HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Tesis Fraud, Korupsi, dan Akuntansi Forensik UGM

Kecurangan dan korupsi merugikan perusahaan, negara, dan masyarakat, dan sering baru terungkap setelah kerugiannya membesar. Akuntansi forensik hadir untuk mencegah, mendeteksi, dan membuktikan kecurangan dengan bukti keuangan yang kuat. Tesis di bidang ini penting karena modus kecurangan terus berubah mengikuti teknologi, sementara aturan pidananya juga baru diperbarui lewat KUHP Nasional yang berlaku sejak 2 Januari 2026. Artikel ini memuat 76 judul tesis fraud, korupsi, dan akuntansi forensik dari Magister Akuntansi UGM, bagian dari 1.270 judul tesis Magister Akuntansi UGM.

Peluang Penelitian ke Depan

Beberapa celah yang dapat dikembangkan menjadi tesis fraud dan akuntansi forensik:

  1. Risiko fraud pada program baru. Koperasi Desa Merah Putih dan dana desa mengelola uang dalam jumlah besar di tingkat desa. Pemetaan risiko kecurangan dan desain pencegahannya layak diteliti sejak awal.
  2. Efektivitas whistleblowing system. Sebagian besar judul meneliti niat melapor. Apakah sistem pelaporan benar-benar menghasilkan temuan, dan bagaimana pelapor dilindungi, masih jarang diuji.
  3. Deteksi fraud dengan analitik data. Hukum Benford, machine learning, dan analisis teks dapat dipakai untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan dan pengadaan.
  4. Pencucian uang lewat kanal baru. Hanya 5 judul membahas TPPU. Aset kripto, judi online, dan dompet digital membuka modus baru yang perlu dikaji dari sisi akuntansi.
  5. Perhitungan kerugian keuangan negara. Metode dan perbedaan hasil perhitungan antarlembaga dalam perkara korupsi masih jadi perdebatan dan layak diteliti.

Pengelompokan Judul

Judul dalam artikel ini dibagi ke dalam empat sub-topik. Satu judul bisa muncul di lebih dari satu sub-topik.

  1. Fraud: Model, Pendeteksian, dan Pencegahan Kecurangan, tentang fraud triangle, fraud diamond, fraud hexagon, red flags, dan strategi antifraud.
  2. Whistleblowing dan Pelaporan Pelanggaran, tentang niat dan sistem pelaporan pelanggaran.
  3. Korupsi, Antikorupsi, dan Pencegahan Korupsi, tentang modus korupsi, kebijakan antikorupsi, dan perhitungan kerugian negara.
  4. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme, tentang program antipencucian uang di lembaga keuangan.

 

Fraud: Model, Pendeteksian, dan Pencegahan Kecurangan, tentang fraud triangle, fraud diamond, fraud hexagon, red flags, dan strategi antifraud.

  1. Analisis Dampak Governansi dan Manajemen Risiko pada Risiko Operasional, Khususnya Kecurangan (Studi Kasus pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel)
  2. Analisis Fraud pada Pengadaan Barang dan Jasa (Studi Kasus Kabupaten XXX)
  3. Analisis Implementasi Strategi Anti-Fraud pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) X Yogyakarta
  4. Analisis Intensi Peningkatan Penerapan Surprise Audit dan Whistleblowing System dalam Pendeteksian Credit Fraud (Studi Kasus pada Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta)
  5. Analisis Kasus Kecurangan Penerimaan Kas (Studi Kasus pada Hotel Novotel Yogyakarta)
  6. Analisis Kelemahan Pengendalian PT Aplikasi Karya Anak Bangsa Studi Kasus Jual-Beli Akun Gojek
  7. Analisis Komparatif Sertifikasi Auditor: Certified Fraud Examiner (CFE) dan Certified Forensic Auditor (CFrA)
  8. Analisis Kompetensi Auditor Internal terhadap Kemampuan Mencegah dan Mendeteksi Fraud dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (Studi Kasus di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta)
  9. Analisis Kompetensi Auditor Internal terhadap Kemampuan Pendeteksian Fraud
  10. Analisis Pencegahan Faktur Pajak Tidak Berdasarkan Transaksi yang Sebenarnya pada Direktorat Jenderal Pajak
  11. Analisis Penyelesaian Kerugian Daerah yang Disebabkan oleh Pihak Ketiga dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
  12. Analisis Peran Audit Internal dalam Mendeteksi Fraud pada Entitas Pemerintahan sebagai Pengawas dalam Pencegahan Korupsi (Studi Kasus Inspektorat Kalimantan Barat)
  13. Analisis Peran Inspektorat dalam Pencegahan Fraud pada Pengelolaan Keuangan Desa (Studi pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci)
  14. Analisis Peran Inspektorat Utama dalam Pencegahan Fraud (Studi pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia)
  15. Analisis Peranan Inspektorat Daerah dalam Pengawasan Fraud Perjalanan Dinas (Studi Kasus pada Inspektorat Daerah Kabupaten Bantul)
  16. Analisis Persepsi Pegawai terhadap Deteksi Occupational Fraud melalui New Fraud Star Theory (Studi Kasus pada PT Pegadaian)
  17. Analisis Potensi Terjadinya Fraud Pengelolaan Dana Desa (Studi pada Desa Tersidilor Kabupaten Purworejo)
  18. Analisis Relevansi Model Fraud Hexagon terhadap Potensi Kecurangan Laporan Keuangan (Studi pada Perusahaan Sektor Properti dan Perumahan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022)
  19. Eksplorasi Modus Operandi Korupsi Tanah Kas Desa di Daerah Istimewa Yogyakarta
  20. Eksplorasi Whistleblowing System dalam Usaha Mitigasi Risiko Fraud (Studi pada Lembaga Perkreditan Desa Adat Kedonganan)
  21. Evaluasi Penerapan Whistleblowing System dalam Mencegah Terjadinya Fraud: Studi pada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur
  22. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat Whistleblower dalam Melaporkan Kecurangan: Orientasi Religiusitas, Keseriusan Pelanggaran, dan Status Pelanggar
  23. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Sikap dan Niat Pemilik UMKM Kuliner Melakukan Kecurangan Pajak Restoran: Intensitas Moral, Persepsi Keadilan, dan Kendali Perilaku Persepsian
  24. Mendeteksi Potensi Kecurangan Daerah di Indonesia: Pendekatan Machine Learning
  25. Pelaksanaan Anggaran Belanja Bidang Haji dan Umrah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi (Studi Kasus Penyalahgunaan Pelaksanaan Anggaran Belanja Revitalisasi dan Pengembangan Gedung Inap Asrama Haji Tahun 2016-2017)
  26. Pengaruh Ancaman Pembalasan terhadap Kecenderungan Pengungkapan Kecurangan dengan Tekanan Ketaatan sebagai Variabel Pemoderasi
  27. Pengaruh Behavioral Red Flags dan Pendeteksian Fraud terhadap Tanggung Jawab Auditor dengan Religiositas dan Konflik Peran sebagai Pemoderasi
  28. Pengaruh Budaya Etis terhadap Intensi Mengungkapkan Kecurangan melalui Keberanian Moral Profesional
  29. Pengaruh Burnout pada Skeptisme Profesional dan Kemampuan Auditor Internal dalam Mendeteksi Kecurangan
  30. Pengaruh Fraud Hexagon terhadap Indikasi Manipulasi Laporan Keuangan (Regulatory Intensity sebagai Variabel Moderasi)
  31. Pengaruh Komite Audit, Rasio Utang, Pergantian Auditor, dan Kemampuan Manajemen pada Kecurangan Laporan Keuangan
  32. Pengaruh Moral Reasoning, Pengalaman, dan Tipe Kepribadian terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah)
  33. Pengaruh Motivasi Pelayanan Publik dan Pertukaran Atasan-Bawahan terhadap Niat Melakukan Pengungkapan Kecurangan: Suatu Pendekatan Eksperimen
  34. Pengaruh Norma Deskriptif dan Norma Injunktif terhadap Perilaku Kecurangan Pelaporan: Pendekatan Eksperimen
  35. Pengaruh Penilaian Etika terhadap Perilaku Kecurangan Pelaporan: Efek Pemoderasi Kondisi Sosial
  36. Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG), Tingkat Korupsi, dan Manajemen Laba: Perspektif Teori Katering dan Fraud Triangle
  37. Peran Kode Etik dalam Pencegahan Fraud pada Auditor di Lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (Studi pada BPK RI Perwakilan Jawa Timur)
  38. Perbedaan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (Studi pada Kasus Korupsi Bakamla No. 35/Pidsus-TPK/2020/PN.Jkt.Psts)
  39. Persepsi Auditor dan Pelaku terhadap Faktor Penyebab Fraud (Kasus di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta)
  40. Persepsi Fraud Diamond Model pada Pengelolaan Dana APBN Penanganan COVID-19 dengan Penalaran Moral sebagai Variabel Moderasi di Kementerian Sosial Republik Indonesia
  41. Persepsi Pemilih pada Fraud Calon Kepala Daerah (Studi Kasus Pilkada Gubernur Bengkulu 2024)
  42. Perspektif Fraud Diamond Models pada Pengelolaan Dana Desa D.I Yogyakarta: Peran Penalaran Moral sebagai Variabel Moderasi

 

Whistleblowing dan Pelaporan Pelanggaran, tentang niat dan sistem pelaporan pelanggaran.

  1. Analisis Intensi Peningkatan Penerapan Surprise Audit dan Whistleblowing System dalam Pendeteksian Credit Fraud (Studi Kasus pada Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta)
  2. Analisis Intensi Whistleblowing Auditor Internal
  3. Analisis Intensi Whistleblowing Auditor Internal dengan Retaliasi sebagai Variabel Pemoderasi
  4. Analisis Penerapan Whistleblowing System (Perspektif Karyawan pada PT Telkom Indonesia, Tbk)
  5. Analisis Pengaruh Faktor Individu, Faktor Sosial dan Iklim Organisasi terhadap Niat Whistleblowing di Kota Yogyakarta
  6. Analisis Peran Akuntan Profesional sebagai Pelapor Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Indonesia
  7. Eksplorasi Whistleblowing System dalam Usaha Mitigasi Risiko Fraud (Studi pada Lembaga Perkreditan Desa Adat Kedonganan)
  8. Evaluasi Penerapan Whistleblowing System dalam Mencegah Terjadinya Fraud: Studi pada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur
  9. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat Whistleblower dalam Melaporkan Kecurangan: Orientasi Religiusitas, Keseriusan Pelanggaran, dan Status Pelanggar
  10. Implementasi Whistleblowing System pada PT KZL Cabang Yogyakarta
  11. Kepemimpinan Etis dan Whistleblowing: Peran Pemberdayaan Psikologis dan Identifikasi Organisasional sebagai Variabel Pemediasi
  12. Pengaruh Ancaman Pembalasan terhadap Kecenderungan Pengungkapan Kecurangan dengan Tekanan Ketaatan sebagai Variabel Pemoderasi
  13. Pengaruh Budaya Etis terhadap Intensi Mengungkapkan Kecurangan melalui Keberanian Moral Profesional
  14. Pengaruh Dukungan Supervisor Persepsian terhadap Perilaku Whistleblowing: Peran Perasaan Timbal Balik Karyawan sebagai Variabel Pemediasi
  15. Pengaruh Financial Incentives dan Fear of Retaliation terhadap Niat Melakukan Whistleblowing serta Penalaran Moral sebagai Pemoderasi: Studi Eksperimen
  16. Pengaruh Kepemimpinan Etis dan Keadilan Distributif terhadap Internal Whistleblowing dengan Locus of Control sebagai Variabel Pemoderasi
  17. Pengaruh Machiavellian dan Komitmen Profesional terhadap Kecenderungan Individu untuk Melakukan Whistleblowing dengan Retaliasi sebagai Variabel Moderasi
  18. Pengaruh Motivasi Pelayanan Publik dan Pertukaran Atasan-Bawahan terhadap Niat Melakukan Pengungkapan Kecurangan: Suatu Pendekatan Eksperimen
  19. Pengaruh Persepsi Politik Organisasional pada Internal Whistleblowing: Peran Pemediasi Tekanan dan Pemoderasi Komitmen Profesional
  20. Pengaruh Retaliasi dan Media Pelaporan terhadap Intensi Melakukan Whistleblowing
  21. Persepsi Pegawai Kementerian Keuangan terhadap Implementasi Whistleblowing System (WiSe)

 

Korupsi, Antikorupsi, dan Pencegahan Korupsi, tentang modus korupsi, kebijakan antikorupsi, dan perhitungan kerugian negara.

  1. Analisis Hubungan antara Korupsi Pemerintah Daerah dan Pola Alokasi Belanja Daerah
  2. Analisis Kebijakan Antikorupsi pada Direktorat Jenderal Pajak Berdasarkan Pendekatan Multiperspektif
  3. Analisis Keefektifan Upaya Pemerintah Daerah dalam Membangun Sistem Pengendalian Korupsi (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Bekasi)
  4. Analisis Pemanfaatan Jabatan Perpetrator dalam Melakukan Korupsi (Studi atas Persepsi Akademisi dan Praktisi di Provinsi Sumatera Utara)
  5. Analisis Peran Audit Internal dalam Mendeteksi Fraud pada Entitas Pemerintahan sebagai Pengawas dalam Pencegahan Korupsi (Studi Kasus Inspektorat Kalimantan Barat)
  6. Analisis Peran Audit Internal dalam Pencegahan Korupsi (Studi pada Inspektorat Provinsi Jawa Tengah)
  7. Analisis Peran Audit Internal dalam Upaya Pencegahan Kecenderungan Tindakan Korupsi (Studi Kasus pada Inspektorat Daerah Kabupaten XYZ)
  8. Analisis Peran Auditor Internal dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (Studi pada PT XYZ Kanwil XI Semarang)
  9. Determinan Pengungkapan Antikorupsi dan Dampaknya terhadap Nilai Perusahaan: Studi Empiris pada Perusahaan di Asia Pasifik
  10. Eksplorasi Modus Operandi Korupsi Tanah Kas Desa di Daerah Istimewa Yogyakarta
  11. Evaluasi Efektivitas Layanan Pengadaan Secara Elektronik Terkait dengan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi pada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
  12. Financial Distress, Kemandirian Daerah, dan Probabilitas Korupsi: Sebelum COVID-19 dan Saat COVID-19
  13. Koneksi Militer, Koneksi Politik, dan Pengungkapan Antikorupsi: Bukti dari Indonesia
  14. Pengaruh Good Corporate Governance dan Kondisi Perekonomian terhadap Tingkat Korupsi dengan Budaya sebagai Variabel Moderasi
  15. Pengaruh Komitmen Anti Korupsi Perusahaan terhadap Manajemen Laba
  16. Pengaruh Penerapan E-Government terhadap Tingkat Korupsi dengan Akuntabilitas sebagai Variabel Pemediasi
  17. Pengungkapan Antikorupsi, Komite Audit Wanita, Perlindungan Investor dan Manajemen Laba: Studi pada Perusahaan di ASEAN
  18. Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG), Tingkat Korupsi, dan Manajemen Laba: Perspektif Teori Katering dan Fraud Triangle
  19. Peran Inspektorat Daerah dalam Pencegahan Tindakan Korupsi (Studi Kasus pada Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten)
  20. Perbedaan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (Studi pada Kasus Korupsi Bakamla No. 35/Pidsus-TPK/2020/PN.Jkt.Psts)

 

Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme, tentang program antipencucian uang di lembaga keuangan.

  1. Analisis Peran Akuntan Profesional sebagai Pelapor Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Indonesia
  2. Evaluasi Efektivitas Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme pada Lembaga Keuangan
  3. Evaluasi Peran Akuntan Publik atas Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa untuk Menilai Risiko Klien dalam Pencegahan TPPU (Studi Kasus pada KAP di Wilayah Yogyakarta)
  4. Kejahatan Lingkungan sebagai Tindak Pidana Asal (TPA): Pemetaan Tipologi dan Mekanisme Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
  5. Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) pada Sektor Perbankan: Pendekatan Teori Institusional

 

Penutup

Fraud dan akuntansi forensik adalah salah satu rumpun dengan judul paling sedikit, yaitu 76 dari 1.270 judul. Artinya, peluang menemukan kebaruan masih besar, terutama bila Anda punya akses ke data kasus, putusan pengadilan, atau informan dari lembaga pengawas. Topik ini mudah dipadukan dengan auditing, audit internal dan APIP, pengendalian internal, serta etika dan akuntansi keperilakuan. Rumpun lain bisa dilihat di halaman induk judul tesis Magister Akuntansi UGM.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.