HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Pendidikan Pendekatan Proyek

1.Implementasi Pendekatan Sets dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Proyek Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Kreativitas Siswa (Pembelajaran Peran Manusia dalam Pengelolaan Lingkungan Kelas VII Semester 1 di SMPN 1 Kecamatan Balong, Ponorogo)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dengan metode inkuiri terbimbing dan proyek dan interaksinya pada siswa yang memiliki sikap ilmiah dan kreativitas. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen yang dilaksanakan dari bulan Juni 2012 sampai Pebruari 2013. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII SMPN I Kecamatan Balong Ponorogo Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel yang diambil adalah 4 kelas yaitu Kelas VII A, VII B, VII C dan VII D dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas VII A, dan VII C diberikan pembelajaran metode inkuiri terbimbing, sedangkan VII B dan VII D diberikan pembelajaran dengan metode proyek. Pengumpulan data prestasi kognitif dengan menggunakan tes, data afektif dengan menggunakan tes dan angket, prestasi psikomotorik menggunakan lembar pengamatan, sedangkan sikap ilmiah dan kreativitas menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis Anava.

 

Hasil penelitian disimpulkan:

  • ada pengaruh pembelajaran IPA melalui pendekatan SETS menggunakan metode inkuiri terbimbing dan proyek terhadap prestasi belajar siswa,
  • ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan sikap ilmiah rendah terhadap prestasi belajar siswa,
  • ada pengaruh kreativitas tinggi dan kreativitas rendah terhadap prestasi belajar siswa,
  • ada interaksi antara pembelajaran menggunakan pendekatan SETS dengan metode inkuiri terbimbing dan proyek dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar aspek kognitif, afektif,
  • ada interaksi antara pembelajaran menggunakan pendekatan SETS melalui metode inkuiri terbimbing dan proyek dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar aspek psikomotorik,
  • tidak ada interaksi antara sikap ilmiah dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran menggunakan pendekatan SETS melalui metode inkuiri terbimbing dan proyek dengan sikap ilmiah dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.

 

 

2. Efektivitas Metode Kerja Proyek untuk Hasil Belajar Pokok Bahasan Statistika pada Siswa SMP di Surakarta yang Dikelompokkan berdasarkan Tipe Kecerdasan Majemuk

 

Abstrak

Penelitian Ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui :

  • Pengaruh penggunaan metode kerja proyek dan konvensional terhadap hasil prestasi statistika,
  • Pengaruh Kecerdasan Majemuk terhadap hasil prestasi Statistika,
  • Interaksi antara Metode Pembelajaran dan Kecerdasan Majemuk.

 

Penelitian ini merupakan penelitian experimen semu dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMP kelas IX di Surakarta, sedangkan sampel secara random terpilih SMP Negeri 12, SMP Negeri 23 dan SMP Kristen Kalam Kudus Surakarta dengan masing-masing sekolah terpilih satu kelas sebagai kelas experimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, angket dan tes. Metode dokumentasi diterapkan untuk mengetahui nilai raport semester sebelumnya, yang selanjutnya digunakan untuk uji keseimbangan anara kelas experimen dan kelas kontrol. Instrumen angket digunakan untuk mengetahui tipe kecerdasan dominan yang dimiliki siswa. Instrumen tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa untuk pokok bahasanl statistika. Tes kecerdasan majemuk menggunakan angket yang sudah ada, tidak dibuat. Sedangkan tes untuk mengukur hasil belajar pokok bahasan statistika sebelum digunakan diujicobakan di SMP Widya Wacana I. Kemudian tes dianalisis dengan mencari indeks reliabilitas tes dan indek konsistensi internal setiap butirnya. Dari hasil analisis tes dengan mencari indeks reliabilitas, tingkat kesulitan, daya beda dan fungsi pengecoh didapatkan instrumen tes reliabel dan dari 30 butir soal hanya digunakan 24. Analisa data menggunakan metde statistika inferensial, yakni analisis variansi dua arah dengan sel tak sama. Sebelum dilakukan analilis variansi, lebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas variansi. Kesimpulan uji adalah semua populasi berdistribusi normal dan kedua kelompok populasi variansinya homogen.

 

Dari hasil analisis variansi dapat disimpulkan :

  • Metode Pembelajaran mempengaruhi prestasi Statistika,
  • Kecerdasan majemuk mempengaruhi prestasi statistika dan
  • Ada interaksi antara kecerdasan majemuk dan Metode Pembelajaran.. Dengan melakukan pembandingan antar rataan marginal,

 

Disimpulkan bahwa prestasi siswa dengan pembeajaran yang disampaikan dengan metode kerja proyek lebih baik dari prestasi siswa dengan pembelajaran konvensional. Dari uji komparasi ganda untuk rataan antar kolom diperoleh kesimpulan prestasi statistika tertinggi diperoleh oleh siswa dengan kelompok kecerdasan logika matematika dan bahasa (keduanya tidak berbeda), sedangkan hasil prestasi statistika terendah diperoleh siswa dari kelompok kecerdasan lainnya. Selanjutnya dengan melakukan pembandingan rataan antar sel pada baris yang sama dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk siswa yang diajar dengan metode pembelajaran MKP (Metode Kerja Proyek), kelompok kecerdasan logika matematika akan memberikan hasil prestasi statistika tertinggi, sedangkan siswa dengan kelompok kecerdasan bahasa dan yang lainnya akan memberikan hasil prestasi statistika yang tidak berbeda. Sedangkan untuk siswa yang diajar dengan metode konvensional kelompok kecerdasan Bahasa akan memberikan hasil prestasi statistika tertinggi, menyusul siswa dengan kelompok kecerdasan logika matematika dan kelompok kecerdasan yang lainnya akan memberikan hasil belajar pokok bahasan statistika terendah. Dari uji komparasi ganda untuk rataan antar sel pada kolom yang sama dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa kelompok kecerdasan Logika matematika, mean hasil prestasi statistika dari siswa yang diajar dengan MKP lebih baik dari hasil belajar statistik yang diajar dengan metode kerja proyek dibanding dengan yang diajar dengan metode konvensional. Untuk siswa kelompok kecerdasan Bahasa, hasil prestasi statistika dari siswa yang diajar dengan metode konvensional lebih baik dari yang diajar dengan MKP. Sedangkan untuk siswa kelompok kecerdasan lainnya, hasil prestasi statistika dari siswa yang diajar dengan MKP lebih baik dari siswa yang diajar dengan metode konvensional.

 

 

3. Inkuiri dengan Metode Eksperimen dan Metode Proyek ditinjau dari Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Pembelajaran Materi Termokimia Kelas XI IPA Semester Gasal SMA Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014).

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi kognitif, afektif dan psikomotor pada pendekatan inkuiri melalui metode eksperimen dan proyek, kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan interaksinya.

 

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kudus tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 2 kelas. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan berpikir kritis, angket untuk prestasi afektif dan kreativitas siswa dan hasil observasi untuk prestasi psikomotor. Teknik analisis data menggunakan analisis anava 2x2x2.

 

Hasil pada penelitian ini adalah :

  • tidak ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara pendekatan inkuiri melalui metode eksperimen dan proyek, namun ada perbedaan prestasi belajar afektif dan psikomotor antara pendekatan inkuiri melalui metode eksperimen dan proyek.
  • ada perbedaan prestasi belajar kognitif dan psikomotor antara kreativitas tinggi dan rendah, namun tidak ada perbedaan prestasi belajar afektif antara kreativitas tinggi dan rendah.
  • ada perbedaan prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor antara kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah.
  • ada interaksi antara pendekatan inkuiri melalui metode eksperimen dan proyek dengan kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif namun tidak ada interaksi antara pendekatan inkuiri melalui metode eksperimen dan proyek dengan kreativitas terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor.
  • tidak ada interaksi antara pendekatan inkuiri melalui metode eksperimen dan proyek dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor
  • tidak ada interaksi antara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi kognitif, afektif dan psikomotor
  • tidak ada interaksi antara pendekatan inkuiri melalui metode eksperimen dan proyek dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor.

 

Kata Kunci : Pendekatan inkuiri, eksperimen, proyek, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar dan termokimia.

 

 

4. Metode Science Technology and Society (STS) dengan eksperimen dan proyek pada materi Elektrokimia ditinjau dari Emotional Quotient (EQ) siswa (studi kasus siswa Kelas XII SMK Ma’arif Kudus Tahun Ajaran 2008/2009)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • pengaruh metode STS dengan eksperimen dan proyek terhadap prestasi belajar kimia siswa.
  • pengaruh EQ siswa yang rendah, sedang, dan tinggi terhadap prestasi belajar kimia siswa.
  • Interaksi antara metode STS dengan EQ siswa terhadap prestasi belajar kimia siswa.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasi adalah seluruh kelas XII SMK NU Ma’arif Kudus Jurusan Mesin Perkakas Tahun pelajaran 2008/2009, sejumlah 3 kelas. Sampel diambil dengan teknik klaster random sampling sejumlah 2 kelas. Teknik pengambilan data prestasi belajar kognitif menggunakan metode tes, prestasi belajar afektif dan EQ menggunakan angket, sedangkan prestasi belajar psikomotorik digunakan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tidak sama.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • terdapat pengaruh metode STS dengan eksperimen dan proyek terhadap prestasi belajar kimia pada pokok bahasan elektrokimia. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung 6.479 dengan probabilitas 0.013. Metode STS dengan eksperimen lebih baik daripada metode STS dengan proyek;
  • terdapat pengaruh EQ tinggi, EQ sedang, dan EQ rendah terhadap prestasi belajar kimia pada pokok bahasan elektrokimia. Hal ini dibuktikan dengan F hitung 77.236 dengan probabilitas 0.000. Siswa yang mempunyai kemampuan EQ tinggi cenderung mempunyai prestasi yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan EQ sedang. Orang yang mempunyai EQ sedang mempunyai prestasi yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang mempunyai EQ rendah;
  • tidak terdapat interaksi antara metode STS dengan EQ peserta didik terhadap prestasi belajar kimia pada pokok bahasan elektrokimia. Hal ini ditunjukkan dengan F hitung 2.404 dengan probabilitas 0.098. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang berbeda yang disampaikan oleh guru tidak akan merubah kategori atau tingkat EQ siswa dalam belajar kimia.

 

 

5. Pembelajaran Kimia Berbasis Masalah dengan Metode Proyek dan Eksperimen Ditinjau dari Kreativitas dan Keterampilan Menggunakan Alat Laboratorium

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kimia berbasis masalah dengan metode proyek dan eksperimen, kreativitas dan keterampilan menggunakan alat laboratorium serta interaksi variabel-variabelnya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Ponorogo dengan kelas XI IPA tahun ajaran 2012/2013 sebagai populasinya. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif dan kreativitas, angket untuk skala penilaian afektif, serta observasi untuk keterampilan menggunakan alat laboratorium. Teknik pengolahan data menggunakan ANAVA tiga jalan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  • pembelajaran kimia berbasis masalah dengan menggunakan metode proyek memberikan prestasi belajar kognitif maupun afektif yang lebih baik daripada metode eksperimen;
  • tidak ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa;
  • keterampilan menggunakan alat laboratorium tinggi memberikan prestasi belajar kognitif yang lebih baik, namun tidak ada pengaruh pada prestasi belajar afektif;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran kimia berbasis masalah menggunakan metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa;
  • ada interaksi antara pembelajaran kimia berbasis masalah menggunakan metode proyek dan eksperimen dengan keterampilan menggunakan alat laboratorium terhadap prestasi belajar kognitif siswa, namun tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar afektif;
  • ada interaksi antara kreativitas dan keterampilan menggunakan alat laboratorium terhadap prestasi kognitif siswa, namun tidak ada interaksi pada prestasi afektif;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran kimia berbasis masalah menggunakan metode proyek dan eksperimen, kreativitas dengan keterampilan menggunakan alat laboratorium terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa.

 

6. Pembelajaran Model Analogi dan Model Proyek, berdasarkan Kemampuan Menalar Fisika Siswa SMP (Sebuah Penelitian Eksperimen Pada Materi Pokok Listrik Dinamik di SMP Negeri 1 Pare Kab. Kediri Jawa Timur Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2008/2009)

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • pengaruh model analogi dan model proyek terhadap prestasi belajar siswa,
  • pengaruh kemampuan menalar tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara pembelajaran menggunakan model analogi dan model proyek, dan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar siswa.

 

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni 2008 sampai dengan april 2009, menggunakan metode eksperimen dengan mengambil dua kelompok secara acak. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pare Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2008/2009. Sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yang diambil secara acak dengan undian, sebagai kelas yang di ajar menggunakan model pembelajaran analogi yaitu IXA. Sedangkan kelas yang diajar menggunakan pembelajaran model proyek yaitu kelas IXC. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar dan tes kemampuan menalar. Data dianalisis dengan menggunakan tehnik ANAVA dua jalan dengan sel tak sama yang dilanjutkan dengan uji Schfee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata yang menggunakan model pembelajaran analogi adalah 31,63. Sedangkan skor rata-rata yang menggunakan model pembelajaran proyek adalah 24,18. Penilaian tersebut menggunakan rentang skor 0-40.

 

Dari analisis data disimpulakan bahwa :

  • ada pengaruh model analogi dan model proyek terhadap prestasi belajar siswa (Fhitung = 1150703787 > Ftabel = 3,92),
  • ada pengaruh kemampuan menalar tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa (Fhitung = 3132,16 > Ftabel = 3,07),
  • ada interaksi antara pembelajaran menggunakan model analogi dan model proyek, dan kemampuan menalar terhadap prestasi belajar siswa (Fhitung = 3,63384 > Ftabel = 3,07). Sedangkan berdasarkan hasil analisis uji Schfee untuk kemampuan menalar tinggi pada kedua model pembelajaran yakni model analogi dan model proyek tidak ada pengaruh yang signifikan (Fhitung = 3,2023403812 < Ftabel = 11,45).

 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk siswa berkemampuan menalar tinggi dapat diajar menggunakan model analogi maupun model proyek, namun bagi siswa yang berkemampuan menalar sedang dan rendah lebih sesuai jika diajar menggunakan model pembelajaran analogi.

Kata kunci: Pembelajaran, model analogi, model proyek, kemampuan menalar.

 

7. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dengan Metode Proyek dan Resitasi Ditinjau dari Kreativitas dan Konsep Diri (Self Concept) Siswa (Studi Kasus Materi Biologi ” Plantae ” di Kelas X Semester Dua)

 

Abstrak

Tujuan Penelitian ingin mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah menggunakan metode proyek dan metode resitasi, pengaruh kreativitas dan konsep diri terhadap prestasi belajar biologi siswa. Populasi penelitian : adalah siswa kelas X semeseter dua berjumlah tujuh kelas, sampel yang dipakai diambil secara purposive sampling empat kelas yakni, X A dan B diberi perlakuan metode proyek, XC dan D diberi perlakuan metode resitasi. Data penelitian dikumpulkan dari angket kreativitas dan konsep diri, serta tes prestasi siswa. Hipotesis di uji dengan Anava tiga jalan menggunakan desain faktorial 2x2x2.

 

Kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut:

  • Metode proyek maupun resitasi mata pelajaran biologi plantae , tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa (p= 0.833 > 0.05)
  • Kreativitas siswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa (p= 0,006<0.05);
  • Konsep diri tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa (p = 0,639 > 0.05);
  • Interaksi antara metode pada pembelajaran berbasis masalah (Project-Based Learning) dan kreativitas berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa,(p=0.022 > 0.05)
  • Tidak terdapat interaksi antara metode proyek maupun resitasi dan konsep diri, (.p=0,930 > 0.05);
  • Tidak terdapat interaksi antara kreativitas dan konsep diri siswa, (p=938> 0.05);
  • Tidak terdapat interaksi antara metode pada pembelajaran berbasis masalah (Project-Based Learning ), kreativitas dan konsep diri, (p=0,955 > 0.05)

 

Key word: Pembelajaran berbasis masalah (Project-Based Learning ), kreativitas, konsep diri ( self concept), prestasi , Resitasi

 

8. Pembelajaran Biologi Menggunakan Metode Proyek Dengan Lab Real dan Audiovisual Ditinjau dari Keingintahuan Siswa dan Kemampuan Kerjasama

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  • pengaruh metode proyek dengan lab real dan audiovisual terhadap prestasi belajar,
  • pengaruh keingintahuan siswa terhadap prestasi belajar,
  • pengaruh kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar,
  • interaksi antara keingintahuan siswa dengan metode proyek lab real dan audiovisual terhadap prestasi belajar,
  • interaksi antara kemampuan kerjasama dengan metode proyek lab real dan audiovisual terhadap prestasi belajar,
  • interaksi antara keingintahuan dan kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar,
  • interaksi antara metode proyek dengan lab real dan audiovisual, keingintahuan dan kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar, pada materi fungi.

 

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2009 menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah semua siswa kelas X SMA Negeri I Polanharjo Klaten. Sampel diambil secara cluster random sampling, sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas kelas X 4 sebagai kelas eksperimen I dan kelas X1 sebagai kelas eksperimen II. Data dikumpulkan dengan metode tes dan angket. Data dianalisis dengan Anava tiga jalan dan dilanjutkan dengan uji Scheffe.

 

Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa :

  • terdapat pengaruh metode proyek dengan lab real dan audiovisual terhadap prestasi belajar, Pvalue: 0.004 (kognitif), Pvalue: 0.000 (afektif dan psikomotorik),
  • terdapat pengaruh keingintahuan siswa terhadap prestasi belajar, Pvalue: 0.000 (kognitif dan psikomotorik), Pvalue: 0.032 (afektif),
  • terdapat pengaruh kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar, Pvalue: 0.011 (kognitif), Pvalue: 0.003 (afektif), Pvalue: 0.005 (psikomotorik),
  • tidak ada interaksi antara keingitahuan siswa dengan metode proyek lab real dan audiovisual terhadap prestasi belajar, Pvalue: 0.719 (kognitif), Pvalue: 0.185 (afektif), Pvalue: 0.854 (psikomotorik),
  • terdapat interaksi antara kemampuan kerjasama dengan metode proyek lab real dan audiovisual terhadap prestasi belajar, Pvalue: 0.015 (kognitif), Pvalue: 0.028 (psikomotorik),
  • tidak ada interaksi antara keingintahuan dan kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar, Pvalue: 0.117 (kognitif), Pvalue: 0.941 (afektif), Pvalue: 0.264 (psikomotorik)
  • tidak ada interaksi antara metode proyek dengan lab real dan audiovisual, keingintahuan dan kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar, P value: 0.115 (kognitif), Pvalue: 0.056 (afektif), Pvalue: 0.050 (psikomotorik). Implikasi terhadap pembelajaran yaitu pembelajaran lebih menarik, bermakna dan menjadikan siswa lebih aktif dalam proses belajar.

 

9. Pembelajaran Biologi Menggunakan Model Problem Based Instruction dengan Metode Proyek Terbimbing dan Proyek Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains dan Kreativitas Siswa (Penelitian Pembelajaran Biologi)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan model Problem Based Instruction (PBI) dengan metode proyek terbimbing dan proyek bebas termodifikasi ditinjau dari Keterampilan Proses Sains (KPS) dan kreativitas terhadap prestasi belajar Biologi serta interaksinya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Klaten Tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling, diambil dua kelas yang setara. Data tentang KPS dan kreativitas diperoleh melalui tes. Data prestasi kognitif dipantau dari penyusunan desain dan laporan eksperimen, poster, dan tes. Data prestasi afektif diukur menggunakan lembar observasi dan angket. Data prestasi psikomotor diukur menggunakan lembar observasi dan tes unjuk kerja. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis.

 

Kesimpulan penelitian:

  • Tidak ada pengaruh model PBI dengan metode proyek terbimbing dan proyek bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar siswa;
  • Tidak ada pengaruh kategori KPS terhadap prestasi belajar siswa;
  • Tidak ada pengaruh kategori kreativitas terhadap prestasi belajar siswa;
  • Tidak ada pengaruh interaksi model PBI menggunakan metode proyek terbimbing dan proyek bebas termodifikasi dengan KPS terhadap prestasi belajar siswa;
  • Ada pengaruh interaksi model PBI menggunakan metode proyek terbimbing dan proyek bebas termodifikasi dengan kreativitas terhadap prestasi afektif tetapi tidak ada pengaruh pada prestasi kognitif dan psikomotor;
  • Tidak ada pengaruh interaksi KPS dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa
  • Ada pengaruh interaksi model PBI menggunakan metode proyek terbimbing dan proyek bebas termodifikasi, KPS, dan kreativitas terhadap prestasi afektif tetapi tidak ada pengaruh terhadap prestasi kognitif dan psikomotor.

 

Kata kunci : problem based instruction, proyek terbimbing, proyek bebas termodifikasi,KPS, kreativitas.

 

 

10. Pembelajaran Fisika Berbasis Masalah Melalui Metode Proyek dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Gaya Berpikir dan Kreativitas Siswa (Studi Kasus Materi Pokok Energi dan Usaha Kelas VIII Di SMP Negeri 1 Prembun Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2009 / 2010)

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  • pengaruh penggunaan metode proyek dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar IPA,
  • pengaruh tingkat gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA,
  • pengaruh tingkat Kreativitas Siswa terhadap prestasi belajar IPA,
  • interaksi antara metode pembelajaran dengan gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA,
  • interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA,
  • interaksi antara gaya berpikir dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, dan
  • interaksi antara metode pembelajaran, gaya berpikir, dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA.

 

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2009 / 2010. Sampel yang digunakan adalah 4 kelas, yaitu kelas VIII A, B menggunakan metode proyek dan kelas VIII C, D menggunakan metode pemberian tugas. Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui dokumen dan tes. Analisis menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan ANOM.

 

Hasil analisis data (taraf signifikansi 0,050) adalah:

  • tidak ada pengaruh penggunaan metode proyek dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,192);
  • tidak ada pengaruh gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,687);
  • ada perbedaan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,000). Jadi kreativitas siswa memberikan efek berbeda terhadap pencapaian prestasi belajar IPA, siswa yang memiliki kreativitas tinggi mendapatkan rerata prestasi yang tinggi, sedangkan siswa yang memiliki kreativitas rendah mendapatkan prestasi yang rendah.
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan gaya berpikir terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,083);
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,607);
  • tidak ada interaksi antara gaya berpikir dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,692);
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, gaya berpikir, dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar IPA, (p-value = 0,868).

 

Jadi tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, gaya berpikir dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar. Semua siswa memberikan respon positif bagi yang memiliki gaya berpikir dan kreativitas siswa tinggi maupun rendah terhadap penggunaan metode proyek dan pemberian tugas.

 

11. Pembelajaran Fisika Menggunakan Pendekatan Science, Environment, Technology, And Society (SETS) dengan Metode Proyek Dan Eksperimen Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas Siswa (Pembelajaran Fisika pada Materi Listrik Arus Searah Di SMK Kelas XI Semester Gasal Tahun Ajaran 2015/2016)

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan interaksi penggunaan pendekatan SETS dengan metode proyek dan eksperimen ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kudus Tahun 2015/2016. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling yang terdiri dari dua kelas XI TKJ 1 dan XI TKJ 2. Kelas XI TKJ1 menggunakan pembelajaran metode proyek dan kelas XI TKJ 2 menggunakan pembelajaran dengan metode eksperimen. Pengumpulan data dengan metode tes untuk prestasi kognitif dan berpikir kritis, Penggunaan angket untuk kreativitas dan prestasi afektif serta lembar observasi untuk data psikomotorik siswa Data dianalisis menggunakan analisis variansi anava tiga jalan.

 

Dari analisis data disimpulkan:

  • terdapat perbedaan prestasi hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik pada siswa yang diberi pembelajaran menggunakan pendekatan SETS dengan metode proyek dan eksperimen;
  • terdapat perbedaan prestasi hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah, namun tidak terdapat perbedaan pada prestasi hasil belajar kognitif;
  • terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif dan psikomotorik yang memiliki kreativitas tinggi dan rendah, tidak terdapat perbedaan pada prestasi belajar afektif;
  • tidak terdapat interaksi antara pembelajaran menggunakan pendekatan SETS melalui metode proyek dan eksperimen dengan kemampuan berfikir kritis tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa, namun terdapat perbedaan pada prestasi afektif siswa;
  • tidak terdapat interaksi antara kreativitas dengan metode belajar berpendekatan SETS metode proyek dan eksperimen terhadap prestasi afektif dan psikomotorik namun terdapat interaksi pada aspek kognitif;
  • tidak terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan pskomotorik;
  • tidak terdapat interaksi antara pembelajaran menggunakan pendekatan SETS melalui metode proyek dan eksperimen, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas terhadap prestasi belajar hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.

Kata kunci: SETS, metode eksperimen, metode proyek, kemampuan berpikir kritis, kreativitas.

 

12. Pembelajaran Fisika Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Metode Eksperimen dan Metode Proyek Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Materi Cahaya SMP/MTs Kelas VIII

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan metode proyek ditinjau dari kemampuan berfikir abstrak dan kemampuan berfikir kreatif dan interaksinya terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2014/ 2015. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling terdiri dari 2 kelas VIII A dan VIII B. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk hasil belajar kognitif, kemampuan berfikir abstrak, dan kemampuan berfikir kreatif. Hasil belajar afektif dan psikomotor menggunakan checklist. Analisis instrumen soal menggunakan program QUEST. Analisis data hasil penelitian menggunakan program SPSS 18.

 

Hasil dari penelitian :

  • tidak terdapat pengaruh pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • terdapat pengaruh kemampuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, tidak terdapat pengaruh kemapuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar afektif;
  • terdapat pengaruh kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, tidak terdapat pengaruh kemampuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar afektif;
  • tidak terdapat interaksi metode pembelajaran ditinjau kemampuan berfikir abstrak terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • tidak terdapat interaksi metode pembelajaran dan kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • tidak terdapat interaksi kemampuan berfikir abstrak dan kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • tidak terdapat interaksi metode pembelajaran, kemampuan berfikir abstrak, dan kemampuan berfikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.

 

Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), metode eksperimen, metode proyek, kemampuan berfikir abstrak, kemampuan berpikir kreatif

 

13. Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Saintifik Menggunakan Metode Proyek dan Eksperimen Ditinjau dari Kreativitasdankemampuan Berpikir Kritis Siswa (Studi Pelaksanaan PembelajaranPada MateriInduksi Magnet Kelas XII SMAN 2 Karanganyar

Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh prestasi pengetahuan, sikap dan ketrampilan pada pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen, kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan pebedaan pengaruh terhadap interaksi-interaksinya.

 

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XII IPA SMAN 2Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 2 kelas. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, angket untuk kreativitas dan sikap  siswa dan hasil observasi untuk ketrampilan. Teknik analisis data menggunakan analisis anava 2x2x2.

 

Hasil pada penelitian ini adalah

  • ada perbedaan hasil belajar antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen terhadap nilai pengetahuan, sikap dan ketrampilan.
  • ada perbedaannilaipengetahuan, sikapdan ketrampilan antara kreativitas tinggi dan rendah.
  • ada perbedaan nilaipengetahuan, sikap dan ketrampilan antara kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah,
  • tidak ada interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas terhadap nilaipengetahuan, sikap dan ketrampilan.
  • interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kemampuan berpikir kritis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai sikap dan ketrampilan, tetapi tidak memberikan pengaruh nilaipengetahuan
  • ada interaksi antara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap nilaipengetahuan, sedangkan nilaisikap dan ketrampilan tidak ada pengaruh
  • interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis tidak ada pengaruh terhadap nilaipengetahuan, sikap dan ketrampilan.

Kata Kunci : Pendekatan saintifik, proyek, eksperimen, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar.

 

14. Pembelajaran Kimia Berbasis Masalah dengan Menggunakan Metode SSCS dan Proyek Ditinjau dari Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa (Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Kimia untuk Materi Elektrolisis Kelas XII Semester 1 di SMA Negeri 1 Kalasan

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui : perbedaan penggunaan metode Search Solve Create and Share (SSCS) dan Proyek, Kreativitas, Sikap Ilmiah, dan interaksinya terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa.Menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan bulan Oktober 2011 – April 2012. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Kalasan Tahun Pelajaran 2011/2012. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling terdiri dua kelas, XII IPA1 dan XII IPA3. Kelas XII IPA1 diberi pembelajaran metode SSCS dan kelas XII IPA3 dengan metode Proyek. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, tes kreativitas verbal, angket untuk sikap ilmiah dan prestasi afektif serta lembar observasi untuk psikomotor siswa. Hipotesis diuji menggunakan ANOVA desain faktorial 2x2x2 sel tak sama dengan software PASW versi 18.

 

Hasil analisis data disimpulkan:

  • ada perbedaan penggunaan metode SSCS dan Proyek terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa,
  • kreatifitas memberikan perbedaan pada prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa,
  • sikap Ilmiah tidak memberikan perbedaan pada prestasi belajar kognitif dan afektif namun memberikan perbedaan pada psikomotor siswa,
  • ada interaksi antara metode dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa namun tidak ada interaksi dengan psikomotor siswa,
  • tidak ada interaksi antara metode dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif tetapi ada interaksi dengan psikomotor siswa,
  • tidak ada interaksi antara kreativitas dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif dan psikomotor siswa,
  • tidak ada interaksi antara metode, kreativitas dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa.

 

Kata Kunci: prestasi belajar kognitif, afektif,psikomotor.

 

15. Pembelajaran Kimia dengan Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui Metode Proyek dan Eksperimen Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Kemampuan Berkomunikasi Siswa (Studi Kasus Pada Materi Larutan Asam Basa Kelas XI IPA Semester 2)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui :

  • perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran dengan metode proyek dan eksperimen
  • perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai sikap ilmiah tinggi dan siswa yang mempunyai sikap ilmiah rendah
  • perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kemampuan berkomunikasi aktif dan siswa yang mempunyai kemampuan berkomunikasi pasif
  • interaksi antara pembelajaran menggunakan metode proyek dan eksperimen dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa
  • interaksi antara pembelajaran menggunakan metode proyek dan eksperimen dengan kemampuan berkomunikasi terhadap prestasi belajar siswa
  • interaksi antara sikap ilmiah dan kemampuan berkomunikasi terhadap prestasi belajar siswa
  • interaksi antara pembelajaran menggunakan metode proyek dan eksperimen dengan sikap ilmiah dan kemampuan berkomunikasi terhadap prestasi belajar siswa.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Surakarta. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I adalah Metode Proyek dan kelas eksperimen II adalah Metode Eksperimen. Masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, non tes (angket) . Uji validitas instrumen penilaian kognitif dan afektif menggunakan Korelasi Product Moment Pearson , uji reliabilitas instrumen prestasi belajar menggunakan Kuder-Richarson (KR-20) dan uji reliabilitas angket sikap ilmiah, kemampuan berkomunikasi dan prestasi afektif menggunakan rumus Koefisien Alpha . Hasil perhitungan diperoleh r11 = 0,846 untuk prestasi kognitif dan 0,896 untuk prestasi afektif, r11 = 0,774 untuk angket sikap ilmiah dan r11 = 0,804 untuk angket kemampuan berkomunikasi. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software minitab 15. Uji lanjut anava menggunakan Analysis of Mean (ANOM).

 

Hasil penelitian didapatkan bahwa :

  • prestasi belajar siswa yang menggunakan metode proyek lebih baik dibandingkan siswa yang menggunakan metode eksperimen ,
  • ada perbedaan prestasi belajar siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dengan siswa dengan sikap ilmiah rendah,
  • ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan berkomunikasi aktif dengan siswa berkemampuan komunikasi pasif,
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa ,
  • tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berkomunikasi terhadap prestasi belajar siswa ,
  • tidak ada interaksi antara sikap ilmiah dan kemampuan berkomunikasi terhadap prestasi belajar siswa ,
  • ada interaksi antara metode pembelajaran dengan sikap ilmiah dan kemampuan berkomunikasi terhadap prestasi belajar siswa.

 

 

 

Leave a Reply