HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi Fraud, Whistleblowing, dan Akuntansi Forensik UGM

Kecurangan merugikan perusahaan, negara, dan masyarakat, dan sering baru ketahuan setelah kerugiannya besar. Skripsi tentang fraud meneliti mengapa orang berbuat curang, bagaimana kecurangan laporan keuangan bisa dideteksi lebih awal, dan apa yang mendorong seseorang berani melaporkan pelanggaran. Laporan ACFE tahun 2024, yang menganalisis 1.921 kasus dari 138 negara, menunjukkan bahwa 43% kecurangan terungkap melalui laporan atau tips. Artinya, sistem whistleblowing yang baik adalah alat deteksi paling efektif.

Peluang Penelitian ke Depan

Beberapa celah yang masih terbuka untuk skripsi fraud:

  1. Whistleblowing di luar niat melapor. Whistleblowing adalah sub-topik terbesar (43 judul), tetapi sebagian besar mengukur niat melapor pada mahasiswa atau aparatur. Desain saluran pelaporan yang sebenarnya, anonimitas, dan perlindungan bagi pelapor di organisasi nyata masih jarang diteliti. Kerangka klasiknya adalah Near dan Miceli (1985).
  2. Model deteksi kecurangan laporan keuangan. Ada 21 judul tentang deteksi kecurangan, kebanyakan memakai fraud triangle, diamond, atau hexagon. Membandingkan model ini dengan Beneish M-Score (Beneish, 1999) atau metode machine learning masih terbuka, dan perkembangan teori fraud dirangkum oleh Dorminey dkk. (2012).
  3. Kecurangan digital di masyarakat. Penipuan investasi, social commerce, dan urun dana mulai muncul dalam 27 judul pencegahan fraud. Peran literasi keuangan dan literasi digital dalam mencegah masyarakat menjadi korban masih layak dikembangkan.
  4. Fraud pengadaan dan dana desa. Pengadaan barang/jasa pemerintah hanya dibahas 7 judul di seluruh daftar. Faktor risiko fraud pada pengadaan dan pengelolaan dana desa bisa diteliti bersama rumpun akuntansi sektor publik.
  5. Kecurangan akademik di era AI generatif. Ada 10 judul tentang kecurangan akademik. Batas antara memakai AI generatif secara etis dan berbuat curang masih jarang diuji, padahal topik ini sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa.

Rumpun fraud dekat dengan auditing dan pengendalian internal, karena keduanya adalah lini pertahanan terhadap kecurangan.

Pengelompokan Judul

Judul dalam artikel ini dibagi ke dalam 4 sub-topik. Satu judul bisa muncul di lebih dari satu sub-topik.

  1. Kecurangan Laporan Keuangan dan Model Deteksinya, tentang fraud triangle, diamond, pentagon, hexagon, dan Beneish M-Score.
  2. Whistleblowing, tentang faktor yang mendorong atau menghambat niat melaporkan pelanggaran.
  3. Pencegahan Fraud, Korupsi, dan Fraud di Masyarakat, tentang program antifraud, korupsi, dan penipuan yang menimpa masyarakat.
  4. Kecurangan dan Ketidakjujuran Akademik, tentang perilaku curang mahasiswa dan faktor penyebabnya.

 

Kecurangan Laporan Keuangan dan Model Deteksinya, tentang fraud triangle, diamond, pentagon, hexagon, dan Beneish M-Score.

  1. Analisis Hubungan antara Kinerja Return dan Probabilitas Manipulasi Laporan Keuangan menggunakan Model Beneish M-Score
  2. Analisis Laporan Keuangan dengan Perspektif Fraud Diamond terhadap Kemungkinan Kecurangan Laporan Keuangan
  3. Analisis Model Fraud Triangle dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan Ukuran Kantor Akuntan Publik sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016)
  4. Analisis Pengaruh Fraud Diamond terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2011 – 2015)
  5. Analisis Pengaruh Skeptisisme Profesional, Latar Belakang Pendidikan dan Pelatihan Fraud Auditing terhadap Kemampuan Mendeteksi Kecurangan oleh Auditor Internal (Studi pada Peserta Pelatihan di Yayasan Pendidikan Internal Audit Jakarta Selatan dan Mahasiswa FEB UGM)
  6. Analisis Rasio Keuangan Perusahaan dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan Model Beneish Mscore (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2012-2016)
  7. Apakah Rasio Beneish Masih Relevan? Studi pada Perusahaan Keuangan Besar yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2016-2021
  8. Bencana Minyak Sawit: Mengungkap Indikasi Maksimalisasi Laba Oportunistik Minyak Goreng di Indonesia melalui Analisis Laporan Keuangan
  9. Creative Accounting: Investigasi Skandal Akuntansi Tesco serta Dampaknya terhadap Citra, Kredibilitas, dan Profitabilitas Perusahaan
  10. Evaluasi Efektivitas Model Deteksi Manajemen Laba Kuantitatif: Bukti dari Laporan Keuangan Perusahaan Publik di Indonesia yang Terjerat Litigasi Kecurangan
  11. Harga Minyak Kelapa Sawit Meroket: Mengungkap Indikasi Oportunisme Minyak Goreng di Indonesia melalui Analisis Laporan Keuangan
  12. Hubungan Karakteristik Dewan Komisaris terhadap Potensi Terjadinya Kecurangan Pelaporan Keuangan: Kasus di Badan Usaha Milik Negara Indonesia
  13. Machine Learning untuk Deteksi Kecurangan pada Siklus Pengeluaran: Studi Komparatif Model
  14. Penerapan Beneish M-Score untuk Mendeteksi Manipulasi Laporan Keuangan Perseroan Skala Kecil dan Menengah yang Melakukan Penawaran Perdana pada Papan Akselerasi
  15. Pengaruh Dimensi Fraud Triangle terhadap Perilaku Korupsi di Lalu Lintas Jalan Raya
  16. Pengaruh Fraud Triangle terhadap Fraud Pelaporan Keuangan pada Perusahaan Keluarga yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020
  17. Pengaruh Red Flags Financial Statement Fraud terhadap Future Stock Price Crash Risk
  18. Penggunaan Chatgpt 4.0 untuk Deteksi Kecurangan pada Laporan Keuangan
  19. Pengujian Model Fraud Hexagon dalam Memprediksi Kemungkinan Kecurangan Laporan Keuangan: Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014 – 2019
  20. Pengujian Model Fraud Triangle untuk Memprediksi Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2022-2024
  21. Perbedaan Kesadaran tentang Kecurangan dan Persepsi Efektivitas Metode Pencegahan dan Pendeteksian Kecurangan antara Auditor Eksternal dan Auditor Internal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

 

Whistleblowing, tentang faktor yang mendorong atau menghambat niat melaporkan pelanggaran.

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensi Mahasiswa Akuntansi untuk Melakukan Whistleblowing
  2. Evaluasi Penerapan Whistleblowing System sebagai Pendeteksi Fraud pada Pemerintah Kota Yogyakarta
  3. Hubungan antara Perilaku Proaktif, Orientasi Etika, dan Materialitas dengan Keputusan Whistle-Blowing pada Mahasiswa S1 Akuntansi FEB UGM
  4. Melapor atau Tidak Melapor: Memprediksi Pelaporan Pelecehan Seksual oleh Perempuan di Kantor Akuntan Publik
  5. Pengaruh Anonimitas, Kepuasan Kerja, dan Materialitas Kecurangan terhadap Intensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di BPKA Yogyakarta Melakukan Whistleblowing
  6. Pengaruh Bystander Effect, Loyalitas, dan Insentif Finansial terhadap Intensi Individu Melakukan Whistleblowing (Studi pada Mahasiswa S1 FEB UGM)
  7. Pengaruh Dimensi Budaya terhadap Intensi Melakukan Whistleblowing: Studi pada Mahasiswa S1 Akuntansi UGM
  8. Pengaruh Faktor Profesionalisme, Individual, dan Insentif terhadap Intensi untuk Melakukan Whistleblowing pada Karyawan Direktorat Jenderal Pajak (Studi Kasus pada KPP Pratama Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman)
  9. Pengaruh Identitas Profesional dan Kolektivisme terhadap Niat Whistleblowing
  10. Pengaruh Iklim Etika dan Kepemimpinan Berintegritas terhadap Niat Melaporkan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
  11. Pengaruh Iklim Etika Organisasi, Locus of Control, dan Keseriusan Pelanggaran terhadap Niat Melakukan Whistleblowing pada Kecurangan Akademik (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi FEB UGM)
  12. Pengaruh Intensitas Moral dan Pengambilan Keputusan Etis terhadap Intensi Whistleblowing: Studi pada Mahasiswa Akuntansi
  13. Pengaruh Kesadaran Beretika dan Kedewasaan terhadap Niat Melakukan Whistleblowing dengan Gender sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris terhadap Mahasiswa S1 FEB UGM)
  14. Pengaruh Keseriusan Pelanggaran Persepsian dan Ancaman Pembalasan Persepsian terhadap Intensi Generasi Z untuk Melakukan Whistleblowing dengan Rasionalisasi sebagai Variabel Moderasi
  15. Pengaruh Kolektivisme, Penalaran Moral, dan Retaliasi terhadap Niat Whistleblowing: Studi Kasus Aparatur Sipil Negara Indonesia
  16. Pengaruh Komitmen Organisasi, Religiositas dan Materialitas terhadap Kecenderungan untuk Melakukan Whistleblowing
  17. Pengaruh Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Akuntansi terhadap Intensi Melakukan Whistleblowing pada Laporan Keuangan
  18. Pengaruh Komitmen Profesional, Penalaran Moral, dan Personal Cost terhadap Niat Seseorang Melakukan Pelaporan Pelanggaran
  19. Pengaruh Komitmen Profesional, Sosialisasi Antisipatif, dan Materialitas terhadap Kecenderungan Mahasiswa Akuntansi Melakukan Whistleblowing
  20. Pengaruh Komponen Intensitas Moral terhadap Niat Whistleblowing Internal Mahasiswa Akuntansi
  21. Pengaruh Locus of Control, Penalaran Moral, dan Materiality terhadap Niat Mahasiswa dalam Melakukan Whistleblowing (Studi Empiris pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Gadjah Mada)
  22. Pengaruh Moral Pajak, Status Pelanggar, dan Persepsi Penegakan Hukum terhadap Intensi Mahasiswa Melakukan Whistleblowing pada Perilaku Ketidakpatuhan Pajak
  23. Pengaruh Orientasi Etika, Machiavellianisme, dan Lingkungan Etis terhadap Niat Individu Melakukan Whistleblowing
  24. Pengaruh Orientasi Religiusitas dan Keadilan Organisasional terhadap Niat Individu Melakukan Whistleblowing
  25. Pengaruh Penalaran Moral, Retaliasi, dan Bystander Effect terhadap Niat Generasi Z Melakukan Whistleblowing
  26. Pengaruh Penalaran Moral, Retaliasi, dan Iklim Etika Organisasi terhadap Intensi Karyawan PT Pertamina (Persero) dalam Melakukan Whistleblowing
  27. Pengaruh Penalaran Moral, Retaliasi, dan Kolektivisme terhadap Niat Melakukan Whistleblowing
  28. Pengaruh Penalaran Moral, Retaliasi, dan Religiositas terhadap Niat Aparatur Sipil Negara Melakukan Whistleblowing
  29. Pengaruh Penalaran Moral, Tingkat Religiositas, dan Gender terhadap Niat Melakukan Pelaporan Pelanggaran atas Kecurangan Akademis
  30. Pengaruh Pendidikan Etika Bisnis dan Profesi, dan Kecurangan Akademik terhadap Niat Melakukan Whistleblowing (Studi Empiris pada Siswa SMK Negeri 1 Ponorogo)
  31. Pengaruh Pendidikan Etika Bisnis dan Sosialisasi Antisipatif terhadap Sikap Individu atas Whistleblowing (Studi pada Mahasiswa S1 Akuntansi FEB UGM)
  32. Pengaruh Pendidikan Etika Bisnis, Sosialisasi Antisipatif, dan Locus of Control terhadap Sikap Whistleblowing Individu
  33. Pengaruh Pendidikan Etika, Persepsi atas Retaliasi dan Internal Locus of Control terhadap Kecenderungan Melaporkan Kecurangan pada Laporan Keuangan
  34. Pengaruh Perlakuan Adil, Kerja Sama, dan Kepemimpinan Etis dalam Organisasi terhadap Intensi Melakukan Whistleblowing: Studi Empiris Salah Satu Perguruan Tinggi Negeri di Pulau Jawa
  35. Pengaruh Power Distance, Intensitas Moral, dan Komitmen Profesional terhadap Keputusan Whistleblowing (Studi Kasus pada Mahasiswa S1 FEB UGM)
  36. Pengaruh Retaliasi, Loyalitas, dan Komitmen Profesional terhadap Niat Individu Melakukan Whistleblowing (Studi pada BUMD Kabupaten Temanggung)
  37. Pengaruh Saluran Pelaporan Anonim dan Imbalan terhadap Niat Karyawan PT Bank Mega Menjadi Whistleblower
  38. Pengaruh Sikap terhadap Whistleblowing, Status Pelanggar, dan Personal Cost Pelapor terhadap Niat Whistleblowing: Studi Kasus Sektor Keuangan Indonesia
  39. Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku terhadap Intensi Whistleblowing (Studi pada Instansi Vertikal Kementerian Keuangan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
  40. Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku terhadap Niat Whistleblowing
  41. Pengaruh Status Pelanggar, Personal Cost of Reporting, dan Komitmen Organisasi terhadap Intensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Melakukan Whistleblowing
  42. Pengaruh Status Pelanggar, Retaliasi, dan Anonimitas terhadap Intensi Karyawan Asuransi BUMN Melakukan Whistleblowing (Studi Kasus pada PT Asuransi Kredit Indonesia di Jakarta)
  43. Persepsi Mahasiswa Akuntansi tentang Pengaruh Tingkat Religiositas, Gender, dan Pendidikan Etika Bisnis terhadap Niat Melakukan Whistleblowing

 

Pencegahan Fraud, Korupsi, dan Fraud di Masyarakat, tentang program antifraud, korupsi, dan penipuan yang menimpa masyarakat.

  1. Analisis Faktor yang Memengaruhi Tendensi Generasi Muda Menjadi Korban Crowdfrauding
  2. Analisis Fraud dalam Pengelolaan Tanah Kas Desa (Studi di Kalurahan Caturtunggal, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)
  3. Analisis Implementasi Program Mitigasi Kecurangan Studi Kasus pada Sebuah Perusahaan Otomotif Multinasional di Indonesia
  4. Analisis Pengaruh Skeptisisme Profesional, Latar Belakang Pendidikan dan Pelatihan Fraud Auditing terhadap Kemampuan Mendeteksi Kecurangan oleh Auditor Internal (Studi pada Peserta Pelatihan di Yayasan Pendidikan Internal Audit Jakarta Selatan dan Mahasiswa FEB UGM)
  5. Analisis Persepsi Peminat Konser terhadap Fraud Penjualan Tiket Konser di Indonesia
  6. Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Mengenai Jenis-jenis Tindak Pidana Korupsi
  7. Eksplorasi Pengembangan dan Implementasi Program Pencegahan Fraud di Bank Umum Pemerintah Studi Kasus pada Bank BPD DIY
  8. Evaluasi Penerapan Whistleblowing System sebagai Pendeteksi Fraud pada Pemerintah Kota Yogyakarta
  9. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengungkapan Anti-Korupsi (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
  10. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Potensi Fraud Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Daerah: Bukti Empiris Umkm Indonesia
  11. Identifikasi Risiko Kecurangan dan Analisis Manajemen Risiko Kecurangan dalam Proses Pemberian Kredit di PT Bank Mandiri
  12. Kelemahan Pengendalian Internal pada Siklus Penerimaan Kas dan Kesempatan Karyawan Melakukan Penyalahgunaan Kas di Swalayan (Study Kasus di Swalayan A dan B)
  13. Penganggaran Partisipatif sebagai Alat Pencegahan Kecurangan
  14. Pengaruh Akuntabilitas Laporan Keuangan, Kinerja Keuangan, dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah terhadap Tingkat Korupsi Kepala Daerah di Indonesia
  15. Pengaruh Anonimitas, Kepuasan Kerja, dan Materialitas Kecurangan terhadap Intensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di BPKA Yogyakarta Melakukan Whistleblowing
  16. Pengaruh Dimensi Fraud Triangle terhadap Perilaku Korupsi di Lalu Lintas Jalan Raya
  17. Pengaruh Etika Profesi dan Lokus Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Kecurangan di Sektor Publik: Studi pada Perangkat Daerah di Kabupaten Wonogiri
  18. Pengaruh Kinerja ESG terhadap Penghindaran Pajak: Peran Tingkat Korupsi Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Negara-Negara Asia Tenggara Tahun 2021-2023)
  19. Pengaruh Korupsi Pejabat Publik terhadap Motivasi Kepatuhan Mahasiswa sebagai Calon Wajib Pajak Potensial
  20. Pengaruh Pendidikan Etika, Persepsi atas Retaliasi dan Internal Locus of Control terhadap Kecenderungan Melaporkan Kecurangan pada Laporan Keuangan
  21. Pengaruh Pendidikan Etika, Pygmalion Effect dan Love of Money terhadap Persepsi Etis Tendensi Fraud Mahasiswa Akuntansi
  22. Pengaruh Transparansi Informasi, Reputasi Penjual, dan Literasi Digital terhadap Persepsi Konsumen atas Kemampuan Diri dalam Mendeteksi Fraud pada Transaksi Social Commerce
  23. Penilaian Risiko Kecurangan dan Judgment Skeptis Auditor: Sebuah Studi Eksperimen
  24. Peran Wanita dalam Dewan dan Struktur Kepemilikan terhadap Pengungkapan Anti Korupsi (Studi pada Perusahaan Sektor Finansial yang Terdaftar di BEI)
  25. Perbedaan Kesadaran tentang Kecurangan dan Persepsi Efektivitas Metode Pencegahan dan Pendeteksian Kecurangan antara Auditor Eksternal dan Auditor Internal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
  26. Persepsi Mahasiswa FEB UGM terhadap Pengaruh Pendidikan Etika Bisnis dan Pengetahuan Fraud pada Tendensi Penggelapan Pajak
  27. Relevansi Nilai Aset Riset dan Pengembangan: Telaah atas Peran Kelembagaan Korupsi dan Penegakan Hukum

 

Kecurangan dan Ketidakjujuran Akademik, tentang perilaku curang mahasiswa dan faktor penyebabnya.

  1. Investigasi Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ketidakjujuran Akademik Mahasiswa Akuntansi dalam Pembelajaran Daring
  2. Pengaruh Iklim Etika Organisasi, Locus of Control, dan Keseriusan Pelanggaran terhadap Niat Melakukan Whistleblowing pada Kecurangan Akademik (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi FEB UGM)
  3. Pengaruh Integritas Akademik, Nilai-Nilai Pribadi, Kesesuaian Individu-Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Perilaku Etis Kerja Profesional Mahasiswa Akuntansi
  4. Pengaruh Masa Studi terhadap Pemahaman serta Sikap atas Kebijakan Integritas Akademik dan Ketidakjujuran Akademik Mahasiswa Akuntansi FEB UGM
  5. Pengaruh Penalaran Moral, Tingkat Religiositas, dan Gender terhadap Niat Melakukan Pelaporan Pelanggaran atas Kecurangan Akademis
  6. Pengaruh Pendidikan Etika Bisnis dan Profesi, dan Kecurangan Akademik terhadap Niat Melakukan Whistleblowing (Studi Empiris pada Siswa SMK Negeri 1 Ponorogo)
  7. Pengaruh Pendidikan Etika Bisnis dan Profesi, Moralitas dan Tekanan Akademik terhadap Terjadinya Kecurangan Akademik
  8. Pengaruh Pendidikan Etika, Kecerdasan, Religiositas, dan Machiavellianisme terhadap Kecenderungan Mahasiswa Akuntansi Melakukan Ketidakjujuran Akademik
  9. Pengaruh Penyalahgunaan Teknologi Informasi, Prokrastinasi Akademik, dan Integritas Mahasiswa terhadap Perilaku Academic Fraud Mahasiswa Akuntansi
  10. Peran Tekanan, Kesempatan, dan Moral Disengagement terhadap Ketidakjujuran Akademik pada Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Penutup

Fraud adalah topik yang menarik, tetapi data kasus nyata sulit diperoleh. Karena itu, mahasiswa S1 sering memakai data publik (laporan keuangan emiten yang terkena sanksi), kuesioner, atau desain eksperimen. Pilih pendekatan yang datanya pasti bisa Anda kumpulkan, lalu kaitkan dengan etika dan perilaku akuntan bila ingin menguji faktor individu. Untuk jenjang S2, lihat judul tesis fraud dan akuntansi forensik UGM. Rumpun lain bisa dilihat di halaman induk judul skripsi akuntansi UGM.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

error: