HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Budaya, Kearifan Lokal, dan Psikologi Indigenous (UGM)

Skripsi dan tesis bisa menjadi cara untuk menggali kekayaan pengetahuan yang dimiliki bangsa sendiri. Banyak teori psikologi yang dipelajari di kampus berasal dari Barat, padahal cara orang Indonesia memaknai bahagia, sedih, keluarga, dan sakit jiwa bisa sangat berbeda. Konsep seperti rasa dalam budaya Jawa, siri’ na pesse dalam budaya Bugis, atau ketahanan keluarga dalam budaya Sunda dan Madura menyimpan kearifan yang belum banyak diangkat dalam ilmu psikologi. Psikologi indigenous berusaha memahami manusia dari sudut pandang budayanya sendiri. Penelitian di bidang ini memperkaya teori sekaligus membuat layanan psikologi lebih sesuai dengan masyarakat yang dilayaninya. Artikel ini menyajikan 89 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang budaya, kearifan lokal, dan psikologi indigenous.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Indonesia memiliki ratusan suku, sehingga peluang penelitian di topik ini hampir tidak terbatas. Beberapa arah yang bisa dipertimbangkan:

  1. Budaya yang belum banyak disentuh. Sebagian besar penelitian berfokus pada budaya Jawa dan Bali. Budaya di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua masih sangat jarang diteliti.
  2. Konsep sehat dan sakit menurut budaya. Cara masyarakat lokal menjelaskan gangguan jiwa dan memilih pengobatan, baik ke tenaga medis maupun penyembuh tradisional, penting untuk merancang layanan kesehatan mental yang diterima masyarakat.
  3. Pengembangan alat ukur berbasis budaya. Alat ukur yang disusun dari konsep lokal, bukan sekadar terjemahan alat ukur Barat, masih sangat dibutuhkan.
  4. Budaya lokal di kalangan generasi muda. Bagaimana Gen Z memaknai, mempertahankan, atau menegosiasikan tradisi di tengah budaya global adalah topik yang relevan.
  5. Intervensi berbasis kearifan lokal. Seni tradisi, ritual, dan nilai lokal bisa dikembangkan menjadi program pendampingan psikologis yang diuji efektivitasnya.
  6. Studi lintas budaya di dalam negeri. Membandingkan nilai, pengasuhan, atau cara menghadapi stres antarsuku di Indonesia akan memperkaya pemahaman tentang keragaman psikologis bangsa sendiri.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Konsep Psikologis Berbasis Budaya Lokal. Kelompok terbesar. Menggali konsep kesejahteraan Tuo Masagena masyarakat Mandar, peran rasa dalam penciptaan gending dan ajaran Jawa, nilai siri’ na pesse pada remaja Bugis, falsafah Batak Toba tentang pendidikan anak, ketahanan keluarga Sunda dan Madura, serta sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau.
  2. Tradisi, Ritual, dan Seni. Meneliti aspek psikologis tari Bedhaya keraton, karawitan dan gamelan, tradisi melukat dan ruwatan, upacara Rambu Solo’ di Toraja, tradisi menenun nyesek pada perempuan Sasak, budaya rewang, sampai makna graffiti bagi para pembuatnya.
  3. Kesehatan Mental dalam Konteks Budaya. Mencakup penjelasan budaya tentang psikosis di Minangkabau dan bunuh diri pada orang Jawa, fenomena kerasukan dan penanganannya, praktik penyembuhan tradisional, pemulihan skizofrenia dalam budaya Jawa, serta pencegahan depresi pascapersalinan yang peka budaya di Aceh.
  4. Akulturasi dan Relasi Lintas Budaya. Membahas stres akulturatif mahasiswa di luar negeri, pertemanan antarbudaya, sensitivitas interkultural peserta program pertukaran, adaptasi perantau Minang dan migran Sunda, keluarga antarbudaya, dan pengalaman etnis Tionghoa.
  5. Dimensi Budaya dalam Perilaku dan Komunikasi. Meneliti pengaruh budaya individualis-kolektivis dan jarak kekuasaan (power distance) terhadap efektivitas iklan layanan masyarakat, norma lingkungan dalam budaya kolektif, humor dalam budaya Timur, dan perbedaan memori autobiografis antarwilayah.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Budaya, Kearifan Lokal, dan Psikologi Indigenous

  1. “Bekti pada Orang Tua Ora Ana Ilange”: Perjalanan menuju Successful Aging pada Lanjut Usia yang Merawat Orang Tuanya
  2. ‘Bakujaga Torang Pe Ana’: Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini Berbasis Tripusat Pendidikan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Gamalama di Pulau Ternate
  3. Aspek Psikologis dalam Bedhaya Yogyakarta: Studi Eksploratif pada Penari Keraton
  4. Bener Lan Pener: Peranan Rasa pada Penciptaan Gending
  5. Bentuk Relasi dan Karakteristik Pertemanan Antarbudaya Buddies dan Mahasiswa Eropa
  6. Bertahan di antara Genangan Air: Sebuah Studi Fenomenologis tentang Pengalaman Resiliensi Penyintas Banjir Rob di Pesisir Pantai Utara Jawa
  7. Bias Etnosentrisme dalam Persepsi Konsumen terhadap Kualitas Layanan dan Intensi Membeli: Studi Eksperimen dengan Partisipan Konsumen Etnis Batak dan Jawa-Surabaya
  8. Dinamika Identitas Sosial Anak Perempuan Pascapernikahan Anak: Studi Kasus di Desa Ban, Karangasem, Bali
  9. Dinamika Individu Melik dengan Kecenderungan Bunuh Diri: Studi Kasus pada Masyarakat Hindu Bali
  10. Dinamika Penyesuaian Suami Istri dalam Membentuk Keluarga Interkultural
  11. Dinamika Psikologis Konstruksi Identitas Kasta Perempuan Nyerod di Bali
  12. Dinamika Self-Esteem pada Individu Kelahiran Wuku Wayang (Anak Leged) yang Telah Melaksanakan Upacara Ruwatan Sapuh Leger
  13. Dukungan Sosial yang Dipersepsikan sebagai Prediktor Stres Akulturatif pada Mahasiswa Indonesia Peserta Program Pertukaran Pelajar di Eropa
  14. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme dan Konteks Pemberitaan dengan Power Distance Rendah
  15. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme dan Power Distance dengan Konteks Pemberitaan Netral
  16. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme dan Power Distance pada Konteks Pemberitaan Positif
  17. Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19 dengan Dimensi Budaya Power Distance dan Konteks Pemberitaan dengan Orientasi Kolektivistik
  18. Eksplorasi Pengalaman Caregiver dalam Mendampingi Aktivitas Bermusik Gamelan pada Individu dengan Down Syndrome
  19. Eksplorasi Pengalaman Hidup dalam Resolusi Konflik Pengasuhan Bersama: Studi Fenomenologis pada Keluarga Jawa
  20. Explanatory Model Bunuh Diri pada Orang Jawa: Sebuah Studi Kualitatif
  21. Fleksibilitas dan Keterhubungan dalam Pola Transmisi Nilai Siri’ Na Pesse pada Remaja Bugis di Sulawesi Selatan
  22. Gambaran Kecemasan Sosial Anak Tunggal Perempuan dalam Mencari Sentana di Bali
  23. Gotong Royong pada Generasi Milenial di Organisasi
  24. Harapan Orang Tua dan Tindakan Perlawanan pada Pemuda Tionghoa-Indonesia
  25. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantau Minangkabau di Universitas Gadjah Mada
  26. Hubungan antara Sikap Sosiokultural terhadap Penampilan dan Harga Diri
  27. Hubungan Kepercayaan Diri, Perilaku Asertif dan Kemampuan Membangun Relasi Sosial pada Mahasiswa Baru S1 dari Papua di Yogyakarta
  28. Kebermaknaan Graffiti bagi para Writer di Kota Yogyakarta
  29. Kecemasan Pra-Nikah pada Perempuan Suku Bugis-Makassar dalam Konteks Budaya Uang Panai’
  30. Keluarga Baru serta Figur Ibu di Kota Ternate: Kelekatan dan Makna Mama Piara bagi Mahasiswa (Studi Fenomenologi Terkait Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019)
  31. Kembali Pulang ke Rumah Gadang: Coparenting Pasca Perceraian dalam Sistem Kekerabatan Matrilineal di Minangkabau
  32. Keterbukaan terhadap Pengalaman sebagai Prediktor Toleransi terhadap Keberagaman Budaya pada Mahasiswa Indonesia
  33. Ketidakhadiran Ayah dan Dampak Psikososialnya: Eksplorasi Pengalaman Anak Perempuan Dewasa Muda dalam Budaya Jawa
  34. Konsep dan Dinamika Ketahanan Psikologis Keluarga Sunda
  35. Konstruksi dan Aksentuasi Identitas Sosial Etnis Toraja pada Upacara Rambu Solo’
  36. Konstruksi dan Validasi Skala Food Choices dalam Konteks Budaya Indonesia: Pendekatan Mixed Method
  37. Konstruksi Makna Psikologis dan Praktik Penanganan terhadap Fenomena Kerasukan: Perspektif Praktisi Ruqyah
  38. Kontribusi Kecerdasan Budaya terhadap Toleransi Hangat pada Dewasa Muda Indonesia
  39. Kreativitas Sosial sebagai Perlawanan Sehari-hari: Pembentukan Subgrup dan Penggunaan Gosip dalam Relasi Ketetanggaan di Komunitas Semi-rural Jawa
  40. Manungsa tanpa Tenger: Konsep dan Proses
  41. Melampaui Batas Negara: Pengaruh Berbagai Sumber Dukungan Sosial terhadap Stres Akulturatif pada Mahasiswa Indonesia di Belanda
  42. Memahami Keintiman dalam Pertemanan Laki-laki: Pendekatan Fenomenologi dalam Konteks Budaya Indonesia
  43. Menguji Benign Violation Theory dalam Budaya Timur
  44. Mereka Berbeda: Narasi Prasangka Warga Lokal di Desa Tuapukan, Nusa Tenggara Timur
  45. Model Perawatasuhan Penyintas Skizofrenia untuk Mencapai Pemulihan pada Konteks Budaya Jawa
  46. Motivasi dalam Melakukan Aksi Solidaritas pada Dokter Bali selama Pandemi COVID-19
  47. Motivasi Melaksanakan Tradisi Melukat dengan Rutin pada Generasi Z Hindu Bali
  48. Narasi Pemulihan Wanita Bali Pasca Kekerasan Seksual: Sebuah Studi Etnografi tentang Makna Trauma dalam Bayang-Bayang Sing Beling Sing Nganten
  49. Nilai-Nilai dalam Kehidupan Seorang Pengusaha Tionghoa Abdi Dalem Punokawan Kraton Yogyakarta (Sebuah Studi Kasus Intrinsik)
  50. Panjak Juru Kendhang: Gamelan, Olah Rasa, dan Kepemimpinan (Eksplorasi Kepemimpinan pada Seni Karawitan Jawa)
  51. Pemaknaan Filosofi Anakkon Hi Do Hamoraon di Au pada Orang Tua Suku Batak Toba dengan Anak yang Putus Kuliah
  52. Pemberdayaan Individu dan Organisasi melalui Koperasi pada Kelompok Penenun dan Pekerja Migran Tradisional Suku Palue
  53. Penerapan Analisis Jejaring (Network Analysis) pada Pengukuran Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Aparatur Sipil Negara (ASN)
  54. Pengalaman Membangun Startup bagi Etnis Melayu di Pekanbaru
  55. Pengalaman SSC (Shamanic States of Consciousness) pada Shaman dalam Proses Healing
  56. Pengaruh Dimensi Budaya Power Distance dan Konteks Pemberitaan pada Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19
  57. Pengaruh Eksemplifikasi Kontrastereotip terhadap Stereotip dan Jarak Sosial Etnis Papua
  58. Pengaruh Frontliner (Pramuniaga) Lintas Budaya Indonesia terhadap Persepsi Kualitas Pelayanan dan Intensi Membeli Konsumen. Penelitian Eksperimental
  59. Pengaruh Ideologi Maskulinitas Tradisional terhadap Pengasuhan Otoriter
  60. Pengaruh Konteks Pemberitaan dan Dimensi Budaya Individualisme-Kolektivisme terhadap Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat COVID-19
  61. Pengaruh Norma Deksriptif dan Injungtif terhadap Intensi Berperilaku Ramah Lingkungan pada Budaya Kolektif
  62. Pengaruh Orientasi Akulturasi Etnis Tionghoa terhadap Ketertarikan Laki-laki Dewasa Awal dari Etnis Jawa
  63. Pengaruh Self-awareness terhadap Help-seeking Behavior Kesehatan Mental pada Usia Dewasa Muda yang Berdomisili di Pulau Jawa
  64. Pengaruh Sosialisasi Etnisitas dalam Keluarga terhadap Harga Diri melalui Mediasi Identitas Etnis pada Remaja Jawa Banyumasan
  65. Pengembangan Strategi Pencegahan Depresi Pascapersalinan pada Ibu di Aceh Berbasis Psikososial dan Sensitivitas Budaya
  66. Peran Efikasi Diri, Budaya Birokrasi, Kepemimpinan Adaptif, dan Employability terhadap Perilaku Kerja Inovatif
  67. Peran Kepemimpinan Inklusif terhadap Perilaku Kerja Inovatif melalui Budaya Berakhlak pada Aparatur Sipil Negara
  68. Peran Kepercayaan, Kehati-hatian, dan Pandangan tentang Budaya dalam Menghadapi Kecemasan Kematian
  69. Peran Kesepian terhadap Subjective Well-Being (SWB) dengan Mediator Adiksi Internet pada Mahasiswa yang Berdomisili di Wilayah Zona Merah COVID-19 di Pulau Jawa
  70. Peran Kompetensi Interpersonal terhadap Sensitivitas Interkultural pada Peserta Program IISMA
  71. Peran Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan dan Kepercayaan terhadap Organisasi pada Komitmen Afektif untuk Berubah Karyawan di Sektor Pariwisata Bali
  72. Peran Pandangan Dunia Budaya terhadap Persepsi Risiko COVID-19 pada Mahasiswa di Indonesia
  73. Peran Persepsi Budaya Patriarki dan Konservatisme terhadap Stereotip Childfree pada Mahasiswa Indonesia
  74. Peran Sikap Sosiokultural sebagai Mediator Hubungan antara Aktivitas Foto Instagram dengan Ketidakpuasan Tubuh pada Perempuan Emerging Adulthood
  75. Perbedaan Autobiographical Memory Ditinjau dari Wilayah Pendidikan Jawa dengan Luar Jawa
  76. Perilaku Merokok Remaja dalam Perspektif Psikologi dan Ekologi: Penelitian Etnografi di ‘Kota Kretek’ Kudus Indonesia
  77. Proses Pembentukan Pandangan Budaya Migran Suku Sunda di Yogyakarta
  78. Relasi Kekerabatan Lintas Agama dalam Budaya Hibua Lamo pada Masyarakat Tobelo Pascakonflik
  79. Relasi Pertemanan Lintas Negara: Ruang Akulturasi Psikologis
  80. Relasi Sosial pada Aktivitas Rewang Perhelatan Pernikahan di Masyarakat Desa Delanggu, Klaten
  81. Rumah untuk Kembali: Cara Komunitas Maiyah Merawat Common In-group Identity
  82. Sistem Kasta di Sumba Timur: Realitas Bersama dan Legitimasi Ketimpangan Sosial
  83. Solidaritas dari Pesisir: Sitabangang Nelayan Perempuan Bajo
  84. Stres dan Strategi Koping Keluarga Tenaga Medis dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 pada Konteks Budaya Bali
  85. Studi Fenomenologis Pengalaman Flourishing Perempuan Sasak Pelaku Tradisi Nyesek
  86. Syarak, Sunyi, dan Sosok yang Hilang: Penjelasan Budaya Gangguan Psikosis di Minangkabau
  87. Tangisan Senyap: Sebuah Studi Mengenai Tangisan Janda pada Kematian Suami di Budaya Minangkabau
  88. Tuo Masagena, Konsep Well-being Masyarakat Pesisir Suku Mandar Sulawesi Barat (Sebuah Pendekatan Indigenous Psychology)
  89. Work-Life Balance, Work Engagement dan Burnout Anggota Polri Generasi Milenial Polda Jawa Tengah

 

Penutup

Budaya, kearifan lokal, dan psikologi indigenous membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk menghasilkan penelitian yang benar-benar orisinal dan sulit ditiru peneliti dari negara lain. Daftar judul di atas memperlihatkan betapa kayanya bahan yang bisa digali, dari konsep sejahtera menurut suku tertentu, tradisi dan seni, sampai cara masyarakat memaknai gangguan jiwa. Jika Anda tertarik, mulailah dari budaya yang paling Anda kenal, misalnya budaya daerah asal, karena kedekatan dengan bahasa dan nilai setempat akan memudahkan pengambilan data. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam dan etnografi biasanya paling cocok untuk topik ini.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat