HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan trhdp Return Saham

Judul Tesis : Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (2003)

 

A. Latar Belakang

Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat investor untuk menentukan pilihan dalam membeli saham. Bagi perusahaan, menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah suatu keharusan agar saham yang sudah diperdagangkan di bursa efek (go public) tetap eksis dan tetap diminati investor. Dalam kondisi krisis moneter yang belum pulih, tentu menimbulkan pertanyaan besar, apakah kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang sudah go public masih dapat memberikan kontribusi yang cukuup besar dalam mempengaruhi harga sahamnya.

Krisis moneter yang melanda Indonesia dimulai pada Juli 1997, telah memberi pengaruh yang besar pada kondisi dunia usaha di Indonesia. Akibat yang ditimbulkan terutama ditunjukkan oleh melemahnya nilai tukar Rupiah yang mengakibatkan meningkatnya biaya operasi dan kerugian kurs. Kondisi ini terlihat pada laporan rugi-laba dari perusahaan kelompok LQ45, seperti yang telah dilakukan oleh Purnomo (1998), Chandra (2000), Jeffrey (2001) dan Gani (2002). Walaupun keempat peneliti menggunakan cara penentuan sampel, periode analisis dan metode statistik yang berbeda, kesemuanya melihat pengaruh kinerja keuangan dengan rasio keuangan terhadap harga saham.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah Debt to Equity Ratio, Return on Assets, Return on Equity, Net Profit Margin, Operating Profit Margin, Price Earning Ratio dan Price to Book Value secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap return saham?
  2. Apakah Debt Equity Ratio, Return on Assets, Return on Equity, Net Profit Margin, Operating Profit Margin, Price Earning Ratio dan Price to Book Value secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap return saham?

 

C. Landasan Teori

Investasi

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber dana yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang (Tandelilin, 2001: 3). Harapan keuntungan di masa yang akan datang merupakan kompensasi atas waktu dan resiko yang terkait dengan keuntungan yang diharapkan. Dalam konteks investasi harapan keuntungan ini sering disebut return (Tandelilin, 2001: 47).

Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain, serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. (IAI, 1999).

Laporan Arus Kas

PSAK No. 31 (IAI, 1999) mendefinisikan laporan arus kas sebagai laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas selama perioda tertentu yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Aktivitas operasi didefinisikan sebagai aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi maupun pendanaan. Aktivitas investasi didefinisikan sebagai perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak setara kas.

 

D. Metode Penelitian

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tahun amatan, yaitu tahun 2003.

Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi.

Laporan keuangan yang dipakai adalah laporan keuangan yang telah diaudit.

 

E. Kesimpulan

  1. Secara parsial, DER, ROA, ROE, NPM, OPM, PER, dan PBV tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Tidak adanya pengaruh yang signifikan dari masing-masing ketujuh variabel bebas terhadap return saham ini ditunjukkan oleh angka signifikansinya yang sebesar 0,193 0,487, 0,817, 0,577, 0,558, 0,562 dan 0,524. Angka signifikansi yang lebih besar dari 0,05 ini, menurut Singgih Santoso (2004), menunjukkan bahwa Variabel bebas secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (return saham).
  2. Secara bersama-sama (simultan), DER, ROA, ROE, NPM, OPM, PER, dan PBV tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Ini ditunjukkan oleh angka signifikansi untuk model regresi ini adalah 0,939. Angks probabilitas (signifikansi) ini lebih besar dari 0,05, sehingga Ho diterima atau variabel-variabel bebas dalam model regresi ini secara simultan (bersama-sama) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (return saham).

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta (2003)
  2. Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Metode Eva, Roa, dan Pengaruhnya terhadap Return Saham
  3. Persepsi Publik terhadap Kinerja Lembaga Ombudsman Daerah Propinsi DIY Dalam Perbaikan
  4. Reaksi Pasar Terhadap Peristiwa Stock Split yang Terjadi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
  5. Risiko Return Saham Mengikuti Perubahan Struktur Modal untuk Kasus Pengumuman Obligasi dan Right Issue

Leave a Reply