HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi

Skripsi dan tesis adalah sarana bagi mahasiswa untuk menguji teori di dunia nyata, dan organisasi adalah salah satu “laboratorium” terbaik untuk itu. Cara seorang pemimpin bersikap, budaya yang tumbuh di kantor, serta dukungan yang dirasakan karyawan sangat menentukan apakah sebuah organisasi bisa bertahan dan berkembang. Di tengah perubahan cepat seperti digitalisasi, kerja hibrida, dan restrukturisasi, organisasi membutuhkan karyawan yang lincah, berani berinovasi, dan mau berkontribusi lebih dari tugas pokoknya. Penelitian psikologi di bidang ini membantu perusahaan, instansi pemerintah, sekolah, dan organisasi kemahasiswaan membangun kepemimpinan dan lingkungan kerja yang sehat. Artikel ini menyajikan 260 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang kepemimpinan dan perilaku organisasi.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Topik ini terus berkembang mengikuti perubahan dunia kerja. Beberapa peluang penelitian yang masih terbuka:

  1. Kepemimpinan di era AI dan digital. Bagaimana pemimpin mengelola tim yang bekerja dengan bantuan AI, atau tim yang sepenuhnya bekerja jarak jauh, masih sangat sedikit diteliti.
  2. Sisi gelap kepemimpinan. Kepemimpinan yang menekan, micromanagement, dan pemimpin dengan sifat narsistik bisa merusak kesehatan mental karyawan. Topik ini masih jarang dibahas dibanding kepemimpinan positif.
  3. Kepemimpinan berbasis budaya lokal. Nilai seperti ing ngarsa sung tuladha, musyawarah, atau kepemimpinan dalam seni tradisi bisa menjadi model kepemimpinan khas Indonesia yang menarik untuk diteliti.
  4. Organisasi nonprofit, UMKM, dan komunitas. Sebagian besar penelitian dilakukan di perusahaan besar dan startup. Dinamika kepemimpinan di yayasan, koperasi, UMKM, dan organisasi keagamaan masih jarang disentuh.
  5. Penelitian bertingkat (tim dan individu). Mengukur pengaruh pemimpin pada tim secara keseluruhan, bukan hanya pada individu, akan memberi gambaran yang lebih utuh tentang perilaku organisasi.
  6. Pengembangan alat ukur lokal. Alat ukur kepemimpinan dan kelincahan kerja yang sesuai konteks Indonesia masih terbatas dan sangat dibutuhkan.

 

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam enam kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Gaya Kepemimpinan. Kelompok terbesar. Meneliti kepemimpinan transformasional, melayani (servant), autentik, pemberdayaan, inklusif, empatik, rendah hati (humble), digital, profetik, spiritual, dan kepemimpinan diri, serta pengaruhnya terhadap keterlibatan, kinerja, dan kesejahteraan karyawan. Ada pula pengembangan alat ukur kepemimpinan untuk TNI dan kepala sekolah.
  2. Dukungan Organisasi dan Hubungan Atasan-Bawahan. Membahas persepsi dukungan organisasi (POS), dukungan atasan, dan kualitas hubungan pemimpin-anggota (LMX) terhadap komitmen, kepuasan kerja, adaptabilitas karier, dan kinerja.
  3. Perilaku Kerja Inovatif dan Workforce Agility. Meneliti kemampuan karyawan untuk berinovasi dan beradaptasi cepat, beserta faktor pendukungnya seperti rasa aman secara psikologis, pemberdayaan psikologis, berbagi pengetahuan, dan pengaturan kerja fleksibel.
  4. Perilaku Ekstra-Peran dan Perilaku Kontraproduktif. Mencakup organizational citizenship behavior (OCB), groupthink, absensi, perilaku kerja tidak aman, dan perilaku keselamatan kerja.
  5. Budaya, Iklim, dan Perubahan Organisasi. Membahas budaya organisasi seperti nilai AKHLAK di BUMN, iklim keselamatan, iklim keragaman, kesiapan karyawan menghadapi perubahan, proses onboarding, dan studi kasus organisasi yang tidak berfungsi dengan baik.
  6. Modal Psikologis dan Kepribadian di Tempat Kerja. Meneliti peran psychological capital, kepribadian Big Five, kepribadian proaktif, dan anchor virtues terhadap perilaku dan kinerja karyawan.

 

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi

  1. “Tutur Batin Penggugat” Yurisprudensi Terapeutik dan Pemberdayaan Psikologis pada Perempuan Inisiator Perceraian
  2. Affective Organizational Commitment sebagai Mediator antara Peran Perceived Organizational Support terhadap Employee Voice Behavior
  3. Analisis Keinginan Belajar Peserta Magang: Peran Persepsi Kepercayaan Supervisor dan Status Kompensasi
  4. Budaya AKHLAK dan Iklim Keadilan Distributif dalam Interaksi antara Kepemimpinan Otentik dengan Perilaku Kerja Inovatif Karyawan di PT Pupuk Iskandar Muda
  5. Burnout pada Karyawan: Tinjauan Iklim Organisasi dan Tipe Kepribadian Karyawan
  6. Compassionate Leadership: Kunci Bertahan di Tengah Krisis Pandemi
  7. Dari Ruang Kelas ke Ruang Kerja: Studi Kuantitatif tentang Dampak Etos Kerja terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir di Indonesia
  8. Dark Triad Personality, Empowering Leadership, dan Quality of Work Life pada Hybrid Working Employee
  9. Dinamika Onboarding PT XYZ pada Karyawan Generasi Z di Fase Early Career
  10. Eksplorasi Prototype Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi di Perusahaan Swasta
  11. Empowering Leadership sebagai Moderator Peran Kepribadian Openness to Experience terhadap Job Crafting pada Karyawan Bagian Pemasaran
  12. Evaluasi Properti Psikometris Workforce Agility Situational Judgement Test
  13. Evaluasi Validitas Konstruk Skala Kepemimpinan Etis
  14. Hubungan antara Kepemimpinan Transformasional dan Work Engagement pada Karyawan Generasi Z
  15. Hubungan antara Kepuasan Komunikasi dengan Komitmen Organisasi pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang Tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan
  16. Hubungan antara Psychological Capital dan Iklim Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan Generasi Milenial di DKI Jakarta
  17. Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional dengan Work Engagement pada Karyawan Perusahaan Startup
  18. Hubungan Persepsi terhadap Budaya Organisasi dengan Komitmen Organisasi pada Pengurus Badan Kegiatan Mahasiswa Fakultas Psikologi UGM
  19. Hubungan Relasi Interpersonal Atasan dan Bawahan terhadap Well-Being Karyawan
  20. Humble Leadership dan Perilaku Berbagi Pengetahuan pada Karyawan Indonesia: Keamanan Psikologis dan Organizational Citizenship Behavior sebagai Mediator
  21. Ini adalah Perjalanan Bersama: Pengalaman Posttraumatuic Growth Penyintas Kekerasan Seksual yang Menjadi Pemimpin Gerakan Pemberdayaan
  22. Internalisasi Core Values AKHLAK terhadap Work Engagement Karyawan
  23. Kecemasan Sebelum Bertanding pada Atlet Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kepemimpinan Transformasional Pelatih
  24. Kepemimpinan Berorientasi Hubungan dalam Menggerakkan Transformasi di PT X Berdasarkan Perspektif Bawahan
  25. Kepemimpinan Otentik dan Kesejahteraan Sosial: Peran Mediasi Be Myself
  26. Kepemimpinan pada Pemimpin di Perusahaan Pengembang Gim Video Indonesia: Sebuah Studi Kasus
  27. Kepemimpinan Pemimpin Gereja Katolik Indonesia dalam Upaya Mengantisipasi Polarisasi Politik Menjelang Pemilu Presiden 2024: Studi Kasus
  28. Konstruksi Alat Ukur Persepsi Kepemimpinan TNI Angkatan Udara (IMPI-K30)
  29. Konstruksi Alat Ukur Workforce Agility pada Karyawan
  30. Kreativitas Ditinjau dari Sense of Humor dan Organizational Citizenship Behavior: Studi pada Anggota Organisasi Mahasiswa
  31. Leader-Member Exchange (LMX) sebagai Moderator Peran Grit terhadap Employability pada Karyawan Generasi Z
  32. Mendorong Keterlibatan Karyawan: Studi Kasus Lingkungan Kerja Hibrida di MCM Group
  33. Menelaah Hubungan antara Kepemimpinan Diri dan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Indonesia
  34. Menelaah Hubungan Negatif antara Persepsi Micromanagement dan Perilaku Inovatif Anggota dalam Organisasi yang Dipimpin Kaum Muda
  35. Model Dukungan Lingkungan Kerja Kolaboratif untuk Peningkatan Produktivitas Kerja
  36. Organizational Epistemic Infrastructure: Strategi Perguruan Tinggi Menghadapi Post-Truth
  37. Panjak Juru Kendhang: Gamelan, Olah Rasa, dan Kepemimpinan (Eksplorasi Kepemimpinan pada Seni Karawitan Jawa)
  38. Pengaruh Diversity Climate dan Psychological Contract terhadap Pembentukan Organizational Identification pada Karyawan di Indonesia
  39. Pengaruh Job Demands dan Job Resources terhadap Burnout, Dimediasi oleh Psychological Empowerment pada Tenaga Kesehatan Khususnya yang Berperan sebagai Tim Vaksinasi COVID-19
  40. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Persepsi Keadilan Interaksional terhadap Kepuasan Kerja Karyawan: Studi pada Generasi Z di Startup Unicorn
  41. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Learning Agility Peserta Magang Bersertifikat Kampus Merdeka
  42. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Personel Layanan Pelanggan
  43. Pengaruh Konten Buatan Karyawan terhadap Persepsi Konsumen atas Autentisitas Merek
  44. Pengaruh Motivasi Kerja dan Perceived Organizational Support (POS) terhadap Komitmen Organisasional pada Pegawai Bank BRI Cabang Malang Kepanjen
  45. Pengaruh Pemberdayaan Psikologis terhadap Suara Karyawan dengan Keadilan Organisasi sebagai Variabel Moderasi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
  46. Pengaruh Perceived Supervisor Support (PSS) dan Job Satisfaction terhadap Turnover Intention pada Karyawan PT X
  47. Pengaruh Pertukaran Pemimpin-Anggota terhadap Kesejahteraan Hidup-Kerja melalui Keterikatan Kerja pada Karyawan Indonesia yang Bekerja di Bawah Supervisor Ekspatriat
  48. Pengaruh Work Engagement dan Self-Efficacy terhadap Workforce Agility
  49. Pengaruh Workforce Agility terhadap Perceived Stress Karyawan dengan Moderator Tolerance for Ambiguity
  50. Pengelolaan Otoritas pada Ketua Organisasi Mahasiswa di Universitas Gadjah Mada: Perspektif Pengurus Harian
  51. Pengembangan Skala Kepemimpinan Adaptif bagi Kepala Sekolah (SKA-14) dengan Pendekatan Bayesian CFA
  52. Peran Anchor Virtues dan Beban Kerja terhadap Work Engagement pada Karyawan Generasi Z
  53. Peran Anchor Virtues dan Quality of Work Life terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Tenaga Kesehatan di RSUP Fatmawati
  54. Peran Anchor Virtues terhadap Career Adaptability Generasi Z yang Dimediasi oleh Resiliensi Karyawan di Perusahaan Digital Start-up
  55. Peran Authentic Leadership terhadap Organizational Belonging melalui Mediasi Psychological Empowerment
  56. Peran Authentic Leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Mediasi Motivasi Kerja di Perusahaan Manufaktur
  57. Peran Budaya Organisasi terhadap Intensi Turnover pada Karyawan
  58. Peran Budaya Organisasi terhadap Kesejahteraan Karyawan Generasi Z dengan Work-Life Balance sebagai Moderator
  59. Peran Budaya Organisasi terhadap Motivasi Kerja Karyawan Lembaga Pendidikan di Indonesia Berdasarkan Two-Factor Theory oleh Herzberg
  60. Peran Career Adaptability dan Leader-Member Exchange terhadap Work Engagement Generasi Milenial
  61. Peran Career Calling terhadap Job Flourishing dengan Psychological Safety sebagai Moderator
  62. Peran Conscientiousness terhadap Counterproductive Work Behavior dalam Bentuk Absensi pada Anggota Gadjah Mada Chamber Orchestra
  63. Peran Creative Thinking dan Self-Efficacy terhadap Workforce Agility Karyawan Startup
  64. Peran Digital Leadership dan Learning Agility terhadap Individual Work Performance pada Aparatur Sipil Negara
  65. Peran Dimensi Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja pada Dosen Perguruan Tinggi Swasta di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  66. Peran Dimensi Leader-Member Exchange terhadap Kemampuan Adaptasi Karyawan Gen Z di Sumatera Selatan
  67. Peran Dimensi Pemberdayaan Psikologis terhadap Job Flourishing pada Karyawan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  68. Peran Disiplin Kerja dan Kepemimpinan Transformasional terhadap Work Engagement (Studi Kasus Karyawan Balai XY Pontianak)
  69. Peran Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan dan Rasa Memiliki terhadap Organisasi terhadap Burnout pada Individu dengan Sakit Kepala Berulang
  70. Peran Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan terhadap Kesejahteraan Eudaimonik di Tempat Kerja pada Industri E-Commerce
  71. Peran Dukungan Supervisor terhadap Performa Kerja pada Peserta Magang Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat dengan Dimoderasi oleh Resiliensi
  72. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Organisasi terhadap Adaptabilitas Karier pada Pekerja Disabilitas
  73. Peran Efikasi Diri dan Kemampuan Pembelajaran Berkelanjutan sebagai Mediator Hubungan Conscientiousness dan Performansi Pembelajaran Kepemimpinan
  74. Peran Efikasi Diri Konselor dan Dukungan Supervisor terhadap Resiliensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Psikologi
  75. Peran Efikasi Diri terhadap Groupthink pada Anggota UKM di Yogyakarta
  76. Peran Efikasi Diri, Budaya Birokrasi, Kepemimpinan Adaptif, dan Employability terhadap Perilaku Kerja Inovatif
  77. Peran Emotional Intelligence dan Workforce Agility terhadap Work Performance (Studi pada Karyawan PT. PNM)
  78. Peran Emotional Intelligence terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Hybrid Workers dengan Internal Locus of Control sebagai Moderator
  79. Peran Emotional Intelligence terhadap Work Meaningfulness: Leader-Member Exchange sebagai Mediator pada Pekerja Generasi Milenial
  80. Peran Emotional Stability terhadap Workforce Agility dengan Kualitas Komunikasi sebagai Mediator
  81. Peran Empathetic Leadership terhadap Kinerja melalui Kepuasan Kerja sebagai Mediator di PT X
  82. Peran Employee Resilience sebagai Mediator dalam Hubungan antara Perceived Organizational Support dan Eudaimonic Workplace Wellbeing pada Pekerja Gen Z Sektor Industri Kreatif
  83. Peran Empowering Leadership Style terhadap Tingkat Work Engagement Karyawan dalam Bidang Digital Agency di D. I. Yogyakarta
  84. Peran Empowering Leadership terhadap Job Crafting dengan Optimisme sebagai Moderator pada Pegawai Berskema Kerja Remote Working
  85. Peran Faktor-Faktor Kepribadian terhadap Organizational Citizenship Behavior (Ocb) pada Aparatur Sipil Negara Generasi Z di Kementerian Pekerjaan Umum
  86. Peran Family Supportive Supervisor Behavior terhadap Psychological Well-Being: Family-Friendly Policies sebagai Moderator pada Karyawan Wanita dengan Peran Ganda di BUMN Klaster Infrastruktur
  87. Peran Flexible Working Arrangement pada Employee Well-Being ASN: Tinjauan Perceived Autonomy sebagai Mediator dengan Moderasi Dukungan Atasan
  88. Peran Flexible Working Arrangement terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Work Meaningfulness sebagai Mediator
  89. Peran Gaya Kepemimpinan Perempuan terhadap Komitmen Kader pada Partai Politik
  90. Peran Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Work Engagement terhadap Perilaku Quiet Quitting di Kalangan Generasi Z
  91. Peran General Self Efficacy dan Meaningful Work terhadap Workforce Agility pada Karyawan Start-Up
  92. Peran Grit terhadap Kesejahteraan Psikologis Dosen dengan Iklim Organisasi sebagai Moderator
  93. Peran Growth Mindset dan Efikasi Diri Guru sebagai Prediktor Perilaku Kerja Inovatif
  94. Peran Identifikasi Organisasi terhadap Kondisi Tumbuh-Sejahtera di Tempat Kerja dengan Jenis Jabatan sebagai Moderator
  95. Peran Iklim Keselamatan Kerja pada Perilaku Kerja Tidak Aman
  96. Peran Iklim Organisasi (Open System) terhadap Innovative Behaviour pada Karyawan Startup
  97. Peran Iklim Sekolah terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Guru dengan Kepemimpinan Diri sebagai Moderator
  98. Peran Inclusive Leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Thriving sebagai Mediator pada Generasi Z
  99. Peran Inclusive Leadership terhadap Workforce Agility dengan Employee Engagement sebagai Mediator: Studi pada Karyawan di Perusahaan Startup X
  100. Peran Information Technology Capability dan Job Autonomy terhadap Workforce Agility
  101. Peran Jenis Kelamin dan Work Engagement terhadap Groupthink pada Karyawan
  102. Peran Job Autonomy dan Perceived Organizational Support terhadap Job Flourishing pada Karyawan Generasi Z
  103. Peran Job Crafting dan Psychological Safety terhadap Perilaku Inovatif Karyawan Generasi Milenial di Perusahaan Fast-Moving Consumer Goods
  104. Peran Job Crafting terhadap Work Meaningfulness: Perceived Organizational Support sebagai Moderator
  105. Peran Job Demands terhadap Burnout dengan Stres Kerja sebagai Mediator serta Dimoderasi Anchor Virtues dan Anchor Materials pada Karyawan di PT X
  106. Peran Keamanan Psikologis dan Komitmen Afektif terhadap Turnover Intentions pada Karyawan IT Generasi Milenial
  107. Peran Keamanan Psikologis dan Komitmen Karier terhadap Tingkat Turnover Intention Karyawan pada Generasi Milenial
  108. Peran Kecerdasan Emosi dan Anchor Virtues terhadap Kepemimpinan Otentik pada Organisasi Kepemudaan
  109. Peran Kepemimpinan Autentik dan Core Self-Evaluation terhadap Organizational Citizenship Behavior
  110. Peran Kepemimpinan Autentik terhadap Kesejahteraan di Tempat Kerja dengan Organizational Belonging sebagai Mediator pada Karyawan Generasi Z
  111. Peran Kepemimpinan Diri (Self Leadership) dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Inovatif Karyawan Startup
  112. Peran Kepemimpinan Diri (Self Leadership) terhadap Kesuksesan Karier Subjektif Karyawan Usia Produktif Dimediasi oleh Core Self-Evaluation
  113. Peran Kepemimpinan Etis terhadap Kepuasan Kelompok dalam Kegiatan KKN-PPM Dimoderasi oleh Gender Pemimpin
  114. Peran Kepemimpinan Inklusif terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Psychological Safety sebagai Mediator (Studi pada ASN Direktorat Jenderal X Kementerian Y)
  115. Peran Kepemimpinan Inklusif terhadap Perilaku Kerja Inovatif melalui Budaya Berakhlak pada Aparatur Sipil Negara
  116. Peran Kepemimpinan Otentik dan Adversity Quotient terhadap Performansi Karier
  117. Peran Kepemimpinan Otentik pada Perilaku Kerja Inovatif dengan Psychological Safety sebagai Mediator
  118. Peran Kepemimpinan Pelayanan Dosen Pembimbing Skripsi terhadap Ideasi Bunuh Diri Mahasiswa Bimbingan dengan Resiliensi sebagai Variabel Mediator
  119. Peran Kepemimpinan Pemberdayaan terhadap Keterikatan Kerja pada ASN Millennial Dimediasi oleh Keamanan Psikologis
  120. Peran Kepemimpinan Profetik terhadap Komitmen Organisasi Pengurus Lembaga Dakwah di UGM
  121. Peran Kepemimpinan Transformasional dan Psychological Capital terhadap Employee Well-Being dan Perilaku Kerja Inovatif Karyawan
  122. Peran Kepemimpinan Transformasional Pelatih dan Ketangguhan Mental terhadap Motivasi Berprestasi pada Atlet Mahasiswa
  123. Peran Kepemimpinan Transformasional terhadap Job Crafting Karyawan Generasi Milenial Perusahaan Fmcg
  124. Peran Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Afektif
  125. Peran Kepemimpinan Transformasional terhadap Work Engagement pada Karyawan yang Pernah Dipimpin oleh Pemimpin Perempuan
  126. Peran Kepribadian Anchor Virtues terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Pegawai Negeri Sipil di DPRD DKI Jakarta
  127. Peran Kepribadian Big Five dan Kepemimpinan Transformasional terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Perawat
  128. Peran Kepribadian Proaktif terhadap Resiliensi Karyawan: Perceived Supervisor Support sebagai Moderator pada Karyawan Generasi Z
  129. Peran Kepuasan Kerja dalam Memediasi Hubungan antara Iklim Organisasi dengan Retensi Karyawan
  130. Peran Kepuasan Kerja dan Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Pt. Sinar Asia Fortuna, Rembang, Indonesia
  131. Peran Kepuasan Kerja sebagai Mediator antara Persepsi Dukungan Organisasi, Anchor Virtues, dan Anchor Material terhadap Kecenderungan Quiet Quitting pada Aparatur Sipil Negara
  132. Peran Keterikatan Kerja dan Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan terhadap Kinerja Karyawan PT Indonesia Steel Tube Works (ISTW)
  133. Peran Keterlibatan Kerja dan Perceived Organizational Support (POS) terhadap Identifikasi Organisasi pada Karyawan ORPPT
  134. Peran Ketidakamanan Kerja terhadap Kesejahteraan di Tempat Kerja dengan Persepsi Dukungan Atasan sebagai Moderator pada Karyawan Kontrak Universitas X
  135. Peran Knowledge Sharing terhadap Workforce Agility dengan Employee Engagement sebagai Moderator
  136. Peran Kohesivitas Kelompok terhadap Absenteeism Karyawan Toko Ritel
  137. Peran Kohesivitas Kelompok terhadap Komitmen Organisasi pada Barista Kedai Kopi di Yogyakarta
  138. Peran Komitmen Afektif terhadap Perilaku Inovatif pada Karyawan Perusahaan Startup
  139. Peran Kompetensi Mengelola Perubahan terhadap Kinerja pada Manajer Kantor Pusat dan Manajer Unit di Era Transformasi PT X
  140. Peran Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan dan Kepercayaan terhadap Organisasi pada Komitmen Afektif untuk Berubah Karyawan di Sektor Pariwisata Bali
  141. Peran Kualitas Interaksi antara Atasan-Bawahan dan Budaya Organisasi terhadap Keterikatan Kerja pada Karyawan Kontrak
  142. Peran Kualitas Kehidupan Kerja dan Servant Leadership terhadap Loyalitas Prajurit TNI Angkatan Udara
  143. Peran Leader Group Prototypicality dan Leader Personal Power terhadap Work Engagement Aparatur Sipil Negara Milenial
  144. Peran Leader Member Exchange (LMX) terhadap Employee Well-Being pada Karyawan Perusahaan Start-Up: Tolerance of Ambiguity sebagai Moderator
  145. Peran Leader Member Exchange (LMX) terhadap Work Engagement dengan Work Meaningfulness sebagai Mediator
  146. Peran Leader Member Exchange terhadap Perilaku Kerja Inovatif Dimediatori oleh Psychological Empowerment
  147. Peran Learning Goal Orientation terhadap Learning Agility pada Management Trainee (MT) dengan Psychological Safety sebagai Moderator
  148. Peran Mindfulness dan Persepsi Dukungan Atasan terhadap Psychological Capital Perawat yang Menangani Pasien COVID-19 di Yogyakarta
  149. Peran Mindfulness terhadap Burnout yang Dimediasi dengan Persepsi Dukungan Atasan pada Karyawan Perusahaan Swasta
  150. Peran Mindset terhadap Individual Readiness for Change pada Karyawan
  151. Peran Modal Psikologis, Persepsi Dukungan Organisasi, dan Keseimbangan Kehidupan Kerja terhadap Burnout Perawat
  152. Peran Occupational Self-Efficacy dan Komitmen Organisasi terhadap Workforce Agility pada Karyawan Startup
  153. Peran Organizational Commitment dan Proactive Personality terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Mahasiswa UGM
  154. Peran Organizational Justice terhadap Employee Engagement dengan Organizational Identification sebagai Mediator pada Karyawan Generasi Z yang Bekerja di Sektor Perbankan
  155. Peran Orientasi terhadap Anchor Virtues pada Resiliensi Karyawan Milenial Sektor Industri Tekstil dan Produk Turunannya
  156. Peran Parenting Style dan Anchor Virtues terhadap Grit Calon Tenaga Kerja pada Masa Pandemi COVID-19
  157. Peran Pengaturan Kerja Fleksibel terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Pemberdayaan Psikologis sebagai Mediator pada Karyawan di Industri Teknologi Edukasi
  158. Peran Pengaturan Kerja Fleksibel terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia
  159. Peran Perceived Organizational Support (POS) dan Individual Readiness for Change (IRFC) terhadap Work Engagement pada Karyawan
  160. Peran Perceived Organizational Support (POS) terhadap Aspirasi Karier pada Mahasiswa Magang
  161. Peran Perceived Organizational Support dan Anchor Virtues terhadap Career Adaptability Pekerja
  162. Peran Perceived Organizational Support dan Job Crafting terhadap Kesuksesan Karier Subjektif pada Generasi Milenial di Perusahaan Startup
  163. Peran Perceived Organizational Support dan Perceived Family Support terhadap Work-Life Balance Karyawan yang Bekerja dari Rumah
  164. Peran Perceived Organizational Support dan Psychological Capital terhadap Psychological Well-Being pada Ibu Bekerja
  165. Peran Perceived Organizational Support dan Values terhadap Work Engagement dengan Work Meaningfulness sebagai Variabel Mediator
  166. Peran Perceived Organizational Support sebagai Moderator Hubungan antara Job Security terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan Generasi Milenial
  167. Peran Perceived Organizational Support sebagai Moderator pada Hubungan antara Psychological Capital dengan Work-Life Balance pada Pekerja
  168. Peran Perceived Organizational Support sebagai Moderator pada Hubungan Emotional Intelligence dan Burnout pada Tenaga Kesehatan
  169. Peran Perceived Organizational Support terhadap Adaptabilitas Karier melalui Mediasi Work Meaningfulness
  170. Peran Perceived Organizational Support terhadap Career Resilience yang Dimediasi oleh Career Adaptability pada Pegawai Non-ASN di RSUD X
  171. Peran Perceived Organizational Support terhadap Komitmen Afektif pada Karyawan Startup Generasi Z
  172. Peran Perceived Organizational Support terhadap Komitmen Organisasi pada Perawat
  173. Peran Perceived Organizational Support terhadap Komitmen Organisasi pada Relawan Organisasi Non-profit di Yogyakarta
  174. Peran Perceived Organizational Support terhadap Organizational Commitment pada Karyawan Generasi Z dengan Job Flourishing sebagai Mediator
  175. Peran Perceived Organizational Support terhadap Performansi Kerja Karyawan Teknisi PT. New Ratna Motor
  176. Peran Perceived Organizational Support terhadap Quite Quitting dengan Job Flourishing sebagai Mediator pada Generasi Z di Perusahaan Startup
  177. Peran Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement Karyawan Generasi Milenial dengan Zoom Fatigue sebagai Moderator
  178. Peran Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement melalui Occupational Self Efficacy sebagai Mediasi pada Karyawan Work from Home
  179. Peran Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement pada Karyawan Startup Generasi Milenial
  180. Peran Perceived Supervisor Support dan Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior
  181. Peran Perceived Supervisor Support terhadap Innovative Work Behavior yang Dimediasi oleh Psychological Safety pada Karyawan Generasi Z
  182. Peran Perceived Supervisor Support terhadap Niat Bertahan pada Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup dengan Psychological Empowerment sebagai Mediator
  183. Peran Perceived Supervisor Support, Neuroticism dan Pengendalian Diri terhadap Perilaku Kerja Kontraproduktif pada PNPP (Pegawai Negeri pada Polri) di Kepolisian Daerah X
  184. Peran Perceived Supervisory Support terhadap Career Satisfaction Karyawan Gen Z
  185. Peran Perceived Supervisory Support terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Teleworker
  186. Peran Perilaku Berbagi Pengetahuan sebagai Mediator antara Iklim Kreatif dan Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan Generasi Z
  187. Peran Persepsi Dukungan Atasan sebagai Moderator dalam Hubungan antara Komitmen Karier dan Kesuksesan Karier
  188. Peran Persepsi Dukungan Organisasi dan Grit terhadap Komitmen Organisasi pada Karyawan Generasi Milenial
  189. Peran Persepsi Dukungan Organisasi dan Psychological Capital terhadap Perilaku Keselamatan di PT X
  190. Peran Persepsi Dukungan Organisasi dan Thriving at Work terhadap Perilaku Kerja Inovatif Karyawan
  191. Peran Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Kesiapan Perubahan Individu yang di Mediasi oleh Psychological Capital
  192. Peran Persepsi Dukungan Sosial dan Budaya Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
  193. Peran Persepsi Keadilan Organisasi dan Komitmen Profesi terhadap Komitmen Organisasi pada Guru SMK Amaliah Ciawi
  194. Peran Persepsi Kepemimpinan Empatik terhadap Komitmen Karier Guru Honorer
  195. Peran Persepsi Lingkungan Kerja dan Dukungan Keluarga terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Penyandang Disabilitas
  196. Peran Persepsi Pengembangan Karier dan Kepemimpinan Melayani terhadap Intensi Turnover pada Karyawan Milenial di Tahap Pembentukan Karier
  197. Peran Persepsi Pengembangan Karier dan Persepsi Dukungan Atasan terhadap Kesuksesan Karier Karyawan Generasi Y
  198. Peran Persepsi terhadap Iklim Organisasi dalam Memprediksi Resiliensi pada Karyawan Generasi Z
  199. Peran Person-Organization Fit dan Perceived Organizational Support terhadap Turnover Intention pada Karyawan PT X
  200. Peran Personal Growth Initiative terhadap Job Flourishing dengan Perceived Organizational Support sebagai Moderator pada Karyawan Beauty Industry
  201. Peran Pertemanan dan Kohesivitas Kelompok terhadap Team Flow pada Pemain Game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) di Indonesia
  202. Peran Proactive Personality dan Thriving at Work terhadap Innovative Work Behavior pada Generasi Z di Perusahaan Startup Yogyakarta
  203. Peran Proactive Personality terhadap Innovative Work Behavior pada Karyawan Start-up: Moderasi Perceived Supervisor Support
  204. Peran Psychological Capital (Psycap) dalam Mengurangi Academic Burnout pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dengan Keanggotaan Organisasi Kemahasiswaan sebagai Moderator
  205. Peran Psychological Capital dan Komitmen Organisasi terhadap Kesiapan untuk Berubah pada Karyawan Startup
  206. Peran Psychological Capital dan Leader Member Exchange (LMX) terhadap Job Performance pada Karyawan Pt. Efg
  207. Peran Psychological Capital dan Organizational Justice sebagai Prediktor dari Work Engagement pada Generasi Z
  208. Peran Psychological Capital dan Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement Karyawan Generasi Milenial
  209. Peran Psychological Capital terhadap Job Insecurity dengan Perceived Organizational Support sebagai Variabel Mediator
  210. Peran Psychological Capital terhadap Kesiapan Perubahan yang Dimediasi oleh Leader Member Exchange di PT X
  211. Peran Psychological Capital terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Psychological Empowerment sebagai Mediator pada Pelaku UMKM Kota Jambi
  212. Peran Psychological Capital terhadap Work Readiness pada Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
  213. Peran Psychological Contract Breach terhadap Quiet Quitting: Employee Voice sebagai Pemediasi
  214. Peran Psychological Empowerment dan Emotional Intelligence terhadap Workforce Agility Berdasarkan Tipe Job Autonomy pada Karyawan Start-up
  215. Peran Psychological Empowerment sebagai Mediator Hubungan Perceived Organizational Support dan Work Engagement pada Generasi Z
  216. Peran Psychological Empowerment terhadap Work Engagement pada Pegawai Aparatur Sipil Negara Generasi Milenial
  217. Peran Psychological Safety dan Psychological Empowerment terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Sektor UMKM
  218. Peran Psychological Safety terhadap Job Crafting dengan Work Passion sebagai Mediator pada Generasi Z yang Bekerja di Perusahaan Start-Up
  219. Peran Quality of Work Life dan Anchor Virtues terhadap Work Engagement dengan Moderator Beban Kerja pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pertanahan Kabupaten X
  220. Peran Religiositas terhadap Gaya Kepemimpinan Melayani pada Organisasi Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada
  221. Peran Resiliensi dan Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement pada Karyawan Gen Z di Perusahaan Startup Yogyakarta
  222. Peran Self-Efficacy dan Komitmen Organisasi terhadap Workforce Agility saat Restrukturisasi Organisasi pada Karyawan PT. Perkebunan Nusantara Group
  223. Peran Self-Esteem dan Organization Based Self-Esteem terhadap Groupthink pada Karyawan
  224. Peran Self-Leadership terhadap Coping Stress dengan Self-Efficacy sebagai Mediator pada Siswa Sekolah Penerbang TNI AU
  225. Peran Servant Leadership dan Self-Efficacy terhadap Performansi Karier
  226. Peran Servant Leadership terhadap Kebahagiaan di Tempat Kerja pada Personel Polda D.I. Yogyakarta
  227. Peran Servant Leadership terhadap Perilaku Kerja Inovatif Dimediatori oleh Work Engagement pada Aparatur Sipil Negara (ASN)
  228. Peran Stres Kerja dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Kerja Inovatif Guru
  229. Peran Subjective Career Success terhadap Turnover Intention: Perceived Supervisor Support sebagai Moderator
  230. Peran Thriving at Work dan Perceived Supervisor Support terhadap Career Adaptability pada Karyawan Early Career
  231. Peran Trait Kepribadian Big Five terhadap Work Engagement: Studi pada Organisasi Kemahasiswaan
  232. Peran Transformasional Leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Psychological Empowerment sebagai Pemediasi (Studi pada Perusahaan Startup)
  233. Peran Transformational Leadership Kepala Sekolah dan Job Insecurity terhadap Psychological Well-Being pada Guru Honorer
  234. Peran Transformational Leadership terhadap Career Adaptability pada Karyawan Generasi Z yang Dimoderasi oleh Role Ambiguity
  235. Peran Transformational Leadership terhadap Organizational Commitment dengan Job Flourishing sebagai Mediator pada Karyawan Generasi Z
  236. Peran Transformational Leadership terhadap Workforce Agility dengan Psychological Empowerment sebagai Mediator
  237. Peran Uncertainty Tolerance dan Kualitas Komunikasi Perubahan terhadap Readiness for Change
  238. Peran Work Engagement sebagai Mediator antara Supervisor Support dan Employee Voice pada Karyawan Generasi Milenial
  239. Peran Work Life Balance dan Perceived Organizational Support terhadap Burnout pada Wanita yang Bekerja
  240. Peran Work-Life Balance terhadap Work Engagement Pekerja Hybrid yang Dimoderasi oleh Kepemimpinan Transformasional
  241. Peran Workforce Agility dalam Hubungan Otonomi Kerja dan Perilaku Kerja Inovatif
  242. Peran Workforce Agility dan Perceived Organization Support terhadap Job Performance Karyawan
  243. Peran Workforce Agility terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Organizational Tenure sebagai Moderator pada Karyawan
  244. Peranan Calling dan Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement Karyawan Swasta pada Masa Pandemi COVID-19
  245. Peranan Self-Awareness dan Grit terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional pada Pemimpin Organisasi Kemahasiswaan UGM
  246. Peranan Work Meaningfulness sebagai Mediator pada Hubungan antara Leader-Member Exchange terhadap Adaptabilitas Karier
  247. Perbandingan Intensi Turnover pada Karyawan Milenial Ditinjau dari Tipe Budaya Organisasi
  248. Perilaku Keselamatan untuk Perlindungan Kesehatan Pekerja di Masa Pandemi COVID-19
  249. Persepsi Dukungan Atasan terhadap Resiliensi Karier Tenaga Kependidikan
  250. Profil Laten Kepribadian Pemimpin dan Perannya terhadap Performa Kerja di PT. ABC
  251. Psychological Safety dan Intensi Turnover pada Karyawan Generasi Milenial: Dukungan Sosial sebagai Moderator
  252. Psychological Safety sebagai Mediator Peran Organizational Culture terhadap Innovative Work Behavior pada Karyawan Generasi Z PT XYZ
  253. Resiliensi sebagai Mediator antara Peran Persepsi Dukungan Supervisor terhadap Employability pada Karyawan Generasi Z
  254. Spiritual Leadership adalah Jalan untuk Menemukan Makna dalam Organisasi: Studi Fenomenologi pada Romo Kongregasi SCJ
  255. The Dysfunctional Organization: Sebuah Studi Kasus Dinamika Tata Kelola Yayasan X
  256. Upaya Pencapaian Meaningful Work melalui Career Adaptability dan Workforce Agility pada ASN yang Mengalami Perubahan Jabatan
  257. Work Engagement dan Komitmen Organisasi Karyawan Milenial Ditinjau dari Persepsi Kepemimpinan Otentik Atasan
  258. Work-Life Balance Karyawan Perusahaan Swasta Ditinjau dari Perceived Long Working Hours dan Psychological Safety saat Bekerja dari Rumah
  259. Workforce Agility Ditinjau dari Job Characteristic dengan Psychological Empowerment sebagai Mediator
  260. Workforce Agility pada Karyawan Startup di Masa New Normal

 

 

Penutup

Kepemimpinan dan perilaku organisasi menentukan wajah sebuah lembaga, dari perusahaan rintisan sampai instansi pemerintah. Penelitian di bidang ini tidak hanya menarik secara akademik, tetapi juga dibutuhkan oleh praktisi SDM dan para pemimpin organisasi. Daftar judul di atas menunjukkan banyaknya pilihan variabel dan konteks yang bisa Anda teliti, sekaligus memperlihatkan bahwa kepemimpinan transformasional dan dukungan organisasi sudah sangat sering dipakai. Cobalah melihat gaya kepemimpinan atau jenis organisasi yang lebih jarang diteliti agar hasil penelitian Anda lebih menonjol.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat