HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Kesejahteraan Psikologis, Kebahagiaan, dan Kepuasan Hidup

Skripsi dan tesis tidak harus selalu berangkat dari masalah. Penelitian juga bisa bertanya: apa yang membuat hidup seseorang terasa baik, bermakna, dan memuaskan? Pertanyaan inilah yang menjadi inti topik kesejahteraan psikologis, kebahagiaan, dan kepuasan hidup. Topik ini penting karena sehat secara mental bukan sekadar tidak sakit, melainkan juga mampu berkembang, punya hubungan yang hangat, dan merasa hidupnya berarti. Hasil penelitian di bidang ini bisa dipakai sekolah, kampus, perusahaan, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang membuat orang tumbuh, bukan hanya bertahan. Artikel ini menyajikan 283 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang kesejahteraan psikologis, kebahagiaan, dan kepuasan hidup.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Topik ini termasuk yang paling populer, sehingga mahasiswa perlu jeli mencari sudut yang berbeda. Beberapa peluang yang masih terbuka:

  1. Konsep sejahtera menurut budaya lokal. Makna hidup yang baik bagi masyarakat Mandar, Sasak, atau Jawa bisa berbeda dari teori Barat. Kajian indigenous seperti ini masih sedikit dan sangat berpotensi orisinal.
  2. Kesejahteraan digital. Bagaimana seseorang tetap sejahtera di tengah notifikasi, media sosial, dan kerja jarak jauh adalah pertanyaan yang makin relevan, termasuk pengembangan alat ukurnya.
  3. Kelompok yang terpinggirkan. Narapidana, anak di panti asuhan, lansia terlantar, pekerja informal, dan kelompok minoritas masih jarang diteliti dari sisi kesejahteraannya.
  4. Uji program peningkatan kesejahteraan. Banyak judul baru sampai pada hubungan antarvariabel. Program berbasis rasa syukur, savoring, atau model PERMA perlu diuji secara eksperimen.
  5. Kesejahteraan Gen Z di dunia kerja. Fenomena quiet quitting, kerja fleksibel, dan pencarian makna kerja pada generasi muda membuka banyak pertanyaan baru bagi psikologi industri.
  6. Penelitian jangka panjang. Memantau perubahan kesejahteraan seseorang dari waktu ke waktu, misalnya saat transisi kuliah ke kerja atau menjelang pensiun, akan memberi gambaran yang lebih utuh.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam enam kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Kesejahteraan Mahasiswa dan Siswa. Kelompok terbesar. Meneliti peran dukungan sosial, efikasi diri akademik, resiliensi, dan regulasi emosi terhadap kesejahteraan mahasiswa rantau, mahasiswa tingkat akhir, siswa SMP–SMA, santri, dan siswa di sekolah inklusi, termasuk di masa pembelajaran daring.
  2. Kesejahteraan di Tempat Kerja. Membahas job flourishing, employee well-being, kebahagiaan kerja, dan thriving at work, terutama pada karyawan Gen Z, serta kaitannya dengan dukungan organisasi, gaya kepemimpinan, kerja fleksibel, dan kecenderungan quiet quitting.
  3. Keluarga dan Relasi Dekat. Mencakup keterlibatan ayah, pengasuhan, keberfungsian keluarga, perceraian orang tua, kedekatan dengan kakek-nenek, pasangan childfree, pernikahan jarak jauh, status lajang, generasi sandwich, sampai kelekatan dengan hewan peliharaan.
  4. Kekuatan Pribadi dan Spiritualitas. Meneliti rasa syukur, optimisme, harapan, grit, welas asih diri, kemampuan menikmati momen (savoring), kekhusyukan shalat, dzikir, religiusitas, keterhubungan dengan alam, dan gaya hidup minimalis.
  5. Kualitas Hidup Kelompok Khusus. Berisi kesejahteraan lansia dan penuaan yang sukses, narapidana, pasien penyakit kronis, penyandang disabilitas, anak di panti asuhan, anak angkat, kelompok minoritas, serta konsep sejahtera dalam budaya Mandar dan Sasak.
  6. Media Sosial, Fandom, dan Hiburan. Mengkaji pengaruh penggunaan media sosial, perbandingan sosial di Instagram dan Twitter, dukungan sosial daring, pemujaan idola K-pop, dan keterlibatan dengan musik terhadap kebahagiaan dan kepuasan hidup.

 

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Kesejahteraan Psikologis, Kebahagiaan, dan Kepuasan Hidup

  1. “Bekti pada Orang Tua Ora Ana Ilange”: Perjalanan menuju Successful Aging pada Lanjut Usia yang Merawat Orang Tuanya
  2. A Third Place: Peran Dimensi Place Attachment pada Ruang Ketiga terhadap Psychological Well-Being Mahasiswa Gen-Z
  3. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Psychological Well-being Guru (Studi Kasus: Guru SD Ummahatul Mukminin Pekanbaru)
  4. Analisis Peran Konsep Diri dan Lingkungan Pengasuhan terhadap Kesejahteraan Subjektif Remaja
  5. Apakah Kepuasan terhadap Kompensasi dan Tunjangan Berhubungan dengan Flourishing Karyawan? Perspektif Karyawan
  6. Berjuang di Tengah Keterbatasan: Pengalaman Transisi ke Dunia Kerja dan Kesejahteraan Psikologis Kaum Muda
  7. Dari Kesejahteraan Psikologis Konvensional menuju Kesejahteraan Digital: Kualitatif Eksploratif dan Validasi Psikometrik
  8. Dinamika Keluarga dan Kepuasan Hidup Istri pada Pasangan Childfree Indonesia
  9. Dinamika Kesejahteraan Psikologis pada Rekan Peneliti Anak (Child Co-researcher) di Sekolah Dasar
  10. Dinamika Kesejahteraan Psikologis Pasien Hipertensi yang Melakukan Aktivitas Home Gardening
  11. Dinamika Kualitas Hidup Individu dengan Post-Traumatic Growth (PTG) Pasca Kehilangan Seorang Ayah
  12. Dinamika Optimisme Caregiver dalam Upaya Penyembuhan Orang dengan Skizofrenia (ODS)
  13. Dinamika Psychological Well-Being pada Waria dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI)
  14. Dinamika Psychological Well-Being pada Youtuber yang Membuat Konten Menolong ODGJ Terlantar
  15. Dinamika Subjective Well-Being pada Sukarelawan Mahasiswa Tanggap Bencana Alam
  16. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery (HGI) terhadap Peningkatan Kualitas Hidup pada Individu dengan Obesitas
  17. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery (HGI) untuk Meningkatkan Quality of Life (QoL) pada Individu dengan Cardiovascular Disease (CVD)
  18. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery (HGI) untuk Meningkatkan Quality of Life (QoL) pada Individu dengan Simptom Depresi: A Systematic Literature Review
  19. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery (HGI) untuk Meningkatkan Subjective Well-being (SWB) pada Individu dengan Ischaemic Heart Disease (IHD)
  20. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery pada Peningkatan Quality of Life Individu dengan Psikosomatis
  21. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery terhadap Peningkatan Kualitas Hidup pada Individu dengan Depresi
  22. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Individu dengan Ischemic Heart Disease atau Jantung Koroner
  23. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery untuk Meningkatkan Subjective Well-Being pada Individu dengan Diabetes Mellitus Tipe-2
  24. Efektivitas Hypnotic Guided Imagery untuk Meningkatkan Subjective Well-Being pada Individu dengan Penyakit Jantung Iskemik (Ischaemic Heart Disease): A Systematic Review
  25. Efektivitas Hypnotic Guided IMagery untuk Meningkatkan Subjective Well-Being pada Individu dengan Penyakit Kardiovaskuler: A Systematic Literature Review
  26. Efektivitas Intervensi Hypnotic Guided Imagery untuk Meningkatkan Happiness at Work pada Karyawan dengan Masalah Job Performance
  27. Efikasi Diri Akademik sebagai Mediator antara Problem-focused Coping dan Emotion-focused Coping terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi
  28. Efikasi Diri Diprediksi oleh Personal Belief in a Just World dengan Optimisme sebagai Mediator
  29. Eksplorasi Kesejahteraan Psikologis pada Penggemar Musik Usia Dewasa Awal di Indonesia
  30. Ekspresi Emosi Positif Keluarga sebagai Moderator Peranan Sensitivitas Penghargaan terhadap Covitality pada Remaja
  31. Emosi sebagai Prediktor Subjective Well-Being pada Mahasiswa
  32. Faktor-Faktor Pendukung Meningkatnya Psychological Well-Being pada Korban Kekerasan dalam Berpacaran di Daerah Istimewa Yogyakarta
  33. Flourishing pada Dewasa Autistik
  34. Flourishing sebagai Mediator Peran Work Engagement terhadap Parent-Child Relationship
  35. Gambaran Celebrity Worship dan Psychological Well-being pada Remaja Penggemar K-pop
  36. Gambaran Relational Wellbeing Remaja di MAN 3 Sleman: Studi Partisipatif melalui Photovoice dan Podcast
  37. Gratitude-Cognitive Behavior Therapy untuk Menurunkan Tingkat Infertility-related Stress pada Perempuan
  38. Harga dari Kelangkaan: Peran Prediktif Kelangkaan Finansial dan Kesejahteraan Finansial terhadap “Quiet Quitting” pada Pekerja Generasi Z
  39. Harga Diri sebagai Moderator Peran Keterlibatan Pengasuhan Kakek-Nenek terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Anak Usia Sekolah Dasar
  40. Hubungan Afek Positif dan Kualitas Hidup pada Individu dengan Penyakit Kronis
  41. Hubungan antara Fobia Spesifik dan Berbagai Domain Kualitas Hidup Mahasiswa
  42. Hubungan antara Job Crafting dan Psychological Well-being pada Karyawan Bidang Indsutri Kreatif
  43. Hubungan antara Kelekatan dengan Hewan Peliharan (Pet Attachment) dan Eudaimonic Well-being pada Dewasa Awal
  44. Hubungan antara Kualitas Relasi Saudara Kandung dan Kepuasan Hidup dengan Kecenderungan Memiliki Ide Bunuh Diri pada Individu Beranjak Dewasa yang Merantau
  45. Hubungan antara Pemaafan dan Kebahagiaan di Kalangan Mahasiswa Rantau dengan Resiliensi sebagai Mediatornya
  46. Hubungan antara Permeabilitas Batas Kerja-Keluarga dan Kepuasan Hidup Keluarga pada Perempuan Bekerja di Indonesia
  47. Hubungan antara Persepsi Gaya Pengasuhan dan Kepuasan Hidup pada Remaja Akhir selama Masa Pandemi COVID-19
  48. Hubungan antara Self-Compassion dan Kualitas Hidup pada Orang dengan HIV/AIDS
  49. Hubungan Body Mass Index (BMI) dan Subjective Wellbeing (SWB) pada Remaja (Analisis Data IFLS-5)
  50. Hubungan Kekhusyukan dalam Shalat dengan Subjective Well-Being pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  51. Hubungan Kesejahteraan Spiritual dan Resiliensi pada Pasien Kanker Dewasa Awal
  52. Hubungan Keterbukaan Diri di Media Sosial dan Kesejahteraan Subjektif yang di Mediasi oleh Dukungan Sosial dalam Jejaring Sosial pada Kelompok Remaja Akhir
  53. Hubungan Musical Engagement terhadap Subjective Well-Being Mahasiswa dengan Self-Esteem sebagai Variabel Mediator
  54. Hubungan Musik Sedih dan Kesejahteraan Subjektif dengan Emotional-Approach Coping sebagai Mediator
  55. Hubungan Persepsi Well-Designed Space di Tempat Kerja dengan Psychological Well-Being Pegawai Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor
  56. Hubungan Relasi Interpersonal Atasan dan Bawahan terhadap Well-Being Karyawan
  57. Ideasi Bunuh Diri pada Mahasiswa: Peran Protektif Kebersyukuran dan Dukungan Sosial
  58. Intervensi Menulis Pengalaman Emosional Bersyukur bagi Mahasiswa dengan Kecenderungan Depresi
  59. Intervensi Psikologis untuk Mendukung Well-Being Orang Tua dengan Anak Neurodevelopmental Disorders (NDD) di Wilayah Low- and Middle-Income Countries (LMIC): Sebuah Scoping Review
  60. Kebahagiaan Ditinjau dari Stres Akademik pada Mahasiswa di Universitas Gadjah Mada
  61. Keberfungsian Keluarga sebagai Moderator Hubungan antara Manajemen Waktu dan Kesejahteraan Psikologis pada Remaja
  62. Keberhasilan Akademik Remaja: Peran Kegigihan, Pengaturan Emosi Diri dan Pengasuhan Berbasis Kekuatan dengan Kesejahteraan Subjektif sebagai Mediator
  63. Kepemimpinan Otentik dan Kesejahteraan Sosial: Peran Mediasi Be Myself
  64. Kesejahteraan Psikologis Individu pada Masa Dewasa Awal yang Tumbuh dalam Keluarga dengan Orang Tua Bercerai
  65. Kesejahteraan Psikologis pada Remaja dengan Ketidakhadiran Ayah secara Fisik Akibat Perceraian Orang Tua
  66. Kesejahteraan Seksual dan Persepsi Seksualitas Perempuan Penyandang Disabilitas Fisik: Studi Photovoice dan Fenomenologi
  67. Kesepian sebagai Mediator pada Peran Spiritualitas di Tempat Kerja terhadap Kesejahteraan Mental ASN dengan Flexible Working Arrangement: Harga Diri sebagai Moderator
  68. Ketahanan Keluarga dan Kesejahteraan Psikologis pada Masyarakat yang Kehilangan Pekerjaan di Tengah Pandemi COVID-19
  69. Kondisi Sosio-Emosional dan Kesejahteraan Psikologis Siswa Sekolah Dasar pada Masa Transisi Pembelajaran
  70. Kontribusi Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Subjektif: Studi pada Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19
  71. Life Satisfaction pada Pria Gay yang Hidup dengan HIV: Sebuah Studi Mixed Method
  72. Memahami Kebahagiaan melalui Suara Anak yang Masuk ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) selama Pandemi COVID-19
  73. Memahami Kesejahteraan Psikologis Anak Angkat Dewasa
  74. Menua Bahagia dalam Senyap: Memahami Jalur Perkembangan Successful Aging dari Perspektif Life Course pada Transpuan
  75. Merajut Cita di Kala Krisis: Peran Positive Reappraisal dan Hope terhadap Quarter-Life Crisis pada Individu Dewasa Awal
  76. Merajut Makna di Usia Senja: Kesejahteraan Subjektif Lanjut Usia Terlantar di Panti Werdha Budhi Dharma
  77. Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar dengan Mediasi Kekuatan Karakter
  78. Online-Learning saat Pandemi COVID-19: Stres Akademik terhadap Subjective Well-Being dengan Adaptive Coping sebagai Mediator
  79. Pemaknaan Kepuasan Hidup pada Gen Z Dewasa Awal di Yogyakarta
  80. Pengaruh Attachment terhadap Hewan Peliharaan terhadap Psychological Wellbeing Pemiliknya
  81. Pengaruh Celebrity Worship terhadap Psychological Well-Being pada Dewasa Awal di Indonesia
  82. Pengaruh Kebersyukuran terhadap Resiliensi Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus
  83. Pengaruh Meditasi Transendental terhadap Kesejahteraan Psikologis: Peran Mediasi Kecemasan pada Siswa SMA
  84. Pengaruh Perceived Organization Support pada Subjective Well-Being Karyawan Gen Z
  85. Pengaruh Pertukaran Pemimpin-Anggota terhadap Kesejahteraan Hidup-Kerja melalui Keterikatan Kerja pada Karyawan Indonesia yang Bekerja di Bawah Supervisor Ekspatriat
  86. Pengaruh Pet Attachment terhadap Psychological Well-Being Pemilik Anjing Dan/atau Kucing pada Emerging Adults
  87. Pengaruh Stres Kerja terhadap Kesejahteraan Psikologis: Peran Moderasi Growth Mindset pada Karyawan Gen Z
  88. Penggunaan Internet Bermasalah terhadap Kepuasan Hidup dan Kecemasan Mahasiswa selama Pandemi COVID-19
  89. Penggunaan Media Sosial Pasif dan Psychological Wellbeing Pengguna Instagram Dewasa Awal pada Masa Pandemi COVID-19: Mixed Methods
  90. Penyesuaian Akademik sebagai Mediator Hubungan Efikasi Diri Akademik terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa Baru di Era Pandemi
  91. Peran Adaptabilitas dan Kebijaksanaan terhadap Kepuasan Hidup pada Emerging Adult
  92. Peran Adaptabilitas terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Pasa Masa Pandemi COVID-19
  93. Peran Adverse Childhood Experiences terhadap Subjective Well-being yang Dimoderatori oleh Parasocial Relationship pada Emerging Adulthood
  94. Peran Adversity Quotient terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa UGM dengan Tingkat Angkatan sebagai Variabel Moderator
  95. Peran Aktivitas Fisik dan Hedonic Well-Being terhadap Kecenderungan Depresi pada Usia Dewasa di Indonesia
  96. Peran Anchor Virtue, Anchor Material, Anchor Self, serta Anchor Others terhadap Flourishing pada Emerging Adulthood
  97. Peran Beban Kerja terhadap Flourishing dengan Work-life Balance sebagai Mediator pada Pekerja Sales
  98. Peran Beban Pengasuhan terhadap Kepuasan Hidup Individu yang Merawat Lansia: Resiliensi sebagai Moderator
  99. Peran Beban Pengasuhan terhadap Kualitas Hidup dengan Dukungan Sosial sebagai Moderator pada Pengasuh Orang dengan Skizofrenia
  100. Peran Belajar Berdasar Regulasi Diri dan Persepsi Keterlibatan Orang Tua terhadap Kesejahteraan Psikologis Siswa SMP yang Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh
  101. Peran Budaya Organisasi terhadap Kesejahteraan Karyawan Generasi Z dengan Work-Life Balance sebagai Moderator
  102. Peran Career Calling terhadap Job Flourishing dengan Psychological Safety sebagai Moderator
  103. Peran Caregiver Burden terhadap Psychological Well-Being Sandwich Generation Dimoderatori oleh Religiusitas
  104. Peran Caregiver Burden terhadap Psychological Well-being Sandwich Generation: Self-compassion sebagai Moderator
  105. Peran Celebrity Worship pada Eudaimonic Well-Being dalam Fandom/Fanbase ARMY di Indonesia
  106. Peran Celebrity Worship terhadap Psychological Well-Being pada Dewasa Awal Penggemar K-Pop
  107. Peran Clutter dan Kebiasaan Decluttering terhadap Subjective Well-Being Mahasiswa yang Tinggal di Rumah dan Kost selama Pandemi COVID-19
  108. Peran Cognitive Reappraisal terhadap Kepuasan Hidup dengan Gratitude sebagai Mediator pada Emerging Adults
  109. Peran Desain Kerja terhadap Kesejahteraan dan Kinerja Karyawan
  110. Peran Dimensi – Dimensi Flourishing di Organisasi terhadap Kesiapan Kerja Anggota Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
  111. Peran Dimensi Pemberdayaan Psikologis terhadap Job Flourishing pada Karyawan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  112. Peran Dimensi-Dimensi Job Flourishing terhadap Komitmen Organisasi pada Karyawan Generasi Z
  113. Peran Doomscrolling dalam Memediasi Hubungan antara Intoleransi terhadap Ketidakpastian dengan Kesejahteraan Mental
  114. Peran Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan terhadap Kesejahteraan Eudaimonik di Tempat Kerja pada Industri E-Commerce
  115. Peran Dukungan Sosial dan Optimisme terhadap Stress-Related Growth pada Anak dari Keluarga Bercerai
  116. Peran Dukungan Sosial dan Strategi Koping Adaptif terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19
  117. Peran Dukungan Sosial Keluarga dan Resiliensi terhadap Subjective Well-Being Siswa SMA selama Masa Pandemi COVID-19
  118. Peran Dukungan Sosial Keluarga terhadap Successful Aging Lansia Pensiunan di Yogyakarta
  119. Peran Dukungan Sosial Online terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja yang Menggunakan Instagram
  120. Peran Dukungan Sosial Orang Tua dan Resiliensi terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tahun Pertama selama Perkuliahan Daring
  121. Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Kebahagiaan Mahasiswa Perantau-Tidak Perantau
  122. Peran Dukungan Sosial terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa Rantau: Kepuasan Hidup sebagai Mediator
  123. Peran Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa dalam Masa Pandemi COVID-19
  124. Peran Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa
  125. Peran Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup
  126. Peran Efikasi Diri Akademik dan Dukungan Keluarga terhadap Subjective Well-Being Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi
  127. Peran Efikasi Diri Akademik dan Harga Diri terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa yang Sedang Menyelesaikan Skripsi Bersamaan dengan Melaksanakan Magang
  128. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Teman terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa
  129. Peran Efikasi Diri terhadap Kesejahteraan Psikologis Guru Sekolah Inklusif
  130. Peran Employee Resilience sebagai Mediator dalam Hubungan antara Perceived Organizational Support dan Eudaimonic Workplace Wellbeing pada Pekerja Gen Z Sektor Industri Kreatif
  131. Peran Empowering Leadership terhadap Job Crafting dengan Optimisme sebagai Moderator pada Pegawai Berskema Kerja Remote Working
  132. Peran Family Supportive Supervisor Behavior terhadap Psychological Well-Being: Family-Friendly Policies sebagai Moderator pada Karyawan Wanita dengan Peran Ganda di BUMN Klaster Infrastruktur
  133. Peran Fear of Missing Out (FoMO) dan Social Intelligence terhadap Kepuasan Hidup pada Mahasiswa
  134. Peran Fleksibilitas Psikologis dan Resiliensi terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Indonesia di Era Pandemi COVID-19
  135. Peran Flexible Working Arrangement pada Employee Well-Being ASN: Tinjauan Perceived Autonomy sebagai Mediator dengan Moderasi Dukungan Atasan
  136. Peran Flourishing terhadap Perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) yang Dimoderatori oleh Self-Compassion pada Dewasa Muda
  137. Peran Gaya Hidup Minimalis terhadap Subjective Well-being pada Mahasiswa
  138. Peran Gaya Hidup Sehat dan Pilihan Makanan Sehat sebagai Mediator Hubungan antara Tuntutan Pekerjaan dan Kesejahteraan Karyawan
  139. Peran Gaya Kelekatan (Attachment Style) terhadap Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well-Being) Wanita Dewasa Awal dalam Relasi Romantis
  140. Peran Gratitude dalam Memprediksi Subjective Well-Being Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Gadjah Mada
  141. Peran Gratitude dan Social Support terhadap Body Dissatisfaction pada Mahasiswi
  142. Peran Grief terhadap Life Satisfaction Penyintas Kehilangan Anggota Keluarga selama Pandemi COVID-19
  143. Peran Grit terhadap Kesejahteraan Psikologis Dosen dengan Iklim Organisasi sebagai Moderator
  144. Peran Grit terhadap Well-Being pada Emerging Adults
  145. Peran Harga Diri dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja
  146. Peran Hope dalam Memediasi Hubungan antara Self-Concept Clarity dan Subjective Well-Being Siswa SMPN a di Kota Yogyakarta
  147. Peran Iklim Sekolah dan Kebersyukuran terhadap Sense of School Belonging pada Siswa SMA di Yogyakarta
  148. Peran Inclusive Leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Thriving sebagai Mediator pada Generasi Z
  149. Peran Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Psychological Well-Being dengan Mediator Self-Esteem pada Emerging Adulthood
  150. Peran Job Autonomy dan Perceived Organizational Support terhadap Job Flourishing pada Karyawan Generasi Z
  151. Peran Job Autonomy terhadap Psychological Well-being pada Karyawan Kontrak PT Rekaindo Global Jasa
  152. Peran Job Flourishing terhadap Kecenderungan Quiet Quitting pada Generasi Z di Indonesia
  153. Peran Kebahagiaan terhadap Perilaku Pembelian Impulsif pada Remaja Akhir
  154. Peran Keberfungsian Keluarga terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Dewasa Awal dengan Resiliensi sebagai Mediator
  155. Peran Kebersyukuran dan Dukungan Sosial terhadap Citra Tubuh pada Perempuan Pascamelahirkan
  156. Peran Kebersyukuran terhadap Kepuasan Hidup pada Lansia Terlantar di Panti Sosial Tresna Werdha Daerah Istimewa Yogyakarta: Jenis Kelamin sebagai Moderator
  157. Peran Kecerdasan Emosi dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Guru Taman Kanak – Kanak
  158. Peran Kecerdasan Emosi dan Keberfungsian Keluarga terhadap Kepuasan Hidup Remaja
  159. Peran Kecerdasan Emosi terhadap Kesejahteraan Psikologis Siswa SMP yang Melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Dukungan Sosial Orang Tua sebagai Moderator
  160. Peran Kedekatan Emosional dengan Kakek Nenek terhadap Kesejahteraan Psikologis Dewasa Awal: Efikasi Diri sebagai Mediator
  161. Peran Kekhusyukan dalam Shalat dan Kebersyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa
  162. Peran Kelekatan Kepada Ibu terhadap Fungsi Eksekutif Remaja Awal Dimediasi Kesejahteraan Emosi
  163. Peran Kelekatan pada Hewan Peliharaan terhadap Kesejahteraan Subjektif Perempuan Dewasa Awal
  164. Peran Kelekatan Teman Sebaya terhadap Kepuasan Hidup pada Mahasiswa
  165. Peran Kepemimpinan Autentik terhadap Kesejahteraan di Tempat Kerja dengan Organizational Belonging sebagai Mediator pada Karyawan Generasi Z
  166. Peran Kepemimpinan Transformasional dan Psychological Capital terhadap Employee Well-Being dan Perilaku Kerja Inovatif Karyawan
  167. Peran Kepribadian Big Five terhadap Psychological Well-Being dengan Adaptive Coping sebagai Mediator pada Siswa Penghafal Al-Quran
  168. Peran Kepribadian, Syukur dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Akhir Memiliki Orang Tua Bercerai
  169. Peran Kepuasan Hidup dan Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Fear of Missing Out pada Mahasiswa yang Merantau
  170. Peran Kesejahteraan Finansial pada Gaya Pengambilan Keputusan Pembelian Mahasiswa
  171. Peran Kesejahteraan Psikologis terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia DIni
  172. Peran Kesejahteraan Spiritual dalam Memoderasi Hubungan antara Kesepian dan Non-Suicidal Self-injury pada Emerging Adulthood
  173. Peran Kesejahteraan Subjektif pada Kualitas Hidup Individu dengan Penyakit Kronis
  174. Peran Kesepian dan Kesejahteraan Psikologis terhadap Pemujaan Selebritas pada K-Popers Usia Dewasa Awal
  175. Peran Kesepian terhadap Subjective Well-Being (SWB) dengan Mediator Adiksi Internet pada Mahasiswa yang Berdomisili di Wilayah Zona Merah COVID-19 di Pulau Jawa
  176. Peran Ketaatan Beragama terhadap Kepuasan Hidup pada Dewasa Awal (Studi IFLS-5)
  177. Peran Keterbatasan Fungsi Fisik terhadap Kualitas Hidup pada Lansia dengan Regulasi Emosi sebagai Mediator
  178. Peran Keterhubungan Alam (Nature Relatedness) terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa
  179. Peran Keterlibatan Ayah dan Kesejahteraan Psikologis terhadap Konsep Diri Remaja Gen Z
  180. Peran Keterlibatan Ayah terhadap Kesejahteraan Psikologis Dewasa Muda
  181. Peran Ketidakamanan Kerja terhadap Kesejahteraan di Tempat Kerja dengan Persepsi Dukungan Atasan sebagai Moderator pada Karyawan Kontrak Universitas X
  182. Peran Kompetensi Sosial Emosi Guru terhadap Kesejahteraan Subjektif Siswa SMP Dimediasi oleh Hubungan Guru dan Siswa
  183. Peran Komunikasi Keluarga terhadap Psychological Well-Being Individu Dewasa Awal
  184. Peran Kondisi Well-being terhadap Persepsi Kinerja Kerja pada Karyawan Generasi Z
  185. Peran Kualitas Persahabatan terhadap Kebahagiaan pada Mahasiswa Rantau Universitas Gadjah Mada
  186. Peran Leader Member Exchange (LMX) terhadap Employee Well-Being pada Karyawan Perusahaan Start-Up: Tolerance of Ambiguity sebagai Moderator
  187. Peran Literasi Kesehatan Mental dan Resiliensi terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Perantau
  188. Peran Literasi Kesehatan Mental terhadap Kesejahteraan Subjektif Siswa SMP Dimediasi oleh Dukungan Sosial
  189. Peran Makna Karier terhadap Employee Well-Being pada Karyawan Manufaktur dan Non Manufaktur
  190. Peran Modal Psikologis terhadap Job Flourishing pada Perawat dengan Keterikatan Kerja sebagai Mediator
  191. Peran Moderasi Pengaturan Kerja Fleksibel dalam Hubungan antara Resiliensi dan Kesejahteraan Psikologis Ibu Bekerja di Indonesia
  192. Peran Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) terhadap Kebahagiaan yang Dimediasi oleh Reputasi Sosial Media Influencer (SMI) pada Generasi Z
  193. Peran Optimisme dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Motivasi Berprestasi pada Remaja yang Mengalami Perceraian Orang Tua
  194. Peran Optimisme dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Kesejahteraan Siswa di Pesantren Modern
  195. Peran Optimisme dan Regulasi Diri dalam Belajar terhadap Stres Akademik Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi
  196. Peran Parental Differential Treatment (PDT) terhadap Kesejahteraan Subjektif (Subjective Well-being) Dewasa Awal: Self-Compassion sebagai Moderator
  197. Peran Peer Victimization terhadap Subjective Well-Being Remaja di Lingkungan SMA
  198. Peran Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial Significant Others terhadap Kepuasan Hidup Emerging Adults
  199. Peran Pengalaman Mistik Keagamaan sebagai Mediator dalam Hubungan Intensitas Dzikir dan Kebahagiaan pada Jamaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah
  200. Peran Penggunaan Media Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Dimediasi oleh Distres Psikologis
  201. Peran Penggunaan Smartphone terhadap Hedonic Well-Being pada Individu Dewasa Awal
  202. Peran Pengungkapan Diri Daring dan Dukungan Sosial Daring terhadap Kesejahteraan Subjektif Daring Pengguna Akun Kedua Instagram
  203. Peran Penyesuaian Diri terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Panti Asuhan
  204. Peran Perbandingan Sosial dalam Platform Instagram dan Twitter terhadap Subjective Well-Being pada Mahasiswa
  205. Peran Perbandingan Sosial terhadap Kesejahteraan Subjektif dengan Mediator Harga Diri pada Individu Dewasa Muda Pengguna Instagram
  206. Peran Perceived Organizational Support dan Psychological Capital terhadap Psychological Well-Being pada Ibu Bekerja
  207. Peran Perceived Organizational Support terhadap Organizational Commitment pada Karyawan Generasi Z dengan Job Flourishing sebagai Mediator
  208. Peran Perceived Organizational Support terhadap Quite Quitting dengan Job Flourishing sebagai Mediator pada Generasi Z di Perusahaan Startup
  209. Peran Perceived Social Support terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa selama Masa Pandemi COVID-19
  210. Peran Persepsi Dukungan Organisasi dan Thriving at Work terhadap Perilaku Kerja Inovatif Karyawan
  211. Peran Persepsi Kemampuan Savoring terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa Emerging Adulthood selama Pandemi COVID-19
  212. Peran Person-Job Fit terhadap Turnover Intention pada Karyawan Generasi Z melalui Job Flourishing sebagai Mediator
  213. Peran Person-Organization Fit terhadap Work Performance pada Karyawan Generasi Z melalui Job Flourishing sebagai Mediator
  214. Peran Personal Growth Initiative terhadap Job Flourishing dengan Perceived Organizational Support sebagai Moderator pada Karyawan Beauty Industry
  215. Peran Personal Resilience terhadap Job Flourishing dengan Psychosocial Safety Climate sebagai Moderator pada Pekerja Tambang
  216. Peran Pilihan Makanan Sehat terhadap Kesejahteraan Karyawan melalui Stres Kerja dengan Moderasi Usia: Studi pada Konteks Indonesia
  217. Peran Pola Asuh Otoritatif dan Stres Akademik terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
  218. Peran Pola Asuh yang Dipersepsikan terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja
  219. Peran Proactive Personality dan Thriving at Work terhadap Innovative Work Behavior pada Generasi Z di Perusahaan Startup Yogyakarta
  220. Peran Psychological Capital terhadap Job Performance pada Tenaga Kependidikan dengan Happiness at Work sebagai Mediator
  221. Peran Rasa Syukur terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator
  222. Peran Regulasi Diri dalam Belajar sebagai Mediator dalam Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis Siswa SMA
  223. Peran Regulasi Diri terhadap Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau dengan Resiliensi sebagai Moderator
  224. Peran Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Mahasiswa UGM
  225. Peran Regulasi Emosi dan Subjective Well-Being terhadap Kepuasan Kerja pada Generasi Milenial
  226. Peran Relasi Berbagi Komunal dan Perilaku Prososial terhadap Kebahagiaan pada Mahasiswa
  227. Peran Religiusitas terhadap Psychological Well-Being pada Mahasiswa Penghafal Quran
  228. Peran Resiliensi Akademik sebagai Mediator antara Efikasi Diri Akademik dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa
  229. Peran Resiliensi terhadap Employee Well-Being Perawat Rumah Sakit Jiwa
  230. Peran School Well-Being dan Dukungan Sosial terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA selama Pembelajaran Daring
  231. Peran Self-Compassion dan Social Support terhadap Psychological Well-Being Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo dan Klas II Yogyakarta
  232. Peran Sense of Coherence sebagai Mediator Hubungan antara Job Insecurity terhadap Kepuasan Hidup pada Pekerja Dewasa Muda (Emerging Adult) di Masa Pandemi
  233. Peran Servant Leadership terhadap Kebahagiaan di Tempat Kerja pada Personel Polda D.I. Yogyakarta
  234. Peran Sikap terhadap Pernikahan pada Amplifikasi Komitmen dengan Relationship Flourishing sebagai Mediator
  235. Peran Sikap Welas Asih Diri dan Dukungan Keluarga terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Tingkat Akhir yang Sedang Menyusun Skripsi
  236. Peran Sleep Quality terhadap Subjective Well-being pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) X
  237. Peran Spiritualitas dan Partisipasi Sosial terhadap Kualitas Hidup Lansia
  238. Peran Strategi Emotional Labor terhadap Tingkat Job Flourishing Karyawan Front-line Industri Perhotelan
  239. Peran Strategi Koping terhadap Kepuasan Hidup pada Wanita yang Sudah Menikah
  240. Peran Stres Akademik dan Dukungan Sosial terhadap School Well-being Siswa SMP
  241. Peran Stres terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Generasi Sandwich dengan Jenis Kelamin sebagai Moderator
  242. Peran Stres terhadap Kualitas Hidup dengan Insomnia sebagai Mediator pada Dewasa Awal
  243. Peran Subjective Social Status dan Subjective Well-Being terhadap Kecenderungan Depresi: Analisis Data IFLS
  244. Peran Subjective Well-Being terhadap Komitmen Organisasi pada Generasi Milenial
  245. Peran Thriving at Work dan Perceived Supervisor Support terhadap Career Adaptability pada Karyawan Early Career
  246. Peran Transformational Leadership Kepala Sekolah dan Job Insecurity terhadap Psychological Well-Being pada Guru Honorer
  247. Peran Transformational Leadership terhadap Organizational Commitment dengan Job Flourishing sebagai Mediator pada Karyawan Generasi Z
  248. Peran Unemployment Normalization Fresh Graduate di Masa Pandemi COVID-19 pada Well-being
  249. Peran Voluntary-Involuntary Singlehood dan Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Psikologis Dewasa Muda
  250. Peran Welas Diri dan University Belongingness terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Semester Akhir saat Menghadapi Skripsi
  251. Peran Well-being terhadap Resiliensi Berdasarkan Model PERMA pada Emerging Adulthood
  252. Peran Work Engagement terhadap Retensi Karyawan Gen Z di Perusahaan Korporasi yang Dimediasi oleh Subjective Well-Being
  253. Peran Work Gratitude dalam Memediasi Hubungan Orientasi Anchor Virtue terhadap Organizational Psychological Ownership: Studi pada Organisasi Bisnis yang Menginternalisasi Nilai Spiritual
  254. Peran Work Values terhadap Workplace Well-Being pada Pekerja Gen Z
  255. Peran Work-Life Balance terhadap Turnover Intention dengan Job Flourishing sebagai Mediator pada Karyawan Generasi Z
  256. Peran Workplace Spirituality dan Psychological Capital terhadap Flourishing Karyawan PT KTU
  257. Peranan Kesendirian Positif terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Emerging Adult
  258. Perbandingan Stres Akademik dan Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMA Kelas Akselerasi dan Kelas Reguler
  259. Perbedaan Hedonic Well-being Ditinjau dari Status Perkawinan serta Pengguna / Non Pengguna Media Sosial
  260. Persepsi Keberfungsian Keluarga terhadap Mental Well-being Remaja dengan Regulasi Emosi sebagai Mediator
  261. Persepsi Subjective Well-Being pada Wanita Dewasa Awal dengan Diagnosis Gangguan Cemas Menyeluruh
  262. Potret Kesejahteraan Psikologis Peserta Didik Disabilitas dan Tipikal di Sekolah Dasar Pasca COVID-19: Kajian dari Sudut Pandang Peneliti Anak
  263. Potret Kesejahteraan Psikologis Siswa-Siswa Sekolah Menengah Pertama Inklusi dari Sudut Pandang Peneliti Muda
  264. Psychological Immunity sebagai Mediator Hubungan antara Loneliness dan Subjective Well-Being pada Mahasiswa
  265. Psychological Well-Being Santri yang Menjalani Laku Prihatin di Pondok Pesantren Salaf
  266. Rahim sebagai Berkah dan Kutukan: Proses Mencapai Kesejahteraan Psikologis pada Perempuan dengan Endometriosis
  267. Regulasi Emosi sebagai Mediator Keberfungsian Keluarga terhadap Kesejahteraan Subjektif Siswa Remaja
  268. Relational Wellbeing pada Remaja Akhir Penyandang Disabilitas Intelektual: Studi Photovoice
  269. Religiusitas, Internalized Homonegativity, dan Subjective Well-being pada Kelompok Minoritas Seksual
  270. Sebuah Perjalanan Memelihara Kebermanfaatan dalam Kedukaan: Studi Kualitatif Mixed Approach tentang Calling dan Kebahagiaan Perias Jenazah
  271. Self-determination Siswa dalam Penelitian tentang Kesejahteraan Psikologis di Sekolah Inklusi
  272. Sikap Finansial sebagai Moderator antara Materialisme dan Orientasi Hedonis terhadap Kebahagiaan pada Konsumen Dewasa Awal
  273. Sikap terhadap Menangis: Dampaknya pada Kesejahteraan Psikologis Orang Dewasa
  274. Studi Fenomenologis Pengalaman Flourishing Perempuan Sasak Pelaku Tradisi Nyesek
  275. Suara Narapidana tentang Well-Being: Sebuah Studi Photovoice
  276. Subjective Well-Being Dewasa Awal pada Keluarga Long-Distance Marriage
  277. Subjective Well-Being Perempuan Etnis Madura yang Menjalani Poligami Siri pada Masyarakat Kelas Bawah
  278. Subjective Wellbeing, Emosi Positif, Emosi Negatif Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19
  279. Terlihat Sejahtera, Apakah Benar Inklusif? Kesejahteraan Relasional Siswa Disabilitas Intelektual di SMK Inklusi
  280. Tuo Masagena, Konsep Well-being Masyarakat Pesisir Suku Mandar Sulawesi Barat (Sebuah Pendekatan Indigenous Psychology)
  281. Validasi Modul Mindful Self-Compassion Berbasis Daring untuk Meningkatkan Flourishing pada Remaja Perempuan
  282. Validasi Modul Pelatihan “Berdaya” Berbasis PERMA Model untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Remaja Usia Sekolah Menengah atas (SMA)
  283. Validasi Modul Program “Narapidana PANDAI” untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Narapidana di Awal Masa Pidana

 

Penutup

Kesejahteraan psikologis, kebahagiaan, dan kepuasan hidup adalah tujuan yang ingin dicapai hampir semua orang, sehingga topik ini tidak akan kehilangan relevansinya. Namun, karena judulnya sudah sangat banyak, kunci penelitian yang baik ada pada kejelian memilih kelompok subjek, konteks, atau pendekatan yang berbeda. Daftar judul di atas bisa membantu Anda memetakan apa yang sudah diteliti, lalu menemukan ruang kosong yang belum banyak disentuh, misalnya budaya lokal, kelompok terpinggirkan, atau uji program. Dengan fokus yang jelas, penelitian Anda bisa memberi sumbangan nyata bagi upaya membangun hidup yang lebih sejahtera.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat