HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Judul Skripsi dan Tesis Psikologi tentang Perkembangan Anak, Remaja, dan Dewasa Awal (UGM)

Skripsi dan tesis membantu mahasiswa memahami bahwa manusia terus berubah sepanjang hidupnya. Psikologi perkembangan mempelajari perubahan itu, mulai dari anak usia dini yang sedang belajar mengatur emosi dan bersiap masuk sekolah, remaja yang mencari jati diri, sampai dewasa awal yang sering dihadapkan pada kebingungan arah hidup atau quarter-life crisis. Setiap tahap punya tugas dan tantangan yang berbeda, dan cara seseorang melewatinya akan memengaruhi tahap berikutnya. Penelitian di bidang ini membantu orang tua, guru, dan konselor memberikan dukungan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan. Artikel ini menyajikan 87 contoh judul skripsi dan tesis psikologi tentang perkembangan anak, remaja, dan dewasa awal.

Celah dan Peluang Penelitian ke Depan

Beberapa sisi perkembangan manusia masih jarang digarap dalam penelitian. Berikut beberapa peluang yang bisa dipertimbangkan:

  1. Masa kanak-kanak tengah (usia SD). Penelitian banyak berfokus pada anak usia dini dan dewasa awal, sementara anak usia 7–11 tahun relatif jarang diteliti.
  2. Tumbuh di tengah gawai. Dampak paparan layar sejak dini terhadap perkembangan bahasa, perhatian, dan kemampuan sosial anak adalah topik penting yang masih perlu banyak bukti dari konteks Indonesia.
  3. Gizi, stunting, dan perkembangan. Kaitan antara kondisi gizi, stunting, dan perkembangan kognitif maupun sosial-emosional anak masih terbuka untuk diteliti lintas disiplin.
  4. Transisi dewasa yang beragam. Tidak semua orang melewati jalur kuliah lalu bekerja. Pengalaman anak muda yang mengambil gap year, langsung bekerja, atau merantau ke luar negeri layak diteliti.
  5. Penelitian jangka panjang. Mengikuti anak atau remaja dari waktu ke waktu akan memberi gambaran yang jauh lebih kuat tentang perkembangan dibanding pengukuran sekali waktu.
  6. Intervensi untuk quarter-life crisis. Banyak judul sudah menggambarkan krisis di usia 20-an, tetapi program pendampingan yang terbukti efektif masih sangat sedikit.

Pengelompokan Judul

Judul-judul di topik ini dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Satu judul bisa masuk ke lebih dari satu kelompok.

  1. Quarter-Life Crisis dan Masa Dewasa Awal. Kelompok terbesar. Meneliti kebingungan arah hidup di usia 20-an dan faktor yang memengaruhinya, seperti keberfungsian keluarga, dukungan teman, perbandingan sosial, harga diri, welas asih diri, kepribadian, intoleransi ketidakpastian, dan koping religius.
  2. Perkembangan Anak Usia Dini. Membahas memori kerja, fungsi eksekutif, theory of mind, kesadaran fonologis, kompetensi sosial, kesiapan masuk sekolah, pengaruh pengasuhan dan keterlibatan ayah, serta dampak jangka panjang stunting dan PAUD.
  3. Pembentukan Identitas. Mencakup perkembangan identitas diri, identitas gender, identitas seksual, identitas vokasional, dan identitas nasional, misalnya pada anak diplomat yang kembali ke Indonesia dan remaja penggemar K-pop.
  4. Masa Transisi. Meneliti pengalaman gap year, penyesuaian mahasiswa tahun pertama, pilihan untuk melajang, transisi menuju dewasa pada saudara kandung individu autistik, dan perbedaan etos kerja antargenerasi.
  5. Perkembangan Sosial, Moral, dan Perilaku Remaja. Membahas perkembangan motivasi prososial, identitas moral, agresi relasional, pencarian sensasi, relasi dengan orang tua dan teman sebaya, serta pengaruh media sosial dan hubungan parasosial pada remaja dan dewasa awal.

Daftar Judul Tesis Psikologi tentang Perkembangan Anak, Remaja, dan Dewasa Awal

  1. ‘Bakujaga Torang Pe Ana’: Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini Berbasis Tripusat Pendidikan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Gamalama di Pulau Ternate
  2. Atensi sebagai Mediator Hubungan Memori Kerja dengan Kesadaran Fonologis pada Anak Usia Dini TK B
  3. Bullying dan Kebijakan Anti Bullying: Analisis Persepsi pada Guru Pendidikan Anak Usia Dini
  4. Dampak Intervensi Karier Kelompok “My Career Story” secara Daring terhadap Peningkatan Identitas Vokasional Siswa SMA Kelas X
  5. Efek Aktivitas Fisik terhadap Kemampuan Memori Kerja pada Anak Usia Dini dengan Afek Positif sebagai Mediator: Studi Eksperimen Kuasi
  6. Efek Jangka Panjang Stunting, Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terhadap Kemampuan Kognitif Anak
  7. Eksplorasi Penerapan Metode Stay-Play-Talk (SPT) dalam Mendukung Keterampilan Sosial Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) Usia Prasekolah di Sekolah Inklusif
  8. Eksplorasi Pengalaman Perkembangan Identitas Gender pada Dewasa Awal Nonbiner di Indonesia
  9. Eksplorasi Pengalaman Perkembangan Identitas Gender pada Laki-laki Penyintas Kekerasan Seksual
  10. Eksplorasi Pengalaman Siswi Pesantren dengan Pengasuhan yang Terlalu Memanjakan: Kajian Naratif tentang Perkembangan Otonomi
  11. Eksplorasi Perkembangan dan Bentuk Kelekatan Penggemar Idola Korean Pop dalam Hubungan Parasosial: Studi pada Remaja dan Dewasa Muda
  12. Harga Diri sebagai Moderator Peran Keterlibatan Pengasuhan Kakek-Nenek terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Anak Usia Sekolah Dasar
  13. Hubungan Conscientiousness dengan Pengambilan Risiko untuk Mengubah Pekerjaan Terkait Quarter Life Crisis (QLC)
  14. Hubungan Dukungan Keluarga dan Dukungan Sosial Online dari Sosial Media Twitter (X) terhadap Tujuan Penghindaran Penguasaan pada Siswa yang Menjalani Gap Year
  15. Hubungan Persepsi Pola Asuh Authoritative terhadap Sibling Relationship pada Emerging Adulthood
  16. Intensitas Penggunaan Media Sosial sebagai Mediator Parsial antara Fear of Missing Out dan Adiksi Media Sosial pada Dewasa Awal di Indonesia
  17. Intervensi Berbasis Orang Tua untuk Menurunkan Perilaku Agresif Anak Prasekolah: A Systematic Literature Review dan Meta-Analysis
  18. Intervensi Persiapan Masuk Sekolah Berbasis Rumah untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial-Emosional pada Anak Usia Dini di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah ke Bawah: Systematic Literature Review
  19. Intervensi Psikologis untuk Mendukung Well-Being Orang Tua dengan Anak Neurodevelopmental Disorders (NDD) di Wilayah Low- and Middle-Income Countries (LMIC): Sebuah Scoping Review
  20. Kelekatan sebagai Mediator antara Konflik Peran yang Dialami oleh Ibu Bekerja dan Regulasi Emosi Anak Usia Prasekolah di Makassar
  21. Menjadi Ibu Gen Z: Pengalaman Pengasuhan dan Strategi Koping terhadap Gaya Pengasuhan Antargenerasi
  22. Menonjol dan Menyesuaikan Diri: Pengalaman Perempuan Muda yang Memilih Melajang dalam Menghadapi Norma Perkembangan Hubungan Romantis
  23. Menua Bahagia dalam Senyap: Memahami Jalur Perkembangan Successful Aging dari Perspektif Life Course pada Transpuan
  24. Merajut Cita di Kala Krisis: Peran Positive Reappraisal dan Hope terhadap Quarter-Life Crisis pada Individu Dewasa Awal
  25. Model Absorpsi Kognitif Penggunaan Smartphone pada Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Usia 3-6 Tahun
  26. Pembentukan Identitas Nasional: Pengalaman Anak Diplomat Indonesia yang Kembali dari Negara Barat
  27. Penerapan Parental Mediation Ibu Anak Usia Dini Ditinjau dari Pola Komunikasi dan Literasi Digital Ibu
  28. Pengalaman Ibu Tunggal dalam Mengasuh Anak Usia Prasekolah: Sebuah Pendekatan Fenomenologi
  29. Pengaruh Isolasi Sosial dan Hubungan Parasosial selama COVID-19 terhadap Kesepian pada Dewasa Awal di Indonesia
  30. Penggunaan Humor dalam Relasi Hierarkis Sosial Orang Tua dan Anak Usia Remaja Akhir
  31. Penyesuaian Sosial Mahasiswa Tahun Pertama Universitas yang Masuk Setelah Gap Year
  32. Peran Adverse Childhood Experience terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini
  33. Peran Adverse Childhood Experiences terhadap Subjective Well-being yang Dimoderatori oleh Parasocial Relationship pada Emerging Adulthood
  34. Peran Anchor Virtue, Anchor Material, Anchor Self, serta Anchor Others terhadap Flourishing pada Emerging Adulthood
  35. Peran Celebrity Worship terhadap Pembelian Kompulsif Merchandise Idola pada Emerging Adulthood Penggemar K-pop
  36. Peran Coparenting terhadap Kompetensi Sosial Anak Usia Dini
  37. Peran Dukungan Istri terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Kanak-Kanak Tengah dan Akhir dengan Efikasi Diri Paternal sebagai Mediator
  38. Peran Dukungan Orang Tua dan Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier terhadap Identitas Vokasional Remaja
  39. Peran Dukungan Sosial pada Harga Diri Remaja yang Menjalani Gap Year
  40. Peran Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Siswa Gap Year
  41. Peran Fear of Missing Out dan Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Tiket Konser pada Penggemar K-Pop Usia Emerging Adulthood
  42. Peran Gaya Kelekatan Tidak Aman dan Self-Compassion terhadap Gejala Depresi pada Emerging Adulthood
  43. Peran Gaya Pengasuhan Otoritatif terhadap Sensation Seeking pada Emerging Adulthood
  44. Peran Identitas Moral terhadap Civic Purpose pada Masa Emerging Adulthood: Moral Self-efficacy sebagai Mediator
  45. Peran Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Psychological Well-Being dengan Mediator Self-Esteem pada Emerging Adulthood
  46. Peran Intoleransi Ketidakpastian terhadap Krisis Seperempat Kehidupan pada Emerging Adulthood dengan Negative Problem Orientation sebagai Mediator
  47. Peran Keberfungsian Keluarga dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Quarter-life Crisis pada Emerging Adults
  48. Peran Keberfungsian Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya terhadap Kecenderungan Adiksi Game Online pada Anak-Anak Usia Akhir (9-12 Tahun)
  49. Peran Keberfungsian Keluarga terhadap Quarter-Life Crisis pada Dewasa Awal dengan Kecerdasan Emosional sebagai Mediator
  50. Peran Kelekatan Cemas pada Teman Sebaya, Kesepian Sosial, dan Intensitas Penggunaan Media Sosial X terhadap Penggunaan Internet Bermasalah pada Emerging Adulthood
  51. Peran Kematangan Emosi dan Dukungan Keluarga terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini
  52. Peran Kepribadian Kesungguhan terhadap Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator
  53. Peran Kesejahteraan Psikologis terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia DIni
  54. Peran Kesejahteraan Spiritual dalam Memoderasi Hubungan antara Kesepian dan Non-Suicidal Self-injury pada Emerging Adulthood
  55. Peran Komparasi Sosial dan Self-Efficacy terhadap Quarter-Life Crisis pada Dewasa Awal
  56. Peran Koping Religius dalam Memoderasi Hubungan antara Intoleransi Ketidakpastian dan Quarter-life Crisis pada Emerging Adulthood
  57. Peran Kualitas Hubungan Orang Tua-Anak terhadap Kompetensi Sosial Anak Prasekolah dengan Dimediasi oleh Penggunaan Gawai Anak
  58. Peran Moral Disengagement terhadap Kecenderungan Melakukan Agresi Relasional pada Dewasa Awal
  59. Peran Orientasi Kepribadian Menurut Anchor Personality Theory terhadap Quarter Life Crisis pada Emerging Adulthood
  60. Peran Paparan Konten Melukai Diri di Media Sosial dan Toleransi Distres terhadap Ide Bunuh Diri pada Emerging Adulthood
  61. Peran Pengasuhan terhadap Executive Function pada Anak Prasekolah dengan Temperamen sebagai Moderator
  62. Peran Perilaku Pengasuhan dan Stres Pengasuhan terhadap Memori Kerja Anak Usia Dini
  63. Peran Persepsi Distres Pernikahan Orang Tua dan Aspirasi Karier terhadap Intensi Menikah Individu Usia Emerging Adulthood
  64. Peran Persepsi Kemampuan Savoring terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa Emerging Adulthood selama Pandemi COVID-19
  65. Peran Psychological Immunity sebagai Mediator Hubungan Kecanduan Media Sosial dan Depresi pada Emerging Adulthood (Dewasa Muda)
  66. Peran Quarter Life Crisis terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi: Resiliensi Akademik sebagai Moderator
  67. Peran Self Compassion terhadap Quarter-Life Crisis pada Mahasiswa
  68. Peran Self-Esteem dan Regulasi Emosi terhadap Quarter-Life Crisis
  69. Peran Sikap Sosiokultural sebagai Mediator Hubungan antara Aktivitas Foto Instagram dengan Ketidakpuasan Tubuh pada Perempuan Emerging Adulthood
  70. Peran Stres Pengasuhan Ibu terhadap Intensitas Penggunaan Media Berbasis Layar pada Anak Prasekolah dengan Perilaku Phubbing Ibu sebagai Mediator
  71. Peran Temperamen Negative Affectivity terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini: Keyakinan akan Peran Ayah sebagai Moderator
  72. Peran Well-being terhadap Resiliensi Berdasarkan Model PERMA pada Emerging Adulthood
  73. Perbandingan Sosial sebagai Mediator Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram dan Citra Tubuh pada Perempuan Emerging Adulthood
  74. Perbedaan Generasi dalam Etos Kerja antara Karyawan Generasi X dan Generasi Y di Indonesia
  75. Perkembangan Identitas Diri pada Remaja Penggemar Korean Pop yang Mengalami Hubungan Parasosial
  76. Perkembangan Relasi dan Afek dalam Pertemanan Hierarkis Santri
  77. Pola Perkembangan Motivasi Prososial pada Remaja dan Dewasa Awal
  78. Quarter Life Crisis pada Emerging Adult: Sebuah Studi Mixed Methods
  79. Regulasi Emosi dan Kesiapan Transisi Pembelajaran Anak Usia Prasekolah di Masa Pandemi COVID-19
  80. Sebuah Studi Kualitatif: Dampak Perilaku Selingkuh Ibu pada Dinamika Psikologis Anak Usia Remaja
  81. Theory of Mind Anak Usia Awal dan Akhir Masa Middle Childhood Berdasarkan Jenis Kelamin
  82. Transisi Dewasa yang Tidak Normatif: Pemaknaan Peran Saudara Kandung Dewasa Awal dari Individu Autistik
  83. Uji Coba Awal Aplikasi “Kata Kita” untuk Intervensi Kemampuan Berbahasa Lisan pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) dengan Speech Delay
  84. Uji Coba Awal Penggunaan Aplikasi Kata Kita sebagai Media Intervensi Kemampuan Berbahasa Lisan Anak Cerebral Palsy dengan Speech Delay: Sebuah Pilot Studi
  85. Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Depression, Anxiety, and Stress Scale-42 (Dass-42) Versi Bahasa Indonesia pada Sampel Emerging Adulthood
  86. Validasi Modul Program Penanganan Krisis (P2K) Berbasis Solution-Focused Therapy bagi Individu dengan Quarter-Life Crisis
  87. You are You: Perkembangan Identitas Seksual Emerging Adulthood yang Berinteraksi dalam Fandom K-pop

 

Penutup

Perkembangan anak, remaja, dan dewasa awal adalah perjalanan panjang yang penuh perubahan, sehingga selalu ada hal baru untuk diteliti. Daftar judul di atas memperlihatkan pilihan yang beragam, dari kemampuan kognitif anak usia dini, pembentukan identitas remaja, sampai quarter-life crisis pada dewasa awal. Saat memilih topik, tentukan dengan jelas tahap usia yang ingin Anda teliti dan pastikan alat ukur yang dipakai sesuai dengan usia tersebut.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.

Scan the code
Powered by Joinchat