HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kawasan Kumuh Perkotaan

Kawasan Kumuh Perkotaan Kawasan Kumuh Perkotaan

Kawasan Kumuh Perkotaan

Kawasan Kumuh Perkotaan~ Wilayah yang mempunyai kepadatan lebih dari 500 jiwa/hektar atau 10 KK/hektar, sebagian besar rumahnya semi permanen dan pada umumnya hanya memiliki sarana/prasarana umum yang bersifat darurat.

Permukiman merupakan kawasan perumahan yang sengaja dibuat lengkap dengan prasarana dan fasilitas lingkungan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan penghuninya. Suatu permukiman akan cukup ideal kalau di dalamnya terdapat pengelolaan lingkungan yang memadai.

Apabila diperhatikan lebih jauh tentang ciri perwakilan kumuh yang secara menyeluruh lingkungan ini nampak jelas perbedaannya dengan lingkungan hunian lainnya. Soemadi mengemukakan beberapa ciri yang menonjol da lam suatu permukiman kumuh adalah sebagai berikut   :

  1. Penduduknya sangat padat serta jumlah anak juga besar dan kurang   terurus  dengan   baik.
  2. Warga masyarakat umumnya berpenghasilan rendah de­ngan mata      pencaharian tidak tetap sehingga sulit menjamin pemenuhan kebutuhan sehari-hari, terutama pada saat terjadinya musibah dalam keluarga      (sakit atau   kematian). Sebagai akibat dari keadaan itu, tidak jarang   terjadi seluruh anggota keluarga terpaksa harus mencari penghasilan   tambahan termasuk anak-anak di bawah umur.
  3. Tingkat   kesehatan   dan   pendidikan   pada  umumnya   rendah.
  4. Sarana pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari tidak memadai   seperti   air bersih, tempat pembuangan sampah dan lain-lain.
  5. Kondisi lingkungan sangat kotor sehingga tingkat kesehatan warganya   juga relatif rendah.
  6. Masalah-masalah sosial banyak terjadi, antara lain kenakalan remaja,   tindak kekerasan dan bentuk-bentuk kriminalitas lainnya.
  7. Perasaan masyarakat untuk memiliki lingkungan sangat rendah,  sehingga partisipasi mereka untuk memperbaiki lingkungan juga rendah.

Dalam perkembangan suatu kota sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. Masyarakat yang mampu cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota.Tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong masyarakat yang kurang mampu serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan.

Ledakan penduduk di kota-kota besar, baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali juga dapat menjadi salah satu penyebab terbentuknya pemukiman kumuh. Lebih lanjut, hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan pemukiman-pemukiman baru, sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di pemukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota.

Cara Mengatasi Pemukiman Kumuh:

1. Program Perbaikan Kampung, yang ditujukan untuk memperbaiki   kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada.

2. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat.

Selain usaha dari pemerintah diharapkan masyarakat juga ikut terlibat dalam mengatasi pemukiman kumuh di perkotaan. Sehingga diperlukan kerjasama antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat untuk mengatasi adanya pemukiman kumuh. Namun, pemukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting yaitu mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. Jadi, masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih, rapi, tertur dan indah. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman, tertib dan asri.

 

 

Leave a Reply