Analisis bibliometrik adalah analisis kuantitatif terhadap kumpulan publikasi ilmiah: siapa penulisnya, topik apa yang dibahas, dan bagaimana publikasi saling mengutip. VOSviewer adalah perangkat lunak gratis untuk membuat dan menampilkan peta jaringan dari data tersebut (van Eck & Waltman, 2010).
Dalam skripsi, tesis, dan disertasi, analisis bibliometrik paling sering dipakai untuk satu tujuan: menunjukkan novelty. Pertanyaan “Apa kebaruan penelitian Anda?” bisa dijawab lebih meyakinkan dengan peta topik penelitian yang sudah ada dan yang belum banyak disentuh.
Artikel ini bagian dari seri Materi Statistik IDTesis.
Jenis Analisis di VOSviewer
| Jenis analisis | Pertanyaan yang dijawab | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Co-occurrence kata kunci |
Topik apa yang sering dibahas bersama? |
Memetakan topik dan mencari celah penelitian |
| Co-authorship |
Siapa bekerja sama dengan siapa? |
Memetakan peneliti, institusi, atau negara |
| Citation |
Publikasi atau penulis mana yang paling berpengaruh? |
Mencari rujukan kunci |
| Bibliographic coupling |
Publikasi mana yang merujuk sumber yang sama? |
Melihat kelompok penelitian terbaru |
| Co-citation |
Publikasi mana yang sering dikutip bersama? |
Melihat fondasi teori suatu bidang |
Untuk mencari novelty, yang paling sering dipakai adalah co-occurrence kata kunci.
Langkah Analisis Bibliometrik

1. Rumuskan Kueri Pencarian
Tentukan kata kunci utama beserta sinonimnya, rentang tahun, jenis dokumen, dan bahasa. Contoh kueri di Scopus untuk topik pemasaran digital dan niat beli:
TITLE-ABS-KEY ( "digital marketing" OR "social media marketing" ) AND TITLE-ABS-KEY ( "purchase intention" ) AND PUBYEAR > 2014 AND ( LIMIT-TO ( DOCTYPE , "ar" ) )
Catat tanggal pencarian dan jumlah dokumen yang ditemukan, karena hasil database terus bertambah.
2. Unduh Data
VOSviewer bisa membaca file dari Web of Science, Scopus, Dimensions, Lens, dan PubMed, serta mengambil data langsung lewat Crossref, Europe PMC, dan OpenAlex. Scopus dan Web of Science memerlukan langganan institusi. OpenAlex dan Dimensions bisa menjadi alternatif bila kampus tidak berlangganan. Dari Scopus, ekspor dalam format CSV dengan informasi sitasi, bibliografi, abstrak, kata kunci, dan referensi.
3. Bersihkan Data
Satu konsep sering ditulis dengan istilah berbeda, misalnya “e-WOM” dan “electronic word of mouth”, atau “SMEs” dan “small and medium enterprises”. Buat file thesaurus agar istilah-istilah itu digabung menjadi satu. Hapus juga kata kunci yang terlalu umum, seperti “study” atau “Indonesia” bila tidak relevan.
4. Buat Peta di VOSviewer
- Klik Create ? Create a map based on bibliographic data.
- Pilih Read data from bibliographic database files, lalu pilih tab sesuai sumber data (misalnya Scopus) dan unggah file CSV.
- Pilih Type of analysis: Co-occurrence dan Unit of analysis: Author keywords (atau All keywords).
- Pilih metode penghitungan. Full counting memberi bobot penuh pada setiap kemunculan, sedangkan fractional counting membagi bobot sehingga publikasi dengan banyak kata kunci tidak terlalu dominan (Perianes-Rodriguez dkk., 2016).
- Tentukan ambang minimum kemunculan, misalnya 5. Kata kunci yang muncul kurang dari itu tidak ditampilkan.
- Masukkan file thesaurus jika ada, lalu klik Finish.
5. Tafsirkan Hasil
VOSviewer menampilkan tiga jenis visualisasi:
- Network visualization: warna menunjukkan klaster, yaitu kelompok kata kunci yang sering muncul bersama. Setiap klaster biasanya mewakili satu tema penelitian.
- Overlay visualization: warna menunjukkan rata-rata tahun terbit. Kata kunci berwarna tahun terbaru menandakan topik yang sedang berkembang.
- Density visualization: area yang terang menunjukkan topik yang banyak diteliti, area redup menunjukkan topik yang jarang.

Cara Membaca Peta untuk Mencari Novelty
Ada tiga pola yang bisa menjadi petunjuk celah penelitian:
- Kata kunci yang baru muncul. Pada overlay, kata kunci berwarna tahun terbaru, seperti “live streaming” atau “chatbot” pada ilustrasi, menandakan topik yang belum banyak diteliti.
- Hubungan yang lemah atau tidak ada. Jika dua kata kunci penting jarang terhubung, misalnya “chatbot” dan “niat beli”, kombinasi keduanya bisa menjadi celah penelitian.
- Area redup pada density visualization. Topik yang jarang diteliti dalam bidang tertentu.
Peta hanya menunjukkan pola. Celah penelitian baru bisa diklaim setelah Anda membaca artikel-artikel kunci di sekitar celah tersebut. Bisa jadi topik itu sudah diteliti tetapi memakai istilah lain.
Menyusun kueri yang tepat dan membaca peta VOSviewer untuk menemukan novelty membutuhkan latihan. Jika Anda butuh teman diskusi untuk analisis bibliometrik topik Anda, tim IDTesis bisa membantu.
Hal yang Perlu Dilaporkan
Agar analisis bibliometrik bisa dipertanggungjawabkan dan diulang orang lain, laporkan:
- Database dan tanggal pencarian.
- Kueri lengkap beserta batasan tahun, jenis dokumen, dan bahasa.
- Jumlah dokumen awal dan akhir setelah penyaringan.
- Jenis analisis, unit analisis, metode penghitungan, dan ambang minimum.
- Daftar istilah yang digabung dalam thesaurus.
Contoh Paragraf untuk Bab 1 atau Bab 2
Analisis bibliometrik dilakukan terhadap 412 artikel jurnal dari database Scopus (diakses pada [tanggal]) dengan kueri pemasaran digital dan niat beli pada periode 2015–2025. Peta co-occurrence kata kunci (ambang minimum lima kemunculan, fractional counting) membentuk empat klaster. Overlay visualization menunjukkan bahwa kata kunci live streaming dan chatbot merupakan topik terbaru, tetapi keduanya belum banyak dikaitkan dengan niat beli pada konsumen UMKM. Celah inilah yang menjadi dasar penelitian ini.
Angka dan topik di atas hanya contoh. Ganti dengan hasil analisis Anda sendiri.
Keterbatasan Analisis Bibliometrik
- Cakupan database berbeda-beda. Jurnal nasional banyak yang tidak terindeks Scopus atau Web of Science.
- Penulisan kata kunci tidak seragam, sehingga pembersihan data sangat menentukan hasil.
- Publikasi terbaru belum banyak dikutip, sehingga analisis sitasi cenderung mengunggulkan publikasi lama.
- Peta tidak menjelaskan isi. Kualitas dan temuan penelitian tetap harus dibaca langsung.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah VOSviewer gratis?
Ya. VOSviewer bisa diunduh gratis dari situs resminya dan berjalan di Windows, Mac, maupun Linux.
Bisakah memakai data Google Scholar?
Google Scholar tidak menyediakan ekspor data massal secara resmi. Sebagian peneliti memakai aplikasi pihak ketiga, tetapi kualitas metadatanya lebih rendah. Untuk skripsi dan tesis, Scopus, Dimensions, atau OpenAlex lebih disarankan.
Berapa jumlah dokumen yang ideal?
Tidak ada angka pasti. Beberapa ratus dokumen biasanya sudah menghasilkan peta yang cukup jelas. Jika dokumen terlalu sedikit, perluas kueri. Jika terlalu banyak, persempit topik atau rentang tahun.
Apa bedanya VOSviewer dengan Bibliometrix?
VOSviewer unggul dalam visualisasi peta jaringan. Bibliometrix adalah paket R yang menyediakan analisis bibliometrik lebih lengkap, termasuk tren publikasi dan analisis tematik (Aria & Cuccurullo, 2017). Keduanya sering dipakai bersama.
Apakah analisis bibliometrik bisa menjadi judul penelitian sendiri?
Bisa, terutama untuk tesis dan artikel jurnal. Panduan langkahnya dibahas lengkap oleh Donthu dkk. (2021). Untuk mencari ide topik dari penelitian yang sudah ada, Anda juga bisa memakai katalog judul tesis IDTesis, misalnya daftar judul tesis magister manajemen UGM, dan memastikan judul Anda berbeda seperti dijelaskan di artikel judul skripsi mirip tetapi bukan plagiat.
Butuh Teman Diskusi untuk Analisis Bibliometrik?
Masih bingung mencari novelty untuk penelitian Anda? Tim IDTesis bisa menemani Anda menyusun kueri pencarian, mengolah data dengan VOSviewer, dan menafsirkan peta untuk menemukan celah penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan. Ceritakan dulu topik Anda lewat WhatsApp, atau lihat layanan olah data statistik.
Baca juga: Metode Analisis Data · Website Jurnal Internasional Gratis
Referensi
- Aria, M., & Cuccurullo, C. (2017). bibliometrix: An R-tool for comprehensive science mapping analysis. Journal of Informetrics, 11(4), 959–975.
- Donthu, N., Kumar, S., Mukherjee, D., Pandey, N., & Lim, W. M. (2021). How to conduct a bibliometric analysis: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 133, 285–296.
- Perianes-Rodriguez, A., Waltman, L., & van Eck, N. J. (2016). Constructing bibliometric networks: A comparison between full and fractional counting. Journal of Informetrics, 10(4), 1178–1195.
- van Eck, N. J., & Waltman, L. (2010). Software survey: VOSviewer, a computer program for bibliometric mapping. Scientometrics, 84(2), 523–538.
- Zupic, I., & ?ater, T. (2015). Bibliometric methods in management and organization. Organizational Research Methods, 18(3), 429–472.
