Artikel ilmiah disebut “ilmiah” bukan karena topiknya serius, tetapi karena prosesnya mengikuti kaidah keilmuan. Ada tiga lapis kaidah yang harus dipenuhi. Pertama, kaidah metode: pertanyaannya jelas dan cara menjawabnya bisa diperiksa orang lain. Kedua, kaidah penulisan: struktur, sitasi, dan bahasanya baku. Ketiga, kaidah publikasi: naskah diperiksa ahli lain sebelum terbit. Artikel ini membahas ketiganya, dari ciri artikel ilmiah sampai langkah-langkah menuju terbit di jurnal.
Ciri-Ciri Artikel Ilmiah

Langkah Menulis Artikel Ilmiah hingga Terbit

Bagan di atas merangkum tujuh langkah. Naskah yang diminta revisi kembali ke tangan penulis, lalu dikirim ulang ke jurnal yang sama.
1. Temukan celah penelitian. Artikel yang layak terbit menjawab pertanyaan yang belum terjawab, atau menjawabnya dengan cara yang lebih baik. Celah ditemukan lewat penelusuran literatur. Panduan mencari jurnal ada di artikel sumber jurnal gratis dan legal.
2. Pilih jurnal sasaran sejak awal. Baca ruang lingkup jurnal, periksa peringkatnya di SINTA atau indeks internasional, lalu unduh templat dan panduan penulisnya. Menulis dulu lalu mencari jurnal belakangan sering berujung penulisan ulang.
3. Susun kerangka IMRaD. Sebagian besar artikel hasil penelitian memakai struktur Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan (Sollaci dan Pereira, 2004). Jenis artikel lain, seperti tinjauan sistematis atau artikel konseptual, punya susunan sendiri. Penjelasannya ada di artikel jenis-jenis artikel ilmiah.
4. Tulis draf dengan urutan yang efisien. Banyak penulis berpengalaman mulai dari bagian Metode dan Hasil karena isinya sudah pasti, lalu Pembahasan, Pendahuluan, dan terakhir Abstrak serta Judul (Gastel dan Day, 2022). Abstrak ditulis terakhir supaya benar-benar merangkum isi.
5. Rapikan sitasi dan daftar pustaka. Ikuti gaya sitasi jurnal sasaran (APA, IEEE, Vancouver, dan lain-lain). Pengelola referensi seperti Mendeley atau Zotero mencegah sitasi yang tidak tercantum di daftar pustaka, atau sebaliknya.
6. Periksa kemiripan dan bahasa. Pastikan skor similaritas di bawah batas jurnal, dan setiap kutipan sudah bersumber. Bila perlu, gunakan layanan cek Turnitin dan parafrase. Untuk jurnal berbahasa Inggris, minta pembaca lain memeriksa bahasanya.
7. Kirim ke jurnal. Hampir semua jurnal Indonesia memakai sistem Open Journal Systems (OJS). Unggah naskah, isi metadata, dan sertakan surat pengantar singkat yang menjelaskan kebaruan artikel.
Telaah Sejawat dan Keputusan Editor
Setelah naskah masuk, editor memeriksa kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, lalu mengirimkannya kepada dua atau lebih penelaah. Ada tiga model telaah yang umum:

Keputusan editor biasanya berupa: diterima, revisi minor, revisi mayor, atau ditolak. Saat merevisi, buat tabel tanggapan yang menjawab setiap komentar penelaah satu per satu, dengan menyebut halaman yang diubah. Bila ditolak, gunakan masukan penelaah untuk memperbaiki naskah, lalu kirim ke jurnal lain. Jangan kirim ke dua jurnal sekaligus.
Etika Publikasi
Prosedur keilmiahan juga mencakup etika. Committee on Publication Ethics (COPE) menjadi rujukan banyak jurnal, termasuk di Indonesia. Di tingkat nasional, Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 menggolongkan beberapa praktik sebagai pelanggaran integritas akademik, di antaranya:
- Pengajuan jamak: mengirim naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal, atau menerbitkan ulang tanpa menyebut publikasi sebelumnya.
- Plagiat: memakai gagasan, data, atau kalimat orang lain tanpa menyebut sumber, termasuk dari tulisan sendiri yang sudah terbit.
- Fabrikasi dan falsifikasi: mengarang data atau mengubah data agar sesuai harapan.
- Kepengarangan yang tidak sah: mencantumkan nama yang tidak berkontribusi, atau menghilangkan nama yang berkontribusi.
Bacaan terkait: pengertian dan ciri karya ilmiah, jenis-jenis karya tulis ilmiah, dan metodologi penelitian. Butuh teman diskusi untuk memetakan literatur dan menemukan celah penelitian? Lihat layanan konsultasi judul berbasis pemetaan literatur.
Referensi
- Committee on Publication Ethics. Core practices. COPE.
- Gastel, B., & Day, R. A. (2022). How to write and publish a scientific paper (Edisi ke-9). Cambridge University Press.
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah.
- Sollaci, L. B., & Pereira, M. G. (2004). The introduction, methods, results, and discussion (IMRAD) structure: A fifty-year survey. Journal of the Medical Library Association, 92(3), 364–367.





Leave a Reply