HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Perilaku Konsumen dan Psikologi Pemasaran (UGM)

Skripsi dan tesis bisa menjadi jembatan antara ilmu psikologi dan dunia bisnis. Setiap hari kita membuat keputusan membeli, dari barang kebutuhan sehari-hari sampai produk yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Keputusan ini ternyata banyak dipengaruhi faktor psikologis, seperti emosi, harga diri, tekanan sosial, rasa takut ketinggalan, dan cara sebuah produk dipromosikan. Di era belanja daring, live streaming, dan promosi oleh influencer, perilaku konsumen berubah sangat cepat. Penelitian psikologi konsumen bermanfaat bagi pelaku usaha yang ingin memahami pelanggannya, sekaligus bagi konsumen agar lebih bijak dalam berbelanja. Artikel ini menyajikan 133 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang perilaku konsumen dan psikologi pemasaran.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Banyak judul di topik ini meneliti pembelian impulsif pada mahasiswa. Beberapa arah berikut bisa menjadi pembeda:

  1. Neuromarketing dan pengukuran objektif. Pemakaian EEG, pelacak mata (eye-tracking), atau pengukuran fisiologis untuk melihat respons konsumen masih jarang di Indonesia dan berpotensi menghasilkan temuan baru.
  2. Konsumsi berkelanjutan. Faktor psikologis yang mendorong orang membeli produk ramah lingkungan, mengurangi sisa makanan, atau memilih produk lokal masih bisa banyak dikembangkan.
  3. Perlindungan konsumen dari manipulasi. Taktik seperti hitung mundur diskon, stok terbatas palsu, dan desain aplikasi yang mendorong belanja berlebihan layak diteliti dampaknya.
  4. Konsumen di luar kota besar. Perilaku belanja masyarakat desa, lansia, dan konsumen berpenghasilan rendah sering terlewat dalam penelitian.
  5. Pemasaran oleh AI dan personalisasi. Iklan yang disesuaikan dengan perilaku pengguna dan rekomendasi berbasis AI memunculkan pertanyaan tentang kepercayaan dan privasi konsumen.
  6. UMKM dan merek lokal. Strategi membangun kepercayaan dan loyalitas pada merek lokal, termasuk peran rasa bangga terhadap produk dalam negeri, sangat relevan bagi pelaku usaha Indonesia.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam enam kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Pembelian Impulsif dan Kompulsif. Kelompok terbesar. Meneliti dorongan belanja yang tidak direncanakan dan faktor yang memengaruhinya, seperti FoMO, kontrol diri, harga diri, suasana hati, materialisme, pemujaan idola, PayLater, belanja lewat live commerce, serta pengaruh warna dan kesan stok terbatas.
  2. Penyesalan Setelah Membeli. Membahas rasa bersalah dan disonansi kognitif setelah berbelanja, misalnya pada pembelian produk blind box, serta peran influencer, ulasan, dan kecintaan pada merek dalam memicunya.
  3. Merek, Citra, dan Loyalitas. Mencakup kecintaan dan keaslian merek, citra merek, ekuitas merek, tanggung jawab sosial perusahaan, citra merek hijau, kesesuaian citra merek dengan citra diri, serta etnosentrisme konsumen terhadap produk lokal.
  4. Influencer, Iklan, dan Strategi Pemasaran. Meneliti kredibilitas influencer, promosi dari mulut ke mulut secara daring (eWOM), daya tarik emosional dan rasional dalam iklan, pemasaran nostalgia, pemasaran berbasis pengalaman, gamifikasi, iklan berbasis perilaku daring, dan efektivitas iklan layanan masyarakat.
  5. Pengambilan Keputusan Konsumen Digital. Membahas keputusan belanja Gen Z di e-commerce dan TikTok, peran ulasan dan kepercayaan, kecenderungan mencari pilihan terbaik (maximizer), serta pembelian loot box dan barang virtual dalam gim.
  6. Konsumsi Sehat dan Bertanggung Jawab. Berisi perilaku menyisakan makanan, konsumsi minuman manis, label gizi pada kemasan, loyalitas pada beras organik, konsumen yang bertanggung jawab sosial, peringatan bergambar pada rokok, dan studi ERP tentang preferensi desain produk yang lucu.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Perilaku Konsumen dan Psikologi Pemasaran

  1. Bias Etnosentrisme dalam Persepsi Konsumen terhadap Kualitas Layanan dan Intensi Membeli: Studi Eksperimen dengan Partisipan Konsumen Etnis Batak dan Jawa-Surabaya
  2. Brand Image Feminin Sabun Mandi terhadap Minat Beli di Kalangan Konsumen Laki-Laki
  3. Dari Cinta ke Penyesalan: Peran Brand Love terhadap Postpurchase Cognitive Dissonance Produk Blind Box dengan Impulsive Buying sebagai Mediator
  4. Dinamika Pengambilan Keputusan Individu dalam Melakukan Pembelian Impulsif di Masa Pandemi
  5. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme dan Konteks Pemberitaan dengan Power Distance Rendah
  6. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme dan Power Distance dengan Konteks Pemberitaan Netral
  7. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme dan Power Distance pada Konteks Pemberitaan Positif
  8. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Power Distance dan Konteks Pemberitaan dengan Orientasi Kolektivistik
  9. Efektivitas Strategi Promosi Emotional Appeal Dibandingkan dengan Rational Appeal dalam Meningkatkan Purchase Intention Produk Berkonsep Donasi
  10. Eksplorasi Struktur Faktor Model Pengukuran Konsumen yang Bertanggung Jawab Sosial pada Sampel Mahasiswa Indonesia
  11. Empowering Leadership sebagai Moderator Peran Kepribadian Openness to Experience terhadap Job Crafting pada Karyawan Bagian Pemasaran
  12. Fenomena Compulsive Buying sebagai Strategi Coping terhadap Distress Kerja: Dinamika Psikologis dan Pemaknaan Subjektif Pekerja
  13. Gaya Pengambilan Keputusan pada Dewasa Muda dan Hubungannya terhadap Konsumsi Loot Box (Gacha) yang Berisiko
  14. Hubungan antara Tingkat Konsumsi Mi Instan dan Short-term Memory pada Dewasa Awal
  15. Hubungan Celebrity Worship dengan Perilaku Impulsive Purchase pada Remaja Akhir Perempuan Penggemar K-Pop
  16. Hubungan Kontrol Diri dengan Pembelian Impulsif Mata Uang dalam Gim pada Pemain Gim Online Genshin Impact
  17. Hubungan Self Efficacy terhadap Perilaku Impulsive Buying Pengguna E-Commerce
  18. Intensi Menggunakan PayLater sebagai Mediator Peran Fear of Missing Out terhadap Perilaku Pembelian Impulsif pada Generasi Z
  19. Kecantikan, Diri, dan Konsumsi: Analisis Fenomenologis Interpretatif atas Pengalaman Dewasa Muda Indonesia di Era Media Sosial
  20. Kesenangan dan Sikap sebagai Prediktor Niat Membeli Pengguna Platform Karya Karsa
  21. Kulihat, Kuingin, Kudapat: Peran Motivasi Belanja Hedonis terhadap Pembelian Impulsif Daring pada Mahasiswa Indonesia
  22. Maksimisasi sebagai Mediator Hubungan Parasosial dan Belanja Impulsif dalam Budaya Fandom Thailand di Indonesia
  23. Materialisme sebagai Moderator dalam Peran Kecemasan Sosial terhadap Pembelian Impulsif Online pada Mahasiswa UGM
  24. Memahami E-Commerce Decision-Making di Kalangan Generasi Z
  25. Menelaah Hubungan antara Ekuitas Merek Perseptual dan Perilaku di Pasar Ponsel Pintar Indonesia
  26. Menelaah Pengaruh Ekuitas Merek Perseptual terhadap Niat Membeli melalui Loyalitas Merek pada Industri Fesyen Mewah Indonesia
  27. Menelusuri Pengambilan Keputusan Konsumen Gen Z Indonesia terhadap Kualitas Promosi Konten TikTok Bisnis Komersial
  28. Mereka Berbeda: Narasi Prasangka Warga Lokal di Desa Tuapukan, Nusa Tenggara Timur
  29. Merekam Jejak Batin: Potret Dinamika Psikologis Perempuan Usia Anak dalam Menjalani Pernikahan
  30. Pandangan terhadap Brand Misconduct dengan Kecenderungan Boycott Behavior pada Konsumen Brand Kosmetik
  31. Pembelian Impulsif pada Generasi Milenial Ditinjau dari Persepsinya terhadap Dompet Digital dengan Memperhitungkan Kontrol Diri sebagai Variabel Mediator
  32. Pembelian Impulsif sebagai Mediator dalam Peran Electronic Word of Mouth terhadap Penyesalan Pasca Pembelian Produk Kecantikan di E-Commerce
  33. Pengaruh Anchor Material, Anchor Virtue dan Sensing Mentality terhadap Perilaku Pembelian Impulsif pada Pengguna E-Commerce
  34. Pengaruh Aspek Ketulusan dari Kepribadian Merek dan Keselarasan Citra Diri terhadap Intensi Pembelian Ulang pada Pelayanan Jasa Video Berlangganan Disney Hotstar
  35. Pengaruh Atribut Kredibilitas Sumber dan Daya Tarik Personal pada Influencer terhadap Minat Beli pada Generasi Milenial
  36. Pengaruh Customer Education terhadap Brand Trust Konsumen Produk Kesehatan Berprotein Tinggi “X”
  37. Pengaruh Customer Education terhadap Word-of-Mouth: Eksperimen Paparan Edukasi pada Konsumen Produk Susu Berprotein Tinggi
  38. Pengaruh Dimensi Budaya Power Distance dan Konteks Pemberitaan pada Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19
  39. Pengaruh Faktor Kepercayaan pada Intensi Membeli Konsumen dalam Live Streaming Shopping Tiktok
  40. Pengaruh Frontliner (Pramuniaga) Lintas Budaya Indonesia terhadap Persepsi Kualitas Pelayanan dan Intensi Membeli Konsumen. Penelitian Eksperimental
  41. Pengaruh Hubungan Parasosial terhadap Kesediaan Penonton Mensponsori Virtual YouTuber (V-Tuber)
  42. Pengaruh Iklan Niaga Materialistik terhadap Aspirasi Kesuksesan Finansial dan Keegoisan
  43. Pengaruh Kelangkaan Waktu Terbatas dan Tempo Musik terhadap Persepsi Kegairahan dan Perilaku Pembelian Impulsif di E-Commerce
  44. Pengaruh Kelompok Acuan dan Maskulinitas-Feminitas terhadap Penggunaan Produk Perawatan Wajah Laki-Laki
  45. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Personel Layanan Pelanggan
  46. Pengaruh Kompetensi Decision Making terhadap Job Performance dengan Conscientiousness sebagai Moderator pada Manajer Unit Layanan Pelanggan
  47. Pengaruh Konteks Pemberitaan dan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme terhadap Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19
  48. Pengaruh Konten Buatan Karyawan terhadap Persepsi Konsumen atas Autentisitas Merek
  49. Pengaruh Maskulinitas-Feminitas dan Gaya Hidup terhadap Penggunaan Produk Perawatan Wajah Laki-Laki
  50. Pengaruh Nostalgia Marketing terhadap Intensi Membeli Konsumen dengan Price Consciousness sebagai Moderator
  51. Pengaruh Pemasaran Eksperiensial terhadap Intensi Membeli melalui Evaluasi Produk pada Bisnis Food and Beverage di Rest Area Jegur
  52. Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan dan Persepsi Kemudahan Penggunaan Platform E-Commerce terhadap Kecemasan Berbelanja Daring
  53. Pengaruh Salience Auditori terhadap Keterlibatan di Instagram: Studi Eksperimental Pemasaran Musik
  54. Pengaruh Sikap Antisemit dan Kepribadian terhadap Konsumerisme Berbasis Etnis
  55. Pengaruh Ulasan Pelanggan Online terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion pada E-Commerce Shopee dengan Kepercayaan sebagai Mediator
  56. Pengaruh Warna dan Kelangkaan Kuantitas Terbatas terhadap Pembelian Impulsif secara Daring melalui Mekanisme Persepsi Kegairahan pada E-Commerce
  57. Pengaruh Warna dan Kelangkaan Waktu Terbatas terhadap Pembelian Impulsif secara Daring melalui Persepsi Kegairahan pada E-Commerce
  58. Penyesalan Pasca Pembelian: Pembelian Impulsif sebagai Mediator dari Pengaruh Brand Love pada Penyesalan Pasca Pembelian Produk Kecantikan di E-Commerce
  59. Penyesalan Pasca Pembelian: Pembelian Impulsif sebagai Mediator dari Pengaruh Kredibilitas Influencer pada Penyesalan Pasca Pembelian Produk Kecantikan di E-Commerce
  60. Peran Aktivitas Pemasaran Gamifikasi terhadap Consumer Brand Engagement pada Platform e-Commerce
  61. Peran Atribut Pemengaruh Berupa Persepsi Homofili dan Kredibilitas Sumber terhadap Intensi Membeli Generasi Milenial di Media Sosial Instagram
  62. Peran Body Image terhadap Perilaku Pembelian Produk Kecantikan pada Mahasiswa dengan Self Esteem sebagai Moderator
  63. Peran Brand Authenticity terhadap Brand Love pada Toko Kopi Tuku
  64. Peran Brand Image dan Kredibilitas Influencer terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Lokal pada Generasi Z
  65. Peran Brand Image Kosmetik Lokal dalam Menginternalisasi Konsep Keberagaman Warna Kulit terhadap Brand Loyalty Konsumen Gen Z
  66. Peran Brand Image Sneakers terhadap Self-Image Congruence Konsumen Generasi Z
  67. Peran Celebrity Worship dan Fear of Missing Out terhadap Pembelian Impulsif pada Fandom NCTZen di Indonesia
  68. Peran Celebrity Worship dan Fear of Missing Out terhadap Pembelian Impulsif pada Penggemar K-Pop
  69. Peran Celebrity Worship dan Sikap terhadap Brand Ambassador pada Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Merek Lokal
  70. Peran Celebrity Worship terhadap Pembelian Kompulsif Merchandise Idola pada Emerging Adulthood Penggemar K-pop
  71. Peran Citra Konsumen terhadap Loyalitas Merek Produk Skincare pada Konsumen Dewasa Awal
  72. Peran Citra Merek Hijau terhadap Loyalitas Konsumen Produk Kosmetik Generasi Z
  73. Peran Core Competencies terhadap Kinerja Manajer Unit Layanan Pelanggan
  74. Peran Credibility dan Value Iklan Produk Kosmetik oleh Micro Influencer TikTok terhadap Purchase Intention Generasi Z
  75. Peran E-Wom (Electronic Word of Mouth) pada Platform Digital Tik-Tok terhadap Niat Membeli
  76. Peran Etnosentrisme Konsumen terhadap Minat Beli Sneakers Merek Lokal pada Masyarakat Dewasa Muda di Yogyakarta
  77. Peran EWOM terhadap Postpurchase Cognitive Dissonance Produk Blind Box dengan Mediator Impulsive Buying
  78. Peran Fashion Involvement terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Produk Fashion di E-Marketplace dengan Materialisme sebagai Moderator
  79. Peran Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Post-Purchase Guilt dengan Impulsive Buying sebagai Variabel Mediasi pada Pembelian Produk Fashion Gen Z di E-Commerce
  80. Peran Fear of Missing Out dan Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Tiket Konser pada Penggemar K-Pop Usia Emerging Adulthood
  81. Peran Fear of Missing Out dan Kontrol Diri dengan Perilaku Pembelian Impulsif Merchandise pada Suporter Pss Sleman
  82. Peran Fear of Missing Out dan Neuroticism terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Produk Fashion di E-Marketplace
  83. Peran Fear of Missing Out terhadap Pembelian Impulsif Produk Kecantikan Lokal di E-Commerce pada Generasi Z
  84. Peran Flow Experience dan Perceived Values terhadap Intensi Pembelian Virtual Goods dalam Game Roblox
  85. Peran FoMO terhadap Penyesalan Pasca Pembelian dengan Pembelian Impulsif sebagai Mediator pada Konsumen Produk Kecantikan di Platform E-Commerce
  86. Peran FOMO terhadap Postpurchase Cognitive Dissonance Produk Blind Box dengan Mediator Impulsive Buying
  87. Peran Freebies Photocard Idol K-Pop terhadap Intensi Membeli pada Generasi Milenial dan Generasi Z
  88. Peran Influencer Credibility terhadap Post-Purchase Guilt yang Dimediasi Impulsive Buying Gen Z pada Produk Fashion di E-Commerce
  89. Peran Influencer Credibility terhadap Postpurchase Cognitive Dissonance Produk Blind Box dengan Impulsive Buying sebagai Mediator
  90. Peran Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Konformitas terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Merchandise pada Penggemar K-pop
  91. Peran Job Crafting dan Psychological Safety terhadap Perilaku Inovatif Karyawan Generasi Milenial di Perusahaan Fast-Moving Consumer Goods
  92. Peran Kebahagiaan terhadap Perilaku Pembelian Impulsif pada Remaja Akhir
  93. Peran Kebutuhan Afiliasi pada Intensi Pemberian eWOM Konsumen Brand Kosmetik di Instagram
  94. Peran Kepercayaan dan Gaya Hidup dengan Pengalaman Belanja sebagai Moderator Pengambilan Keputusan Perilaku Konsumen Belanja Online di Marketplace Indonesia
  95. Peran Kerentanan Konsumen terhadap Pengaruh Interpersonal dan Ulasan Daring dalam Membentuk Niat Membeli di Shopee pada Mahasiswa
  96. Peran Kesejahteraan Finansial pada Gaya Pengambilan Keputusan Pembelian Mahasiswa
  97. Peran Keterikatan Media Sosial terhadap Pembelian Impulsif Online pada Remaja Akhir
  98. Peran Keyakinan Kesehatan dan Emosi Antisipatif terhadap Perilaku Konsumsi Minuman Manis
  99. Peran Kontrol Diri terhadap Food Wasting Behavior Konsumen Dewasa Awal di Indonesia
  100. Peran Kontrol Diri terhadap Pembelian Impulsif Daring dengan Sifat Kepribadian sebagai Moderator
  101. Peran Kontrol Diri terhadap Perilaku Pembelian Impulsif di Livestream Commerce
  102. Peran Locus of Control terhadap Pembelian Impulsif Produk Fashion pada Pengguna Tiktok Shop
  103. Peran Materialistic Value terhadap Postpurchase Cognitive Dissonance Produk Blind Box dengan Mediator Impulsive Buying
  104. Peran Mediasi Kepercayaan terhadap E-Commerce Shopee pada Hubungan antara Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion
  105. Peran Mediasi Keterikatan Kerja dan Komitmen Afektif pada Hubungan antara Kepuasan Kebutuhan Psikologis Dasar di Tempat Kerja dan Intensi Turnover Karyawan Divisi Sales dan Marketing
  106. Peran Moderasi Kontrol Diri dalam Hubungan antara Intensitas Menonton Konten TikTok Produk Perawatan Kulit dengan Perilaku Pembelian Impulsif Mahasiswa
  107. Peran Online Behavioral Advertising terhadap Pembelian Impulsif Mahasiswa dengan Kepribadian Big Five sebagai Variabel Moderator
  108. Peran Parasocial Relationship dan Interpersonal Attractiveness terhadap Purchase Intention pada Generasi Milenial
  109. Peran Pemujaan Selebritas terhadap Perilaku Pembelian Impulsif pada Penggemar Selebriti di Masa Dewasa Awal
  110. Peran Pengaruh Sosial dalam Pembelian Kompulsif pada Live Commerce: Kontrol Diri sebagai Moderator
  111. Peran Pengaruh Sosial terhadap Pembelian Impulsif pada Produk Fashion di E-Marketplace dengan Self-Regulation sebagai Moderator
  112. Peran Pengaruh Teman Sebaya dan Harga Diri terhadap Conspicuous Consumption pada Mahasiswa
  113. Peran Pengetahuan Konsumen tentang Beras Organik terhadap Loyalitas Konsumen Beras Organik
  114. Peran Perbandingan Sosial terhadap Conspicuous Consumption dengan Nilai Materialistik sebagai Variabel Mediator pada Milenial
  115. Peran Perilaku Sehat terhadap Performa Kerja pada Karyawan di Perusahaan E-Commerce
  116. Peran Persepsi Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Loyalitas Merek Produk Kosmetik
  117. Peran Regulasi Diri dan Strategi Coping terhadap Online Compulsive Buying pada S-Commerce
  118. Peran Regulasi Emosi terhadap Kecenderungan Pembelian Impulsif Produk Skincare di E-Commerce: Studi pada Konsumen Dewasa Awal
  119. Peran Self-Esteem terhadap Pembelian Impulsif Dewasa Awal Konsumen TikTok Shop
  120. Peran Self-Esteem terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Pengguna PayLater pada Dewasa Awal
  121. Peran Stres Akademik dan Materialisme dalam Memprediksi Kecenderungan Pembelian Impulsif pada Mahasiswa
  122. Peran Suasana Hati dan Persepsi Diskon terhadap Kecenderungan Pembelian Impulsif pada Mahasiswa Milenial di Universitas Gadjah Mada
  123. Peran Trait Maximizer terhadap Post-Purchase Guilt dengan Impulsive Buying sebagai Mediator pada Pengguna Generasi Z dalam Pembelian Produk Fashion di E-Commerce
  124. Perbandingan Sosial dan Citra Tubuh sebagai Mediator antara Intensitas Penggunaan Instagram dengan Intensi Membeli Produk Fashion pada Mahasiswa
  125. Perbedaan Ekspresi Warganet X Indonesia Terkait Pembelian Impulsif Sebelum dan Setelah COVID-19 Terkendali
  126. Perilaku Pembelian Impulsif Merchandise K-Pop pada Dewasa Awal dengan Sindrom Pemujaan Selebriti: Peran Kontrol Diri
  127. Persepsi Konsumen tentang Peran Atribut Kemasan Pangan dan Label Gizi terhadap Niat Membeli
  128. Preferensi Konsumen terhadap Estetika Lucu (Cuteness) pada Desain Produk: Studi ERP
  129. Rasionalitas sebagai Mediator antara Hubungan Penggunaan Brand Ambassador Selebriti Idola dengan Disonansi Pasca Pembelian pada Produk Kecantikan Lokal
  130. Religiusitas dan Motivasi Intrinsik sebagai Prediktor terhadap Intensi Pembelian Jasa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh
  131. Salah Beli, Salah Hati: Peran Materialistic Value terhadap Post-Purchase Guilt dengan Impulsive Buying sebagai Mediator pada Konsumen Gen Z dalam Pembelian Fashion di E-Commerce
  132. Sikap Finansial sebagai Moderator antara Materialisme dan Orientasi Hedonis terhadap Kebahagiaan pada Konsumen Dewasa Awal
  133. Studi Eksperimen Pengaruh Tingkat Keseraman dan Familiaritas Pictorial Health Warnings terhadap Intensi Pembelian Rokok

 

Penutup

Perilaku konsumen dan psikologi pemasaran adalah topik yang sangat aplikatif dan diminati, baik oleh akademisi maupun pelaku bisnis. Daftar judul di atas menunjukkan banyaknya pilihan, mulai dari pembelian impulsif, loyalitas merek, peran influencer, sampai konsumsi yang bertanggung jawab. Agar penelitian Anda menonjol, pilih produk atau platform yang spesifik, rumuskan pertanyaan yang benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha atau konsumen, dan pertimbangkan desain eksperimen untuk melihat hubungan sebab-akibat.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

error: