HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Identitas Sosial, Prasangka, dan Relasi Antarkelompok (UGM)

Skripsi dan tesis memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk meneliti persoalan sosial yang dampaknya terasa luas. Indonesia adalah negara dengan ratusan suku, beragam agama, dan perbedaan kelas sosial yang lebar. Keragaman ini bisa menjadi kekuatan, tetapi juga bisa memicu prasangka, stereotip, diskriminasi, dan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Psikologi sosial membantu menjelaskan mengapa orang cenderung membela kelompoknya sendiri, bagaimana prasangka terbentuk, dan apa yang bisa membuat kelompok yang berbeda hidup berdampingan dengan damai. Penelitian di bidang ini bermanfaat bagi sekolah, organisasi, tokoh masyarakat, dan pembuat kebijakan yang ingin membangun kerukunan. Artikel ini menyajikan 58 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang identitas sosial, prasangka, dan relasi antarkelompok.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Topik ini masih relatif jarang diteliti dibanding topik lain, sehingga peluangnya cukup besar. Beberapa arah yang bisa dipertimbangkan:

  1. Prasangka di ruang digital. Ujaran kebencian, polarisasi di media sosial, dan cara algoritma memperkuat “kita versus mereka” masih sedikit diteliti dari sisi psikologi.
  2. Uji program pengurangan prasangka. Kontak antarkelompok, pertukaran pelajar, dan kegiatan bersama lintas agama atau suku perlu diuji secara eksperimen untuk melihat dampaknya.
  3. Kelompok minoritas yang jarang disorot. Pengalaman penghayat kepercayaan, masyarakat adat, pengungsi, dan pekerja migran dalam menghadapi diskriminasi masih jarang diteliti.
  4. Daerah bekas konflik. Proses pemulihan relasi antarkelompok di daerah yang pernah mengalami konflik sosial menyimpan pelajaran penting tentang rekonsiliasi.
  5. Diskriminasi di tempat kerja dan layanan publik. Bias usia, gender, disabilitas, dan asal daerah dalam rekrutmen atau pelayanan masih bisa diteliti dengan desain eksperimen.
  6. Ketimpangan dan sistem sosial tradisional. Cara masyarakat memandang dan melanggengkan ketimpangan, seperti sistem kasta di beberapa daerah, merupakan topik yang khas dan menarik.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Prasangka, Stereotip, dan Diskriminasi. Kelompok terbesar. Meneliti prasangka terhadap etnis Tionghoa, Papua, Ahmadiyah, kelompok LGBT, dan pemeluk agama lain, stereotip terhadap pasangan childfree, stereotip gender, bias usia dalam penilaian asesor, serta bias etnosentris konsumen.
  2. Toleransi dan Relasi Antarkelompok. Membahas toleransi beragama dan budaya, peran kontak antarkelompok dalam mendorong pemaafan, kecerdasan budaya, pertemanan lintas kelompok, dan sikap terhadap pernikahan beda agama.
  3. Identitas Sosial dan Identitas Kelompok. Mencakup pembentukan identitas nasional, identitas etnis dan cara keluarga mewariskannya, identitas dalam komunitas jazz dan Maiyah, identitas penghafal Al-Qur’an, serta identitas kolektif kelompok tani.
  4. Kasta, Ketimpangan, dan Pengalaman Kelompok Minoritas. Meneliti identitas perempuan yang menikah beda kasta di Bali, sistem kasta di Sumba Timur, stres minoritas pada kelompok LGBT, diskriminasi terhadap pekerja disabilitas, dan pengalaman perempuan dalam poligami siri.
  5. Solidaritas dan Loyalitas Kelompok. Membahas aksi solidaritas organisasi pemuda dan dokter di masa pandemi, solidaritas nelayan perempuan Bajo, serta loyalitas kelompok yang bisa mengalahkan integritas.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Identitas Sosial, Prasangka, dan Relasi Antarkelompok

  1. Ambiguitas dalam Eksklusivitas: Makna Hubungan tanpa Status dalam Relasi Pertemanan dengan Lawan Jenis
  2. Ancaman Simbolik sebagai Mediator Peran Fanatisme Kelompok terhadap Prasangka dengan Tingkat Pendidikan dan Durasi Keanggotaan sebagai Moderator
  3. Antara Moralitas dan Toleransi: Fondasi Moral dan Toleransi Beragama pada Masyarakat Indonesia
  4. Bias Etnosentrisme dalam Persepsi Konsumen terhadap Kualitas Layanan dan Intensi Membeli: Studi Eksperimen dengan Partisipan Konsumen Etnis Batak dan Jawa-Surabaya
  5. Communal Sharing sebagai Landasan dalam Aksi Solidaritas Organisasi Pemuda
  6. Dinamika Identitas Sosial Anak Perempuan Pascapernikahan Anak: Studi Kasus di Desa Ban, Karangasem, Bali
  7. Dinamika Psikologis Konstruksi Identitas Kasta Perempuan Nyerod di Bali
  8. Eksplorasi Identitas Sosial pada Anggota Komunitas Jazz Mben Senen di Yogyakarta
  9. Evaluasi Properti Psikometris Skala Intolerance of Uncertainty dengan Pendekatan Model Rasch
  10. Identitas Sosial Penghafal Al-Qur’an di Pesantren
  11. Integrasi Identitas Sosial dalam Relasi Antarkelompok Agama
  12. Intensi Prososial terhadap Ingroup dan Outgroup Berbasis Keagamaan pada Remaja di Sekolah Umum dan Agama
  13. Intergroup Contact Encourages Forgiveness Within Intergroup Conflict
  14. Intoleransi dalam Toleransi: Konsep Toleransi Intergroup Kaum Muda Urban dalam Relasi Pertemanan Cross-Group di Jabodetabek
  15. Kepemimpinan Pemimpin Gereja Katolik Indonesia dalam Upaya Mengantisipasi Polarisasi Politik Menjelang Pemilu Presiden 2024: Studi Kasus
  16. Keterbukaan terhadap Pengalaman sebagai Prediktor Toleransi terhadap Keberagaman Budaya pada Mahasiswa Indonesia
  17. Konstruksi dan Aksentuasi Identitas Sosial Etnis Toraja pada Upacara Rambu Solo’
  18. Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia
  19. Kontribusi Kecerdasan Budaya terhadap Toleransi Hangat pada Dewasa Muda Indonesia
  20. Loyalitas dan Solidaritas di atas Integritas: Dinamika Psikologis Kepatuhan Polisi Indonesia terhadap Subkultur Blue Wall of Silence
  21. Mereka Berbeda: Narasi Prasangka Warga Lokal di Desa Tuapukan, Nusa Tenggara Timur
  22. Motivasi dalam Melakukan Aksi Solidaritas pada Dokter Bali selama Pandemi COVID-19
  23. Navigasi Identitas Sosial dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia
  24. Pembentukan Identitas Nasional: Pengalaman Anak Diplomat Indonesia yang Kembali dari Negara Barat
  25. Pengalaman Membangun Startup bagi Etnis Melayu di Pekanbaru
  26. Pengaruh Diversity Climate dan Psychological Contract terhadap Pembentukan Organizational Identification pada Karyawan di Indonesia
  27. Pengaruh Eksemplifikasi Kontrastereotip terhadap Stereotip dan Jarak Sosial Etnis Papua
  28. Pengaruh Identitas Sosial dan Perbandingan Sosial terhadap Intensi Melakukan Perilaku Berkelanjutan dengan Mengontrol Sikap, Norma Subjektif, dan Persepsi Kendali Perilaku
  29. Pengaruh Orientasi Akulturasi Etnis Tionghoa terhadap Ketertarikan Laki-laki Dewasa Awal dari Etnis Jawa
  30. Pengaruh Referensi dan Ageism terhadap Hasil Penilaian Asesor: Sebuah Studi Eksperimen Faktorial
  31. Pengaruh Religiusitas dan Prasangka Agama pada Sikap terhadap Pernikahan Beda Agama di Indonesia
  32. Pengaruh Sikap Antisemit dan Kepribadian terhadap Konsumerisme Berbasis Etnis
  33. Pengaruh Sosialisasi Etnisitas dalam Keluarga terhadap Harga Diri melalui Mediasi Identitas Etnis pada Remaja Jawa Banyumasan
  34. Pengaruh Status Ingroup-Outgroup Korban dan Sikap Perundungan terhadap Perilaku Prososial Saksi Perundungan pada Siswa SMA X Surakarta
  35. Peran Anxiety Sensitivity & Intolerance of Uncertainty terhadap Kecenderungan Cyberchondria Terkait Pandemi COVID-19 pada Mahasiswa
  36. Peran Brand Image Kosmetik Lokal dalam Menginternalisasi Konsep Keberagaman Warna Kulit terhadap Brand Loyalty Konsumen Gen Z
  37. Peran Doomscrolling dalam Memediasi Hubungan antara Intoleransi terhadap Ketidakpastian dengan Kesejahteraan Mental
  38. Peran Intolerance of Uncertainty terhadap Distres Psikologis Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19 dengan Strategi Koping Maladaptif sebagai Mediator
  39. Peran Keterlibatan Ayah terhadap Resiliensi Mahasiswa Laki-Laki dengan Persepsi terhadap Stereotip Peran Gender Agensi sebagai Mediator
  40. Peran Orientasi Dominasi Sosial dan Ancaman Realistis terhadap Prasangka Kepada Etnis Cina-Indonesia: Apakah Ancaman Realistis Dapat Menjadi Mediator?
  41. Peran Persepsi Budaya Patriarki dan Konservatisme terhadap Stereotip Childfree pada Mahasiswa Indonesia
  42. Peran Religiusitas dan Dark Tetrad terhadap Prasangka Antaragama
  43. Peran Religiusitas, Fundamentalisme Agama, dan Identitas Gender pada Prasangka terhadap LGBT
  44. Peran Stereotip Gender terhadap Konsep Diri Akademik Mahasiswi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia
  45. Persepsi Ancaman sebagai Mediator Peran Identitas Keagamaan terhadap Intoleransi Politik Jemaat Ahmadiyah di Lombok
  46. Persepsi Diskriminasi sebagai Mediator antara Efikasi Diri dan Ketidakpuasan Kerja pada Karyawan dengan Disabilitas
  47. Persepsi Pengguna Instagram terhadap Kehangatan dan Kompetensi Influencers Berdasarkan Identitas Agama, Kebutuhan akan Kognisi, dan Pengalaman Kontak Antarkelompok
  48. Prasangka dan Perilaku Prososial terhadap Outgroup Berbasis Agama pada Remaja
  49. Proses Mahasiswa Multietnis dalam Identifikasi Identitas Diri
  50. Religiusitas, Internalized Homonegativity, dan Subjective Well-being pada Kelompok Minoritas Seksual
  51. Rumah untuk Kembali: Cara Komunitas Maiyah Merawat Common In-group Identity
  52. Sistem Kasta di Sumba Timur: Realitas Bersama dan Legitimasi Ketimpangan Sosial
  53. Solidaritas dari Pesisir: Sitabangang Nelayan Perempuan Bajo
  54. Stres Minoritas dan Pencarian Bantuan: Eksplorasi Pengalaman Laki-Laki Gay di Indonesia
  55. Stres Minoritas sebagai Prediktor Ide Bunuh Diri pada Dewasa Awal LGBT di Indonesia
  56. Subjective Well-Being Perempuan Etnis Madura yang Menjalani Poligami Siri pada Masyarakat Kelas Bawah
  57. Tanah adalah Oksigen: Rekonstruksi dan Negosiasi Identitas Sukatani sebagai Kolektif Agraria
  58. Toleransi Beragama Dinamika Mahasiswa Beragama Islam, Kristen, dan Katolik

 

Penutup

Identitas sosial, prasangka, dan relasi antarkelompok adalah topik yang sangat penting bagi Indonesia yang beragam. Penelitian di bidang ini bisa ikut menyumbang upaya membangun masyarakat yang lebih adil dan rukun. Daftar judul di atas menunjukkan bahwa ruang penelitiannya masih luas, terutama untuk kelompok minoritas, ruang digital, dan uji program pengurangan prasangka. Karena topik ini sensitif, susun pertanyaan penelitian dengan bahasa yang netral, jaga kerahasiaan partisipan, dan hindari generalisasi yang bisa menyinggung kelompok tertentu.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat