HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Peneparan Pendekatan BCCT dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Playgroup Aisyiyah

Judul Tesis :  Peneparan Pendekatan Beyond Centers And Circles Time (BCCT) (Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran) dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Playgroup Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (ABA) Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak

A. Latar Belakang

Play group Aisyiyah Abu Bakar Ash- Shidiq (ABA) Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak merupakan salah satu play group yang memiliki anak didik terbanyak, dan berulangkali mendapatkan juara, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten. Berbagai pendekatan pembelajaran dilakukan di play group tersebut salah satunya adalah pendekatan beyond center and circles time (BCCT) atau pendekatan sentra dan saat lingkaran. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala, di antaranya adalah tidak semua guru di play group tersebut menguasai pendekatan tersebut.

Pendekatan Beyond Centers And Circles Time (BCCT) Tesis Peneparan Pendekatan BCCT dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Playgroup Aisyiyah

Pendekatan Beyond Centers And Circles Time (BCCT)

Dari uraian di atas, dalam penelitian ini akan dikaji lebih jelas mengenai penerapan pendekatan beyond centers and circles time (BCCT) (Pendekatan sentra dan saat lingkaran) dalam pendidikan anak usia dini di play group Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (ABA) desa Kedungwaru, kecamatan Karanganyar kabupaten Demak.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah implementasi Beyond Centers And Circles Time (BCCT) yang dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak usia dini di play group Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (Aba) desa Kedungwaru, kecamatan Karanganyar, kabupaten Demak?
  2. Bagaimana cara mengatasi kendala–kendala yang dihadapi pendekatan Beyond Centers And Circles Time (BCCT) dalam meningkatkan kecerdasan linguistik di playg roup Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (Aba) desa Kedungwaru, kecamatan Karanganyar, kabupaten Demak?

C. Kajian Teori

Pembelajaran Anak Usia Dini ( PAUD )

Menurut Slamet Suyanto (2005: 1) Pembelajaran Anak Usia Dini adalah investasi yang sangat besar bagi keluarga dan juga bangsa. Anak-anak adalah generasi penerus keluarga dan sekaligus penerus bangsa. Betapa bahagianya orang tua yang melihat anak-anaknya berhasil, baik dalam pendidikan, berkeluarga, bermasyarakat, maupun berkarya. PAUD sangat penting bagi setiap keluarga demi menciptakan generasi penerus keluarga yang baik dan berhasil.

Pendekatan Beyond Centers and Circles Time

Beyond Centers and Circles Time (BCCT) yang diterjemahkan menjadi pendekatan sentra dan saat lingkaran merupakan suatu pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang dikembangkan berdasarkan hasil kajian teoritis dan pengalaman empiris. Model pembelajaran BCCT ini harus didasarkan pada prinsip-prinsip dan tahap perkembangan anak yang mengacu pada perkembangan potensi dan minat setiap anak melalui penyediaan lingkungan belajar yang kaya, dan memasukkan esensi bermain pada setiap pembelajarannya. Esensi bermain yang meliputi perasaan senang, bebas, dan merdeka harus menjiwai setiap pembelajaran (Martuti, 2009: 78).

Perkembangan Anak Usia Dini

Perkembangan anak cepat sekali sebelum mereka masuk sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar, yaitu antara umur 3-6 tahun. Dalam tahun-tahun ini, mereka mulai menggunakan keterampilan fisik untuk mencapai tujuan. Secara kognitif mereka mulai berkembang dan mengerti sekolah dari hubungan mereka dengan dunia sekitar. Pada umur 6 tahun anak-anak dapat berbicara hampir sempurna, tidak hanya mengungkapkan keinginannya dan kebutuhan mereka, tetapi juga menyampaikan ide-ide dan pengalaman-pengalaman mereka. Secara sosial anak-anak belajar aturan-aturan dan tingkah laku yang diinginkan orang dewasa dan makin bertambah setelah berhubungan dengan anak-anak lain (Sri Esti Wuryani Djiwandono, 2008: 70).

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian dilakukan di Playgroup Aisiyah Abu Bakar Asyidiq (ABA) Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena dalam mengkaji masalah, peneliti tidak membuktikan atau menolak hipotesis yang dibuat sebelum penelitian tetapi mengolah data dan menganalisis suatu masalah secara non numerik.

E. Kesimpulan

1. Implementasi Beyond Centers And Circles Time (BCCT) dapat meningkatkan kecerdasan linguistik Anak usia dini di Play Group Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (ABA) desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak Perencnaan program Play Group Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (ABA), dirancang dalam program kurikuler dan program ekstra kurikuler, program kurikuler terkait dengan pengembangan bahasa telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang disertai dengan kompetensi dan indikator, program ekstra kurikuler yang direncanakan meliputi: kegiatan bahasa Inggris, melukis, gerak kreatif (menari), komputer, berenang dan Iqro.

Pola bimbingan untuk memperbaiki dan meningkatkan pekembangan berbahasa peserta didik dimulai dari aktifitas sebelum masuk kelas (saat baru datang di sekolah yang diantar oleh orang tua atua pengantar), bimbingan saat belajar sambil bermain, saat istirahat dan saat akan pulang. Pelaksanaan Beyond Centers And Circles Time (BCCT) dilaksanakan oleh Play Group Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (ABA) untuk merangsang anak secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar di sentra-sentra pembelajaran, untuk meningkatkan pengembangan sosial emosional, pengembangan kognitif, dan pengembangan bahasa.

Khusus untuk mengembangkan bahasa guru melakukan komunikasi secara efektif dengan murid, dengan menanyakan berbagai permasalahan kepada anak sehingga anak berani menyampaikan pendapat kepada guru, dan kepada teman-temannya. Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidik lebih banyak berperan sebagai motivator dan fasilitator dengan memberikan pijakanpijakan. Pijakan yang diberikan pada saat main, yaitu pada saat pembelajaran di sentra-sentra dilakukan dalam setting duduk melingkar, sehingga dikenal sebagai “saat lingkaran”. Pendekatan BCCT ini anak diberi kesempatan untuk bermain secara aktif dan kreatif di sentra-sentra pembelajaran yang tersedia guna mengembangkan dirinya sesuai emajinasi anak seoptimal mungkin, sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.

 

2. Kendala dan cara mengatasi kendala–kendala yang dihadapi pendekatan Beyond Centers And Circles Time (BCCT) dalam meningkatkan kecerdasan linguistik di play group Aisyiyah Abu Bakar Ash-Shidiq (ABA) desa Kedungwaru, kecamatan Karanganyar, kabupaten Demak Kendala dalam pelaksanaan BCCT antara lain:

  • keterbatasan tenaga pendidik baik kualitas maupun kwantitas,
  • kurangnya fasilitas bermain;baik permaianan dalam maupun permaianan luar.
  • keterbatasan sarana dan prasarana permainan pendidikan. Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut pengurus yayasan, dan guru, mencoba untuk koordinasi dengan beberapa tokoh masyarakat, donator, mengajukan bantuan pada pemerintah dan orang tua anak untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam mengatasi kendala-kendala yang dialami di lembaga pendidikan tempat anaknya menuntut ilmu.
  • Untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana mainan,guru dan murid murid ke sekolah membawa mainan dari rumah yang dapat digunakan untuk pembelajaran di sekolah, misalnya beberapa mainan dari plastik, sedangkan alat peraga seperti menirukan suara-suara burung,suara-suara binatang, guru harus mencoba menyuarakan suara suara tersebut, walaupun tidak sama persis dengan suara binatang.aslinya.

Leave a Reply