HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Religiositas, Spiritualitas, dan Makna Hidup

Skripsi dan tesis memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk meneliti hal-hal yang sangat dekat dengan identitas masyarakatnya. Di Indonesia, agama dan spiritualitas hadir dalam hampir semua sisi kehidupan, mulai dari cara orang menghadapi musibah, mendidik anak, bekerja, sampai bergaul dengan pemeluk agama lain. Karena itu, topik religiositas, spiritualitas, dan makna hidup sangat penting untuk diteliti. Penelitian di bidang ini membantu menjelaskan kapan keyakinan agama menjadi sumber kekuatan, bagaimana pesantren membentuk kepribadian santri, dan apa yang membuat seseorang tetap merasa hidupnya bermakna di tengah kesulitan. Artikel ini menyajikan 109 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang religiositas, spiritualitas, dan makna hidup.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Topik ini sangat khas Indonesia dan masih menyimpan banyak peluang. Beberapa di antaranya:

  1. Keragaman agama dan kepercayaan. Sebagian besar judul meneliti umat Muslim. Pengalaman religius umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan penghayat kepercayaan masih jarang diteliti.
  2. Sisi negatif religiositas. Pergumulan iman, rasa bersalah berlebihan, dan pemahaman agama yang kaku juga bisa menimbulkan tekanan. Topik ini masih jarang dibahas, padahal penting untuk keseimbangan pemahaman.
  3. Kehidupan pesantren masa kini. Isu seperti perundungan, kesehatan mental santri, pengasuhan jarak jauh, dan transisi santri ke perguruan tinggi umum layak mendapat perhatian lebih.
  4. Agama di ruang digital. Kajian agama lewat media sosial, pendakwah daring, dan komunitas keagamaan virtual memengaruhi cara anak muda beragama. Penelitian tentang dampaknya masih sangat terbuka.
  5. Toleransi dan moderasi beragama. Penelitian tentang faktor yang menumbuhkan sikap saling menghormati antarumat beragama, terutama di daerah bekas konflik, punya manfaat sosial yang besar.
  6. Intervensi berbasis spiritual. Program berbasis syukur, dzikir, doa, atau meditasi perlu diuji secara ilmiah agar bisa dipakai dalam layanan konseling dengan dasar bukti yang kuat.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam enam kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Religiositas, Syukur, dan Kesehatan Mental. Kelompok terbesar. Meneliti peran religiositas, rasa syukur, sabar, ikhlas, kekhusyukan shalat, dzikir, dan koping religius terhadap kesejahteraan, resiliensi, stres, depresi, dan kecemasan menghadapi kematian.
  2. Kehidupan Pesantren dan Santri. Membahas penghafal Al-Qur’an, penyesuaian santri baru, relasi pertemanan dan kuasa antarsantri, konsep barokah, tradisi puasa ngrowot dan laku prihatin, sampai pengalaman santri di pesantren waria.
  3. Toleransi dan Relasi Antarumat Beragama. Mengkaji persahabatan lintas agama, pernikahan beda agama, prasangka antaragama, fundamentalisme, toleransi mahasiswa, serta relasi kekerabatan lintas agama dalam budaya lokal pascakonflik.
  4. Makna Hidup dan Pengalaman Spiritual. Meneliti kebermaknaan hidup pada narapidana dan orang yang pernah mencoba bunuh diri, pengalaman mistik, fenomena kerasukan, pengalaman spiritual dalam doa karismatik, praktik penyembuhan tradisional, tradisi melukat di Bali, dan meditasi.
  5. Spiritualitas di Tempat Kerja dan Organisasi. Mencakup spiritualitas kerja, kepemimpinan spiritual, keterikatan kerja guru TPA, kepemimpinan tokoh agama, dan pemaknaan kerja sebagai panggilan.
  6. Religiositas, Perilaku, dan Relasi. Menghubungkan religiositas dengan perilaku prososial, kejujuran akademik, perilaku seksual remaja, kesiapan menikah, konseling pernikahan dalam perspektif Islam, dan edukasi pranikah.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Religiositas, Spiritualitas, dan Makna Hidup

  1. “Kembalinya Titipan Kepada sang Pemilik”: Studi Fenomenologi Mengenai Dinamika Psikospiritual dalam Duka Orang Tua atas Kematian Anak yang Mendadak
  2. Altruisme pada Lansia: Studi Kasus pada Sukarelawan Masjid di Kota Yogyakarta
  3. Antara Moralitas dan Toleransi: Fondasi Moral dan Toleransi Beragama pada Masyarakat Indonesia
  4. Auditory Discrimination Bacaan Mad Thabi’i dan Ikhfa’ Haqiqi pada Penghafal Al-Quran: Studi Mismatch Negativity (MMN)
  5. Dinamika Individu Melik dengan Kecenderungan Bunuh Diri: Studi Kasus pada Masyarakat Hindu Bali
  6. Dinamika Pembentukan Relasi Pertemanan Dekat Lintas Agama pada Remaja Muslim di Mataram
  7. Dinamika Resiliensi Akademik Pelajar Penghafal Al-Qur’an
  8. Dukungan Sosial sebagai Moderator Peran Efikasi Diri terhadap Resiliensi pada Siswa SMA Penghafal Al-Quran
  9. Efek Pengalaman Mistik dalam Memediasi Hubungan antara Religious Coping dan Makna Hidup pada Orang Berduka
  10. Eksplorasi Pengalaman Siswi Pesantren dengan Pengasuhan yang Terlalu Memanjakan: Kajian Naratif tentang Perkembangan Otonomi
  11. Eksplorasi Raos Tentrem Santri Dewasa Awal yang Menjalankan Puasa Ngrowot
  12. Hidup dalam Ketidakpastian: Peran Intoleransi Ketidakpastian terhadap Kebermaknaan Hidup pada Dewasa Awal
  13. Hubungan antara Pola Asuh Otoritatif Orang Tua dengan Kemandirian pada Remaja Awal yang Tinggal di Pondok Pesantren
  14. Hubungan Kesejahteraan Spiritual dan Resiliensi pada Pasien Kanker Dewasa Awal
  15. Hubungan Rasa Syukur dan Sabar dengan Resiliensi pada Mahasiswa Bidikmisi
  16. Hubungan Religiusitas dengan Stres Menghadapi Ujian Skripsi pada Mahasiswa Program Sarjana (S1)
  17. Ideasi Bunuh Diri pada Mahasiswa: Peran Protektif Kebersyukuran dan Dukungan Sosial
  18. Identitas Sosial Penghafal Al-Qur’an di Pesantren
  19. Iklim Sekolah: Konsep Barokah sebagai Dasar pada Aturan dan Relasi Sosial Santri-Ustadz
  20. Integrasi Identitas Sosial dalam Relasi Antarkelompok Agama
  21. Intensi Prososial terhadap Ingroup dan Outgroup Berbasis Keagamaan pada Remaja di Sekolah Umum dan Agama
  22. Intervensi Menulis Pengalaman Emosional Bersyukur bagi Mahasiswa dengan Kecenderungan Depresi
  23. Kebermaknaan Hidup Narapidana dengan Hukuman Pidana Penjara Seumur Hidup
  24. Kebermaknaan Hidup pada Individu Dewasa Awal dengan Percobaan Bunuh Diri
  25. Kepemimpinan Pemimpin Gereja Katolik Indonesia dalam Upaya Mengantisipasi Polarisasi Politik Menjelang Pemilu Presiden 2024: Studi Kasus
  26. Kesepian sebagai Mediator pada Peran Spiritualitas di Tempat Kerja terhadap Kesejahteraan Mental ASN dengan Flexible Working Arrangement: Harga Diri sebagai Moderator
  27. Ketangguhan Pesantren di Masa Pandemi
  28. Ketika Menjadi Santri Dalem Terpaksa: Sebuah Studi Naratif Kisah Perjalanan Santri Milenial Menjadi Lurah Pondok Pesantren
  29. Konflik Batin dan Cara Pengatasan Perilaku Masturbasi pada Anak Putri Ustad Penghafal Al-Qur’an
  30. Konseling Pernikahan dalam Perspektif Psikologi Islam
  31. Konstruksi Makna Psikologis dan Praktik Penanganan terhadap Fenomena Kerasukan: Perspektif Praktisi Ruqyah
  32. Kuasa dalam Pertemanan Antarsantri di Pondok Pesantren
  33. Makna Hidup sebagai Moderator Hubungan antara Kecemasan akan Masa Depan dan Depresi
  34. Metode Transmutasi dalam Pengelolaan Hasrat Seksual Remaja Laki-Laki di Sekolah Homogen Berasrama Berbasis Agama
  35. Motivasi Melaksanakan Tradisi Melukat dengan Rutin pada Generasi Z Hindu Bali
  36. Nafsul Muthmainnah: Konsep Psikologis dan Dinamika Transformasi Personal dalam Perspektif Psikologi Islam
  37. Namanya Juga Pesantren sebuah Studi Photovoice Mengenai Penyesuaian Diri Santriwati di Pesantren
  38. Navigasi Identitas Sosial dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia
  39. Negosiasi Identitas Agama dan Seksual Pria Muslim Gay Indonesia
  40. Pemaknaan Kerja sebagai Panggilan Tuhan: Konsep Spiritualitas para Imam SCJ Indonesia yang Berkarya di Paroki dan Karya Kategorial
  41. Pengalaman Perjuangan Religius pada Santri di Pondok Pesantren Waria
  42. Pengalaman Proses Self-Healing melalui Meditasi Transendental
  43. Pengalaman Psikologis pada Fenomena Rebah dalam Roh dalam Pelayanan Doa Karismatik Katolik
  44. Pengalaman SSC (Shamanic States of Consciousness) pada Shaman dalam Proses Healing
  45. Pengaruh Kebersyukuran terhadap Resiliensi Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus
  46. Pengaruh Meditasi Transendental terhadap Kesejahteraan Psikologis: Peran Mediasi Kecemasan pada Siswa SMA
  47. Pengaruh Motivasi Intrinsik terhadap Flow Experience Santri Pondok Pesantren Mahasiswa (Ppm) pada Masa Munaqasyah
  48. Pengaruh Religiusitas dan Prasangka Agama pada Sikap terhadap Pernikahan Beda Agama di Indonesia
  49. Pengembangan Alat Ukur Kecerdasan Spiritual
  50. Peran Academic Burnout terhadap Growth Mindset Santri dengan Usia sebagai Moderator
  51. Peran Caregiver Burden terhadap Psychological Well-Being Sandwich Generation Dimoderatori oleh Religiusitas
  52. Peran Dukungan Sosial dan Koping Religius terhadap Stres Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Autistik
  53. Peran Dukungan Sosial terhadap Academic Engagement Mahasiswa Santri Dimediasi oleh Academic Buoyancy
  54. Peran Dukungan Teman Sebaya terhadap Regulasi Diri dalam Belajar Dimediasi oleh Motivasi Belajar pada Siswa SMA Penghafal Al-Qur’an
  55. Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Santri yang Berstatus Mahasiswa di Pondok Pesantren X Yogyakarta
  56. Peran Iklim Sekolah dan Kebersyukuran terhadap Sense of School Belonging pada Siswa SMA di Yogyakarta
  57. Peran Kebermaknaan Hidup terhadap Kesiapan Menikah Dewasa Awal
  58. Peran Kebersyukuran dan Dukungan Sosial terhadap Citra Tubuh pada Perempuan Pascamelahirkan
  59. Peran Kebersyukuran terhadap Kepuasan Hidup pada Lansia Terlantar di Panti Sosial Tresna Werdha Daerah Istimewa Yogyakarta: Jenis Kelamin sebagai Moderator
  60. Peran Kekhusyukan dalam Shalat dan Kebersyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa
  61. Peran Kepribadian Big Five terhadap Psychological Well-Being dengan Adaptive Coping sebagai Mediator pada Siswa Penghafal Al-Quran
  62. Peran Kepribadian, Syukur dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Akhir Memiliki Orang Tua Bercerai
  63. Peran Kesabaran dan Dukungan Sosial terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa
  64. Peran Kesejahteraan Spiritual dalam Memoderasi Hubungan antara Kesepian dan Non-Suicidal Self-injury pada Emerging Adulthood
  65. Peran Ketaatan Beragama terhadap Kepuasan Hidup pada Dewasa Awal (Studi IFLS-5)
  66. Peran Konflik dalam Pernikahan terhadap Distress Psikologis: Positive Reappraisal dan Benevolent Religious Reappraisal sebagai Moderator
  67. Peran Koping Religius dalam Memoderasi Hubungan antara Intoleransi Ketidakpastian dan Quarter-life Crisis pada Emerging Adulthood
  68. Peran Koping Religius dan Dukungan Sosial terhadap Stress-Related Growth pada Mahasantri
  69. Peran Moderasi Religiusitas pada Pengaruh Atensi Visual terhadap Inhibisi Respons Seksual Laki-laki Muslim
  70. Peran Optimisme dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Kesejahteraan Siswa di Pesantren Modern
  71. Peran Pengalaman Mistik Keagamaan sebagai Mediator dalam Hubungan Intensitas Dzikir dan Kebahagiaan pada Jamaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah
  72. Peran Persepsi Pola Asuh terhadap Efikasi Diri Akademik pada Santri Pondok Pesantren Mahasiswa
  73. Peran Rasa Syukur terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator
  74. Peran Religiositas terhadap Gaya Kepemimpinan Melayani pada Organisasi Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada
  75. Peran Religiositas terhadap Keterikatan Kerja pada Guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA)
  76. Peran Religiositas terhadap Perilaku Prososial pada Mahasiswa yang Tinggal Terpisah dengan Orang Tua
  77. Peran Religiusitas dalam Memediasi Pengaruh Teman Sebaya terhadap Ketidakjujuran Akademik
  78. Peran Religiusitas dan Dark Tetrad terhadap Prasangka Antaragama
  79. Peran Religiusitas dan Ikhlas terhadap Resiliensi pada Ibu Bekerja
  80. Peran Religiusitas terhadap Perilaku Prososial Santri di Pondok Pesantren Inayatullah
  81. Peran Religiusitas terhadap Psychological Well-Being pada Mahasiswa Penghafal Quran
  82. Peran Religiusitas terhadap Resiliensi Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga
  83. Peran Religiusitas, Fundamentalisme Agama, dan Identitas Gender pada Prasangka terhadap LGBT
  84. Peran Spiritualitas dan Partisipasi Sosial terhadap Kualitas Hidup Lansia
  85. Peran Spiritualitas sebagai Mediator antara Keterhubungan dengan Alam dan Resiliensi pada Mahasiswa
  86. Peran Spiritualitas sebagai Moderator antara Self-Acceptance dan Resiliensi pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
  87. Peran Spiritualitas terhadap Perilaku Seksual Remaja Berpacaran dengan Self Control sebagai Variabel Moderator
  88. Peran Spiritualitas terhadap Turnover Intention pada Karyawan Milenial dengan Kepuasan Kerja sebagai Mediator
  89. Peran Work Gratitude dalam Memediasi Hubungan Orientasi Anchor Virtue terhadap Organizational Psychological Ownership: Studi pada Organisasi Bisnis yang Menginternalisasi Nilai Spiritual
  90. Peran Workplace Spirituality dan Psychological Capital terhadap Flourishing Karyawan PT KTU
  91. Peranan Religiusitas terhadap Kecemasan Menghadapi Kematian pada Mahasiswa Muslim
  92. Perilaku Prososial dan Prestasi Akademik Mata Pelajaran PPKn, Agama, dan IPS pada Siswa SMP
  93. Perkembangan Relasi dan Afek dalam Pertemanan Hierarkis Santri
  94. Persepsi Pengguna Instagram terhadap Kehangatan dan Kompetensi Influencers Berdasarkan Identitas Agama, Kebutuhan akan Kognisi, dan Pengalaman Kontak Antarkelompok
  95. Prasangka dan Perilaku Prososial terhadap Outgroup Berbasis Agama pada Remaja
  96. Psychological Well-Being Santri yang Menjalani Laku Prihatin di Pondok Pesantren Salaf
  97. Relasi Kekerabatan Lintas Agama dalam Budaya Hibua Lamo pada Masyarakat Tobelo Pascakonflik
  98. Religiusitas dan Motivasi Intrinsik sebagai Prediktor terhadap Intensi Pembelian Jasa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh
  99. Religiusitas, Internalized Homonegativity, dan Subjective Well-being pada Kelompok Minoritas Seksual
  100. Self-esteem sebagai Mediator Hubungan Parent-child Relationship dan Resiliensi Remaja di Pondok Pesantren
  101. Sikap Pemuka Agama pada Perilaku Bunuh Diri di Indonesia
  102. Spiritual Leadership adalah Jalan untuk Menemukan Makna dalam Organisasi: Studi Fenomenologi pada Romo Kongregasi SCJ
  103. Status Perkawinan sebagai Moderator pada Peran Religiositas terhadap Tendensi Depresi: Studi pada Pekerja Perempuan Berdasarkan Survei Nasional Indonesia
  104. Studi Fenomenologi Terkait Pengalaman Transendental pada Pecandu Narkoba di Pondok Rehabilitasi Berbasis Ritual Keagamaan Islam
  105. Suara Santri Baru pada Masa Transisi dari Rumah ke Pondok Pesantren
  106. Toleransi Beragama Dinamika Mahasiswa Beragama Islam, Kristen, dan Katolik
  107. Uji Model Teoretis Peran Komitmen Perkawinan dan Komunikasi Interpersonal sebagai Mediator Hubungan antara Religiositas dan Kepuasan Perkawinan pada Individu yang Ta’aruf
  108. Uji Model Teoretis Peran Komitmen Perkawinan dan Komunikasi Interpersonal sebagai Mediator Hubungan antara Religiositas dan Penyesuaian Perkawinan pada Individu yang Ta’aruf
  109. Validasi Modul Edukasi Pranikah SATU (Pasangan Tangguh) untuk Caten Muslim

 

Penutup

Religiositas, spiritualitas, dan makna hidup adalah bagian penting dari jati diri masyarakat Indonesia, sehingga penelitian di bidang ini punya nilai yang khas dan sulit ditemukan di negara lain. Daftar judul di atas bisa membantu Anda melihat ragam topik yang sudah diteliti, dari pesantren dan toleransi sampai pengalaman spiritual dan makna hidup. Saat menyusun penelitian, berhati-hatilah dalam memilih kata dan alat ukur agar tetap menghormati keyakinan partisipan, serta pertimbangkan untuk meneliti kelompok agama yang selama ini jarang terwakili.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat