HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Psikologi Lingkungan dan Bencana (UGM)

Skripsi dan tesis bisa ikut menjawab tantangan besar yang dihadapi bumi dan masyarakat. Indonesia termasuk negara yang rawan bencana, mulai dari gempa, erupsi gunung api, banjir, sampai tanah longsor. Di saat yang sama, persoalan sampah, polusi, dan perubahan iklim makin terasa dalam kehidupan sehari-hari. Psikologi lingkungan dan bencana mempelajari bagaimana manusia memengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya: mengapa orang mau atau enggan memilah sampah, bagaimana warga bersiap menghadapi bencana, dan apa yang membantu penyintas bangkit kembali. Penelitian di bidang ini penting bagi pemerintah, relawan, dan komunitas yang ingin membangun masyarakat yang tangguh dan peduli lingkungan. Artikel ini menyajikan 35 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang psikologi lingkungan dan bencana.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Jumlah judul di topik ini masih sedikit, padahal kebutuhannya sangat besar. Beberapa peluang yang bisa dipertimbangkan:

  1. Kecemasan iklim pada generasi muda. Kekhawatiran tentang masa depan bumi mulai banyak dirasakan anak muda, tetapi penelitiannya di Indonesia masih sangat terbatas.
  2. Dampak psikologis jangka panjang bencana. Banyak penelitian dilakukan sesaat setelah bencana. Kondisi penyintas beberapa tahun kemudian, termasuk anak-anak, perlu lebih banyak diteliti.
  3. Perubahan perilaku yang bertahan lama. Mengapa orang sudah tahu pentingnya mengurangi plastik tetapi tetap sulit melakukannya? Kesenjangan antara niat dan tindakan ini menarik untuk diteliti.
  4. Kesiapsiagaan kelompok rentan. Kesiapan psikologis anak, lansia, dan penyandang disabilitas menghadapi bencana masih jarang menjadi fokus penelitian.
  5. Lingkungan kota dan kesehatan mental. Ruang hijau, kepadatan, kebisingan, dan transportasi umum memengaruhi kesejahteraan warga kota, tetapi kajian psikologisnya masih sedikit.
  6. Kesejahteraan relawan dan petugas bencana. Relawan dan petugas tanggap darurat rentan mengalami kelelahan dan trauma sekunder. Strategi dukungan bagi mereka perlu diteliti dan diuji.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Perilaku Pro-Lingkungan. Kelompok terbesar. Meneliti faktor yang mendorong perilaku ramah lingkungan, seperti norma sosial, rasa komunitas, konformitas, pengetahuan tentang lingkungan, rasa bersalah terhadap lingkungan, serta penerapan gaya hidup zero waste dan pemilahan sampah rumah tangga. Ada juga kajian konsumen hijau dan citra merek ramah lingkungan.
  2. Keterhubungan dengan Alam dan Tempat. Membahas rasa terhubung dengan alam pada mahasiswa dan masyarakat desa, keterikatan pada tempat (place attachment), serta peran “ruang ketiga” seperti kafe atau taman bagi kesejahteraan mahasiswa.
  3. Kesiapsiagaan Bencana. Mencakup kesiapan psikologis anak usia dini dan penyandang disabilitas, pelatihan parkour untuk kesiapsiagaan, dan validasi alat ukur kesiapsiagaan psikologis masyarakat terhadap bencana.
  4. Penyintas dan Dampak Bencana. Meneliti resiliensi penyintas banjir rob, pertumbuhan pascatrauma penyintas erupsi Semeru, keterikatan pada tempat tinggal setelah mengungsi, serta kemampuan kognitif anak setelah bencana.
  5. Relawan, Dukungan Psikososial, dan Isu Lingkungan Lain. Berisi pengalaman relawan bencana, strategi dukungan psikososial, dukungan bagi pengungsi penyandang disabilitas, kecemasan terhadap perubahan iklim, interaksi sosial di transportasi umum, serta penerimaan warga terhadap kebijakan pembangunan.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Psikologi Lingkungan dan Bencana

  1. “Apakah Norma Sosial Cukup Disampaikan melalui Pesan Tertulis?”: Eksperimen Menggunakan Pendekatan Norma Sosial terhadap Sampah Makanan pada Mahasiswa
  2. ‘Bakujaga Torang Pe Ana’: Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini Berbasis Tripusat Pendidikan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Gamalama di Pulau Ternate
  3. A Third Place: Peran Dimensi Place Attachment pada Ruang Ketiga terhadap Psychological Well-Being Mahasiswa Gen-Z
  4. Bertahan di antara Genangan Air: Sebuah Studi Fenomenologis tentang Pengalaman Resiliensi Penyintas Banjir Rob di Pesisir Pantai Utara Jawa
  5. Dinamika Perubahan Perilaku Penerapan Gaya Hidup Zero Waste
  6. Dinamika Subjective Well-Being pada Sukarelawan Mahasiswa Tanggap Bencana Alam
  7. Dukungan Psikososial pada Pengungsi dengan Disabilitas: Sebuah Scoping Review
  8. Eksplorasi Eksistensi JakLingko: Studi Kasus Dinamika Interaksi Sosial Antar Kelas Masyarakat di Dukuh atas
  9. Eksplorasi Struktur Faktor Model Pengukuran Konsumen yang Bertanggung Jawab Sosial pada Sampel Mahasiswa Indonesia
  10. Framing dan Aktivasi Norma Sosial dalam Promosi Upaya Prolingkungan dengan Strategi Informasional: Sebuah Studi Eksperimen
  11. Generative Concern Memprediksi Intensi Pro-Lingkungan melalui Environmental Guilt, ketika Mortality Salience Berinteraksi dengan Permasalahan Antropogenik: Studi Eksperimen Acak pada Emerging Adults di Indonesia
  12. Keberfungsian Keluarga dan Pertumbuhan Pascatrauma: Peran Mediasi Harapan pada Penyintas Bencana Erupsi Gunung Semeru
  13. Kelekatan terhadap Tempat pada Rumah Tangga Terdampak Bencana: Studi Kasus Pengungsian Akibat Bencana di Batu, Indonesia
  14. Kesiapsiagaan Psikologis terhadap Bencana pada Penyandang Disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta
  15. Keterhubungan Alam (Nature Relatedness) Masyarakat Pedesaan
  16. Memahami Perilaku Pemilahan Sampah Rumah Tangga melalui Theory of Planned Behavior
  17. Menggali Pengalaman Relawan dalam Menanggapi Kelekatan dan Transferens dari Anak-Anak Penyintas Bencana Pascapendampingan
  18. Penerimaan Aparat Pemerintahan Desa terhadap Kebijakan Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta
  19. Pengaruh Diversity Climate dan Psychological Contract terhadap Pembentukan Organizational Identification pada Karyawan di Indonesia
  20. Pengaruh Norma Deksriptif dan Injungtif terhadap Intensi Berperilaku Ramah Lingkungan pada Budaya Kolektif
  21. Pengaruh Pelatihan Parkour untuk Kesiapsiagaan Bencana terhadap Kesiapsiagaan Psikologis dalam Menghadapi Bencana
  22. Pengetahuan sebagai Prediktor Kecemasan Perubahan Iklim
  23. Peran Citra Merek Hijau terhadap Loyalitas Konsumen Produk Kosmetik Generasi Z
  24. Peran Keterhubungan Alam (Nature Relatedness) terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa
  25. Peran Konformitas terhadap Perilaku Pro Lingkungan
  26. Peran Pengetahuan Sistem (System Knowledge) tentang Lingkungan terhadap Sikap Pro Lingkungan
  27. Peran Personal Resilience terhadap Job Flourishing dengan Psychosocial Safety Climate sebagai Moderator pada Pekerja Tambang
  28. Peran Place Attachment terhadap Perilaku Pro-Lingkungan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
  29. Peran Rasa Komunitas dan Norma Sosial terhadap Perilaku Peduli Lingkungan
  30. Peran Response Inhibition, Emosi, dan Situasi Bahaya pada Performa Persepsi-respons terhadap Bahaya pada Pengendara Sepeda Motor
  31. Peran Spiritualitas sebagai Mediator antara Keterhubungan dengan Alam dan Resiliensi pada Mahasiswa
  32. Peran Stres Kerja terhadap Kinerja dengan Social Support sebagai Variabel Moderator: Studi pada Anggota Polisi Lalu Lintas Ditlantas Polda DIY
  33. Profil dan Strategi Dukungan Psikososial pada Relawan Daerah Rawan Bermacam Tipe Bencana di Yogyakarta
  34. Studi Scoping Review tentang Kondisi Cognitive Performance Anak-Anak Pascabencana di Kawasan Asia Pasifik
  35. Validitas Instrumen Psychological Preparedness of At-Risk Indonesian Communities to Disaster (PREPARED): Bukti Berdasarkan Struktur Internal

 

Penutup

Psikologi lingkungan dan bencana adalah bidang yang sangat dibutuhkan Indonesia, tetapi penelitiannya masih relatif sedikit. Ini menjadi peluang bagi mahasiswa yang ingin menghasilkan penelitian dengan manfaat sosial yang nyata. Daftar judul di atas menunjukkan tema yang sudah mulai diteliti, seperti perilaku pro-lingkungan dan kesiapsiagaan bencana, sekaligus membuka ruang untuk topik baru seperti kecemasan iklim dan lingkungan perkotaan. Jika meneliti penyintas bencana, pastikan waktu dan cara pengambilan data tidak menambah beban mereka, dan bekerja samalah dengan lembaga atau relawan setempat.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat