HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Gender, Seksualitas, dan Identitas Gender (UGM)

Skripsi dan tesis memberi ruang bagi mahasiswa untuk meneliti topik yang penting tetapi sering dianggap sensitif. Gender dan seksualitas adalah salah satunya. Cara masyarakat memandang peran laki-laki dan perempuan memengaruhi pilihan pendidikan, karier, pengasuhan, sampai kesehatan mental. Di sisi lain, pengetahuan tentang seksualitas yang sehat, persetujuan dalam hubungan, dan pencegahan kekerasan seksual masih sangat dibutuhkan, terutama oleh remaja dan dewasa muda. Penelitian psikologi di bidang ini membantu menjelaskan pengalaman berbagai kelompok secara objektif, membongkar stereotip yang merugikan, dan menyediakan dasar ilmiah bagi pendidikan serta layanan yang lebih tepat. Artikel ini menyajikan 91 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang gender, seksualitas, dan identitas gender.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Beberapa sisi dari topik ini masih jarang diteliti dan layak dikembangkan:

  1. Kesehatan mental laki-laki dan maskulinitas. Tekanan untuk selalu kuat, tidak menangis, dan menjadi pencari nafkah utama berdampak pada kesehatan mental laki-laki, tetapi penelitiannya masih terbatas.
  2. Pendidikan seksualitas dan persetujuan. Program edukasi tentang tubuh, batasan, dan persetujuan (consent) untuk remaja dan mahasiswa perlu dikembangkan dan diuji dalam konteks budaya Indonesia.
  3. Kesetaraan gender di tempat kerja. Kesenjangan gender di industri teknologi, kepemimpinan perempuan, dan pengalaman ibu bekerja setelah cuti melahirkan masih bisa diteliti lebih dalam.
  4. Kekerasan berbasis gender daring. Pelecehan di media sosial, penyebaran konten intim tanpa izin, dan objektifikasi dalam gim daring merupakan isu yang makin mendesak.
  5. Pengalaman kelompok minoritas gender dan seksual. Pengalaman, stres minoritas, dan kebutuhan layanan kesehatan mental kelompok ini masih jarang diteliti secara mendalam dan perlu dikaji dengan etika yang ketat.
  6. Uji kesetaraan alat ukur. Memastikan alat tes psikologi adil bagi laki-laki dan perempuan, melalui analisis seperti differential item functioning, merupakan topik metodologis yang penting.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam enam kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Seksualitas dan Perilaku Seksual. Kelompok terbesar. Meneliti perilaku seksual pranikah remaja, komunikasi seksual antara orang tua dan anak, komunikasi persetujuan seksual pada mahasiswa, kepuasan seksual dalam pernikahan, konsumsi pornografi, efikasi diri dalam perilaku seksual aman, dan standar ganda seksual.
  2. Kekerasan Seksual dan Sikap terhadap Korban. Membahas pengalaman dan pemulihan penyintas kekerasan seksual, kecenderungan menyalahkan korban, mitos pemerkosaan, perspektif keadilan para pendamping, dan objektifikasi seksual dalam gim.
  3. Identitas Gender dan Orientasi Seksual. Mencakup perkembangan identitas gender pada individu nonbiner, pengalaman identitas seksual, negosiasi identitas agama dan seksual, stres minoritas, prasangka terhadap kelompok LGBT, dan individu aromantis.
  4. Maskulinitas, Feminitas, dan Peran Gender. Meneliti makna maskulinitas, ideologi maskulinitas tradisional dalam pengasuhan, konflik peran gender pada laki-laki, seksisme ambivalen, stereotip gender pada mahasiswi STEM, kesenjangan gender di industri teknologi, dan budaya patriarki.
  5. Perempuan, Pekerjaan, dan Pemberdayaan. Membahas pengalaman ibu bekerja, mahasiswi yang juga ibu, perempuan yang mengajukan perceraian, mantan pekerja seks, nelayan perempuan, dan pemberdayaan perempuan dalam layanan kesehatan.
  6. Perbedaan Jenis Kelamin dalam Variabel Psikologis. Berisi perbandingan laki-laki dan perempuan dalam kecemasan, depresi, kecerdasan emosional, motivasi berprestasi, dan theory of mind, serta pengujian kesetaraan alat tes berdasarkan jenis kelamin.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Gender, Seksualitas, dan Identitas Gender

  1. “Tutur Batin Penggugat” Yurisprudensi Terapeutik dan Pemberdayaan Psikologis pada Perempuan Inisiator Perceraian
  2. Brand Image Feminin Sabun Mandi terhadap Minat Beli di Kalangan Konsumen Laki-Laki
  3. Deteksi Kemunculan Differential Item Functioning (DIF) Berdasarkan Jenis Kelamin pada Gadjah Mada Reasoning Test (GAMA-RT)
  4. Dinamika Psikologis dan Strategi Koping pada Pelaku Hubungan Seksual Pranikah Konsensual yang Tidak Diinginkan
  5. Dinamika Psikologis Korban Kekerasan Seksual Saudara Kandung pada Masa Anak-anak
  6. Dinamika Resiliensi Penyintas Kekerasan Seksual
  7. Eksplorasi Gender Gap pada Industri Teknologi Digital: Perspektif Pekerja Perempuan
  8. Eksplorasi Pengalaman Perkembangan Identitas Gender pada Dewasa Awal Nonbiner di Indonesia
  9. Eksplorasi Pengalaman Perkembangan Identitas Gender pada Laki-laki Penyintas Kekerasan Seksual
  10. Family-to-Work Conflict dan Work Engagement pada Ibu Bekerja di Indonesia: Peran Mediasi Recovery Experiences
  11. Fantasi Seksual dan Kepuasan Hubungan Romantis pada Mahasiswa
  12. Hubungan antara Gender dan Kecemasan: Analisis Data Global Burden of Disease 1990-2021
  13. Hubungan antara Just World Belief, Gender, dan Kecenderungan Victim Blaming terhadap Korban Pemerkosaan: Studi Berbasis Vignette pada Mahasiswa Indonesia
  14. Hubungan Intensitas Akses Pornografi Online terhadap Self-esteem Mahasiswa
  15. Hubungan Kepuasan Seksual terhadap Kepuasan Perkawinan pada Suami Istri yang Memiliki Pekerjaan
  16. Hubungan Social Trust dan Gender dengan Kecenderungan Depresi Generasi Y: Analisis Data Survei Nasional IFLS-5
  17. Ini adalah Perjalanan Bersama: Pengalaman Posttraumatuic Growth Penyintas Kekerasan Seksual yang Menjadi Pemimpin Gerakan Pemberdayaan
  18. Kecenderungan Victim Blaming pada Korban Kekerasan Seksual Ditinjau dari Just World Belief dan Jenis Kelamin Korban Berbasis Vignette
  19. Kecerdasan Emosional Dewasa Awal Ditinjau Menggunakan Gender Roles dan Jenis Kelamin
  20. Kelekatan sebagai Mediator antara Konflik Peran yang Dialami oleh Ibu Bekerja dan Regulasi Emosi Anak Usia Prasekolah di Makassar
  21. Kepuasan Pernikahan Istri yang Tinggal Bersama Mertua Ditinjau dari Kepuasan Seksualnya
  22. Kesejahteraan Seksual dan Persepsi Seksualitas Perempuan Penyandang Disabilitas Fisik: Studi Photovoice dan Fenomenologi
  23. Keterlibatan Ibu Bekerja Mendampingi Belajar Membaca Permulaan pada Anak Kelas 1 Sekolah Dasar: Sebuah Studi Kasus
  24. Konflik Penerimaan Diri pada Mantan Pelacur di Daerah Penghasil Pelacur
  25. Life Satisfaction pada Pria Gay yang Hidup dengan HIV: Sebuah Studi Mixed Method
  26. Makna Maskulinitas Laki-Laki bagi Mahasiswi: Sebuah Studi Kualitatif
  27. Memahami “Daddy Issues”: Rendahnya Keterlibatan Ayah dan Dampaknya terhadap Gaya Kelekatan dalam Hubungan Romantis di Masa Depan
  28. Memahami Identitas Gender: Pengalaman Pemeran Idola Lintas Gender (Cross-Gender Idol-Roleplayer) di X
  29. Memahami Komunikasi Persetujuan Seksual pada Mahasiswa: Sebuah Kajian Kualitatif
  30. Metode Transmutasi dalam Pengelolaan Hasrat Seksual Remaja Laki-Laki di Sekolah Homogen Berasrama Berbasis Agama
  31. Model Intensitas Komunikasi Seksual Orang Tua – Remaja
  32. Narasi Pemulihan Wanita Bali Pasca Kekerasan Seksual: Sebuah Studi Etnografi tentang Makna Trauma dalam Bayang-Bayang Sing Beling Sing Nganten
  33. Negosiasi Identitas Agama dan Seksual Pria Muslim Gay Indonesia
  34. Pelacur, Uang, dan Kekuasaan pada Keluarga Pelacur di Desa Penghasil Pelacur Mojotengah
  35. Pengalaman Anak Perempuan sebagai Korban Kekerasan Seksual Inses oleh Ayah Kandungnya: Sebuah Studi Fenomenologi
  36. Pengalaman Penerimaan Sosial pada Mantan Pelacur di Daerah Penghasil Pelacur
  37. Pengalaman Sapphic Indonesia dalam Mengidentifikasi Diri sebagai Lesbian, Biseksual, dan Panseksual
  38. Pengalaman Stres dan Koping Stres pada Student-Mothers yang Membawa Anak Sendirian saat Studi di Luar Negeri
  39. Pengaruh Ideologi Maskulinitas Tradisional terhadap Pengasuhan Otoriter
  40. Pengaruh Kebersatuan Suami-Istri terhadap Resiliensi Keluarga dengan Jenis Kelamin sebagai Moderator
  41. Pengaruh Kelompok Acuan dan Maskulinitas-Feminitas terhadap Penggunaan Produk Perawatan Wajah Laki-Laki
  42. Pengaruh Keterlibatan Pengasuhan Ayah terhadap Konsep Diri Remaja Laki-Laki dengan Maskulinitas Ayah sebagai Variabel Moderator
  43. Pengaruh Maskulinitas-Feminitas dan Gaya Hidup terhadap Penggunaan Produk Perawatan Wajah Laki-Laki
  44. Peran Adiksi Media Sosial terhadap Agresi Siber dengan Moderasi Jenis Kelamin
  45. Peran Eksplorasi Seksual terhadap Kepuasan Seksual pada Perempuan Dewasa Muda Pengguna Pornografi Internet
  46. Peran Father-Child Relationship dan Mother-Child Relationship terhadap Resiliensi Mahasiswa dengan Gender sebagai Moderator
  47. Peran Intensitas Mengakses Konten Boys Love Dua Dimensi (2D) pada Sikap terhadap Homoseksualitas pada Fujoshi Heteroseksual di Indonesia
  48. Peran Intensitas Penggunaan Instagram terhadap Kualitas Pertemanan Online dengan Pengungkapan Diri Online sebagai Mediator dan Dimoderasi oleh Jenis Kelamin pada Remaja Akhir
  49. Peran Jenis Kelamin dan Dark Tetrad terhadap Perilaku Antisosial Pengguna Tinder Indonesia
  50. Peran Jenis Kelamin dan Work Engagement terhadap Groupthink pada Karyawan
  51. Peran Kebersyukuran terhadap Kepuasan Hidup pada Lansia Terlantar di Panti Sosial Tresna Werdha Daerah Istimewa Yogyakarta: Jenis Kelamin sebagai Moderator
  52. Peran Kecerdasan Emosional terhadap Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal dengan Jenis Kelamin sebagai Moderator
  53. Peran Kekerasan dalam Pacaran Siber terhadap Harga Diri Lintas Identitas Gender
  54. Peran Kepemimpinan Etis terhadap Kepuasan Kelompok dalam Kegiatan KKN-PPM Dimoderasi oleh Gender Pemimpin
  55. Peran Kepuasan Pernikahan terhadap Stres Pengasuhan Dimediasi oleh Efikasi Pengasuhan pada Ibu Bekerja
  56. Peran Keterbukaan Diri dan Gender terhadap Intimasi Pertemanan pada Usia Dewasa Awal
  57. Peran Keterlibatan Ayah dan Pengaruhnya terhadap Permisivitas Seksual Pranikah pada Dewasa Awal
  58. Peran Keterlibatan Ayah terhadap Resiliensi Mahasiswa Laki-Laki dengan Persepsi terhadap Stereotip Peran Gender Agensi sebagai Mediator
  59. Peran Komunikasi Seksual Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Bentuk Aktivitas Seksual Remaja SMP di Kabupaten Ponorogo: Usia dan Domisili sebagai Kovariat
  60. Peran Konflik Peran Gender dan Kepuasan Hubungan terhadap Distres Psikologis pada Laki-Laki Indonesia
  61. Peran Konformitas Teman Sebaya dan Komunikasi Orang Tua-Remaja terhadap Perilaku Seksual Pranikah
  62. Peran Moderasi Pengaturan Kerja Fleksibel dalam Hubungan antara Resiliensi dan Kesejahteraan Psikologis Ibu Bekerja di Indonesia
  63. Peran Moderasi Religiusitas pada Pengaruh Atensi Visual terhadap Inhibisi Respons Seksual Laki-laki Muslim
  64. Peran Pemberdayaan Perempuan terhadap Penggunaan Fasilitas Kesehatan selama Persalinan Berdasarkan Hasil Survei Indonesia Demographic and Health Survey 2017
  65. Peran Perceived Organizational Support dan Psychological Capital terhadap Psychological Well-Being pada Ibu Bekerja
  66. Peran Persepsi Budaya Patriarki dan Konservatisme terhadap Stereotip Childfree pada Mahasiswa Indonesia
  67. Peran Religiusitas dan Ikhlas terhadap Resiliensi pada Ibu Bekerja
  68. Peran Religiusitas, Fundamentalisme Agama, dan Identitas Gender pada Prasangka terhadap LGBT
  69. Peran Sexual Self-Efficacy terhadap Upaya Perilaku Seksual Aman pada Emerging Adults di Indonesia
  70. Peran Sifat Maskulinitas terhadap Intensi Mengebut pada Kalangan Dewasa Awal
  71. Peran Sikap Seksisme Ambivalen terhadap Standar Ganda Seksual pada Individu Dewasa Awal
  72. Peran Spiritualitas terhadap Perilaku Seksual Remaja Berpacaran dengan Self Control sebagai Variabel Moderator
  73. Peran Stereotip Gender terhadap Konsep Diri Akademik Mahasiswi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia
  74. Peran Stres terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Generasi Sandwich dengan Jenis Kelamin sebagai Moderator
  75. Perbandingan Motivasi Berprestasi Mahasiswa dalam Bidang Akademik Ditinjau dari Suku Bangsa dan Gender
  76. Perspektif Individu Aromantis tentang Cinta
  77. Perspektif Keadilan bagi Pendamping Korban dan Pendamping Pelaku Kasus Perkosaan
  78. Posttraumatic Growth pada Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual di Indonesia
  79. Psychological Profiling Penyintas Kekerasan Seksual yang Speak-up di Media Sosial: Sebuah Studi Forensik Digital
  80. Religiusitas, Internalized Homonegativity, dan Subjective Well-being pada Kelompok Minoritas Seksual
  81. Self Disclosure dalam Hubungan Cross-Sex Friendship pada Masa Remaja
  82. Solidaritas dari Pesisir: Sitabangang Nelayan Perempuan Bajo
  83. Stigma Diri, Stigma Publik, dan Jenis Kelamin dalam Memprediksi Sikap Mencari Bantuan Profesional Kesehatan Mental pada Mahasiswa
  84. Stres Minoritas dan Pencarian Bantuan: Eksplorasi Pengalaman Laki-Laki Gay di Indonesia
  85. Stres Minoritas sebagai Prediktor Ide Bunuh Diri pada Dewasa Awal LGBT di Indonesia
  86. The Subtle Myth of Rape Acceptance: Studi Kualitatif pada Mahasiswa Laki-laki di Yogyakarta
  87. Theory of Mind Anak Usia Awal dan Akhir Masa Middle Childhood Berdasarkan Jenis Kelamin
  88. Tonic Immobility pada Penyintas Pelecehan Seksual: Suatu Studi Kasus
  89. Validasi Tes Kognitif AJT: Pengukuran Invariansi pada Jenis Kelamin, Usia, dan Suku
  90. Visual Gaze dan Objektifikasi Seksual: Studi Eye-Tracking pada Karakter Perempuan dan Laki-Laki di Genshin Impact
  91. You are You: Perkembangan Identitas Seksual Emerging Adulthood yang Berinteraksi dalam Fandom K-pop

 

Penutup

Gender, seksualitas, dan identitas gender adalah topik yang menyentuh banyak aspek kehidupan, dari keluarga, sekolah, tempat kerja, sampai kesehatan mental. Penelitian di bidang ini bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih adil dan aman bagi semua orang. Daftar judul di atas memperlihatkan ragam tema yang bisa dipilih, dari seksualitas remaja, kekerasan seksual, sampai peran gender di dunia kerja. Karena topiknya sensitif, siapkan prosedur etik yang matang, jaga kerahasiaan partisipan, gunakan bahasa yang netral dan menghormati, serta konsultasikan rancangan penelitian dengan pembimbing sejak awal.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat