Tentukan populasi dan kriteria sampel dengan jelas, misalnya perusahaan sektor tertentu yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian, menerbitkan laporan keuangan lengkap, dan membagikan dividen setiap tahun. Kriteria ini memengaruhi jumlah observasi dan cara membaca hasil.
Langkah Mengumpulkan Data Nilai Perusahaan
- Tentukan sektor dan periode. Gunakan klasifikasi sektor yang berlaku di Bursa Efek Indonesia pada periode penelitian.
- Unduh laporan keuangan tahunan. Ambil dari situs resmi bursa atau situs hubungan investor perusahaan, lalu catat sumber dan tanggal unduh.
- Ambil harga saham penutupan. Gunakan tanggal yang konsisten, misalnya harga penutupan akhir tahun atau setelah laporan keuangan terbit.
- Hitung rasio dengan rumus yang sama untuk semua perusahaan. Simpan perhitungan dalam lembar kerja agar mudah diperiksa pembimbing.
- Buat tabel seleksi sampel. Tunjukkan berapa perusahaan yang keluar pada setiap kriteria.
Langkah ini terlihat sederhana, tetapi kesalahan kecil, seperti memakai harga saham pada tanggal yang berbeda-beda, bisa mengubah hasil analisis.
Contoh Model Penelitian Nilai Perusahaan
Model berikut memakai teori sinyal sebagai dasar:
- H1: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
- H2: Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
- H3: Likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
- H4: Leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Karena datanya terdiri atas banyak perusahaan dalam beberapa tahun, model ini lazim dianalisis dengan regresi data panel. Pilih model terbaik (common effect, fixed effect, atau random effect) dengan uji yang sesuai, lalu periksa uji asumsi klasik yang relevan. Untuk hipotesis tanpa arah yang jelas di teori, seperti H3 dan H4, rumuskan hipotesis dua arah.
Untuk tesis, Anda bisa menambahkan variabel moderasi, misalnya kepemilikan institusional atau pengungkapan keberlanjutan, atau variabel intervening seperti struktur modal, mengikuti pola Linawati dkk. (2022).
Contoh Penelitian Nilai Perusahaan
| Penelitian | Sampel | Analisis | Temuan utama |
|---|---|---|---|
| Linawati dkk. (2022) | Enam bank di Indonesia, 2007–2019 | Model dengan struktur modal sebagai mediator | Profitabilitas meningkatkan nilai perusahaan; ukuran bank menurunkannya |
| Alfath & Yuyetta (2026) | Perusahaan barang konsumen primer di BEI, 2021–2023, 132 observasi | Regresi linier berganda dengan ukuran perusahaan sebagai kontrol | Profitabilitas dan dividen positif; likuiditas negatif; leverage tidak signifikan |
Ide topik lain bisa Anda lihat di daftar judul tesis manajemen keuangan dan judul tesis akuntansi tata kelola perusahaan.
Cara Membahas Hasil Penelitian Nilai Perusahaan
- Kaitkan dengan teori sinyal. Bila dividen berpengaruh positif, jelaskan bahwa investor menafsirkan pembagian dividen sebagai sinyal prospek yang baik.
- Jelaskan hasil yang tidak signifikan. Leverage yang tidak signifikan bisa berarti investor di sektor tersebut tidak menganggap utang sebagai sinyal penting, atau manfaat dan risikonya saling meniadakan.
- Perhatikan periode dan sektor. Periode krisis atau pemulihan ekonomi bisa membuat hasil berbeda dari penelitian sebelumnya.
- Berikan implikasi bagi investor dan manajemen. Misalnya pentingnya menjaga kualitas laba dan kebijakan dividen yang konsisten.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Nilai Perusahaan
- Ukuran tidak konsisten. Bab 2 menyebut Tobin’s Q, tetapi perhitungan memakai PBV.
- Kriteria sampel tidak dijelaskan. Pembaca tidak tahu mengapa jumlah perusahaan menyusut dari populasi ke sampel.
- Mengabaikan data ekstrem. Nilai PBV yang sangat tinggi pada beberapa perusahaan bisa memengaruhi hasil; laporkan cara Anda menanganinya.
- Menyebut teori tanpa menghubungkan ke hipotesis. Teori sinyal harus dipakai untuk menjelaskan setiap jalur, bukan hanya disebut di awal Bab 2.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Lebih baik memakai PBV atau Tobin’s Q? Keduanya sah. PBV lebih sederhana, sedangkan Tobin’s Q memperhitungkan utang. Pilih yang paling sesuai dengan tujuan penelitian dan konsisten dengan penelitian rujukan Anda.
Apa beda teori sinyal dan teori keagenan? Teori sinyal berfokus pada informasi yang dikirim perusahaan kepada investor. Teori keagenan berfokus pada perbedaan kepentingan antara manajer dan pemilik serta cara mengendalikannya.
Apakah nilai perusahaan bisa diteliti pada perusahaan yang tidak terdaftar di bursa? Ukuran berbasis harga saham seperti PBV dan Tobin’s Q membutuhkan harga pasar, sehingga paling tepat untuk perusahaan terbuka. Untuk perusahaan tertutup, ukuran yang dipakai biasanya berbeda dan perlu dijelaskan dengan rujukan.
Berapa tahun data yang sebaiknya dipakai? Tidak ada aturan baku. Tiga sampai lima tahun cukup umum untuk skripsi, sedangkan tesis sering memakai periode lebih panjang. Yang penting, alasan pemilihan periode dijelaskan.
Analisis apa yang cocok? Regresi data panel cocok bila data mencakup banyak perusahaan dan beberapa tahun. Bila ada variabel intervening, analisis jalur atau SEM bisa dipertimbangkan.
Bagaimana jika data perusahaan tidak lengkap? Keluarkan perusahaan yang datanya tidak lengkap sesuai kriteria sampel, lalu laporkan jumlahnya dalam tabel seleksi sampel. Jangan mengisi data yang hilang dengan perkiraan tanpa metode yang jelas.
Sedang meneliti nilai perusahaan atau topik keuangan lainnya? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih variabel dan teori melalui konsultasi judul dan metode penelitian, mendampingi penyusunan Bab 2 dan Bab 3 melalui layanan pendampingan skripsi dan tesis, serta membantu analisis regresi data panel melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Alfath, M. H., & Yuyetta, E. N. A. (2026). Pengaruh kinerja keuangan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol (studi empiris pada perusahaan barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021–2023). Diponegoro Journal of Accounting, 15(1). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/accounting/article/view/55889
Connelly, B. L., Certo, S. T., Ireland, R. D., & Reutzel, C. R. (2011). Signaling theory: A review and assessment. Journal of Management, 37(1), 39–67. https://doi.org/10.1177/0149206310388419
Linawati, N., Moeljadi, M., Djumahir, & Aisjah, S. (2022). The effect of profitability and bank size on firm value sustainability: The mediating role of capital structure. Investment Management and Financial Innovations, 19(2), 331–343. https://doi.org/10.21511/imfi.19(2).2022.29
Pratiwi, R. E., Siswadi, U., & Fatimah, I. (2026). Sustainability reporting, ukuran perusahaan, profitabilitas terhadap harga saham dengan nilai perusahaan sebagai variabel mediasi. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 10(3), 2255–2266. https://doi.org/10.33395/owner.v10i3.3468
Spence, M. (1973). Job market signaling. The Quarterly Journal of Economics, 87(3), 355–374. https://doi.org/10.2307/1882010








