HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Daftar Judul Tesis Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UGM)

Padi, cabai, dan bawang merah adalah komoditas yang paling cepat terasa dampaknya ketika panen gagal atau harga melonjak. Karena itu, penelitian agribisnis pangan dan hortikultura selalu relevan bagi petani, pedagang, dan pengambil kebijakan. Masalahnya juga berlapis: sayuran kehilangan sampai 62,8% hasil sebelum sampai ke konsumen (Mulyawanti & Suryana, 2024), sementara petani padi harus beradaptasi dengan iklim yang makin sulit diprediksi. Rumpun ini adalah yang terbesar dalam daftar judul tesis agribisnis UGM, mencakup komoditas dari sawah sampai kebun bunga potong.

Peluang Penelitian Agribisnis Pangan dan Hortikultura ke Depan

Peluangnya bergeser dari sekadar menghitung pendapatan ke pertanyaan tentang teknologi, iklim, dan pasar premium.

  1. Kelayakan teknologi pascapanen untuk petani kecil. Pengering in-store memangkas waktu pengeringan bawang merah dari 20–25 hari menjadi 4–5 hari (Mulyawanti & Suryana, 2024). Analisis biaya-manfaat dan kesediaan kelompok tani berinvestasi pada teknologi ini masih jarang diteliti.
  2. Pertanian cerdas iklim pada usahatani padi. Adaptasi perubahan iklim terbukti menaikkan produksi padi, dengan rata-rata efisiensi teknis petani 0,764 (Suputra dkk., 2024). Petani yang tidak menerapkan materi sekolah lapang Climate Smart Agriculture menyebut kendala biaya dan kesadaran (Irvandika & Suciati, 2024). Tesis dapat menguji skema insentif yang mendorong adopsi.
  3. Pasar premium sayuran organik untuk konsumen muda. Sebanyak 86% responden muda di Bogor dan Tasikmalaya bersedia membayar lebih untuk sayuran organik, didorong rasa percaya dan manfaat kesehatan (Hasanah & Yanuar, 2024). Peluangnya adalah meneliti sertifikasi, label, dan saluran penjualan yang menjaga kepercayaan itu.
  4. Dampak perubahan subsidi pupuk pada hortikultura. Setelah alokasi pupuk bersubsidi dicabut, produksi kentang turun 31,78% dan produktivitas wortel turun 59,81% (Setyaningrum dkk., 2025). Studi serupa untuk cabai, bawang, dan buah akan memperkaya bukti kebijakan.

Pengelompokan Judul Tesis Agribisnis Pangan dan Hortikultura

Rumpun ini terdiri atas 7 sub-kelompok berdasarkan komoditas. Padi dan beras menjadi sub-kelompok terbesar dengan 81 judul.

1. Padi dan Beras (81 judul)

Usahatani padi organik dan konvensional, beras lokal seperti Rojolele dan beras merah, risiko produksi, rantai pasok beras, regenerasi petani padi, dan perilaku konsumen beras.

  1. Alokasi Waktu Kerja dan Produktivitas Marjinal berdasarkan Gender pada Rumah Tangga Tani Padi Merah Organik di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman
  2. Analisis Kinerja Produk, Kepuasan, dan Preferensi Petani terhadap Benih Padi “Prima” di Kabupaten Malang
  3. Analisis Komparatif Daya Saing Usaha Tani Padi Peserta PHT dan Non-PHT Lanskap di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
  4. Analisis Pendapatan, Kinerja, dan Strategi Pengembangan Kelompok Tani Padi Rawa Lebak di Desa Hambuku Raya, Kalimantan Selatan
  5. Analisis Respon Penawaran Padi di Kabupaten Kediri: Implikasi Manajerial
  6. Dampak Konsolidasi Lahan Pertanian terhadap Produksi dan Pendapatan Rumahtangga Tani Padi di Kabupaten Sukoharjo
  7. Dampak Mekanisasi pada Program UPJA terhadap Pendapatan dan Efisiensi Teknis Usahatani Padi di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman
  8. Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Padi di Provinsi Jawa Timur
  9. Daya Saing Beras Indonesia di ASEAN Economic Community (AEC)
  10. Daya Saing Usahatani Padi di Kabupaten Sragen
  11. Efektivitas Implementasi Sistem Resi Gudang Komoditi Gabah (Studi pada Koperasi Niaga Mukti) di Kabupaten Cianjur
  12. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Penangkaran Benih Padi Wilayah Kerja PT Pertani di Kabupaten Mojokerto
  13. Efisiensi Alokatif Usahatani Padi dalam Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu Lanskap di Kabupaten Klaten
  14. Efisiensi Alokatif Usahatani Padi Lahan Gambut di Kabupaten Pelalawan
  15. Efisiensi Alokatif Usahatani Padi Organik Bersertifikat dan Konvensional di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman
  16. Efisiensi Persediaan Beras Perum BULOG Sub Divisi Regional Banyumas dengan Metode Economic Order Quantity
  17. Efisiensi Rantai Pasok Beras Rojolele di Kabupaten Klaten
  18. Efisiensi Usaha Tani Padi Program Corporate Farming di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul
  19. Faktor Penentu Regenerasi Petani Padi di Kabupaten Sleman
  20. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Volume Penjualan Beras Organik di Kabupaten Bantul
  21. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Beras Organik di Daerah Istimewa Yogyakarta
  22. Integrasi Harga Beras antar Pasar Tradisional di Jawa
  23. Intensi Agripreneurship Petani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  24. Intensi Kewirausahaan Petani Milenial pada Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  25. Keberlanjutan Usaha Tani Beras Merah di Kabupaten Sleman
  26. Keberlanjutan Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  27. Kelayakan Finansial dan Ekonomi Usaha Tani Padi dan Jagung di Kabupaten Sleman
  28. Kelayakan Usaha Tani Padi Organik dan Non-Organik di Kabupaten Bantul
  29. Kelayakan Usahatani Padi Organik dan Padi Konvensional di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman
  30. Kepuasan Petani terhadap Program Asuransi Usahatani Padi di Kabupaten Kulon Progo
  31. Kesediaan Membayar Premi dan Menerima Ganti Rugi Asuransi Usaha Tani Padi di Kabupaten Kulon Progo
  32. Kesediaan Petani untuk Melanjutkan Adopsi Pertanian Padi Organik di Kabupaten Morowali
  33. Kesediaan Petani untuk Melanjutkan Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Bantul
  34. Kesejahteraan Petani Peserta Asuransi Usaha Tani Padi di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo
  35. Kesenjangan Pendapatan Usahatani Bawang Merah dan Padi di Kawasan Pesisir Kabupaten Bantul
  36. Keuntungan usahatani padi, kepuasan dan keinginan untuk melanjutkan keanggotaan Gapoktan di Kabupaten Sukoharjo
  37. Konsumsi Beras Tingkat Rumah Tangga di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman
  38. Manajemen GAP dan Keberlanjutan Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo
  39. Manajemen Risiko pada Usaha Tani Beras Merah di Kabupaten Sleman
  40. Minat Anggota Aliansi Petani Padi Organik Boyolali terhadap Pewarisan Lahan Pertanian
  41. Modal Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Usaha Tani Padi Pulu Mandoti Emas di Kabupaten Enrekang
  42. Pemasaran Beras di Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo
  43. Pemasaran Beras Organik di Kabupaten Purworejo
  44. Pembelian Beras Rumah Tangga di Kabupaten Sleman
  45. Pengambilan Keputusan Manajerial Anggota Kelompok Tani Padi Organik di Kapanewon Pandak Kabupaten Bantul
  46. Pengaruh Dukungan Pemerintah terhadap Keberlanjutan Praktik Pertanian Padi Organik di Sumatera Barat
  47. Pengaruh Inflasi terhadap Kesejahteraan Petani Padi di Daerah Istimewa Yogyakarta
  48. Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan Petani Milenial terhadap Kinerja Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  49. Pengaruh Konsolidasi Lahan terhadap Efisiensi Alokatif Usahatani Padi di Kabupaten Sukoharjo
  50. Pengaruh Lingkungan Usaha, Karakteristik dan Kompetensi Kewirausahaan Petani terhadap Kinerja Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Sleman
  51. Pengaruh Manajemen Rantai Pasok terhadap Keunggulan Kompetitif dan Kinerja Rantai Pasok Beras Sleman
  52. Pengaruh Modal Sosial dan Manajemen Kelompok Tani terhadap Kinerja Petani dan Usaha Tani Padi di Kabupaten Sleman
  53. Pengaruh Pengelolaan Teknologi terhadap Produksi dan Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Padi di Kabupaten Kulon Progo
  54. Pengaruh Pertanian Padi Rojolele Organik terhadap Produksi, Pendapatan, dan Kelayakan Usaha Tani di Kabupaten Klaten
  55. Pengembangan Usahatani Padi Beras Merah melalui Contract Farming oleh PT Lentera Panen Mandiri di Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman
  56. Perilaku Konsumen Beras Organik di Kabupaten Banyumas
  57. Perilaku Konsumen Beras Premium di Kabupaten Cilacap
  58. Permintaan Beras di Daerah Istimewa Yogyakarta
  59. Permintaan Beras Rumah Tangga di Kabupaten Bantul
  60. Pola Pangan Harapan Rumah Tangga Petani Peserta Asuransi Usaha Tani Padi di Kecamatan Panjatan Kulon Progo
  61. Preferensi Konsumen terhadap Beras Mocaf di Kota Yogyakarta
  62. Rantai Pasok Beras Organik Gapoktan Beji Makmur di Kabupaten Wonogiri
  63. Rantai Pasok dan Efisiensi Pemasaran Beras Super Sidomulyo di DIY
  64. Respon Penawaran Padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
  65. Respons Penawaran Padi Kabupaten Sleman
  66. Respons Petani terhadap Penggunaan Mesin Combine Harvester pada Usaha Tani Padi di Kabupaten Sleman
  67. Risiko Pendapatan dan Manajemen Risiko Usahatani Padi dalam Pengelolaan Hama Terpadu Lanskap di Kabupaten Klaten
  68. Risiko Produksi dan Keberlanjutan Usaha Tani Padi di Kabupaten Kulon Progo
  69. Risiko Produksi Usaha Tani pada Petani Peserta Asuransi Usaha Tani Padi di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo
  70. Sikap dan Preferensi Petani Padi terhadap Penggunaan Pestisida Nabati di Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba
  71. Sikap Petani terhadap Pemilihan Varietas Benih Padi Unggul di Kapanewon Kalasan Kabupaten Sleman
  72. Strategi Manajemen Risiko Usaha Tani Padi di Kabupaten Sleman
  73. Strategi Manajemen Risiko Usaha Tani Padi pada Sawah Sistem Surjan dan Lembaran di Kabupaten Kulon Progo
  74. Strategi Pemasaran Beras Adan Dataran Tinggi Krayan Kabupaten Nunukan
  75. Strategi Pengembangan Pemasaran Padi Rawa Pasang Surut Binaan Delta Kayan Food Estate di Desa Tanjung Buka SP 1 Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan
  76. Studi Komparatif Kelayakan Ekonomi Padi Semi Organik dan Non Organik di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul
  77. The Impacts of El Nino-Southern Oscillation on Rice Production and Prices in Indonesia
  78. Tingkat Kompetensi dan Kinerja Kewirausahaan Petani Padi Organik di Kabupaten Boyolali
  79. Tingkat Penerapan Good Agricultural Practices dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas Padi Organik di Kabupaten Sleman
  80. Willingness to Pay (WTP) dan Willingness to Continue (WTC) Petani pada Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) di Kabupaten Wajo
  81. Willingness to Pay Konsumen terhadap Beras Organik serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kota Pontianak

2. Jagung, Kedelai, Ubi Kayu, dan Palawija (23 judul)

Efisiensi dan risiko usahatani jagung dan kedelai, kemitraan penangkar benih, impor kedelai dan jagung, serta pangan olahan berbasis umbi.

  1. Daya Saing Jagung di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur
  2. Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Kedelai Petani Mitra CV Java Agro Prima di Kabupaten Bantul
  3. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Jagung di Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul
  4. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Kedelai di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten
  5. Efisiensi Alokatif Usahatani Jagung di Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul
  6. Efisiensi Alokatif Usahatani Ubi Kayu di Kapanewon Paliyan Kabupaten Gunungkidul
  7. Efisiensi Pemasaran Jagung Kecamatan Piyungan di Kabupaten Bantul
  8. Kelayakan Finansial dan Ekonomi Usaha Tani Padi dan Jagung di Kabupaten Sleman
  9. Kelayakan Usahatani Jagung di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
  10. Kemiskinan Rumah Tangga Tani Jagung di Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul
  11. Keragaan Impor Jagung Indonesia
  12. Manajemen Risiko pada Usaha Tani Jagung di Kabupaten Bima
  13. Nilai Tambah Tiwul Instan di Kabupaten Gunungkidul
  14. Pemasaran Gaplek di Kabupaten Gunungkidul
  15. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Tahu Kuning di Kota Kediri
  16. Pengaruh Penerapan Good Agricultural Practices terhadap Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Kedelai Hitam Malika di Kabupaten Kulon Progo
  17. Pengaruh Penerapan Manajemen terhadap Keberlanjutan Usahatani Jagung Lokal di Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan
  18. Perkembangan Impor Kedelai Indonesia
  19. Permintaan Kedelai dan Kelayakan UMKM Tahu di Kabupaten Semarang
  20. Preferensi dan Kesediaan Konsumen Membayar Sereal Oriflakes Berbasis Umbi Garut di Daerah Istimewa Yogyakarta
  21. Referensi dan Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Petani Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Kemitraan Usaha Tani Penangkar Benih Jagung
  22. Strategi Pengembangan Agribisnis Kedelai PT Lentera Panen Mandiri
  23. Tingkat Kesejahteraan Petani Kedelai Mitra dan Non Mitra CV Java Agro Prima di Kabupaten Bantul (Welfare Level of CV Java Agro Prima Soybean Outgrowers and Non-Outgrowers in Bantul Regency)

3. Bawang Merah dan Bawang Putih (47 judul)

Kelayakan, efisiensi, rantai pasok, dan harga bawang merah di sentra seperti Brebes, Bantul, dan Nganjuk, serta usahatani bawang putih dataran tinggi.

  1. Analisis Kelayakan Usahatani Bawang Merah, Kentang dan Tomat di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat
  2. Daya Saing Bawang Merah Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  3. Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Usaha Tani Bawang Putih di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar
  4. Daya Saing Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Madiun
  5. Dinamika Harga Bawang Putih di Provinsi Jawa Tengah
  6. Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Bawang Merah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
  7. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Bawang Putih di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar
  8. Efisiensi Alokatif Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  9. Efisiensi Pemasaran Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  10. Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo
  11. Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Kecamatan Wedarijaksa di Kabupaten Pati
  12. Efisiensi Pemasaran Bawang Putih Kecamatan Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar
  13. Efisiensi Rantai Pasok Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk
  14. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Bawang Merah di Jakarta Timur : Studi Komparasi Pasar Modern dan Tradisional
  15. Keberlanjutan Usaha Tani Bawang Merah Semi Organik di Kabupaten Bantul
  16. Kelayakan dan Keberlanjutan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang
  17. Kemiskinan dan Disparitas Pendapatan Rumah Tangga Tani Bawang Merah berdasarkan Kepemilikan Lahan di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  18. Kesenjangan Pendapatan Usahatani Bawang Merah dan Padi di Kawasan Pesisir Kabupaten Bantul
  19. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Bawang Putih di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar
  20. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  21. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani Rumah Tangga Tani Bawang Merah di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati
  22. Manajemen Rantai Pasok Bawang Merah di Kabupaten Bantul
  23. Manajemen Rantai Pasok Bawang Merah Goreng pada CV XYZ di Kabupaten Brebes
  24. Manajemen Risiko Rantai Pasok Usaha Pengolahan Bawang Merah di PT Sinergi Brebes Inovatif
  25. Manajemen Risiko Usahatani Bawang Merah Daerah Istimewa Yogyakarta
  26. Nilai Tukar Rumah Tangga Tani Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  27. Pengambilan Keputusan Petani dalam Memilih Benih Bawang Merah Varietas Crok Kuning dan Thailand di Kabupaten Bantul
  28. Pengaruh Adopsi Teknologi Digital terhadap Manajemen dan Kinerja Agribisnis pada Petani Bawang Merah di Kabupaten Bantul
  29. Pengaruh Adopsi Teknologi Digital terhadap Penghidupan Petani Bawang Merah di Kabupaten Bantul
  30. Pengaruh Motivasi, Kompetensi, dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Usaha Tani Bawang Putih di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur
  31. Pengaruh Niat, Orientasi, dan Perilaku Berwirausaha terhadap Kinerja Kewirausahaan Petani Bawang Merah Semi Organik Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul
  32. Pengaruh Pemberian Kredit terhadap Pendapatan Petani Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  33. Pengaruh Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) terhadap Produksi Bawang Merah di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi
  34. Pengaruh Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) terhadap Produktivitas Bawang Merah di Kabupaten Bantul
  35. Peran Koperasi Mandiri Jaya terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Bawang Merah di Desa Sukasari Kidul Kabupaten Majalengka
  36. Perilaku Harga Bawang Merah di Pasar Induk Kramat Jati DKI Jakarta
  37. Permintaan Bawang Merah di Daerah Istimewa Yogyakarta Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19
  38. Permintaan Pestisida pada Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul
  39. Permintaan Pupuk pada Usahatani Bawang Merah di Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul
  40. Preferensi Konsumen terhadap Bawang Merah Hasil Usaha Tani dengan Bahan Tanam Biji dan Umbi di Kota Yogyakarta
  41. Produksi dan Efisiensi Alokatif Usahatani Bawang Merah di Lahan Sawah Kawasan Pesisir Kabupaten Bantul
  42. Risiko Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bantul
  43. Sikap Petani terhadap Risiko dan Manajemen Risiko Usaha Tani Bawang Merah di Kabupaten Gunungkidul
  44. Strategi Pengembangan Agribisnis Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
  45. Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang
  46. Studi Komparatif Kelayakan Usaha Tani Bawang Merah Berdasarkan Generasi Petani di Kabupaten Nganjuk
  47. Studi Komparatif Usaha Tani Bawang Merah dengan Bahan Tanam Umbi dan Biji di Kabupaten Gunungkidul

4. Cabai (37 judul)

Risiko dan kelayakan usahatani cabai, pasar lelang, dinamika dan peramalan harga, sistem kontrak, serta usahatani cabai di lahan pasir pantai.

  1. Akses dan Dampak Pengaruh Kredit terhadap Usaha Tani Cabai Merah di Kabupaten Kulon Progo
  2. Analisis Willingness to Participate, Continue, dan Recontinue Petani pada Sistem Kontrak Usaha Tani Cabai Besar di Kabupaten Jember
  3. Curahan Waktu Kerja, Produksi dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman
  4. Daya Saing Komoditas Cabai Indonesia dalam Perdagangan Internasional
  5. Dinamika Harga Cabai Merah Besar di Indonesia
  6. Dinamika Harga Cabai Rawit dan Cabai Merah di Kota Semarang
  7. Efisiensi Alokatif Usahatani Cabai di Kawasan Pantai Kabupaten Bantul: Studi Komparasi Lahan Sawah dan Lahan Pasir
  8. Efisiensi Alokatif Usahatani Cabai Merah Lahan Pasir Pantai di Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo
  9. Efisiensi Alokatif Usahatani Cabai Rawit pada Pertanian Perkotaan di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta
  10. Efisiensi Pemasaran Cabai Merah di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang
  11. Efisiensi Produksi Cabai Merah dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis di Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
  12. Faktor Pendorong Penjualan Cabai Merah ke Pasar Lelang di Kabupaten Sleman
  13. Faktor Pendorong Penjualan Cabai Merah ke Pasar Lelang Gisik Pranaji Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo
  14. Hubungan Bauran Pemasaran dengan Keputusan Pembelian Cabai di Pasar Lelang Sleman
  15. Hubungan Jaringan Sosial Petani dengan Kinerja Usahatani Cabai Rawit di Dusun Dadapan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang
  16. Hubungan Kualitas Layanan Pasar Lelang Cabai “Gisik Pranaji” dengan Loyalitas Petani di Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo
  17. Kajian Komparatif Kelayakan Usahatani Cabai Merah di Dataran Rendah dan Tinggi Kabupaten Magelang
  18. Kinerja Kelembagaan dan Transparansi Harga pada Pasar Lelang Cabai Merah di Kabupaten Kulon Progo
  19. Kinerja Manajemen Rantai Pasok dan Efisiensi Teknis Rantai Pasok Cabai pada Tingkat Petani dan Bandar (Pengumpul) Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
  20. Komparasi Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan Rumah Tangga Tani Cabai Polikultur di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang
  21. Manajemen SOP/GAP dan Kelayakan Usahatani Cabai Merah di Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
  22. Pemasaran Cabai Merah Kecamatan Pakem di Kabupaten Sleman
  23. Pemasaran Cabai Rawit di Kabupaten Sleman
  24. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan dan Kompetensi terhadap Kinerja Petani Milenial dan Keberlanjutan Usaha Tani Cabai di Kabupaten Sleman
  25. Pengaruh Penerapan GAP terhadap Produktivitas Cabai Merah di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman
  26. Peramalan Harga Cabai Rawit di Kota Surabaya
  27. Perilaku Harga Cabai Rawit di Kabupaten Sleman
  28. Persepsi Petani Cabai terhadap Lembaga Keuangan Formal dan Nonformal di Kabupaten Magelang
  29. Persepsi Petani Cabai terhadap Perubahan Iklim di Dataran Tinggi dan Rendah Kabupaten Magelang
  30. Preferensi Konsumen pada Cabai Segar dan Olahan di Jabodetabek
  31. Produksi, Pendapatan, dan Risiko Usahatani Cabai Merah di Lahan Pasir Pantai Daerah Istimewa Yogyakarta
  32. Risiko Produksi dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah di Kabupaten Bantul
  33. Risiko Produksi Usahatani Cabai Rawit pada Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
  34. Strategi Manajemen Risiko Petani Cabai Merah Lahan Pasir Pantai di Kabupaten Kulon Progo
  35. Strategi Pengembangan Agribisnis Cabai di Kabupaten Boyolali
  36. Studi Komparasi Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani Cabai Rawit dan Cabai Keriting Merah di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang
  37. Transmisi Harga Cabai Merah Keriting di Pasar Domestik Indonesia

5. Sayuran (Kentang, Kubis, Wortel, Brokoli, dan Lainnya) (59 judul)

Sayuran dataran tinggi, sayuran organik dan hidroponik, efisiensi pemasaran kubis dan kentang, serta pembelian sayur segar lewat e-commerce.

  1. Analisis Kelayakan Ekonomi Usahatani Kentang Berbasis Konservasi Tanah di Kabupaten Wonosobo
  2. Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Jamur Tiram Putih di Kabupaten Karanganyar
  3. Analisis Kelayakan Usahatani Bawang Merah, Kentang dan Tomat di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat
  4. Analisis Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Kentang dan Wortel di Pasar Modern Kota Magelang
  5. Bauran Pemasaran yang Memengaruhi Pembelian Bayam di Pasar Tradisional Prawirotaman yang Direvitalisasi
  6. Dampak Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Sayuran Organik di Pasar Modern Kota Semarang
  7. Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Usahatani Kentang di Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara
  8. Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Usahatani Kentang di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara
  9. Efisiensi Alokatif Usahatani Jamur Tiram Putih di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman
  10. Efisiensi Pemasaran Bit Produksi Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  11. Efisiensi Pemasaran Brokoli Kecamatan Ngablak di Kabupaten Magelang
  12. Efisiensi Pemasaran Kentang di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  13. Efisiensi Pemasaran Kubis di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  14. Efisiensi Pemasaran Kubis Kecamatan Pakis di Kabupaten Magelang
  15. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Kembali Sayur dan Buah melalui e-Commerce di Kota Surabaya
  16. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat dan Keputusan Konsumen Membeli Sayuran dan Buah secara Online
  17. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Mengadopsi Usahatani Sayuran Organik di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
  18. Keberlanjutan Usahatani Sayuran pada Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
  19. Kelayakan Finansial dan Efisiensi Alokatif Usahatani Kubis di Kawasan Agroforestri Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara
  20. Kelayakan Usaha Tani Bit di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  21. Kelayakan Usaha Tani Sayuran pada Pertanian Perkotaan di Kota Surakarta
  22. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani Kentang di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  23. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani Sayuran di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara
  24. Kinerja dan Strategi Pengembangan Usahatani Kentang di Kabupaten Magelang
  25. Kinerja Finansial dan Strategi Pengembangan Usahatani Brokoli Organik dan Non-Organik di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  26. Manajemen Risiko Pendapatan Usahatani Kubis di Kawasan Agroforestri Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara
  27. Minat Petani untuk Melanjutkan Usaha Tani Kentang di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang
  28. Niat untuk Mengadopsi Alat Pembayaran QRIS pada UMKM Pedagang Sayur di Daerah Istimewa Yogyakarta
  29. Optimasi Distribusi Sayuran Organik CV Tani Organik Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta
  30. Pemasaran Brokoli Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
  31. Pemasaran Kubis Kabupaten Semarang Sistem Daring dan Non Daring
  32. Pemasaran Selada Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
  33. Pemasaran Wortel Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
  34. Pembentukan Harga Jual Kubis pada Tingkat Petani Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
  35. Pendekatan Data Envelopment Analysis pada Efisiensi Produksi Usahatani Kentang di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  36. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Sayur Organik di Supermarket Kota Semarang
  37. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Hidroponik di Pasar Modern Kota Ambon
  38. Pengaruh Kualitas Produk Sayuran Organik terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen di Pasar Modern Daerah Istimewa Yogyakarta
  39. Pengaruh Penerapan Customer Relationship Management Usaha Benih Timun CV Ever Fresh Farm terhadap Kepuasan dan Loyalitas Petani
  40. Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Agricultural Practices terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Terung di Lahan Pasir Pantai Kabupaten Kulon Progo
  41. Peran Strategi Pengurangan Risiko dalam Memediasi Kepuasan terhadap Niat Pembelian Kembali Sayuran Segar melalui E-Commerce di Daerah Istimewa Yogyakarta
  42. Perbandingan Efektivitas Kinerja dan Manajemen Risiko Rantai Pasok Hulu Komoditas Sayuran pada E-Grocery XYZ di Kabupaten Cianjur
  43. Perbandingan Kinerja Rantai Pasok Berkelanjutan pada Selada Organik dan Hidroponik di Daerah Istimewa Yogyakarta
  44. Perilaku dan Peramalan Harga Kentang dan Tomat di Kabupaten Magelang : Pendekatan Metode ARIMA
  45. Perilaku Pembelian Pupuk Organik pada Petani Sayuran di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
  46. Permintaan Sayuran oleh Hotel Grand Dafam Rohan Jogja
  47. Preferensi dan Willingness to Pay Konsumen Sayuran Organik di Yogyakarta
  48. Preferensi Konsumen terhadap Kembang Kol dan Brokoli di Kabupaten Magelang
  49. Preferensi Konsumen terhadap Komoditas Mentimun Berdasarkan Segmentasi Pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta
  50. Preferensi Konsumen terhadap Pembelian Sayuran Organik melalui E-Commerce di Kabupaten Tangerang Selama Pandemi Covid-19
  51. Produksi dan Kelayakan Usahatani Wortel Organik di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
  52. Risiko Produksi dan Harga pada Usahatani Kentang di Desa Penanggungan Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara
  53. Risiko Produksi Usaha Tani Wortel di Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara
  54. Risiko Produksi Usahatani Kentang di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
  55. Risiko Produksi Usahatani Kubis Sistem Monokultur dan Tumpangsari di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
  56. Sikap dan Kesediaan Membayar Konsumen Sayur Organik saat Pandemi COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta
  57. Sikap Konsumen Pengguna E-Commerce dalam Pembelian Sayur dan Buah di DKI Jakarta
  58. Sikap Konsumen terhadap Sayuran Organik di Daerah Istimewa Yogyakarta
  59. Strategi Pengembangan Agribisnis Sayuran Organik CV Tani Organik Merapi (TOM) Kabupaten Sleman

6. Buah-buahan (Salak, Jeruk, Apel, Pisang, dan Lainnya) (47 judul)

Usahatani salak, buah naga, dan melon, preferensi konsumen buah lokal versus impor, rantai pasok jeruk, serta ketertelusuran produk buah.

  1. Analisis Usaha dan Strategi Pengembangan Agribisnis Buah Naga CV Kusumo Wanadri Kulon Progo
  2. Analisis Willingness to Pay Konsumen terhadap Jeruk Siam dan Jeruk Mandarin di DKI Jakarta
  3. Curahan Tenaga Kerja Rumah Tangga pada Usahatani Salak di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang
  4. Dampak COVID-19 terhadap Perilaku Konsumsi Aneka Buah di Kabupaten Purworejo
  5. Dampak E-Commerce terhadap Pendapatan Usahatani: Studi Kasus Petani Salak Pondoh di Kabupaten Sleman
  6. Daya Saing Ekspor Nanas Kaleng Indonesia di Pasar Uni Eropa
  7. Daya Saing Pepaya-California Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen
  8. Efisiensi Alokatif dan Pendapatan Usahatani Melon Lahan Pasir Pantai di Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo
  9. Efisiensi Alokatif Usahatani Salak Pondoh dengan Sistem Good Agricultural Practices di Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman
  10. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Kembali Sayur dan Buah melalui e-Commerce di Kota Surabaya
  11. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat dan Keputusan Konsumen Membeli Sayuran dan Buah secara Online
  12. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan Waktu Kerja Wanita pada Usahatani Salak di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman
  13. Hubungan Keragaman Saluran Pemasaran dengan Pendapatan Usaha Tani Pepaya California Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen
  14. Keberlanjutan Agrowisata Berbasis Masyarakat di Kampung Anggur Bantul
  15. Kelayakan Finansial dan Efisiensi Alokatif Faktor-Faktor Produksi Usaha Tani Buah Naga Merah di Banyuwangi Bagian Utara
  16. Keputusan Konsumen dalam Pembelian Buah Pepaya di Kabupaten Sleman
  17. Keputusan Konsumen dalam Pembelian Durian Lokal di Kabupaten Purworejo
  18. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani Salak Madu di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman
  19. Kinerja Asosiasi Petani Salak Sleman “Prima Sembada”
  20. Kinerja dan Strategi Pengembangan Agrowisata Belimbing Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar
  21. Kinerja Ekspor Manggis Indonesia pada Perdagangan Internasional
  22. Manajemen Rantai Pasok Jeruk Siam di Kabupaten Banyuwangi
  23. Manajemen Rantai Pasok Manisan Carica yang Melewati CV Yuasa Food Berkah Makmur
  24. Nilai Ekonomi Kebun Buah Mangunan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul
  25. Optimasi Produk Olahan Carica di CV YF Kabupaten Wonosobo
  26. Pemasaran Buah Melon di Daerah Istimewa Yogyakarta
  27. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada Usahatani Salak Pondoh di Kabupaten Sleman
  28. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Wisatawan Taman Buah Mekarsari di Kabupaten Bogor
  29. Pengendalian Mutu Produksi Manisan Buah Carica di CV Yuasa Food Berkah Makmur Kabupaten Wonosobo
  30. Penyebab Kredit Macet Petani Salak pada “Ngudi Luhur” di Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang
  31. Perilaku Konsumen dalam Pembelian Manisan Carica Buavica di Kabupaten Wonosobo
  32. Perilaku Konsumen terhadap Buah Lokal di Kota Semarang
  33. Persepsi Konsumen terhadap Informasi Ketertelusuran Produk Pisang Mas Sunpride di Kota Malang
  34. Preferensi dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Jeruk Lokal di Kota Malang
  35. Preferensi dan Willingness to Pay Konsumen Pisang Cavendish dan Ambon di Daerah Istimewa Yogyakarta
  36. Preferensi Konsumen terhadap Apel Lokal dan Apel Impor di Malang Raya
  37. Preferensi Konsumen terhadap Jeruk Lokal dan Impor di Medan
  38. Produksi dan Kelayakan Usaha Tani Melon di Kalurahan Karangsewu Kapanewon Galur Kabupaten Kulon Progo
  39. Risiko Pendapatan Usahatani Salak Pondoh dan Salak Madu di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman
  40. Sikap dan Preferensi Konsumen Apel Lokal dan Impor Saat Pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta
  41. Sikap Konsumen Pengguna E-Commerce dalam Pembelian Sayur dan Buah di DKI Jakarta
  42. Sikap Konsumen terhadap Atribut Buah Mangga di Kabupaten Magetan
  43. Strategi Bauran Pemasaran Agrowisata Mupu Jeruk di Kota Bandung
  44. Studi Komparasi Usahatani Salak Desa Wisata dan Nondesa Wisata di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman
  45. Supply Chain Management Salak Pondoh di Kabupaten Banjarnegara
  46. Tingkat Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Kelayakan Finansial Usahatani Salak Pondoh di Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman
  47. Usahatani Salak Nglumut di Gapoktan Ngudi Luhur Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang

7. Tanaman Hias dan Bunga Potong (18 judul)

Rantai pasok dan pemasaran krisan, kesediaan membayar bunga potong, serta pemasaran digital usaha tanaman hias.

  1. Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Krisan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang
  2. Analisis Willingness to Pay Konsumen Bunga Krisan Varietas Pasopati di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah
  3. Comparative Advantage and Forecasting of Indonesian Cut Flower
  4. Efisiensi Alokatif Usaha Tani Bunga Krisan di Daerah Istimewa Yogyakarta
  5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen pada Bunga Potong Krisan di DIY
  6. Identifikasi dan Manajemen Rantai Pasok Bunga Krisan di Kecamatan Bandungan
  7. Kelayakan Usaha Tani Bunga Krisan di Daerah Istimewa Yogyakarta
  8. Kelayakan Usaha Tani Bunga Krisan di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan
  9. Pemasaran Bunga Krisan Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo
  10. Pemasaran Bunga Sedap Malam Desa Doplang Kecamatan Bawen di Kabupaten Semarang
  11. Pengaruh Entrepreneurial dan Internet Marketing terhadap Kinerja Usaha Tanaman Hias di Banyumas
  12. Pengaruh Pemasaran Digital terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias di Kota Yogyakarta
  13. Preferensi dan Willingness to Pay Konsumen Bunga Mawar Potong di Kota Surakarta
  14. Segmentasi dan Preferensi Pengunjung Agrowisata Kampoeng Anggrek di Kabupaten Kediri
  15. Strategi Bauran Pemasaran untuk Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Wisata Kampoeng Anggrek di Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri
  16. Strategi Pengembangan Agrowisata “Kebun Bunga Begonia” di Lembang Kabupaten Bandung Barat
  17. Strategi Peningkatan Kualitas Layanan Jasa Agrowisata Setiya Aji Flower Farm di Desa Jetis Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang
  18. Supply Chain Management Bunga Krisan di Bandungan, Kabupaten Semarang

Penutup

Tanaman pangan dan hortikultura memberi ruang tesis yang luas karena setiap komoditas punya masalah harga, risiko, dan pasar yang khas. Pilih satu komoditas di satu sentra produksi, lalu kaitkan dengan isu yang sedang bergerak seperti iklim, pascapanen, atau pasar premium. Jika topik Anda menyentuh praktik budidaya dan lahan, lihat juga judul tesis agribisnis pertanian berkelanjutan dan judul tesis ekonomi usahatani. Rumpun lain tersedia di daftar judul tesis agribisnis UGM.

Sedang meneliti padi, cabai, atau bawang merah? Kami bisa mendampingi dari perumusan masalah, desain kuesioner, sampai analisis data melalui Paket Pendampingan Tesis. Jika Anda masih memilih komoditas dan lokasi yang tepat, mulai dari Paket Konsultasi Judul.

error: