HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Kemoterapi Neoadjuvant Terhadap Ekspresi Lmp1, Cd4+, Cd8+ dan Rasio Cd4+/Cd8+

Judul Skripsi : Pengaruh Kemoterapi Neoadjuvant Terhadap Ekspresi Lmp1, Cd4+, Cd8+ dan Rasio Cd4+/Cd8+ pada Karsinoma Nasofaring Jenis Undifferentiated

 

A. Latar Belakang Penelitian Skripsi

Virus Epstein-Barr (EBV) adalah virus yang termasuk dalam famili Herpes virus yang menginfeksi lebih dari 90 % populasi manusia di seluruh dunia dan merupakan penyebab infeksi mononukleosis. Infeksi EBV berasosiasi dengan beberapa penyakit keganasan jaringan limfoid dan epitel seperti Limfoma Burkitt, limfoma sel T, Hodgkin disease, karsinoma nasofaring (KNF), karsinoma mammae dan karsinoma gaster. Karsinoma nasofaring merupakan neoplasma epitel nasofaring yang sangat konsisten dengan infeksi EBV. Infeksi primer pada umumnya terjadi pada anak-anak dan asymptomatik. Infeksi primer dapat menyebabkan persistensi virus, dimana virus memasuki periode laten di dalam limfosit B memori. Periode laten dapat mengalami reaktivasi spontan ke periode litik dimana terjadi replikasi Deoxyribonucleic Acid (DNA) EBV, transkripsi dan translasi genom virus, dilanjutkan dengan pembentukan (assembly) virion baru dalam jumlah besar sehingga sel pejamu (host) menjadi lisis dan virion dilepaskan ke sirkulasi. Sel yang terinfeksi EBV mengekspresikan antigen virus yang spesifik untuk masing-masing periode infeksi (Soeharso, et al., 2007).

Karsinoma nasofaring (KNF) dewasa ini merupakan tumor ganas kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Angkanya diperkirakan mencapai 60% tumor ganas kepala dan leher. Data dari laboratorium patologi anatomi KNF berada di peringkat ke lima dari semua keganasan pada tubuh manusia, angka ini setelah tumor ganas servik uteri, tumor payudara, tumor kelenjar getah bening dan tumor kulit. (Soetjipto, 1986; Roezin, et al., 2007)

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada penurunan tingkat ekspresi LMP1, CD4+, CD8+ akibat kemoterapi neoadjuvant pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated?
  2. Apakah ada perbedaan rasio CD4+/CD8+ pada sebelum dan sesudah kemoterapi neoadjuvant pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated?
  3. Apakah ada hubungan antara ekspresi LMP1 dengan rasio CD4+/CD8+ pada pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated?

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Terapi Radioterapi

Menurut Lika (1999) terapi radioterapi adalah terapi sinar menggunakan energi tinggi yang dapat menembus jaringan dalam rangka membunuh sel neoplasma.

 

Pengaruh Radioterapi pada DNA

Lesi DNA oleh radiasi dapat menghasilkan berbagai akibat biologis, tergantung pada densitas radiasi atau Linear Energy Transfer (LET), dosis radiasi,interaksi radiasi dengan molekul sasaran, sensitivitas sel atau jaringan yang terkena radiasi dan lain-lain (Early, et al., 1985)

 

Pengaruh Terapi Radioterapi Terhadap Sistem Imun

Balkwill et al., (2001) menjelaskan bahwa segera setelah pemberian radioterapi terjadi gangguan terhadap sel limfosit T, yang akibatnya memudahkan timbulnya berbagai macam infeksi (Balkwill, et al., 2001). Pasien dengan tumor primer di leher dimana drainase limfatiknya juga di leher , setelah diberikan radioterapi mengakibatkan berkurangnya limfosit darah tepi secara signifikan. Jumlah limfosit T CD4+ menurun lebih bermakna dibandingkan penurunan jumlah sel limfosit T CD8+.

 

Definisi Kemoterapi

Kemoterapi adalah segolongan obat-obatan yang dapat menghambat pertumbuhan kanker atau bahkan membunuh sel kanker. Obat-obat anti kaker ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal (active single agents), tetapi kebanyakan berupa kombinasi karena dapat lebih meningkatkan potensi sitotoksik terhadap sel kanker.

 

D. Metode dan bahan

Desain penelitian one group before and after intervention, menggunakan 10 sampel biopsi karsinoma nasofaring undifferentiated sebelum dan sesudah kemoterapi neoadjuvant dilakukan pemeriksaan imunohistokimia. Antibodi menggunakan mouse antibodi antihuman LMP1, antibodi monoklonal mouse anti human CD4+ dan anti human CD8+. Data penelitian dianalisis dengan Wilcoxon Signed Ranks test, Regresi Linier dan Spearman’s dengan program SPSS. 15.0 under windows.

 

E. Kesimpulan

  1. Terdapat penurunan yang signifikan secara statistik ekspresi LMP1 (p=0,007), CD4+ (p=0,041) dan CD8+ (p=0,005) akibat kemoterapi neoadjuvant pada KNF jenis Undifferentiated.
  2. Ada perbedaan berupa peningkatan yang tidak signifikan secara statistik (p= 0,646) rasio CD4+/CD8+ akibat kemoterapi neoadjuvant pada KNF jenis Undifferentiated.
  3. Hubungan antara ekspresi LMP1 dengan rasio CD4+/CD8+ sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik (r=0,17; p=0,468) pada KNF jenis Undifferentiated.

Leave a Reply