HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Jenis-Jenis Artikel Ilmiah dan Contohnya: dari Artikel Penelitian hingga Tinjauan Sistematis

Artikel ilmiah adalah tulisan yang melaporkan atau membahas hasil kerja ilmiah dengan aturan yang ketat. Ada metode yang jelas, rujukan yang bisa ditelusuri, dan biasanya ditelaah oleh sesama ahli (peer review) sebelum terbit. Bagi mahasiswa S2 dan S3, memahami jenis-jenis artikel ilmiah penting karena banyak kampus kini mewajibkan publikasi sebagai syarat lulus. Artikel ini menjelaskan perbedaan artikel ilmiah dan artikel populer, jenis-jenis artikel di jurnal, strukturnya, dan contohnya.

Artikel Ilmiah dan Artikel Populer

Artikel ilmiah populer berada di antara keduanya. Isinya bersumber dari hasil penelitian, tetapi ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Jenis Artikel Ilmiah di Jurnal

1. Artikel hasil penelitian (original research article). Jenis ini paling banyak dijumpai. Artikel ini melaporkan penelitian yang dilakukan penulis sendiri, baik kuantitatif, kualitatif, maupun campuran. Artikel turunan tesis dan disertasi umumnya masuk jenis ini.

2. Artikel tinjauan (review article). Artikel ini merangkum dan menilai penelitian-penelitian yang sudah ada. Ada beberapa bentuk:

  • Tinjauan naratif: merangkum literatur secara bebas berdasarkan penilaian penulis.
  • Tinjauan sistematis (systematic review): mencari, menyeleksi, dan menilai penelitian dengan protokol yang tertulis dan dapat diulang. Pelaporannya mengacu pada pedoman PRISMA 2020 (Page dkk., 2021).
  • Meta-analisis: menggabungkan hasil kuantitatif dari banyak penelitian secara statistik untuk mendapat perkiraan efek gabungan.
  • Scoping review: memetakan luas dan ragam penelitian pada suatu topik, tanpa harus menilai kualitas setiap studi. Kerangkanya diperkenalkan Arksey dan O’Malley (2005), dan pelaporannya kini mengacu pada PRISMA-ScR (Tricco dkk., 2018).

3. Artikel konseptual atau teoretis. Artikel ini mengembangkan gagasan, model, atau teori baru tanpa mengumpulkan data sendiri. Kekuatannya ada pada argumen dan sintesis literatur.

4. Laporan kasus (case report). Jenis ini umum di bidang kedokteran dan kesehatan. Artikel ini melaporkan satu atau beberapa kasus yang tidak biasa secara rinci. Pedoman pelaporannya dikenal sebagai CARE (Gagnier dkk., 2013).

5. Komunikasi singkat (short communication). Laporan hasil penelitian yang ringkas, biasanya untuk temuan awal yang penting untuk segera dipublikasikan.

6. Editorial, komentar, dan surat kepada editor. Tulisan pendek berisi pendapat atau tanggapan atas artikel lain. Biasanya ditulis oleh editor atau pakar yang diundang.

Struktur Artikel Hasil Penelitian: IMRaD

Sebagian besar artikel hasil penelitian memakai struktur IMRaD: Introduction, Methods, Results, and Discussion. Sollaci dan Pereira (2004) menunjukkan bahwa struktur ini makin dominan di jurnal kedokteran sejak pertengahan abad ke-20, lalu menyebar ke bidang lain.

Di luar empat bagian itu ada judul, abstrak, kata kunci, kesimpulan, dan daftar pustaka.

Contoh Abstrak Artikel Hasil Penelitian

Contoh berikut adalah ilustrasi untuk menunjukkan struktur, bukan artikel nyata:

Penelitian ini menguji pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerja perawat, dengan dukungan atasan sebagai variabel moderasi. Desain potong lintang digunakan pada 210 perawat rawat inap di tiga rumah sakit daerah. Data dianalisis dengan SEM-PLS. Hasilnya menunjukkan beban kerja meningkatkan kelelahan kerja, dan dukungan atasan melemahkan pengaruh tersebut. Temuan ini menyarankan pelatihan kepemimpinan bagi kepala ruang sebagai upaya menekan kelelahan perawat.

Perhatikan urutannya: tujuan, metode, hasil, lalu implikasi. Semua dalam satu paragraf pendek.

Jenis Artikel Berdasarkan Tujuan Penulisan

Pembagian ini berlaku untuk artikel secara umum, termasuk artikel populer, dan sering diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Dalam praktik, satu artikel bisa memadukan beberapa tujuan. Contohnya artikel yang mendeskripsikan masalah lalu memberi rekomendasi.

Tips Memilih Jurnal untuk Artikel Anda

  • Sesuaikan ruang lingkup. Baca bagian aims and scope jurnal sebelum mengirim naskah.
  • Periksa akreditasi. Untuk jurnal nasional, periksa peringkat SINTA (S1 sampai S6) di laman SINTA Kemdiktisaintek.
  • Waspadai jurnal predator. Gunakan daftar periksa Think. Check. Submit. untuk menilai keabsahan jurnal. Waspadai jurnal yang menjanjikan terbit dalam hitungan hari.
  • Cek kemiripan naskah. Pastikan skor similaritas sesuai batas jurnal. Lihat layanan cek Turnitin dan parafrase.

Bacaan terkait: Mengenal Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah dan cara mencari jurnal gratis dan legal.

Referensi

  • Arksey, H., & O’Malley, L. (2005). Scoping studies: Towards a methodological framework. International Journal of Social Research Methodology, 8(1), 19–32.
  • Gagnier, J. J., Kienle, G., Altman, D. G., Moher, D., Sox, H., Riley, D., & the CARE Group. (2013). The CARE guidelines: Consensus-based clinical case reporting guideline development. BMJ Case Reports.
  • Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., dkk. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.
  • Sollaci, L. B., & Pereira, M. G. (2004). The introduction, methods, results, and discussion (IMRAD) structure: A fifty-year survey. Journal of the Medical Library Association, 92(3), 364–367.
  • Tricco, A. C., Lillie, E., Zarin, W., dkk. (2018). PRISMA extension for scoping reviews (PRISMA-ScR): Checklist and explanation. Annals of Internal Medicine, 169(7), 467–473.

2 Comments
  1. Buatkan artikel ilmiyah populer eksploratif

  2. Buatkan artikel ilmiah populer eksploratif

Leave a Reply

error: