HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Tema Meningkatkan Kemampuan Berpikir Abstrak Siswa

1.Pembelajaran Kimia dengan Problem Based Learning (PBL) menggunakan Laboratorium Real dan Virtual Ditinjau dari Kemampuan Matematik dan Kemampuan Berpikir Abstrak Siswa (Studi pada Pembelajaran Kimia Materi Pokok Laju Reaksi Kelas XI)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran kimia menggunakan metode Problem-Based Learning dengan media laboratorium real dan virtual, antara siswa yang memiliki kemampuan matematik dan kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah serta interaksinya.

 

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMAN 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 2 kelas, kelas XI IPA 2 dan kelas XI IPA 3 yang diberi pembelajaran dengan media laboratorium virtual dan real. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan matematik dan kemampuan berpikir abstrak, sedangkan angket untuk prestasi belajar afektif siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis non parametrik Kruskal Wallis.

 

Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan :

  • ada perbedaan prestasi belajar kognitif siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode yang menggunakan media laboratorium real dan virtual, namun tidak ada perbedaan pada prestasi afektif;
  • kemampuan matematik memberikan perbedaan prestasi belajar kognitif siswa namun tidak ada perbedaan pada prestasi afektif;
  • kemampuan berpikir abstrak tidak ada perbedaan prestasi belajar kognitif dan afektif siswa,
  • ada interaksi antara pembelajaran dengan metode PBL yang menggunakan media laboratorium real dan virtual dengan kemampuan matematik terhadap prestasi belajar kognitif namun tidak ada perbedaan pada prestasi afektif;
  • ada interaksi antara pembelajaran dengan metode PBL yang menggunakan media laboratorium real dan virtual dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar, namun tidak ada interaksi pada prestasi afektif;
  • tidak ada interaksi antara kemampuan matematik dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa,
  • ada interaksi antara media, kemampuan matematik, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar kognitif siswa namun tidak ada interaksi pada prestasi afektif.

 

 

2. Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada Mata Pelajaran Kimia dengan Media Animasi dan Molymod Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kreativitas Siswa

 

Abstrak

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • Pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan media animasi dan molymod terhadap prestasi belajar siswa.
  • Pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa karbon.
  • Pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar pada materi senyawa karbon.
  • Interaksi antara model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) menggunakan media animasi dan molymod dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa karbon.
  • Interaksi antara model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) menggunakan media media animasi dan molymod dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa karbon.
  • Interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar pada materi senyawa karbon.
  • Interaksi antara model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) menggunakan media animasi dan molymod, kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar pada materi senyawa karbon.

 

Penelitian dilaksanakan dari bulan Pebruari s.d. November 2009. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Tayu Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah sampel 76 siswa, menggunakan metode eksperimen. Pada penelitian ini, variabel bebasnya adalah pembelajaran STAD dengan media animasi dan molymod, variabel moderatornya kemampuan berpikir abstrak dan kretaivitas siswa, dan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes prestasi belajar, tes kemampuan berpikir abstrak, dan angket kreativitas siswa. Pengambilan data kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa dilaksanakan sebelum proses pembelajaran, sedangkan pengambilan data prestasi belajar siswa dilakukan setelah proses pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik anava tiga jalan dengan jumlah sel tidak sama dan dilakukan dengan menggunakan General Linear Model (GLM) pada program Minitab Versi 15.

 

Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan :

  • Ada pengaruh yang signifikan pembelajaran STAD menggunakan media animasi dan media molymod terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon, dengan p-value = 0,002 < 0,05
  • Ada pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon, dengan p-value = 0,000 < 0,05.
  • Tidak ada pengaruh yang signifikan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon, dengan p-value = 0,166 > 0,05.
  • Tidak ada interaksi antara pembelajaran STAD dengan menggunakan media animasi dan molymod dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon, dengan p-value = 0,296 > 0,05.
  • Tidak ada interaksi antara pembelajaran STAD dengan menggunakan media animasi dan molymod dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon , dengan p-value = 0,774 > 0,05.
  • Tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon, dengan p-value = 0,115 > 0,05.
  • Tidak ada interaksi antara pembelajaran STAD dengan menggunakan media animasi dan molymod dengan kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon, dengan p-value = 0,734 > 0,05.

 

3. Pembelajaran Kimia Menggunakan Inkuiri Terbimbing dengan Media Modul dan E – Learning Ditinjau dari Kemampuan Pemahaman Membaca dan Kemampuan Berpikir Abstrak (Pembelajaran Kimia pada Materi Pokok Kesetimbangan Kimia Kelas XI IPA)

 

Abstrak

Peningkatan mutu pendidikan senantiasa diupayakan dengan berbagai perbaikan maupun pembaharuan kurikulum untuk mengembangkan potensi siswa dalam memaksimalkan proses belajar mengajar, sehingga dihasilkan manusia yang cerdas mandiri dan berdaya saing. Untuk itu perlu dikembangkan metode pembelajaran kimia menggunakan inkuiri terbimbing dengan media modul dan e- learning ditinjau dari kemampuan pemahaman membaca dan kemampuan berpikir abstrak.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh pembelajaran kimia menggunakan inkuiri terbimbing dengan media modul dan e- learning ditinjau dari kemampuan pemahaman membaca dan kemampuan berpikir abstrak dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Wonogiri tahun Pelajaran 2011/2012. Dalam penelitian ini sampel dipilih secara acak (cluster random sampling), Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI IPA5,6 menggunakan media Modul dan Kelas XI IPA4,7 menggunakan media e – learning. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes (angket). Untuk prestasi kognitif,kemampuan pemahaman membaca dan kemampuan berpikir abstrak, menggunakan teknik tes, sedangkan untuk prestasi afektif menggunakan angket. Analisis data penelitian menggunakan anava dengan desain faktorial 2x2x2 sel tak sama dengan bantuan software PASW Versi 18.

 

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa :

  • tidak ada pengaruh pembelajaran kimia menggunakan inkuiri terbimbing dengan media modul dan e-learning terhadap prestasi belajar siswa;
  • ada pengaruh kemampuan pemahaman membaca terhadap prestasi belajar siswa;
  • ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa;
  • ada interaksi antara pembelajaran kimia menggunakan inkuiri terbimbing dengan media modul dan e-learning dengan kemampuan pemahaman membaca terhadap prestasi belajar siswa;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran kimia menggunakan inkuiri terbimbing dengan media modul dan e-learning dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa;
  • tidak ada interaksi antara kemampuan pemahaman mebaca dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran kimia menggunakan inkuiri terbimbing dengan media modul dan e-learning, kemampuan pemahaman membaca, kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa.

 

Kata Kunci: inkuiri terbimbing, prestasi belajar, anava, kesetimbangan kimia.

 

4. Pembelajaran Biologi Model POE (Prediction, Observation, Explanation) Melalui Laboratorium Riil dan Laboratorium Virtuil Ditinjau dari Aktivitas Belajar dan Kemampuan Berpikir Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model POE melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil ditinjau dari aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas viii smp negeri 1 plupuh sragen. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen i diberi perlakuan menggunakan laboratorium riil terdiri dari 32 siswa dan kelas eksperimen ii diberi perlakuan menggunakan laboratorium virtuil terdiri dari 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data hasil belajar kognitif, psikomotor dan kemampuan berpikir abstrak, angket untuk data aktivitas dan hasil belajar afektif, lembar observasi untuk data psikomotor dan afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software spss 17.

 

Hasil penelitian didapatkan bahwa :

  • hasil belajar pembelajaran POE melalui laboratorium riil lebih tinggi daripada laboratorium virtuil, baik aspek kognitif, psikomotor, maupun afektif;
  • siswa dengan aktivitas belajar tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah;
  • siswa dengan kemampuan berpikir abstrak tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengan kemampuan berpikir abstrak rendah;
  • terdapat interaksi antara pembelajaran model poe melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar;
  • tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model poe melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar;
  • terdapat interaksi antara aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar;
  • tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model poe melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil, aktivitas belajar, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar.

 

5. Pembelajaran Fisika Model Kooperatif Tipe Students Team Achievement Division (STAD) Melalui Metode Eksperimen dan Demonstrasi Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Abstrak (Pembelajaran Fisika Materi Pokok Suhu dan Kalor pada Siswa Kelas X)

 

Abstrak

Pembaharuan kurikulum bertujuan untuk mengoptimalkan potensi siswa dan memaksimalkan proses belajar mengajar yang menghasilkan manusia yang cerdas, mandiri dan dapat bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh STAD menggunakan eksperimen dan demonstrasi, motivasi belajar, kemampuan berpikir abstrak, dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Magetan tahun pelajaran 2012/2013. Populasi terdiri dari 9 kelas X. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling terdiri 2 kelas , kelas X.8 diberi pembelajaran model STAD metode eksperimen, kelas X.9 diberi model pembelajaran STAD metode demonstrasi. Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi belajar kognitif dan kemampuan berpikir abstrak, angket untuk motivasi dan afektif, lembar observasi untuk psikomotor. Data dianalisis dengan Anava 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan uji scheffe.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

  • ada pengaruh pembelajaran model kooperatif tipe STAD melalui metode demonstrasi dan eksperimen terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor,
  • ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor, tetapi tidak pada afektif,
  • ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor,
  • ada interaksi antara metode demonstrasi dan eksperimen dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar afektif tetapi tidak pada kognitif dan psikomotor,
  • tidak ada interaksi antara metode demonstrasi dan eksperimen dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor,
  • tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif, dan psikomotor,
  • tidak ada interaksi antara metode demonstrasi dan eksperimen, kemampuan berpikir abstrak dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.

 

6. Pembelajaran Fisika Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Metode Eksperimen dan Metode Proyek Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Materi Cahaya SMP/MTs Kelas VIII

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan metode proyek ditinjau dari kemampuan berfikir abstrak dan kemampuan berfikir kreatif dan interaksinya terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.

Penelitian merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2014/ 2015. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling terdiri dari 2 kelas VIII A dan VIII B. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk hasil belajar kognitif, kemampuan berfikir abstrak, dan kemampuan berfikir kreatif. Hasil belajar afektif dan psikomotor menggunakan checklist. Analisis instrumen soal menggunakan program QUEST. Analisis data hasil penelitian menggunakan program SPSS 18.

 

Hasil dari penelitian :

  • tidak terdapat pengaruh pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • terdapat pengaruh kemampuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, tidak terdapat pengaruh kemapuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar afektif;
  • terdapat pengaruh kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, tidak terdapat pengaruh kemampuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar afektif;
  • tidak terdapat interaksi metode pembelajaran ditinjau kemampuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • tidak terdapat interaksi metode pembelajaran dan kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • tidak terdapat interaksi kemampuan berfikir abstrak dan kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • tidak terdapat interaksi metode pembelajaran, kemampuan berfikir abstrak, dan kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.

 

Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), metode eksperimen, metode proyek, kemampuan berfikir abstrak, kemampuan berpikir kreatif

 

7. Pembelajaran Kimia Berbasis Masalah Menggunakan Media Powerpoint dan Macromedia Flash Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Berpikir Kritis Siswa (Pokok Bahasan Laju Reaksi Kelas XI Semester 1 SMA Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media PowerPoint dan Macromedia Flash , antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah, kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah, dan interaksi model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media PowerPoint dan Macromedia Flash terhadap kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan berpikir kritis siswa pada meteri pokok Laju reaksi.

 

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 2 kelas, kelas XI IPA 6 dan kelas XI IPA 7 yang masing – masing diberi pembelajaran dengan media PowerPoint dan Macromedia Flash. Teknik analisis data menggunakan analisis non parametrik Kruskal Wallis untuk prestasi belajar kognitif dan analisis parametrik untuk prestasi belajar afektif.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • pembelajaran kimia berbasis masalah dengan menggunakan PowerPoint dan Macromedia Flash pada materi pokok laju reaksi tidak memberikan perbedaan terhadap prestasi belajar kognitif maupun afektif siswa;
  • kemampuan berpikir abstrak menunjukkan perbedaan prestasi belajar kognitif siswa tetapi prestasi belajar afektif tidak menunjukkan perbedaan;
  • kemampuan berpikir kritis menunjukkan perbedaan prestasi belajar kognitif siswa tetapi pada prestasi belajar afektif tidak menunjukkan perbedaan;
  • ada interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media PowerPoint dan Macromedia Flash dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar kognitif siswa, tetapi tidak terhadap prestasi belajar afektif siswa;
  • ada interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media PowerPoint dan Macromedia Flash dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif siswa, tetapi tidak terhadap prestasi belajar afektif siswa;
  • ada interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan berpikir berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif namun pada prestasi belajar afektif siswa tidak memberikan interaksi;
  • ada interaksi antara media, kemampuan berpikir abstrak, dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif siswa namun pada prestasi belajar afektif tidak memberikan interaksi.

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply