HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Tesis Akuntansi Keperilakuan, Etika, dan Pendidikan Akuntansi UGM

Angka akuntansi dibuat, diperiksa, dan dipakai oleh manusia, dan manusia tidak selalu berpikir rasional. Akuntansi keperilakuan meneliti bagaimana sikap, bias, tekanan, etika, dan budaya organisasi memengaruhi keputusan akuntansi. Tesis di bidang ini penting karena banyak kegagalan laporan keuangan dan audit berawal dari perilaku, bukan dari kurangnya aturan. Bidang ini juga sedang berubah karena kecerdasan buatan mulai dipakai dalam pekerjaan akuntan dan dalam proses belajar mahasiswa. Artikel ini memuat 136 judul tesis akuntansi keperilakuan, etika, dan pendidikan dari Magister Akuntansi UGM, bagian dari 1.270 judul tesis Magister Akuntansi UGM.

Peluang Penelitian ke Depan

Beberapa celah yang dapat dikembangkan menjadi tesis akuntansi keperilakuan:

  1. Kecerdasan buatan dalam pendidikan akuntansi. Pengaruh AI generatif terhadap cara belajar, integritas akademik, dan kompetensi lulusan akuntansi masih sedikit diteliti.
  2. Bias saat memakai rekomendasi mesin. Apakah akuntan dan auditor terlalu percaya pada hasil AI atau justru menolaknya? Desain eksperimen cocok untuk menjawab pertanyaan ini.
  3. Budaya etis di instansi pemerintah. Hubungan antara kepemimpinan, budaya etis, dan niat melakukan atau melaporkan kecurangan di sektor publik layak dikaji lebih dalam.
  4. Stres kerja dan kesejahteraan akuntan. Beban kerja, pola kerja hibrida, dan niat keluar dari profesi berdampak pada mutu pekerjaan akuntansi dan audit.
  5. Minat generasi muda pada profesi akuntan. Banyak negara mengeluhkan kekurangan akuntan. Faktor yang membuat mahasiswa memilih atau meninggalkan karier akuntan layak diteliti di Indonesia.

Pengelompokan Judul

Judul dalam artikel ini dibagi ke dalam lima sub-topik. Satu judul bisa muncul di lebih dari satu sub-topik.

  1. Eskalasi Komitmen dan Bias Pengambilan Keputusan, tentang kecenderungan meneruskan proyek yang gagal dan bias lain dalam keputusan.
  2. Etika, Penalaran Moral, dan Religiusitas, tentang sikap etis, penalaran moral, love of money, dan peran religiusitas.
  3. Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen, dan Perilaku Kerja, tentang gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, stres, dan komitmen organisasi.
  4. Berbagi Pengetahuan dan Manajemen Pengetahuan, tentang perilaku berbagi pengetahuan dan sistem manajemen pengetahuan.
  5. Pendidikan Akuntansi dan Teknologi Pembelajaran, tentang metode belajar, e-learning, dan kesiapan mahasiswa akuntansi.

 

Eskalasi Komitmen dan Bias Pengambilan Keputusan, tentang kecenderungan meneruskan proyek yang gagal dan bias lain dalam keputusan.

  1. Asosiasi Obedience Pressure terhadap Budgetary Slack: Perspektif Kontingensi Berbasis Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, Faithfulness of Appropriation, Self-Fulfilling Prophecy, dan Self-Defeating Prophecy
  2. Mitigasi Pengaruh Self-Efficacy terhadap Eskalasi Komitmen: Peran dari Process Feedback
  3. Pengaruh Ancaman Pembalasan terhadap Kecenderungan Pengungkapan Kecurangan dengan Tekanan Ketaatan sebagai Variabel Pemoderasi
  4. Pengaruh Media Presentasi dan Tekanan Waktu terhadap Proses Pengambilan Keputusan dalam Upaya Peningkatan Laba Perusahaan
  5. Pengaruh Mekanisme Pernyataan Diri dan Tekanan Kepatuhan Atasan terhadap Kecenderungan Membuat Senjangan Anggaran: Studi Eksperimental
  6. Pengaruh Modal Psikologis dan Pernyataan Diri terhadap Tingkat Eskalasi Komitmen
  7. Pengaruh Penggunaan Generative Pre-Training Transformer pada Pengambilan Keputusan Etis Investasi Proyek
  8. Pengaruh Skema Insentif Turnamen terhadap Eskalasi Komitmen dengan Pernyataan Diri sebagai Variabel Pemoderasi
  9. Pengaruh Sunk Cost dan Suasana Hati terhadap Eskalasi Komitmen
  10. Pengaruh Tanggung Jawab Pribadi terhadap Kecenderungan untuk Melakukan Eskalasi Komitmen dengan Emosi sebagai Variabel Pemoderasi
  11. Pengaruh Tekanan Sosial terhadap Penciptaan Budgetary Slack dengan Penalaran Moral sebagai Variabel Pemoderasi
  12. Pengaruh Tingkat Konstrual dan Informasi Keberlanjutan terhadap Perilaku Berkelanjutan Manajer: Peran Mediasi Diskon Temporal
  13. Pengaruh Tipe Proyeksi Penjualan terhadap Kualitas Proyeksi Penjualan: Peran Skema Insentif sebagai Variabel Pemoderasi
  14. Penggunaan Informasi Kinerja oleh Para Legislator untuk Pembuatan Keputusan: Investigasi Keberadaan Disonansi Kognitif
  15. Tinjauan Kualitas Environmental Disclosure Berdasarkan Self-Fulfilling Prophecy vs Self-Defeating Prophecy

 

Etika, Penalaran Moral, dan Religiusitas, tentang sikap etis, penalaran moral, love of money, dan peran religiusitas.

  1. Analisis Interaksi Patriotisme, Public Governance, dan Religiusitas Intrinsik terhadap Kepatuhan Pajak
  2. Analisis Pengaruh Faktor Personal dan Faktor Situasional terhadap Toleransi atas Perilaku Audit Disfungsional dengan Moral Reasoning sebagai Variabel Pemoderasi
  3. Dasar Pengukuran dan Manfaat Slack pada Kejujuran dalam Pengajuan Anggaran: Peran Moderasi Perceived Organizational Support (POS)
  4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat Whistleblower dalam Melaporkan Kecurangan: Orientasi Religiusitas, Keseriusan Pelanggaran, dan Status Pelanggar
  5. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Sikap dan Niat Pemilik UMKM Kuliner Melakukan Kecurangan Pajak Restoran: Intensitas Moral, Persepsi Keadilan, dan Kendali Perilaku Persepsian
  6. Identitas Etika Perusahaan dan Kualitas Laba pada Perbankan Syariah
  7. Kepemimpinan Etis dan Whistleblowing: Peran Pemberdayaan Psikologis dan Identifikasi Organisasional sebagai Variabel Pemediasi
  8. Mediasi Asimetri Informasi dan Insentif serta Moderasi Love of Money dalam Konteks Budget Slack Rencana Anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD)
  9. Pelanggaran Etika oleh Auditor Eksternal dan Efeknya atas Laporan Audit (Studi pada KAP ABC)
  10. Pelepasan Moral Daring, Kondisi Lingkungan Situs Jejaring Sosial dan Efikasi Diri terhadap Perundungan Siber di Situs Jejaring Sosial: Bukti dari Perspektif Mahasiswa Sarjana
  11. Pengaruh Adiksi Media Sosial terhadap Sistem Pengendalian Manajemen dengan Narsisme sebagai Variabel Mediasi
  12. Pengaruh Behavioral Red Flags dan Pendeteksian Fraud terhadap Tanggung Jawab Auditor dengan Religiositas dan Konflik Peran sebagai Pemoderasi
  13. Pengaruh Bingkai Kontrak terhadap Kinerja Individu dengan Narsisme sebagai Variabel Pemoderasi
  14. Pengaruh Budaya Etis terhadap Intensi Mengungkapkan Kecurangan melalui Keberanian Moral Profesional
  15. Pengaruh Eco-Control terhadap Kinerja Lingkungan dengan Nilai Personal sebagai Variabel Pemoderasi
  16. Pengaruh Environmental Management Accounting terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Ethical Identity sebagai Variabel Pemoderasi: Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek di Negara Anggota ASEAN
  17. Pengaruh Faktor Akademik dan Non-Akademik terhadap Tingkat Penalaran Moral pada Pengambilan Keputusan Akuntansi
  18. Pengaruh Financial Incentives dan Fear of Retaliation terhadap Niat Melakukan Whistleblowing serta Penalaran Moral sebagai Pemoderasi: Studi Eksperimen
  19. Pengaruh Idealisme dan Love of Money terhadap Intensi untuk Melakukan Manajemen Laba dalam Skema Pemberian Bonus
  20. Pengaruh Islamic Governance dan Islamic Corporate Ethical Identity terhadap Corporate Financial Performance
  21. Pengaruh Kepemimpinan Etis dan Keadilan Distributif terhadap Internal Whistleblowing dengan Locus of Control sebagai Variabel Pemoderasi
  22. Pengaruh Kode Etik dan Skema Insentif terhadap Niat Manajemen Laba: Nilai Personal sebagai Variabel Pemoderasi
  23. Pengaruh Kode Etik Profesional Persepsian, Filosofi Moral Pribadi, dan Budaya terhadap Kesadaran Etis Auditor Internal di Indonesia
  24. Pengaruh Machiavellian dan Komitmen Profesional terhadap Kecenderungan Individu untuk Melakukan Whistleblowing dengan Retaliasi sebagai Variabel Moderasi
  25. Pengaruh Moderasi Integritas Diri dan Privasi Pajak pada Kepatuhan Pajak
  26. Pengaruh Moral Pajak, Sanksi Pajak, dan Kebijakan Pengampunan Pajak terhadap Kepatuhan Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi di Daerah Istimewa Yogyakarta
  27. Pengaruh Moral Reasoning, Pengalaman, dan Tipe Kepribadian terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah)
  28. Pengaruh Narsisme CEO, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dan Tata Kelola Perusahaan terhadap Manajemen Laba
  29. Pengaruh Narsisme Manajer dan Karyawan terhadap Evaluasi Kinerja Subjektif dengan Penalaran Moral sebagai Variabel Pemoderasi
  30. Pengaruh Norma Deskriptif dan Norma Injunktif terhadap Perilaku Kecurangan Pelaporan: Pendekatan Eksperimen
  31. Pengaruh Pengetahuan Perpajakan dan Relevansi Bukti terhadap Kesiapan Audit Pajak dengan Ketidakjujuran sebagai Variabel Moderasi
  32. Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Pemahaman Etika Pajak, Sistem Perpajakan, dan Persepsi terhadap Pemerintah terhadap Kepatuhan Pajak Usaha Mikro.Kecil, dan Menengah (UMKM)
  33. Pengaruh Penggunaan Generative Pre-Training Transformer pada Pengambilan Keputusan Etis Investasi Proyek
  34. Pengaruh Penilaian Etika terhadap Perilaku Kecurangan Pelaporan: Efek Pemoderasi Kondisi Sosial
  35. Pengaruh Perilaku Terlalu Percaya Diri dan Narsisme terhadap Kinerja Perusahaan Dimoderasi oleh Kompensasi
  36. Pengaruh Sikap Skeptis, Besaran Konsekuensi dan Gender terhadap Persepsi Etis Mahasiswa pada Manajemen Laba
  37. Pengaruh Skema Insentif Bonus dan Clawback terhadap Senjangan Anggaran dengan Penalaran Moral sebagai Variabel Pemoderasi
  38. Pengaruh Spiritualitas Tempat Kerja terhadap Kinerja Auditor dan Perilaku Pro-Organisasi yang Tidak Etis: Variabel Kepuasan Kerja sebagai Pemediasi
  39. Pengaruh Suku Bunga Kredit, Inflasi, dan Religiositas terhadap Willingness to Pay Margin Pembiayaan Murabahah
  40. Pengaruh Tekanan Sosial terhadap Penciptaan Budgetary Slack dengan Penalaran Moral sebagai Variabel Pemoderasi
  41. Pengaruh Usia, Jenis Kelamin dan Peran dalam Organisasi terhadap Penilaian Etika Bankir atas Praktik Manajemen Laba
  42. Peran Kode Etik dalam Pencegahan Fraud pada Auditor di Lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (Studi pada BPK RI Perwakilan Jawa Timur)
  43. Peran Negative Affect Intensity (NAI) dan Peran Kompetisi dalam Memengaruhi Preferensi Kejujuran pada Penganggaran Partisipatif
  44. Persepsi Fraud Diamond Model pada Pengelolaan Dana APBN Penanganan COVID-19 dengan Penalaran Moral sebagai Variabel Moderasi di Kementerian Sosial Republik Indonesia
  45. Perspektif Fraud Diamond Models pada Pengelolaan Dana Desa D.I Yogyakarta: Peran Penalaran Moral sebagai Variabel Moderasi
  46. Praktik Tax Avoidance di Indonesia: Eksplorasi Dilema Etika Konsultan Pajak
  47. Spiritualitas Perusahaan (Company Spirituality): Analisis Multi Dimensi pada Aspek Kebudayaan, Perilaku Usaha dan Kemakmuran dalam Perspektif Islam (Studi Kasus pada Perusahaan Waroeng Steak & Shake)
  48. Studi Eksperimen: Efek Skema Insentif Turnamen terhadap Senjangan Anggaran dan Penalaran Moral sebagai Pemoderasi

 

Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen, dan Perilaku Kerja, tentang gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, stres, dan komitmen organisasi.

  1. Analisis Budaya Organisasi dan Kualitas Kehidupan Kerja sebagai Model Efektivitas Sistem Informasi pada PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau
  2. Analisis Dampak Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan pada Motivasi dan Kinerja (Studi pada KSPPS BMT Nusa Ummat Sejahtera Semarang)
  3. Analisis Gaya Kepemimpinan serta Kapasitas Individu pada Sistem Pengendalian Manajemen: Studi pada Studio Patung Yusman
  4. Analisis Hubungan Stres Kerja dan Persepsi Keadilan Organisasi terhadap Dorongan Berpindah Auditor dengan Modal Psikologis sebagai Variabel Pemoderasi
  5. Analisis Kekuatan Motivasi dalam Memengaruhi Fungsi dan Peran Audit Internal (Studi Kasus Bank X)
  6. Analisis Pengaruh Faktor Individu, Faktor Sosial dan Iklim Organisasi terhadap Niat Whistleblowing di Kota Yogyakarta
  7. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Sistem Informasi, Sumber Daya Manusia, dan Budaya Startup: Kasus Konteks Balanced Scorecard PT XYZ
  8. Analisis Pengaruh Insentif dan Tata Nilai Organisasi terhadap Keputusan Environmental, Social, and Governance (ESG)
  9. Analisis Pengaruh Kepemimpinan Islami, Komitmen Organisasi, dan Keahlian terhadap Kinerja Dewan Pengawas Syariah (DPS) dengan Independensi sebagai Variabel Moderasi (Studi pada KSPPS BMT di Daerah Istimewa Yogyakarta)
  10. Analisis Peran Budaya Organisasi terhadap Praktik Keberlanjutan Bisnis pada Bhumee Organic Store and Garden
  11. Analisis Peranan Kompensasi untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai (Studi pada Kantor Secretaria de Estado para a Politica de Formacao Professional e Emprego Dili, Timor-Leste)
  12. Balanced Scorecard: Pengaruh Hasil Kinerja Buruk terhadap Bias Negatif Evaluator, dengan Insentif Keuangan dan Efikasi Diri sebagai Variabel Pemoderasi
  13. Dasar Pengukuran dan Manfaat Slack pada Kejujuran dalam Pengajuan Anggaran: Peran Moderasi Perceived Organizational Support (POS)
  14. Efek Moderasi dari Gaya Kepemimpinan terhadap Hubungan antara Penggunaan Sistem Pengukuran Kinerja dan Dampak Psikologis
  15. Fitur Kegunaan, Dinamis, dan Pengganggu sebagai Anteseden Technostress pada Pengguna Simpel UGM
  16. Hubungan antara Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Kinerja Karyawan dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Pemoderasi (Studi pada Sektor Digital Kreatif di Indonesia)
  17. Insentif Karier Persepsian pada Intensi Turnover: Bukti Empiris Variabel Moderator Modal Sosial pada Generasi Z dan Milenial di Indonesia
  18. Kepemimpinan Etis dan Whistleblowing: Peran Pemberdayaan Psikologis dan Identifikasi Organisasional sebagai Variabel Pemediasi
  19. Mitigasi Pengaruh Self-Efficacy terhadap Eskalasi Komitmen: Peran dari Process Feedback
  20. Pelepasan Moral Daring, Kondisi Lingkungan Situs Jejaring Sosial dan Efikasi Diri terhadap Perundungan Siber di Situs Jejaring Sosial: Bukti dari Perspektif Mahasiswa Sarjana
  21. Pengaruh Anxiety Syndrome ketika Self Regulation Deficiency Tinggi pada Keputusan Childfree Akuntan Profesional di Indonesia
  22. Pengaruh Burnout pada Skeptisme Profesional dan Kemampuan Auditor Internal dalam Mendeteksi Kecurangan
  23. Pengaruh Dukungan Supervisor Persepsian terhadap Perilaku Whistleblowing: Peran Perasaan Timbal Balik Karyawan sebagai Variabel Pemediasi
  24. Pengaruh Faktor-Faktor Organisasional dan Individual terhadap Berbagi Pengetahuan dan Kaitannya dengan Kinerja dan Kepuasan Kerja Auditor
  25. Pengaruh Faultline dan Skema Insentif terhadap Perilaku Berbagi Pengetahuan
  26. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Skema Kompensasi terhadap Penetapan Harga Transfer Penjual
  27. Pengaruh Insentif dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Kreatif
  28. Pengaruh Insentif Non Moneter dan Moneter terhadap Perilaku Berbagi Pengetahuan dengan Pemoderasi Gaya Kepemimpinan
  29. Pengaruh Kepemimpinan dan Kapasitas Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan Bantuan Operasional Sekolah Daerah dalam Mewujudkan Akuntabilitas: Studi Kasus pada Kabupaten Sleman
  30. Pengaruh Kepemimpinan Etis dan Keadilan Distributif terhadap Internal Whistleblowing dengan Locus of Control sebagai Variabel Pemoderasi
  31. Pengaruh Kompensasi Berbasis Insentif terhadap Kinerja Manajerial dengan Big Five Personality Traits dan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderasi
  32. Pengaruh Kreativitas dan Perilaku Inovatif terhadap Kinerja Karyawan melalui Aktivitas Berbagi Pengetahuan: Studi Kasus di Credit Union Kalimantan Barat
  33. Pengaruh Kualitas Sistem Komputerisasi Akuntansi, Kualitas Transparansi, Kualitas Kepemimpinan, dan Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan Studi Kasus pada Sentra Industri Pengecoran Logam Batur Ceper, Klaten
  34. Pengaruh Machiavellian dan Komitmen Profesional terhadap Kecenderungan Individu untuk Melakukan Whistleblowing dengan Retaliasi sebagai Variabel Moderasi
  35. Pengaruh Modal Psikologis dan Pernyataan Diri terhadap Tingkat Eskalasi Komitmen
  36. Pengaruh Moral Reasoning, Pengalaman, dan Tipe Kepribadian terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah)
  37. Pengaruh Motivasi Layanan Publik terhadap Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Niat untuk Berhenti, dan Kinerja dengan Person-Job Fit sebagai Variabel Pemediasi
  38. Pengaruh Motivasi Pelayanan Publik dan Pertukaran Atasan-Bawahan terhadap Niat Melakukan Pengungkapan Kecurangan: Suatu Pendekatan Eksperimen
  39. Pengaruh Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasional, Persepsi Inovasi, Kepuasan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Manajerial pada Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan
  40. Pengaruh Penerapan Anggaran Partisipatif terhadap Kinerja Manajerial dengan Psychological Capital sebagai Variabel Intervening dan Leader Member Exchange (LMX) sebagai Variabel Moderasi
  41. Pengaruh Penganggaran Partisipatif terhadap Kinerja Manajerial: Peran Mediasi Modal Psikologis dan Komitmen Tujuan Anggaran pada Pemerintah Desa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  42. Pengaruh Pengawasan Panoptikon dan Keefektifan Perlindungan terhadap Perilaku Penghindaran Ancaman Karyawan
  43. Pengaruh Persepsi Politik Organisasional pada Internal Whistleblowing: Peran Pemediasi Tekanan dan Pemoderasi Komitmen Profesional
  44. Pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi
  45. Pengaruh Role Stressor dan Konflik Pekerjaan Keluarga terhadap Burnout Auditor Internal Pemerintah Daerah DIY
  46. Pengaruh Sikap Rekan Sejawat dan Construal of Self pada Penilaian Skeptis Auditor
  47. Pengaruh Sistem Kompensasi, Motivasi, dan Kepuasan Kerja Karyawan terhadap Kinerja Manajemen: Kasus pada Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta
  48. Pengaruh Sistem Kontrol Formal dan Informal terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi sebagai Mediasi: Studi Empiris pada Perusahaan Startup di Indonesia
  49. Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja dan Supervisor Trustworthiness pada Perilaku Berbagi Pengetahuan dan Perilaku Peran Ekstra
  50. Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja terhadap Perilaku Peran Ekstra Karyawan dengan Gaya Kepemimpinan Penyelia sebagai Variabel Moderasi
  51. Pengaruh Skema Insentif Kontingen terhadap Kinerja: Peran Mediasi Komitmen Organisasi
  52. Pengaruh Spiritualitas Tempat Kerja terhadap Kinerja Auditor dan Perilaku Pro-Organisasi yang Tidak Etis: Variabel Kepuasan Kerja sebagai Pemediasi
  53. Pengaruh Subjektivitas Insentif terhadap Keinginan Berbagi Pengetahuan dengan Pemoderasi Gaya Kepemimpinan
  54. Pengaruh Sunk Cost dan Suasana Hati terhadap Eskalasi Komitmen
  55. Pengaruh Tanggung Jawab Pribadi terhadap Kecenderungan untuk Melakukan Eskalasi Komitmen dengan Emosi sebagai Variabel Pemoderasi
  56. Pengaruh Umpan Balik (Positif dan Negatif) pada Senjangan Anggaran dengan Efikasi Diri sebagai Variabel Pemoderasi
  57. Penghargaan Moneter dan Penghargaan Nonmoneter sebagai Pemoderasi Pengaruh Motivasi terhadap Praktik Manajemen Laba: Studi Eksperimental
  58. Peran Negative Affect Intensity (NAI) dan Peran Kompetisi dalam Memengaruhi Preferensi Kejujuran pada Penganggaran Partisipatif
  59. Psychological Capital sebagai Variabel Moderasi Hubungan antara Technostress terhadap Niat Penggunaan Kembali

 

Berbagi Pengetahuan dan Manajemen Pengetahuan, tentang perilaku berbagi pengetahuan dan sistem manajemen pengetahuan.

  1. Antecedents dan Outcomes dari Knowledge Behavior dalam Organisasi
  2. Eksplorasi Pengembangan E-Learning Akuntansi Terintegrasi dari Perspektif Manajemen Pengetahuan dan Analisis Karakteristik Inovasi: Studi Kasus pada E-Learning SIDEK-EDU
  3. Integrasi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Kapabilitas Big Data Analytics dalam Meningkatkan Kinerja Keberlanjutan: Peran Moderasi Manajemen Pengetahuan Hijau
  4. Kesediaan Auditor Pajak untuk Berbagi Pengetahuan melalui Sistem Manajemen Pengetahuan (Studi pada Direktorat Jenderal Pajak)
  5. Pengaruh Faktor-Faktor Organisasional dan Individual terhadap Berbagi Pengetahuan dan Kaitannya dengan Kinerja dan Kepuasan Kerja Auditor
  6. Pengaruh Faultline dan Skema Insentif terhadap Perilaku Berbagi Pengetahuan
  7. Pengaruh Individu dan Organisasi terhadap Penggunaan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dengan Perilaku Berbagi Pengetahuan sebagai Variabel Mediasi
  8. Pengaruh Insentif Non Moneter dan Moneter terhadap Perilaku Berbagi Pengetahuan dengan Pemoderasi Gaya Kepemimpinan
  9. Pengaruh Kreativitas dan Perilaku Inovatif terhadap Kinerja Karyawan melalui Aktivitas Berbagi Pengetahuan: Studi Kasus di Credit Union Kalimantan Barat
  10. Pengaruh Publikasi Informasi Kinerja Relatif Kelompok terhadap Kinerja Kelompok: Peran Aktivitas Berbagi Pengetahuan sebagai Variabel Pemediasi dan Tipe Kontrak Insentif sebagai Variabel Pemoderasi
  11. Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja dan Supervisor Trustworthiness pada Perilaku Berbagi Pengetahuan dan Perilaku Peran Ekstra
  12. Pengaruh Subjektivitas Insentif terhadap Keinginan Berbagi Pengetahuan dengan Pemoderasi Gaya Kepemimpinan
  13. Pengelolaan Modal Pengetahuan dan Dampaknya pada Kinerja Keuangan Studi Kasus pada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk
  14. Studi Multikasus Pemanfaatan Generative Artificial Intelligence untuk Manajemen Pengetahuan Auditor: Peran Kualitas Prompt pada Kepuasan dan Continuance Intention

 

Pendidikan Akuntansi dan Teknologi Pembelajaran, tentang metode belajar, e-learning, dan kesiapan mahasiswa akuntansi.

  1. Analisis dan Perancangan Computerized Adaptive Testing (CAT) untuk Universitas Terbuka
  2. Analisis Expectation Gap antara Pihak Pengelola dan Mahasiswa serta Cara Mengelola Gap untuk Tujuan Continuous Improvement: Studi pada PPAk FEB UGM Yogyakarta
  3. Analisis Faktor Penyebab Resistensi terhadap Penggunaan Learning Management System (LMS) Akuntansi Terintegrasi: Pendekatan Resistensi Disposisional dan Kolektif terhadap Perubahan
  4. Analisis Kesiapan Auditor Junior dan Calon Auditor dalam Menguasai Teknologi Digital 4.0
  5. Analisis Penerimaan Learning Management System Akuntansi Terintegrasi Menggunakan Pendekatan UTAUT yang Dimodifikasi dan Teori Difusi Inovasi
  6. Analisis Penerimaan Platform E-Learning (SIDEK-EDU) pada Siswa Sekolah Menengah dengan Pendekatan UTAUT2-TOE: Implikasi untuk Pembelajaran Digital
  7. Competing Media Richness Theory: Psychological dan Cognitive Endowments sebagai Perspektif Fundamental atas Daya Serap Kognisi Pelajar
  8. Dapatkah Generative AI-ChatGPT Meningkatkan Learning for Mastery Mahasiswa? Karakteristik Masalah Akibat Self-Compassion, Opportunism, dan Problem-Based Learning
  9. Eksplorasi Pengembangan E-Learning Akuntansi Terintegrasi dari Perspektif Manajemen Pengetahuan dan Analisis Karakteristik Inovasi: Studi Kasus pada E-Learning SIDEK-EDU
  10. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepuasan dan Kinerja dalam Penggunaan Blended Learning (Studi pada Mahasiswa Praktikum Akuntansi Program Studi Akuntansi Universitas Gadjah Mada)
  11. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat Berkelanjutan Menggunakan Learning Management System (LMS) di Masa Pandemi COVID-19
  12. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat untuk Menggunakan Aplikasi Teknologi Tepat Guna dalam Pembelajaran Akuntansi Berbasis Daring
  13. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penerimaan dan Kesuksesan Personalized Learning Management System in Accounting
  14. Knowledge-Based Systems (KBS) terhadap Kesiapan Semiotik Kognitif Mahasiswa dalam Mengonkretkan dan Menginterpretasikan Materi
  15. Kompetensi Berkelanjutan pada Akuntan Sistem Informasi dengan Menguji Pengetahuan dan Keahlian: Eksperimen pada Serangan SQL-Injection
  16. Pelepasan Moral Daring, Kondisi Lingkungan Situs Jejaring Sosial dan Efikasi Diri terhadap Perundungan Siber di Situs Jejaring Sosial: Bukti dari Perspektif Mahasiswa Sarjana
  17. Pengaruh Biaya Pendidikan terhadap Mutu Prestasi Belajar Siswa dengan Mutu Proses Belajar Mengajar sebagai Variabel Intervening pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kabupaten Sleman
  18. Pengaruh Faktor Akademik dan Non-Akademik terhadap Tingkat Penalaran Moral pada Pengambilan Keputusan Akuntansi
  19. Pengaruh Kesiapan Teknologi dan Motivasional Internal terhadap AI Adoption pada Mahasiswa Akuntansi: Peran Mediasi AI Readiness
  20. Pengaruh Pendidikan Pajak di Perguruan Tinggi terhadap Pengetahuan Pajak serta Dampaknya terhadap Kepatuhan Pajak Orang Pribadi (Studi Empiris pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis di Politeknik Negeri Batam)
  21. Pengaruh Sikap Skeptis, Besaran Konsekuensi dan Gender terhadap Persepsi Etis Mahasiswa pada Manajemen Laba
  22. Peran Broaden and Build Teori Secara Eksperimental: Orientasi Khas Membangun Kompetensi Khusus Mahasiswa
  23. Peran Media Richness ketika Naturalness Tinggi: Setting Eksperimental dalam Mengoptimalkan Prestasi Belajar Mahasiswa
  24. Tiga Model Komprehensif dalam Menjelaskan Kecanduan Game Akibat Stress Akademik

 

Penutup

Akuntansi keperilakuan memberi ruang luas untuk penelitian dengan kuesioner, eksperimen, maupun wawancara. Tantangan utamanya adalah mengukur sikap dan perilaku dengan instrumen yang valid, jadi gunakan skala yang sudah teruji dan lakukan uji coba sebelum pengambilan data. Topik ini berkaitan erat dengan perilaku auditor, pencegahan fraud, insentif dan anggaran, serta penelitian eksperimen dan kualitatif. Rumpun lain bisa dilihat di halaman induk judul tesis Magister Akuntansi UGM.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.