Dalam pemilu, cara pesan politik disampaikan sering kali sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri. Pemilih mengenal kandidat, memahami program, dan membentuk penilaian politik sebagian besar melalui media, baik televisi, surat kabar, portal berita, maupun media sosial. Lanskap komunikasi politik di Indonesia pun berubah sangat cepat. Iklan politik kini bersaing dengan konten video pendek, berita tidak lagi hanya diproduksi redaksi media tetapi juga oleh akun anonim, dan informasi palsu dapat menyebar ke jutaan orang dalam hitungan jam. Perubahan ini membawa peluang sekaligus ancaman bagi kualitas demokrasi. Karena itu, penelitian skripsi dan tesis tentang media dan komunikasi politik sangat penting untuk memahami bagaimana opini publik terbentuk, bagaimana media membingkai peristiwa politik, dan bagaimana dampak buruk seperti hoaks dan polarisasi dapat ditekan. Berikut kumpulan judul tesis pemilu bertema media dan komunikasi politik yang dapat dijadikan referensi.
Peluang dan Celah Penelitian Tesis Media dan Komunikasi Politik
Ada sejumlah celah penelitian yang menarik untuk digarap. Pertama, kampanye melalui platform video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, termasuk siaran langsung (live streaming) dan konten bernuansa hiburan, masih jarang dikaji secara mendalam. Pertanyaannya, apakah konten yang ringan dan menghibur benar-benar mengubah pilihan pemilih atau sekadar meningkatkan popularitas kandidat. Kedua, munculnya konten buatan kecerdasan buatan (AI), seperti video atau suara tokoh yang direkayasa (deepfake), membuka kajian baru tentang kemampuan pemilih mengenali konten palsu dan kesiapan aturan kampanye dalam mengaturnya. Ketiga, kerja buzzer dan jaringan akun terkoordinasi dapat diteliti dengan lebih terukur menggunakan analisis jaringan sosial (social network analysis) dan analisis data percakapan media sosial, sehingga pola penyebaran pesan dan aktor penggeraknya dapat dipetakan dengan jelas.
Keempat, kajian media massa dapat diperdalam dari sisi kepemilikan media, misalnya sejauh mana keterlibatan pemilik media dalam politik memengaruhi framing pemberitaan pemilu, termasuk peran media lokal dalam pilkada yang masih jarang diteliti. Kelima, studi bahasa politik dapat berkembang ke arah analisis multimodal, yaitu membaca makna politik bukan hanya dari teks, tetapi juga dari gambar, meme, musik, dan video, serta mengkaji penggunaan bahasa daerah dan narasi identitas dalam kampanye. Keenam, efektivitas upaya penanggulangan hoaks, seperti cek fakta, moderasi konten oleh platform, dan program literasi digital, masih perlu diuji secara nyata. Penelitian eksperimen sederhana, misalnya membandingkan kelompok pemilih yang mendapat dan tidak mendapat informasi cek fakta, dapat menjadi nilai kebaruan di tingkat skripsi maupun tesis.
Daftar Judul Tesis Pemilu : Media dan Komunikasi Politik
Daftar Judul Tesis dalam kelompok ini, di kategorikan menjadi 2 (dua), yaitu:
- Media Massa, Framing Berita, Iklan, dan Bahasa Politik
- Media Sosial, Buzzer, Hoaks, dan Kampanye Digital
Media Massa, Framing Berita, Iklan, dan Bahasa Politik
Pilkada
- “Politik Pencitraan Calon Kepala Daerah” (Studi Kasus tentang Strategi Pencitraan Diri Kandidat Qomariyah–Pontjo dalam Kampanye Pilkada di Kabupaten Pekalongan Mei 2006)
- Bingkai Berita dan Pilkada Gubernur (Analisis Framing Berita Kampanye Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah 2011–2016 pada Harian Radar Sulteng dan Harian Mercusuar Edisi 21 Maret–4 April 2011)
- Dramaturgi dan Politik (Kajian Awal Kaitan Dramaturgi dan Politik dalam Kasus Kampanye Wakil Wali Kota Makassar “Syamsu Rizal” dalam Pilkada 2014)
- Eufemisme dalam Debat Pilkada DKI Tahun 2017
- Ketidakberadaban (Incivility) dan Ketidaksopanan (Impoliteness) dalam Diskusi Politik Online: Analisis Isi terhadap Komentar Pembaca dalam Kolom Komentar Berita Mengenai Pilkada DKI Jakarta di Kompas.com dan Republika.co.id Sepanjang 14 hingga 16 Februari 2017
- Komunikasi Politik Ahok dalam Talk Show (Analisis Wacana Program Mata Najwa yang Menghadirkan Ahok dalam Kurun Waktu Pilkada DKI 2017)
- Media Konvensional dan Anomali Politik: Keberpihakan Media Massa dalam Pilkada (Studi Kualitatif Analisis Framing Pemberitaan Mengenai Pilkada Bantul 2015 di SKH Kedaulatan Rakyat Edisi 9 November-8 Desember 2015)
- Media, Kampanye, dan Demokrasi di Tataran Lokal (Analisis Isi Kualitas Informasi Politik dalam Liputan Surat Kabar Lokal Suara Merdeka, Harian Wawasan, dan Solopos ketika Masa Kampanye Pemilukada di Jawa Tengah Periode 8-22 Mei 2013)
- Objektivitas Koran Lokal dalam Liputan Berita Pemilukada (Analisis Isi Berita Kampanye Pemilukada DKI Jakarta pada Surat Kabar Harian Pos Kota dan Warta Kota Periode 24 Juni-7 Juli 2012)
- Pembentukan Agenda Surat Kabar pada Masa Kampanye Pemilu (Studi Kasus Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gatekeeper dalam Membentuk Agenda Tiga Surat Kabar di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Masa Kampanye Pilkada Serentak 2020)
- Pemberitaan Bupati Bantul Pasca Pilkada 2015 dalam Surat Kabar: Analisis Framing Tokoh Suharsono dan Sri Suryawidati Pasca Pilkada Bantul 2015 pada Kedaulatan Rakyat, Tribun Jogja, Harian Jogja, dan Koran Sindo Periode 9 Desember 2015–20 Februari 2016
- Persepsi Jurnalis Muda dalam Peliputan Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Dampaknya terhadap Ketahanan Politik Wilayah (Studi Framing Pemberitaan Republika.co.id dan Kompas.com)
- Polemik Calon Independen pada Pemilukada Aceh 2012 dalam Framing Media Lokal
- Politik Identitas dalam Iklan Politik di Pilkada DKI Jakarta 2012
- Politik Pencitraan Incumbent Menjelang Pilkada (Studi Critical Discourse Analysis terhadap Media Baliho Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Menjelang Pilkada Tahun 2010)
- Tindak Tutur Komisif Pasangan Calon Terpilih dalam Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Pilkada 2024
- Twitter sebagai Sumber Berita Politik: Analisis Isi Kualitatif Penggunaan Twitter sebagai Sumber Berita dalam Berita Pilkada DKI 2017 di Tribunnews.com selama Tahun 2016
- Wacana Feminisme terkait Pendidikan dan Ekonomi di Indonesia (Analisis Wacana Kritis Posisi Feminisme Tri Rismaharini dalam Debat Pilkada Surabaya 2015)
Pilpres
- Bentuk, Makna, dan Fungsi Implikatur dalam Tuturan Debat Capres Pemilu Tahun 2024: Kajian Pragmatik
- Isu Ideologis dalam Pilpres 2019 (Framing Berita Isu PKI dan Isu Khilafah di Situs Media Online Kompas.com Periode 23 September 2018-16 April 2019)
- Kajian tentang Narasi Identitas dalam Wacana Tabloid Suara Islam pada Masa Pemilu Presiden 2014
- Kasus Hoaks Pilpres 2019 (Kajian Linguistik Forensik)
- Komodifikasi Pemilu 2009 di Metro TV dan tvOne: Analisis Wacana Talk Show Khusus Membahas Debat Capres dan Cawapres 2009-2014 di Metro TV dan tvOne Periode 18, 23, 25 Juni dan 2 Juli 2009
- Menghibur dan Meyakinkan: Retorika dalam Konten Politainment di TikTok oleh Kandidat Pilpres 2024 (Analisis Isi Kualitatif Konten TikTok pada Akun Resmi Capres-Cawapres Pilpres 2024)
- Paternalisme dalam Iklan Politik Jokowi-Amin (Analisis Isi Kualitatif Pesan Ideologi Figur Bapak terhadap Citra Politik dalam Iklan Politik Jokowi-Amin pada Pemilu 2019 di YouTube)
- Pembentukan Citra Anies Baswedan oleh Al Jazeera dalam Pilpres 2024: Analisis Pembingkaian
- Pembingkaian Berita Pemilihan Presiden Indonesia pada Pemilu Tahun 2024 dalam Media Daring Al Jazeera: Analisis Wacana
- Pengaruh Keanggotaan Partisan terhadap Hostile Media Effect pada Berita Politik (Studi Eksperimental Pengaruh Penerima dan Sumber Media Partisan terhadap Hostile Media Effect pada Berita Politik Mengenai Pemilu Presiden 2019)
- Performa Jurnalisme Online dan Kecenderungan Politainment dalam Portal Berita Online (Analisis Isi Berita Pilpres 2019 di Detikcom dan Tribunnews.com Periode 12-17 Agustus 2018)
- Performance Manajerial tvOne dalam Pemberitaan Hasil Pilpres 2014 (Korelasi Kekuasaan Aktor Politik dan Lembaga Survei)
- Politicotainment dalam Media Televisi (Studi Analisis Naratif Politik Entertainment dalam Talk Show Jelang Pilpres 2014 di Metro TV dan tvOne)
- Posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam Mengawasi Isi Siaran Berkaitan dengan Penggunaan Frekuensi Publik pada Pilpres 2014 (Studi Kasus terhadap Nota Kesepahaman antara KPI dan Bawaslu tentang Kerja Sama Pengawasan Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pemilihan Umum)
- Prabowo Subianto dan Simbol Politik Soekarno (Analisis Semiotik Charles S. Peirce terhadap Strategi Kampanye Prabowo Subianto dalam Penggunaan Simbol Soekarno selama Pemilu Presiden 2014)
- Speech Act Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Akun Parodi (Analisis Isi Kualitatif Akun Parodi Twitter @SBYudhoyono selama Masa Kampanye Pemilu Presiden, 4 Juni-5 Juli 2014)
Pemilu Umum dan Serentak
- Demokrasi Elektoral di Indonesia: Melihat Terbentuknya Narasi Anies dalam Rangka Pemilu 2024 melalui Pemberitaan Detikcom, Metrotvnews, dan Google News
- Hubungan Media (Media Relations) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman selama Tahapan Pemilu 2014
- Implikasi Kepemilikan Stasiun Televisi terhadap Kebebasan Pers dalam Penyelenggaraan Pemilu
- Manajemen Produksi Laporan Jurnalisme Menjelang Pemilu (Studi Kasus Manajemen Produksi Tayangan “Aiman” dalam Menjalankan Konsep Jurnalisme Investigasi pada Pemberitaan Menjelang Pemilu 2019)
- Melegitimasi Representasi: Analisis Klaim Representasi Partai Kebangkitan Bangsa terhadap Nahdlatul Ulama untuk Pemilu 2024 dalam Media Massa Tahun 2023-2024
- Politik Pencitraan: Studi Komunikasi Politik dalam Iklan Pemilu Tahun 2009 di Televisi
- Politisi Artis dalam Program Televisi (Analisis Isi Kualitatif Representasi Politisi Artis Menuju Pemilu 2014 dalam Tayangan Program Mata Najwa di Metro TV)
- Radio Publik dan Pemilu (Studi Kasus Peliputan Pemilu 2014 pada RRI Stasiun Yogyakarta)
Media Sosial, Buzzer, Hoaks, dan Kampanye Digital
Pilkada
- Analisis Model Demokrasi Online pada Pilkada Klaten 2020 di Tengah Pandemi COVID-19
- Analisis Sentimen dan Deteksi Buzzer dalam Prediksi Pilkada DKI Jakarta 2017
- Buzzer dan Jaringannya (Analisis Jaringan Hyperlink Akun Twitter @panca66 dalam Pilkada 2015 di Tangerang Selatan)
- Connective Action and Collective Action: Kajian Respons Warganet terhadap Gerakan #BupatiKlatenMemalukan dalam Pilkada Klaten 2020
- Identifikasi Buzzer Politik Ridwan Kamil-Suswono dalam Pilkada DKI Jakarta 2024: Analisis Big Data
- Internet, Selebriti Mikro, dan Kuasa: Analisis Wacana Foucauldian Chirpstory Akun Twitter Selebriti Mikro @TrioMacan2000 dan @Kurawa Masa Kampanye Pilkada DKI Jakarta 2012
- Kelas Menengah dan Kondisi Deliberatif: Pertukaran Informasi Kompasianer pada Masa Kampanye Pilkada DKI Jakarta 2012 dan Pemenuhannya terhadap Kondisi Deliberatif
- Ketidakberadaban (Incivility) dan Ketidaksopanan (Impoliteness) dalam Diskusi Politik Online: Analisis Isi terhadap Komentar Pembaca dalam Kolom Komentar Berita Mengenai Pilkada DKI Jakarta di Kompas.com dan Republika.co.id Sepanjang 14 hingga 16 Februari 2017
- Media Baru dan Kampanye Politik: Studi Kasus Strategi Komunikasi Politik Menggunakan Media Baru oleh Jokowi Ahok Social Media Volunteers (JASMEV) pada Pilkada DKI Jakarta Bulan Agustus–September 2012
- Representasi Meme Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Media Sosial (Sebuah Analisis Semiotika pada Kasus Kontra RUU Pilkada 2014 di Twitter melalui Tagar #ShameOnYouSBY)
- Tunda Pilkada: Apakah Advokasi Digital Berhasil Mempengaruhi Proses Pembuatan Kebijakan?
- Twitter sebagai Sumber Berita Politik: Analisis Isi Kualitatif Penggunaan Twitter sebagai Sumber Berita dalam Berita Pilkada DKI 2017 di Tribunnews.com selama Tahun 2016
Pilpres
- Deepfake dalam Pilpres Indonesia Tahun 2024 (Analisis Visual Framing Deepfake Partai Golkar dan Partai Gerindra dalam Kampanye Pilpres Indonesia Tahun 2024)
- Demokrasi Digital dalam Media Sosial (Representasi Jokowi-Prabowo dalam Kontestasi Pemilu Presiden 2014 di Twitter)
- Fandom K-Pop dan Politik di Indonesia: Studi Netnografi K-Popfication Dukungan @aniesbubble kepada Pasangan Calon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pada Masa Kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024
- Humor Politik Pilpres 2019 dalam Akun Instagram @komikkita
- Isu Ideologis dalam Pilpres 2019 (Framing Berita Isu PKI dan Isu Khilafah di Situs Media Online Kompas.com Periode 23 September 2018-16 April 2019)
- Jokowi: Presiden ‘Milenial'(?) Studi Deskriptif: Korelasi Rebranding Persona Politik Milenial Jokowi melalui #JKWVLOG dengan Preferensi Politik Mahasiswa Pemilih Pemula Universitas Gadjah Mada di Pilpres 2019
- Kasus Hoaks Pilpres 2019 (Kajian Linguistik Forensik)
- Kompetensi Literasi Media dalam Penyusunan Konten Video “Buat Apa Datang Jakarta” oleh Humas Polres Purworejo dalam Memerangi Hoaks Pilpres 2019
- Menghibur dan Meyakinkan: Retorika dalam Konten Politainment di TikTok oleh Kandidat Pilpres 2024 (Analisis Isi Kualitatif Konten TikTok pada Akun Resmi Capres-Cawapres Pilpres 2024)
- Partisipasi Politik dan Demokrasi di Media Sosial (Analisis Wacana pada Facebook dan Twitter dalam Pemilu Presiden 2014)
- Partisipasi Politik Penggemar K-Pop di Media Sosial X (Studi Netnografi K-Popfication Anies Baswedan pada Pilpres 2024)
- Paternalisme dalam Iklan Politik Jokowi-Amin (Analisis Isi Kualitatif Pesan Ideologi Figur Bapak terhadap Citra Politik dalam Iklan Politik Jokowi-Amin pada Pemilu 2019 di YouTube)
- Pengaruh Online Political Engagement terhadap Perilaku Memilih Citra Kandidat Generasi Z dalam Pilpres 2024: Studi Kasus Siswi SMA Stella Duce 1 Kota Yogyakarta
- Pengembangan Kapasitas Kelembagaan (Capacity Building) dalam Upaya Menanggulangi Berita Hoaks Pemilu di Media Sosial pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 (Studi pada Kantor Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI))
- Perbandingan Penggunaan Deteksi Buzzer pada Perhitungan Prediksi Hasil Pilpres 2019 dengan Analisis Sentimen
- Performa Jurnalisme Online dan Kecenderungan Politainment dalam Portal Berita Online (Analisis Isi Berita Pilpres 2019 di Detikcom dan Tribunnews.com Periode 12-17 Agustus 2018)
- Propaganda Digital selama Pilpres 2024 di Indonesia (Analisis Jaringan Komunikasi Propaganda Digital selama Pemilihan Presiden Tahun 2024)
- Speech Act Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Akun Parodi (Analisis Isi Kualitatif Akun Parodi Twitter @SBYudhoyono selama Masa Kampanye Pemilu Presiden, 4 Juni-5 Juli 2014)
- Strategi Komunikasi Kampanye Sosial Berbentuk Video Berseri di YouTube pada Pemilu Presiden Indonesia 2014
- Wacana Humor Politik dalam Akun Twitter @capresjokes pada Pilpres 2014
Pemilu Legislatif (DPR, DPRD, DPD)
- Anak Muda dan Politik: Menelusuri Program dan Strategi Kampanye Media Sosial Politisi Muda dalam Pemilu Legislatif 2019 di Indonesia
- Media Sosial sebagai Media Kampanye Partai Politik: Analisis Perilaku Political Branding Partai Gerindra melalui TikTok pada Masa Pemilu Legislatif 2024
Pemilu Umum dan Serentak
- Implikasi Film Dokumenter Sexy Killers terhadap Ketahanan Politik Aktivis Organisasi Kepemudaan di Yogyakarta dalam Pemilu Serentak 2019
- Kaum Muda, Internet, dan Pemilihan Umum (Analisis Resepsi Pemilih Pemula Pemilu 2014 terhadap Instrumen Kampanye Politik melalui Situs Berbagi YouTube.com Berjudul “Bersatu Padu Coblos No. 2 Versi Marzuki Mohammad” di Kalangan Mahasiswa di Yogyakarta)
- Partai Baru dan Adaptasi Logika Media Sosial (Analisis Isi Adaptasi Logika Media Sosial oleh Partai Berkarya, Partai Garuda, Partai Perindo, dan Partai Solidaritas Indonesia dalam Masa Kampanye Pemilu 2019 melalui Platform Facebook, Instagram, dan Twitter)
- Representasi Partisipasi Politik Warga Negara dalam Pemilu melalui Video YouTube (Analisis Semiotik Video-Video dari Kanal YouTube “CameoProject” dan “Project Slingshot” dengan Tema Pemilu 2014)
- Strategi Kampanye Partai Kebangkitan Bangsa melalui Media Sosial Facebook pada Pemilu 2019 dan Implikasi terhadap Ketahanan Partai Politik (Studi pada Media Sosial Facebook Dewan Pengurus Wilayah PKB DIY)
Media hanyalah salah satu sisi dari kajian pemilu yang sangat luas, seperti terlihat pada halaman utama daftar judul tesis pemilu yang merangkum enam kelompok topik.
Jika Anda ingin melihat bagaimana pesan politik dirancang untuk memenangkan kandidat, silakan baca judul tesis strategi kampanye dan marketing politik.
Untuk meneliti bagaimana pesan tersebut diterima dan memengaruhi keputusan warga, lihat daftar judul tesis pemilu tentang pemilih dan partisipasi politik.
Aturan kampanye digital dan pengawasannya dibahas dalam judul tesis hukum dan tata kelola pemilu.
Narasi identitas yang banyak beredar di media sosial dapat ditelusuri lebih jauh melalui judul tesis pemilu bertema relasi kuasa dan identitas.
Adapun pengaruh pemberitaan pemilu terhadap pasar modal dapat Anda temukan di judul tesis dampak pemilu terhadap ekonomi.
Penutup
Media dan komunikasi politik akan terus menjadi bidang kajian yang dinamis, karena setiap pemilu hampir selalu diiringi platform baru, gaya kampanye baru, dan pola penyebaran informasi yang berbeda dari sebelumnya. Daftar judul tesis di atas dapat menjadi bahan inspirasi, tetapi pilihlah judul yang sesuai dengan minat, kemampuan metode, dan ketersediaan data, baik berupa arsip pemberitaan, konten media sosial, maupun hasil wawancara dan survei. Dengan mengangkat fenomena yang aktual dan celah penelitian yang masih terbuka, skripsi atau tesis Anda tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga dapat membantu mewujudkan ruang informasi pemilu yang lebih sehat di Indonesia.
Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.



